Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Mengapa Anda menatapku seperti itu?


__ADS_3

Seluruh orang yang melakukan pengepungan telah berkeringat dingin, pasalnya jenderal terkuat mereka hampir terkalahkan karena kekuatan Zeno yang sangat mengerikan. Tetapi mereka tidak berani untuk menolong Zhuo sebelum Zhuo sendiri memberi sebuah perintah. Bahkan saat mereka terlalu fokus dengan Zhuo, sampai-sampai mereka tidak mendengar apa yang Zeno katakan.


“Kau ini bicara apa? Dan siapa kau sebenarnya, kenapa kau bisa sekuat itu.” Kata jenderal Zhuo yang mencoba berdiri sambil menyodorkan kembali dua pedang yang ia miliki.


“Baiklah, pasang telinga kalian baik-baik!” Teriak Zeno.


Seluruh orang yang berada di sekitar itu langsung memandang Zeno dengan penuh kebencian, bagaimanapun mereka ingin langsung menyerang Zeno secara bersama-sama karena telah mengalahkan jenderal terkuat mereka. Masalahnya, mereka sendiri tidak memiliki keberanian untuk menyerang Zeno karena belum ada perintah.


Zeno menarik napas yang penuh, menatap jenderal Zhuo dengan begitu serius, “Namaku adalah Fang Zeno, cucu Fang Yoshi, putra terakhir Arina Ares. Aku berasal dari benua lima negara dengan tujuan mencari ayahku. Dan aku bukanlah bawahan Rungdaf seperti yang kalian pikirkan.” Teriaknya dengan lantang.


Wajah jenderal Zhuo seketika langsung membeku setelah mendengarkan apa yang Zeno katakan, bahkan dia tidak bisa bergerak seakan-akan tubuhnya di jebak dengan bongkahan es dengan ketebalan yang sangat tebal. Tubuhnya perlahan bergetar dengan kedua pedang yang ia pegang jatuh di atas tanah.


“Mengapa Anda menatapku seperti itu? Sepertinya Anda butuh berkumpul bersama keluarga. Karena baik itu ayah, istri dan ketiga anak anda telah menunggu kepulangan Anda!” Zeno kembali berteriak sambil membendung air matanya.


“Kau-kau pasti berbohong, istriku telah meninggal lima belas tahun yang lalu yang mana dia tengah mengandung anak ketiga kami. Jadi jangan katakan hal tersebut yang membuatku ingin membunuhmu!” Tegas jenderal Zhuo dengan kembali mengangkat pedangnya yang sebelumnya telah ia jatuhkn.


“Jenderal Zhuo, atau yang bisa kusebut ayah. Bukalah matamu baik-baik, istrimu yang meninggal lima belas tahun yang lalu adalah sebuah informasi palsu. Kau ingin bukti? Apakah aku merupakan bukti yang lemah sehingga kau tidak mempercayainya? Bukankah kau yang mengatakan sendiri bahwa wajahku mirip orang yang kau kenal? Dan itu merupakan istrimu.” Zeno saat ini tidak bisa mengontrol air matanya, pipinya telah di basahi dengan air mata yang perlahan menetes.


Suasana menjadi hening, bahkan orang-orang yang mengepung Zeno membuka matanya lebar-lebar dan diam seribu bahasa setelah mendengar apa yang Zeno katakan. Masalahnya Zeno barusan memanggil jenderal Zhuo dengan sebutan ayah. Tetapi sedikit dari mereka seperti Duke dan anaknya menganggap bahwa Zeno merupakan orang gila yang mengaku-ngaku sebagai anak jenderal Zhuo agar dia diksihani.


Saat ini tubuh Fang Zhuo lemas bak disambar petir. Bahkan Zhuo kembali diam seribu bahasa dengan matanya yang seakan keluar setelah mendengarkan apa yang Zeno katakan. Karena seingat dia, istrinya telah hilang saat tengah mengandung anaknya.

__ADS_1


“Baiklah, jika kau tidak menerimaku, maka aku akan pergi dari benua ini. Bagaimapun aku benar-benar muak dengan semua tuduhan yang ada di sini.” Ucap Zeno dengan berbalik arah sambil menyeret Ice Sword. Entah kenapa saat ini dia merasa ingin membunuh semua orang yang ada di sini.


“Senang bisa bertarung denganmu ayah. Bagaimanapun impian anak laki-laki adalah bertarung dengan ayahnya bukan sebagai musuh, tetapi dia ingin diakui bahwa dirinya telah melebihi ayahnya. Terima kasih karena kau sudah menyebut namaku walaupun hanya sebatas panggilan ‘Zen’.” Sambungnya dengan nada sedikit rendah, Zeno kali ini benar-benar tidak bisa membendung air matanya.


“Tunggu sebentar.” Panggil Fang Zhuo.


