Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Pertarungan antara tangan kanan


__ADS_3

“Bummm!!” Sekilas dan dalam kedipan mata, sebuah blast muncul dari telapak tangan Lexus dan menghancurkan sambaran petir yang keluar dari tangan Zeno. Sekaligus, blast tersebut juga digunakan untuk menghancurkan Zeno dalam sekejap.


“Tuan!!” Turse yang sedang bertarung dengan Zillie, dia menyempatkan untuk berteriak karena blast milik Lexus mengarah ke arah Zeno. Tentu saja secara spontan dia langsung panik setelah melihat hal tersebut. Sayangnya, dia tidak bisa bergerak bebas karena harus menghadapi seorang wanita yang membawa sebuah morning star yang begitu merepotkan bagi Turse.


Tentu saja, senjata khas seperti sebuah morning star, akan sangat menyulitkan bagi petarung jarak jauh seperti Turse. Apalagi saat dirinya mencoba untuk mundur dan menjaga jarak, Zillie ikut melompat ke depan sambil mengayunkan morning start nya ke arah Turse. Untung saja, beberapa kali Zillie melakukan hal tersebut, Turse langsung mengangkat busur panahnya untuk menghindari ayunan morning star.


“Heee? Apakah itu tuanmu?” Zillie langsung mendekat ke arah Turse dalam sekali langkah, tepatnya wajah mereka sudah berhadapan. “Bagaimana? Apakah tuanmu sangat baik hati?” Zillie mengitari Turse seperti seorang anak kecil yang berlari dengan gembira.


Mendengar hal tersebut, tanpa banyak bicara, Turse langsung mengeluarkan sebuah anak panah untuk menyerang Turse secara langsung tanpa menggunakan busur. Karena dia tahu persis, bahwa menyerang dengan menggunakan panahan dari jarak dekat akan sangat menyulitkan.


Zillie mengangkat alisnya sambil mengangkat morning star untuk menahan anak panah milik Turse. Kemudian, morning star itu mengeluarkan sebuah cahaya yang perlahan semakin terang. Lebih tepatnya meledak yang membuat Turse terlempar jauh beberapa meter ke belakang. Selain itu, matanya seketika menjadi bermasalah dan hampir buta karena menatap ledakan cahaya itu sekilas.


“Akhh maaf, apakah itu sakit?” Zillie yang berada di balik kepulan asap menutup mulutnya saat melihat wanita yang dia lawan tersungkur dan mencoba untuk berdiri. Tanpa ragu, dia melangkah cepat ke arah Zillie dan mengulurkan tangannya sambil tersenyum, “Maafkan aku. Ayo berdiri.”


Turse merasa diremehkan saat diperlakukan seperti itu, dia langsung berdiri dan melompat ke belakang sambil menarik tali busurnya. Akan tetapi, lagi-lagi Zillie tidak membiarkan hal tersebut, dia langsung melompat ke depan sambil memukulkan morning star ke arah Turse.

__ADS_1


Melihat hal tersebut, Turse justru tersenyum lebar dan melirik sedikit ke arah atas. Benar, sebuah langkah yang sangat disukai oleh Turse. Yang mana, dia selalu menembakkan sebuah anak panah ke atas dan anak panah tersebut akan berubah menjadi ribuan saat akan jatuh.


Lebih tepatnya saat ledakan itu terjadi, dan menimbulkan sebuah kepulan asap yang begitu hebat, Turse menyempatkan diri untuk menembakkan sebuah anak panah ke atas, hal itu bertujuan untuk membuat hujan anak panah suatu saat kemudian.


“Wanita gila.” Turse berpura-pura emosi, dia langsung berhenti di tempat dan menembakkan sebuah anak panah ke depan ke arah Zillie. Namun, dia hanya bisa menembakkan satu anak panah saja secara cepat karena Zillie sudah mendekat begitu dekat. Turse kali ini tidak membidik hal vital seperti jantung atau apapun yang membuat musuh atau Zillie mati seketika, karena itu justru akan ditahan dengan begitu mudah. Justru dia mengarahkan anak panah itu tepat ke kaki Zillie.


Selain menangkal anak panah yang begitu sulit, karena morning star yang terlihat berat untuk di ayunkan. Serta dapat melumpuhkan musuhnya dengan begitu mudah tanpa terbunuh dengan begitu cepat.


