Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Zeno Vs Akram


__ADS_3

“Ratu Kura, aku benar-benar berterima kasih. Aku tidak menyangka bahwa kau membantu negara ini.” Kata Zeno menghela napas, raut wajahnya kembali normal setelah ada bala bantuan yang seimbang.


“Tidak perlu berterima kasih tuan Zen, aku hanya menaruh rasa hormat kepada anda dan membantu anda menyembunyikan Ice Sword.” Jawab ratu Kura dengan membungkuk.


Zeno menjadi canggung saat ratu Kura memberi hormat kepadanya secara berlebihan, jadi Zeno hanya menggaruk kepalanya dan tidak tahu untuk bilang apa.


“Kura! Aku tidak menyangka kau ikut campur dalam masalah ini, sudah ratusan tahun kita tidak pernah bertemu.” Sosok manusia dengan kepala banteng turun dengan keras dan menghantam tanah, sehingga terdapat kawah yang cukup besar di atas pijakan manusia banteng tersebut.


“Gongnyu, jangan harap kau bisa mengalahkanku lagi.” Teriak ratu Kura setelah ia mengetahui suara itu. Bersamaan dengan itu, ia mengulurkan tongkatnya untuk bersiap melawan Gongnyu.


Gongnyu dan Kura, keduanya terlihat sama-sama mengenal, mungkin karena teman lama, tidak, lebih tepatnya mereka adalah musuh lama yang ditakdirkan bertemu lagi pada insiden pertempuran. Zeno yang melihat itu memerintahkan Rouya mundur agar tidak mengganggu pertarungan antara musuh lama.


“Kaisar, kita mundur terlebih dahulu!” Teriak Rouya, ia berteriak seperti itu karena tidak ingin terkena dampak dari pertempuran, bagaimanapun juga yang diprioritaskan Rouya adalah kaisar atau ibunya sendiri.


“Kalian mau kemana?” Kata Akram yang mengangkat ujung bibirnya.


Zeno dan yang lainnya merasa terkejut saat melihat sesosok manusia dengan bulu kera yang sangat lebat. Bulu kera berwarna merah seakan-akan mau terbakar dan menghanguskan dirinya.


“Kaisar, jika kau menyerahkan Ice sword, maka aku benar-benar akan menghentikan ini.” Sambung Akram.


“Aku tidak mengerti apa yang kau maksud, cepat hentikan semua kekacauan ini atau aku akan....” Tegas Kaisar.


“Atau apa? Tidak ada yang bisa mengalahkan Akram Agalia di sini!” Teriak Akram dengan tertawanya yang begitu keras.


“A-Agalia?” Zeno membuka matanya begitu lebar setelah mendengar Agalia, mantan keluarganya yang paling ia benci. Zeno membuat ekspresi seperti itu bukan karena takut, tapi ia sangat terkejut saat mengetahui bahwa keluarga Agalia masih sangat tersisa.

__ADS_1


“Ah, aku baru ingat, Akram Agalia ya, kakek Grisha Agalia, pantas saja aku merasa sangat familiar dengan nama itu. Rupanya aku tertinggal satu orang saja.” Gumam Zeno.


“Kaisar, pangeran, Kalian lebih baik mencari aman terlebih dahulu, biar aku saja yang menghadapi Akram Agalia.” Tegas Zeno.


“Tapi!” Kaisar Shima menyangkal.


“Tidak ada tapi-tapian!” Teriak Zeno.


“Baiklah aku mengerti, Zen berhati-hatilah!” kaisar Shima pergi karena perintah Zeno, sebenarnya ia dan Rouya ingin membantu Zeno, tetapi karena mereka merasa Zeno sangat kuat, ikut campur justru akan membuat mereka akan menjadi beban.


Zeno menarik pedangnya untuk bersiap melawan Akram, entah kenapa ia sangat kebetulan bertemu sisa keluarga Agalia yang masih hidup, tapi sangat di sayangkan, sisa keluarga Agalia saat ini termasuk musuh yang sangat kuat. Bagaimana tidak, Akram merupakan tuan Geldhe, sedangkan Zeno sendiri sangat kewalahan mengalahkan Geldhe.


“Nak, ini tidak ada urusannya denganmu, yang ku perlu hanyalah Ice Sword, jika kau mempunyai nya, serahkan kepadaku!” Ucap Akram begitu dingin.


Tatapan wajah Akram mungkin sangat dingin, tetapi Zeno juga berkata dengan sangat dingin juga. “Aku tidak mengerti apa yang kau ucapkan.” Ucap Zeno berbohong, padahal Ice Sword sendiri telah ia sembunyikan di tempat yang tersembunyi.