Zeno yang mendengarkan hal itu kembali berbalik badan, dia ingin melihat apa yang akan di lakukan ayahnya. Apabila, jika ayahnya menyangkal dan tidak percaya, maka Zeno akan bergerak secepat kilat dan membunuh seluruh orang yang ada di tempat ini kecuali ayahnya serta keluarga Krum.


“Aku tidak berkata demikian.” Zhuo menggigit bibir bawahnya, dia kembali menjatuhkan dua pedangnya dan berjalan perlahan ke arah Zeno.


Tepat di hadapannya Zeno, Zhuo langsung memeluk Zeno dengan sangat erat. Bahkan Zhuo sebagai jenderal terkuat tidak kuasa untuk menahan air mata yang ingin keluar dari kedua matanya. Zeno yang dipeluk juga membalas pelukan ayahnya, air mata kesedihan kini berubah menjadi air mata kebahagiaan yang membasahi pundak Fang Zhuo.


“Tidak seharusnya jenderal terkuat menangis seperti itu.” Zeno menenangkan ayahnya walaupun dirinya sendiri juga ikut menangis.


Baik itu Turse, Hanof, bahkan semua orang yang berada di sini, semuanya meneteskan air mata, sekaligus mereka benar-benar tidak percaya mengenai apa yang mereka lihat. Bahkan Ania, dia telah mengusap air matanya karena tidak menyangka bahwa apa yang Zeno katakan benar-benar menjadi kenyataan.


Seketika sebuah embun berkumpul menjadi satu di sekat Zhuo dan Zeno. Embun tersebut membentuk sosok wanita yang sangat cantik dengan gaun es yang terlihat sangat elok. Wanita yang tiba-tiba datang pun tiba-tiba menepuk-nepuk kedua tangannya sambil ikut bersedih. “Sudah kuduga, benar-benar seperti apa yang kupikirkan.”


Seluruh orang yang menyadari hal tersebut terkecuali Zeno dan Zhuo, mereka semua langsung berlutut setelah mengetahui siapa yang datang itu. “Hormat kami kepada kaisar Aurrora.”


Sedangkan Zeno dan Zhuo, keduanya langsung melepaskan pelukannya setelah menyadari siapa yang datang.

__ADS_1


“Zhuo, kau sudah tahu sebabnya mengapa aku melarangmu untuk membunuh anak yang bernama Zen?” Tanya kaisar Aurrora.


“Aku mengerti ibu. Untungnya aku tidak bisa membunuhnya karena dia terlalu kuat.” Ucap Zhuo tersenyum sambil mengusap air matanya.


“Ibu?” Zeno mengerutkan dahinya, karena dia tidak menyangka bahwa wanita yang sangat cantik di hadapannya adalah ibu Fang Zhuo, atau secara harfiah dia adalah nenek Zeno.


Zhuo kemudian menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kemudian dia berkata, “Jangan terkecoh dengan penampilannya, sebenarnya dia adalah wanita tua yang berumur lebih dari enam puluh lima tahun.”


Kaisar Aurrora kemudian langsung memukul kepala Zhuo karena bercanda menyebut dirinya wanita tua benar-benar membuat kaisar Aurrora geram. Mendapati hal tersebut, Zhuo hanya terdiam karena takut ibunya akan memarahinya lagi.


“Senang bertemu denganmu kaisarina.” Kata Zeno memberi hormat kepada neneknya.


Aurroa hanya tersenyum melihat salah satu cucunya berani datang kesini sendiri tanpa butuh teman. Di tambah semua tuduhan yang ada pasti membuatnya kesulitan untuk bergerak bebas. Hal itu menunjukkan bahwa cucunya yang satu ini benar-benar memiliki kemampuan yang berada di luar batas. Dia benar-benar turut bangga.


“Aku dengar bahwa orang yang pertama kali merusak nama baik Fang Zeno adalah Dion Nothan? Untuk hukumannya, biar cucuku sendiri yang memutuskan, bagaimanapun yang pasti Zeno memiliki dendam yang besar kepadanya.” Teriak kaisar Aurrora.


Seluruh orang yang berada di sinu merasa terkejut, bahkan Zeno sekalipun. Mereka yang pernah berhubungan dengan Zeno seperti Turse yang hanya sekedar membuat Zeno babak belur, menghela napas yang panjang karena dirinya hanyalah korban berita palsu, jadi saat ini dia benar-benar terbebas dari hukuman yang diberikan.


Sedangkan Arlos Nothan dan Dion Nothan, keduanya menatap satu sama lain dengan tubuh bergetar. Terutama Dion Nothan, saat ini dia telah berkeringat dingin karena memang dirinya lah yang menyebarkan seluruh tuduhan palsu. Yang mana dia tidak tahu bahwa sebenarnya Zeno adalah putra dari jenderal Zhuo.


“Bertarung denganku sampai mati.”

__ADS_1


__ADS_2