Melihat hal tersebut, Zillie langsung melompat ke atas, karena dia sadar bahwa musuh di hadapannya menargetkan kakinya. Namun siapa yang menyangka, saat dia melompat ke atas, dirinya langsung menyadari bahwa ribuan anak panah siap menghujaninya. Segera, dia langsung mendarat di tanah untuk melangkahkan kakinya ke depan.


“Tepat sasaran.”


Zillie langsung terjatuh dan terkejut saat kakinya terkena sebuah anak panah. hal tersebut membuatnya tidak bisa bergerak. Selain itu, anak panah yang menancap ke kakinya tiba-tiba membuat kaki Zille membeku dan tidak bisa bergerak sepenuhnya. Dia segera mengangkat morning star untuk menghancurkan es tersebut. Terlihat sangat sulit, bahkan Zillie sedikit berteriak saat mencoba mengangkat morning star. Pasalnya, morning star yang dia pegang sudah tertimbun gundukan es yang merupakan ulah Turse.


“Hey wanita muda, kau benar-benar cukup kuat. Akan tetapi, apakah tuanmu bisa melindungimu sekarang?” Dalam keadaan yang berada di ujung tombak, Zillie benar-benar tidak memiliki kepanikan sedikitpun. Justru dia tertawa lirih sambil menatap Turse yang memasang wajah begitu dingin.

__ADS_1


Turse kembali menarik tali busurnya setelah Zillie berkata demikian. Dia ingin membunuh Zillie dengan cepat karena apa yang dia takutkan, Zillie merencanakan sesuatu yang membuat ribuan anak panah itu gagal untuk membunuhnya.


Benar, dalam sekali kedipan mata, sebuah energi cahaya keluar dari telapak tangan Zille dan menghancurkan ribuan anak panah yang akan menghujani dirinya. Tentu saja, Turse langsung melepaskan anak panah tanpa berpikir panjang. Namun, sayang sekali, Zille menyisakan sebuah anak panah untuk jatuh, dan dia menangkapnya untuk menahan anak panah milik Turse.


Hal tersebut membuat Turse menggertakkan giginya. Sepertinya apa yang dirinya pikirkan memang benar. Bahwa elementalist cahaya tidak bisa untuk diremehkan, apalagi untuk seorang wanita yang notabenya merupakan tangan kanan kaisar. Mungkin kekuatannya jauh berada di atasnya yang membuat Turse merasa sangat kesulitan.


“Fyuuh.” Zille menghela napas dan tertawa lirih, dia juga mengusap keringat di dahinya yang menandakan bahwa dia benar-benar cukup terhibur saat bertarung. “Hey wanita, apakah kau mau memakan di istana kekaisaran? Makanan di sana cukup nikmat, setidaknya kau yang tidak mampu bisa merasakan sesuap makanan kekaisaran. Tapi syaratnya, kau harus melelehkan es di kaki dan senjataku.”


Turse kembali menarik tali busurnya kesekian kali, memunculkan tiga anak panah yang siap untuk membidik Zillie yang sedang terbaring.


“Ayolah, sebuah bidikan anak panah tidak sebanding dengan teknik umum yang digunakan elementalist cahaya. Yaitu sebuah tembakan energi cahaya yang sangat dahsyat dan dapat membuat orang sepertimu hilang dalam sekejap. Berbeda dengan api yang hanya dapat membakar kulit dan daging, elemen cahaya dapat menghilangkan, kulit, daging bahkan tulang dalam sekejap, bisa dibilang tubuhmu akan hancur menjadi sebuah partikel kecil dan terbang dibawa angin.” Zillie mengulurkan tangannya, bersiap untuk menembakkan sebuah ledakan cahaya apabila Turse melepaskan tiga buah anak panah ke arah dirinya.


“Jangan menyombongkan diri apabila elemen cahaya merupakan elemen tingkat teratas. Kau tahu, aku juga memiliki sebuah elemen yang masuk peringkat tiga dalam urutan elemen terkuat. Dan .… sepertinya kau masih belum merasakan efek tersebut setelah anak panah itu menusuk kakimu tadi.” Turse sedikit mengangkat ujung bibirnya.


Sontak Zille terkejut dan membuka matanya lebar saat mendengar apa yang wanita di hadapannya katakan, “Jangan bilang anak panah itu tadi ....”

__ADS_1


__ADS_2