
“Apa?” Zeno tersentak kaget, dia menggigit bibirnya saat mendengarkan bahwa ibunya memuntahkan seteguk darah berwarna hitam. Hal itu membuatnya tidak bisa tinggal diam, dia bergegas untuk menuju ke tempat ibunya untuk mengetahui kondisi lebih lanjut.
“Danzeeee!!!” Saat Zeno hendak pergi, Zeno berteriak dan menghadap ke arah barat, wajahnya dipenuhi dengan rasa emosi yang sangat sulit sekali untuk di tahan, “Kali ini aku membiarkanmu lolos! Tapi suatu saat nanti, aku akan membunuhmu dengan cara paling tragis. Aku berjanji itu!”
Tubuh Zeno perlahan berubah seperti biasanya, dia juga menarik kembali seluruh beast dan rohnya masuk ke dalam tubuhnya. Tidak ada waktu lagi, dia bergegas ke arah ibunya dengan meneteskan air mata. Dia, dia benar-benar tidak ingin kehilangan ibunya, walaupun nyawanya ditukarkan dengan nyawa ibunya, dia benar-benar rela.
Matahari benar-benar sudah terbenam, seluruh mayat maupun orang yang terluka dikumpulkan dalam satu titik. Selain itu, Zeno juga melihat bahwa ramai orang-orang yang menangis begitu keras.
Tepat saat berada di dekat dengan ibunya yang tergelatak di samping jenazah ayahnya, serta jenazah kakek dan neneknya yang baru saja meninggal, beberapa orang seperti Yuna dan Fang Tan menangis begitu keras.
Zeno langsung menerobos kakaknya, dia segera menghampiri ibunya yang mana sepertinya Turse sedang melakukan sesuatu kepada ibu Zeno.
“Ibu, bangunlah!!” Sudah ke sekian kali Zeno berharap bahwa ibunya bangun, namun sekeras apapun dia berteriak, dia tidak membuat ibunya bangun. Selain itu, mulut ibunya dipenuhi oleh darah hitam yang menandakan bahwa ibunya memang habis memuntahkan seteguk darah. Namun mengapa itu berwarna hitam? Zeno benar-benar sangat panik kala itu.
“Bisa Viper, racun ini akan membunuh ibu Anda secara perlahan, maafkan aku apabila perkataan ini menyakitkan, namun, ibu Anda tidak akan hidup setelah tiga puluh hari. Tapi, ada satu cara agar ibu anda benar-benar selamat ....” Turse tidak melanjutkan ucapannya.
“Katakan!” Mendengar perkataan Turse, Zeno berkata dengan nada yang sangat tinggi dan menggoyangkan pundak Turse seperti seseorang yang sedang memaksa. “Katakan Turse katakan, bahkan jika cara itu membuatku harus terjun ke neraka, aku akan melakukannya. Turse, katakan!” Zeno begitu tidak sabar.
“Racun tersebut memiliki penawar, yaitu teratai emas dari benua 99 cahaya, lebih tepatnya berada di puncak gunung Apiluc yang berada di wilayah Nuvoleon empire.” Turse menjelasan.
__ADS_1
“Benua 99 cahaya? Jauh sekali.” Sahut Fang Tan sambil mengusap air matanya, dia juga tidak menyangka bahwa penawar tersebut berada sangat jauh.
“Cih.” Zeno menggertakkan giginya, benua 99 cahaya? Tentunya itu merupakan benua paling timur dari benua lima negara. Zeno yang merasa kesal tersebut bukan karena letaknya yang jauh, melainkan letak benuanya yang berlawanan arah dengan benua bayangan. Hal itu membuat Zeno tidak bisa membunuh Danze dengan cepat.
Bagaimana tidak, pasalnya benua bayangan berada di wilayah paling barat di dunia, sedangkan benua 99 cahaya berada di paling timur. Tapi Zeno tidak mengeluh, dia mengundurkan niatnya terlebih dahulu untuk menuju benua bayangan untuk membunuh Danze. Apa yang dia pentingkan saat ini adalah menyelamatkan separuh hatinya, yaitu ibunya.
Zeno berdiri, dia berjalan meninggalkan kerumunan. Hal itu membuat yang lainnya sedikit terkejut saat Zeno sepertinya bersedia untuk mencari penawar yang berada di negara Novelion benua 99 cahaya. Tidak peduli apakah rintangannya nanti, Zeno akan membawa penawar itu sebelum tiga puluh hari.
“Zeno, jangan bilang bahwa kau akan menuju ke sana?” Sahut Fang Tan yang melihat adiknya memiliki ambisi yang begitu besar.
