
Zeno duduk di sebuah bangku panjang di halaman belakang kekaisaran, bintang-bintang pada malam hari sedang menemani Zeno duduk sendirian. Dirinya benar-benar tidak menyangka bahwa Fang Yoshi yang ia anggap adalah gurunya teryata adalah kakeknya tersendiri.
“Tidak ada yang tahu takdir seseorang, bahkan diri sendiri pun juga tidak tahu.” Batin Zeno.
Zeno kemudian tersenyum sendiri, mengingat perkataan Fang Yoshi yang mana ia akan menjodohkannya dengan putrinya, tetapi untung saja dia menolak. Andaikata ia menerima, entah apa yang akan terjadi diantara pernikahan dengan saudara sendiri.
Semerbak harum menerpa hidung Zeno, bau harum tersebut sangat mudah ditebak bahwa itu milik Fang Yuna. Zeno melihat Fang Yuna menghampirinya dan ikut duduk di sampingnya.
“Kau belum tidur?” Tanya Fang Yuna.
“Aku belum mengantuk.” Kata Zeno dengan begitu malas.
“Apa yang kau pikirkan?” Fang Yuna mengerutkan dahinya, melihat Zeno yang nampak sedang memikirkan sesuatu.
“Bagaimana bisa ibu dikabarkan meninggal saat itu?” Tanya Zeno balik.
Fang Yuna kemudian menghela nafas yang begitu panjang untuk mengingat masa lalu saat dirinya berusia tiga tahun.
****
“Ibu, kapan adik kecil kita lahir?” Tanya seorang anak kecil berusia tiga tahun yang sedang menyentuh perut ibunya yang nampak besar.
“Hey Yuna jangan sentuh perut ibu, adik kecil kita tidak akan mau di sentuh oleh kakak yang sangat nakal sepertimu.” Teriak Fang Tan yang kala itu berusia sepuluh tahun.
Yuna menjulurkan lidahnya kepada Fang Tan, dia tidak memperdulikan ejekan kakaknya. Yuna yang menggemaskan itu tidak marah kepada Fang Tan, dia malah memeluk perut ibunya.
Fang Tan yang merasa terabaikan hanya bisa memasang wajah jelek, dia kemudian menghampiri Fang Yuna dengan rasa ingin menjahilinya. Yuna malah berlari setelah melihat Fang Tan mengejar dirinya.
Yuna berlari dengan tidak fokus kedepan, dia terlalu menoleh kebelakang karena takut kakaknya akan mendapatkannya. Tetapi hal itu membuat Yuna menabrak kaki seorang pria yang bernama Fang Zhuo.
Lantas Yuna diangkat oleh Fang Zhuo dan menggendongnya, Yuna yang berhasil menghindar dari kejahilan Fang Tan hanya bisa kembali menjulurkan lidahnya. Hal tersebut membuat Fang Tan sedikit kesal.
“Ayah, lihatlah! Yuna mengejekku.” Raut wajah Fang Tan begitu kesal.
__ADS_1
“Karena kau yang menjahilinya, bagaimana kalau gantian Ayah yang akan menjahilimu?” Kata Fang Zhuo mencoba menangkap Fang Tan.
Arina hanya bisa tersenyum melihat anak dan suaminya bersenda gurau, dia tidak bisa membayangkan seramai apa jadinya apabila anak yang dikandungya akan keluar.
“Arina, kapan kau akan melahirkan?” Tanya Fang Zhuo.
“Sepertinya tinggal menunggu hari.” Ujar Arina.
“Baguslah, malaikat kecil kita akan lahir.” Kata Fang Zhuo sembari memanggil para tabib untuk memeriksa Arina.
“Lebih baik kalian berdua untuk meninggalkan ibu, biarkan ibu untuk beristirahat.” Sambungnya sambil mengangkat kedua anaknya pergi meninggalkan kamar.
Namun terdapat sebuah insiden ledakan yang terjadi di dekat kamar, sehingga mengakibatkan Fang Zhuo dan anak-anaknya terlempar dan menabrak dinding. Tetapi untung saja, Yuma dan Fang Tan berhasil dilindungi sehingga tidak terkena efek ledakan yang begitu besar.
“Arina!” Kepulan asap membuat Fang Zhuo kesulitan untuk melihat, dia berteriak memanggil istrinya namun tidak ada jawaban.
Zhuo juga mendengar pertempuran pada lantai bawah, membuat dia sangat yakin bahwa terdapat serangan dadakan.
Tetapi dia memilih untuk mengamankan kedua anaknya terlebih dahulu, karena kedua anak tersebut masih berada di dekat Fang Zhuo. Sehingga ia mundur kebelakang untuk mencari wilayah yang aman dari pertempuran.
