
Zeno saat ini telah keluar dari ruangan bawah tanah dan berniat untuk mencari neneknya. Lebih tepatnya dia sedang menunjukkan sesuatu kepada kaisar Aurrora. Di belakang Zeno juga diikuti oleh dua wanita yang sampai saat ini masih bertengkar. Entah, Zeno sendiri benar-benar muak dan bingung mengapa mereka bisa bertengkar.
Zeno kembali menuju ruang pertemuan, bagaimanapun saat ini mungkin neneknya sedang membahas peletakan ibukota baru untuk tempat berdirinya istana kekaisaran. Memang benar, saat Zeno masuk, nenek dan ayahnya masih berkumpul dengan orang yang dulunya merupakan orang penting di kekaisaran Northern.
“Nenek, aku masuk. Ada sesuatu yang ingin kutunjukkan.” Zeno meminta.
“Ada apa? Apa kau ingin menentukan ibukota yang baru? Jika iya maka segera lakukan, aku benar-benar sangat bingung dengan penempatan ibukota yang baru.” Aurrora memegang kepalanya yang sangat pusing.
Zeno menggelengkan kepala. Kini, dia mempersilahkan Aure masuk ke dalam ruang pertemuan yang diikuti oleh Nora di sampingnya. Nora dan Aure, mereka memalingkan kepalanya dan tidak mau menatap satu sama lain, mungkin karena mereka saat ini bertengkar mengenai kemampuan mereka yang unggul.
Aure yang baru masuk, langkahnya langsung terhenti, wajahnya dipenuhi ketidak percayaannya bahwa yang ada di hadapannya adalah kaisar Aurrora, serta yang ada di sampingnya terdapat putra kaisar Aurrora yaitu jenderal Zhuo.
Begitupun dengan kaisar Aurrora dan juga jenderal Zhuo, keduanya sama-sama terkejut setelah melihat wanita kurus seakan tidak terurus, dengan rambut putihnya yang sangat kotor merupakan Aure, putri kekaisaran sebelum Artruk. Apa yang mereka pikirkan adalah, bukankah Aure dan satu keluarga telah di bunuh oleh Rungdaf? Hingga menyisakan Artruk seorang?
Saat ini orang yang dulunya merupakan orang penting di Northern empire berkeringat dingin, bagaimana mungkin dia bisa lupa jika di bawah tanah terpenjara seorang putri kaisar. Mungkin jika mereka teringat, mereka langsung melaporkan hal tersebut ke kaisar Aurrora tanpa takut ancaman Artruk karena membebaskan Aure.
“Bukankah kau dan satu keluargamu dibunuh oleh Rungdaf?” Aurrora penasaran.
Mendengar hal itu, Nora terkejut, dia akhirnya membantah dah angkat bicara, “Mohon maaf kaisar, bukan berarti aku membela Rundaf. Menurut informasi beberapa tahun yang lalu, ku dengar nona Aure dibunuh oleh Akram. Yah, tetapi menurut penjelasan dibunuh oleh Akram merupakan berita palsu. Apa yang membuatku heran adalah, mengapa informasi di kedua wilayah benar-benar berbeda?”
__ADS_1
Salah satu orang yang dulunya merupakan orang penting di Northern berdiri dan menjelaskan semuanya, “Maafkan aku, seharusnya aku segera melaporkan hal ini kepada kaisar Aurrora, karena kami sudah tidak cemas lagi dengan ancaman Artruk yaitu akan membunuh siapa saja yang membebaskan nona Aure. Tapi aku benar-benar lupa.” Orang tersebut menghela dan menarik napas sebelum melanjutkan ucapannya, “Informasi yang benar adalah, Artruk yang membunuh kaisar sebelumnya dengan bantuan Rungdaf. Di Northern, Artruk mengumumkan bahwa kaisar sebelumnya telah di bunuh oleh Akram, agar mereka lebih membenci Akram.”
“Begitupun di Southern, beberapa orang dari Northern menyebarkan informasi bahwa kaisar sebelumnya telah terbunuh, yaitu di bunuh oleh Rungdaf. Hal itu karena jika Southern mengetahui informasi palsu bahwa kaisar telah di bunuh oleh Akram, yang pasti Akram marah besar dan akan membunuh Artruk.” Sambungnya.