“Itu terlalu jauh, selain itu benua 99 cahaya memiliki elementalis terkuat. Kita sebagai elementalis lemah tidak akan sanggup untuk menghadapi elementalis cahaya.” Protes Fang Yuna, dia tidak ingin adiknya menempuh jalan yang berbahaya. Apalagi setelah kehilangan ayah, kakek dan neneknya, dia tidak ingin kehilangan sosok adiknya. Namun, jika tidak ada yang bersedia untuk mencari penawar, maka dia juga akan kehilangan sosok ibunya.
Mendengar hal tersebut, Zeno berhenti dari langkahnya, tapi dia sama sekali tidak merubah niatnya. Dia akan tetap menuju benua 99 cahaya untuk mencari penawar itu. Dia juga tidak peduli mengenai resiko seperti apa yang dikatakan oleh kakaknya. “Jika kau tidak rela kehilangan aku, apakah kau rela kehilangan ibu?” Tanya Zeno dengan wajah yang begitu datar.
“Bodoh!” Zeno menoleh wajahnya ke belakang sebelum melanjutkan ucapannya, “Kau bara saja menikah, tidak baik seorang istri meninggalkan suaminya. Apalagi ini perjalanan yang begitu panjang.”
“Dan kau kak Tan, aku harap kau juga tidak mengotot untuk pergi bersamaku. Bukankah kau seorang kaisar? Seluruh negara di sini juga rata dengan tanah, dan negara air butuh seorang kaisar. Jadi aku pergi dulu, selamat tinggal. Aku akan kembali secepatnya.” Sambungnya dengan menarik napas yang begitu sesak.
“Tuan Zeno!” Turse memanggil, “Anda tidak akan menemukan teratai itu tanpa membawaku. Bagaimanapun, jenis teratai emas tidak hanya satu. Dan Anda akan kesulitan apabila tidak mengajakku.” Protes Turse.
__ADS_1
Zeno menghela napas, apa yang dikatakan Turse memang benar. Jika dirinya tidak membawa ahlinya maka dia juga akan sangat kesulitan untuk mencari penawar tersebut. Maka dari itu, dia berhenti sejenak dan kembali menoleh dan mengangguk tanpa memberikan ekspresi apapun.
Turse berdiri, dan mengikuti Zeno untuk pergi menuju benua 99 cahaya. Perjalanan kali ini merupakan pengalaman pertamanya untuk berpetualang, apalagi bersama dengan sosok yang paling dia kagumi.
Zeno, dia mengeluarkan beast Kiba dan menungganginya, begitu juga dengan Turse, dia mengeluarkan Beast Flamingo dan menungganginya. Kedua manusia tersebut terbang menuju arah timur dan meninggalkan negara petir untuk melakukan sebuah misi.
“Aku harap kau berhat-hati, adikku.” Batin Fang Tan.
.......
“Kaisar Danze telah kalah, kita juga mundur karena pasukan kita hampir dikalahkan!” Kaisar Yin berteriak, kali ini dia yang sedang bertarung dengan kaisar Zabuto dan kaisar Hanzi harus mundur dengan sengat terpaksa. Lagi pula, tubuhnya juga terluka akibat serangan dari mereka berdua.
Selain itu, kaisar Yin tidak menyangka bahwa pasukannya akan menghadapi sebuah pasukan aliansi yang baru saja dibentuk. Bahkan, dia sangat heran, mengapa ratusan ribu pasukan miliknya bisa kalah dengan pasukan aliansi yang memiliki jumlah puluhan ribu?
Itu semua disebabkan oleh sebuah perbedaan. Yang mana, pasukan aliansi tidak hanya memiliki satu elementalis saja, melainkan juga memiliki empat elementalis yang berbeda. Sehingga pasukan negara Api benar-benar sangat kesulitan menghadapi mereka.
Melihat kaisar Yin yang kabur dengan pasukannya, kaisar Hanzi bersikeras untuk mengjarnya. Namun sayangnya, kaisar Zebuto menghentikannya karena ada sesuatu yang lebih penting lagi, yaitu menata tatanan kembali negara yang telah hancur.
Di sisi lain, Ama masih berdiri di samping Drake dengan memandang bahwa negaranya benar-benar rata dengan tanah. Dia sedikit bersedih atas hal ini. Namun bagaimana lagi, tubuhnya perlahan berubah menjadi elemen petir.
__ADS_1
“Biarkan generasi selanjutnya yang mengurus. Setidaknya negara ini tidak hancur karena perpecahan. Apa aku benar Drake?” Ucapnya yang tidak lama kemudian tubuhnya menghilang.
“Kau benar, tuan.”