“Hei-hei, berbaliklah, apa kau tidak ingin tahu, siapa dalang dari pembunuhan keluarga Agalia?” Zeno mengangkat ujung bibirnya.


Akram seketika terkejut saat Zeno mengatakan itu, ia pun langsung berbalik ke arah Zeno dan memasang kuda-kuda. Tidak hanya itu saja, saat ia memasang kuda-kuda, bulu kera Akram terbakar dengan api yang sangat besar.


Akibatnya, Zeno terlempar cukup jauh akibat dari kemarahan Akram yang hanya membakar bulu yang melekat pada kulitnya. Zeno tidak menyangka, bahwa amarahnya saja sudah sangat mengerikan yang dapat membuatnya mengalami krisis.


“Tuan hati-hati, ia sepertinya elementalist api yang sangat hebat.” Kata Kiba yang berada di belakang Zeno.


“Cepat katakan!” Akram memperbesar bulu keranya dan mendekat ke arah Zeno, mata Akram juga terlihat sangat merah seakan-sakan ikut terbakar. “Siapa dalang pembunuhan keluargaku!” Teriak Akram dengan begitu marah, pasalnya ia berminggu-minggu menahan untuk mencari pelaku pembunuhan keluarganya hanya untuk memperkuat pasukannya.

__ADS_1


Tapi kali ini ia lupa apa tujuannya setelah Zeno mengatakan itu. Benar-benar Akram telah tersulut amarah dendam.


“Yaah aku tidak akan memberitahukannya.” Zeno berdiri sambil tersenyum sinis.


“Nak, ingat baik-baik, aku sebenarnya juga anti untuk membunuh orang, tapi karena kau yang mengawalinya, maka aku juga tidak bisa menahan untuk membuka mulutmu.” Akram kembali marah, kali ini ia mengambil pedang dari selongsongnya.


Pedang yang terbalut api terlihat dengan begitu jelas di hadapan Zeno, pedang yang Akram keluarkan kali ini merupakan pedang biasa yang ia balut dengan api panasnya.


Zeno juga melakukan demikian setelah Akram mengeluarkan pedang yang terbalut api, katana pemberian kakeknya ia balut dengan aliran air yang memutar seperti gergaji mesin.


Zeno dan Akram, keduanya melangkahkan kakinya dan bersiap untuk menyerang satu sama lain. Tetapi kali ini Zeno harus berhati-hati dengan bulu Akram yang terbakar, hal itu membuatnya harus sering menjaga jarak dengan Akram.


Suara dentuman pedang terjadi di antara mereka, tubuh Zeno ikut bergetar saat pedangnya berbenturan dengan pedang Akram, tapi Zeno tak merasa gentar sedikitpun, ia masih terus menyerang Akram dengan serangan pedang secara membabi buta.


Tetapi sayangnya Akram juga demikian, Akram menangkis serangan pedang yang terbalut air milik Zeno dan berusaha menyerang balik.


Suasana keadaan semakin panas saat pedang yang terbalut air dan pedang terbalut api serang berbenturan, uap panas akibat air dari pedang Zeno mengakibatkan suhu meningkat.


Zeno benar-benar merasa kesulitan, ekspektasi nya mengenai kemampuan berpedang milik Akram jauh yang ia bayangkan, bahkan ia hampir sering tergores pedang milik Akram.


Kiba berlari secepat angin untuk membantu Zeno, hal yang ia lakukan adalah melakukan penyerangan dari tubuh belakang Akram saat Akram sendiri masih sangat sibuk menyerang Zeno.


“Cih, Air: Tarian naga tahap pertama.” Zeno langsung membuat Akram begitu sibuk saat ia mengetahui niat Kiba untuk menyerang Akram dari belakang.


“Sekuat apapun elemen airmu, api ku tidak akan pernah padam.” Akram mundur beberapa langkah dan menebaskan pedang yang terbalut api. Sebuah energi tebasan berbentuk bulan sabit yang berbahan api langsung melesat ke arah Zeno.

__ADS_1


Untungnya Zeno juga menebaskan pedangnya, sehingga sosok naga berbentuk air keluar dari pedangnya. Sosok naga yang biasanya menari dengan pedang Zeno, sekarang Zeno bisa melepaskannya sendiri, sehingga naga yang dikeluarkan Zeno menari sendiri tanpa bantuan pedang,


 


__ADS_2