Zhuo kemudian kembali ke kamarnya, tetapi dia begitu terkejut saat mengetahui tidak ada istrinya di dalam kamar tersebut, beberapa tabib yang ia suruh juga terbaring tidak berdaya di lantai. Zhuo kemudian mencari di berbagai ruangan untuk mencari Arin.
Dia bahkan harus rela berhadapan dengan Elementalist tanah yang merupakan pelaku insiden penyerangan ini.
Pertempuran pada malam hari kali ini mengakibatkan beberapa luka fatal bagi seluruh para keluarga Fang, tetapi untungnya mereka berhasil memukul dan mengalahkan para penyerang.
Tetapi suatu hal yang membuat keluarga Fang terpukul adalah, mereka kehilangan Arina yang kala itu mengandung. Zhuo sempat mencarinya di seluruh kekaisaran, namun tidak ada jejak Arina di situ.
Zhuo terpikirkan bahwa pelaku insiden ini merupakan Elementalist tanah, yang mana Arina bisa jadi diculik menuju negara tanah.
Zhuo bergegas mengambil kuda, dia kemudian menuju ke arah selatan dengan begitu cepat, mengejar para Elementalist tanah yang sepertinya telah awal menculik Arina.
Tetapi sepertinya dia telah kehilangan jejak, dirinya sudah keluar dari kekaisaran dengan sangat jauh, tetapi Zhuo juga tidak berhasil mengejar penculik Arina.
__ADS_1
Masalahnya Arina dalam keadaan hamil, hal tersebut membuat otak Zhuo diserang oleh pemikiran yang tidak-tidak. Fang Zhuo merasa bersalah karena tidak sesegera menyelamatkan Arina kala itu.
Kondisi Fang Zhuo juga sudah jauh dari kekaisaran, suasana malam juga akan berakhir, Fajar mulai muncul di sebelah timur.
Untuk melakukan pencarian langsung di negeri tanah diperlukan melewati negara api yang mungkin Zhuo tidak diberi masuk dengan mudah.
Zhuo juga sendirian, dia tidak mungkin ceroboh untuk langsung menerobos penjagaan negara api. Walaupun dirinya Elementalist air, tetapi dia juga tidak mau memicu pertempuran kembali di antara kedua negara tersebut setelah beberapa tahun silam.
Andai saja para penyerang dilakukan oleh negara api, dia tidak akan segan-segan untuk menerobos. Dia tidak peduli akan peperangan kembali karena ini sudah bersangkutan dengan istrinya.
Jadi kali ini dia tidak memiliki hak apa apa untuk menyerang negara api, karena yang bersangkutan adalah negara tanah.
Fang Zhuo pulang dengan rasa bersalah, wajahnya begitu pucat ditambah dengan air matanya menetes membasahi pipinya.
Para keluarga Fang juga ikut bersedih dengan kejadian ini, Fang Yuna dan juga Fang Tan menangis dengan begitu kencang saat mengetahui ibu mereka dikabarkan hilang.
Salah satu solusi untuk menemukan Arina adalah, mengabari kaisar negeri angin. Mereka juga telah melakukan pencarian besar-besaran di negeri tanah.
Tetapi setelah dikonfirmasi, sepertinya pelaku kejahatan seperti ini tidak bersangkutan dengan kaisar negeri tanah, dan mungkin sudah berkaitan dengan kriminal tanpa identitas yang melakukan hal tersebut.
Beberapa Minggu setelah pencarian, Arina dinyatakan hilang, tidak ada kabar pun yang tahu dimana Arina berada, jadi kedua negara yaitu Angin serta Air memutuskan bahwa Arina sudah meninggal dalam keadaan hamil.
*****
"Kalau aku jadi ayah, aku tidak akan segan-segan untuk menerobos penjagaan negara api. Karena memang pada dasarnya ibu juga berada di sana.'' Kata Zeno merenung setelah mendengar cerita Fang Yuna.
"Ayah tidak tahu kalau ibu berada di sana, yang dipikiran ayah, ibu diculik oleh Elementalist tanah yang kemungkinan berasal juga berasal dari negara tanah." Yuna menjelaskan.
"Lantas, dimana ayah sekarang?" Tanya Zeno.
"Setelah kejadian itu, Ayah merasa tertekan dan mengasingkan diri di negara yang tidak ada di benua ini, jabatan ayah sebagai kaisar kala itu dikembalikan lagi pada kakek, dan diberikan oleh kakak pada saat umur dua puluh tahun." Kata Fang Yuna.
__ADS_1