Aurrora dan jenderal Zhuo mengangguk dan mengerti. Cerita tersebut memang masuk akal baginya, yang mana Artruk membunuh keluarga kekaisaran. Dan seingatnya, Artruk merupakan adik kaisar sehingga kemungkinan Artruk sendiri telah haus kekuasaan.
“Mengapa Artruk tidak membunuh Aure juga?” Tanya kembali Aurrora.
Aure menjelaskan, bahwa dirinya digunakan Artruk sebagai budak. Namun, tidak ada yang membeli dirinya sebagai budak karena tahu siapa sebenarnya dirinya. Alasan hal itulah yang membuat Aure lebih baik dipenjara karena sudah tidak memiliki fungsi sama sekali. Di bunuh rasanya juga tidak mungkin karena saat itu Aure masih tumbuh remaja.
Aurrora menghela napas, kemudian dia berteriak untuk memanggil pelayan yang ada di luar.
“Urus nona Aure sehingga menjadi wanita yang sangat cantik kembali.” Perintah Aurrora.
“Zeno, jika kau tidak ingin ikut penentuan ibukota, aku menyuruhmu untuk kembali ke kota Prosxia untuk mengurus kekaisaran di sana. Sampaikan mengenai ibukota dan nama kekaisaran baru di sana, karena aku mungkin tidak akan pulang selama satu minggu.” Titah Aurrora.
“Aku?” Zeno menunjuk dirinya sendiri. “Kenapa harus aku?”
“Sudahlah, jangan membantah, lakukan saja.”
__ADS_1
Zeno menghela napas dan mengangguk, kemudian dia pamit undur diri untuk langsung pergi menuju ibukota Prosxia yang mana nantinya tidak akan lagi menjadi ibukota karena akan ada ibukota baru. Mengurus sebuah kekaisaran? Sepertinya itu merupakan suatu hal yang sangat malas bagi Zeno.
Diikuti oleh Nora, akhirnya Zeno langsung berangkat menuju Prosxia dengan kuda. Mungkin menuju kesana akan membutuhkan waktu satu hari jika berjalan dengan santai.
-----
Tepat pada malam, Zeno dan Nora telah sampai ke Prosxia, lebih tepatnya sudah berada di istana kekaisaran. Zeno yang baru turun dari kuda, disambut oleh Nefd yang merupakan petinggi kekaisaran. Karena strategi Zeno juga yang berhasil menaklukkan Northern, Nefd saat ini jauh lebih menghormati Zeno, berbeda dengan sebelumnya yang mana Nefd selalu asal bicara.
“Bagaimana dengan kaisar?” Tanya Nefd yang berjalan masuk dengan Zeno yang ada di sampingnya.
“Jenderal Zhuo dan kaisar tidak akan pulang terlebih dahulu selama satu minggu, jadi mereka menyerahkan kekaisaran ini kepadaku.” Ucap Zeno begitu malas, “Paman Nefd, aku harap kau membantuku mengurus kekaisaran dalam satu minggu.” Sambungnya.
Nefd tersenyum dan mengangguk apa yang Zeno katakan, hal ini cukup bagus, sehingga Nefd akan bisa melihat secara langsung kinerja calon kaisar di masa depan.
“Dimana Turse?” Zeno mengangkat alisnya.
“Turse kembali ke provinsi Alvalos, bagaimanapun dia merupakan tangan kanan raja Buras sehingga dia tidak dapat keluar dengan bebas. Serta raja Buras kemarin malam mendadak sakit.”
“Raja Buras sakit?” Zeno bergumam dan mengerutkan dahinya serta memasang wajah terkejut, namun setelah itu dia mengingat perkataan Turse yang mana raja Buras memiliki hidup yang tidak lama lagi yang berarti dia sedang sakit parah. Padahal satu minggu yang lalu, raja Buras keluar dan melakukan pengepungan masih terlihat nampak sehat.
__ADS_1
“Aku mendapatkan pesan dari kaisar, yang mana kita menyebarkan ini kepada rakyat. Tidak ada lagi yang namanya Southern ataupun Northern, kekaisaran baru yang berdiri di benua Artrik adalah Glacies empire. Serta juga akan ada ibukota baru yaitu Firgus Unie, yang mana peletakan ibukota masih dirundingkan di daerah mana.”
“Glacies empire, dan ibukota Firgus Unie. Nama yang bagus.”