Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Berebut (2)


__ADS_3

“Santai teman.” Turse tertawa lirih, dia mengulurkan tangannya seperti apa yang Zillie lakukan kepada Turse tadi. Dia melakukan itu bukan semata-mata memang ingin menolong atau berteman, itu hanya membuat kesan meledek yang akan membuat emosi musuh terpancing. Begitupun apa yang dilakukan Zillie tadi.


“Bodoh!” Kali ini Zillie sudah benar-benar emosi, dia tidak menyangka bahwa dirinya sudah terkontaminasi racun yang berasal dari anak panah yang menancap di kakinya. Tentu saja itu merupakan berita yang begitu buruk, apalagi dirinya tidak tahu racun tipe apa yang dikeluarkan Turse kala itu tadi. “Kau benar-benar licik, seharusnya kau memberitahu apa elemenmu tadi. Kau curang.”


“Heee?” Turse menarik tangannya kembali sebelum melanjutkan ucapannya, “Jika aku memberitahu sejak awal, pasti dirimu akan berusaha lebih untuk menghindari anak panahku. Tapi tenang saja, penawar racun itu cukup mudah. Kau perlu emm .... bagaimana aku menjelaskannya ya. Yah lebih tepatnya penawar tersebut merupakan kec*pan dari seorang lelaki.” Turse memasang wajah datarnya kembali, entah kenapa dia merasa sangat jijik untuk membicarakannya.


Tiba-tiba, hal yang tidak diduga oleh Turse, sebuah kilatan cahaya bergerak di hadapannya. Hal tersebut membuat Turse mundur beberapa langkah secara spontan untuk meningkatkan kewaspadaan. Dia juga menarik kembali tali busurnya untuk berjaga-jaga, siapa tahu ada sebuah serangan dadakan yang dilakukan oleh Zillie


Tidak sesuai apa yang dia pikirkan, kilatan cahaya itu bukan serangan dari Zillie, melainkan seorang dengan pakaian bangsawan yang bergerak secepat cahaya. Bahkan Turse sedikit kesulitan untuk menarik anak panahnya karena dia merasakan sebuah tekanan yang begitu luar biasa.


Lebih tepatnya, kaisar Lexus sudah berada di hadapan Turse dan bersiap menarik pedangnya kembali untuk menyerang Turse dalam sekali tarikan pedang. Dengan tatapan yang begitu tajam, membuat Lexus seolah tampak emosi.


Sebelumnya, setelah dia merasa bahwa musuhnya atau Zeno telah hancur, dia duduk sebentar sambil memulihkan tenaganya. Lagipula punggungnya terluka sangat parah akibat ledakan yang dikeluarkan oleh Dareen, bahkan luka tersebut hingga menampakkan tulang punggung yang sedikit retak. Akan tetapi, hebatnya dia masih sanggup untuk berdiri, apalagi melawan Zeno.


Selain itu, dia sedikit tersenyum saat melihat bahwa pasukan tuan sepuluh sudah dibabat habis oleh seseorang yang kaisar sendiri tidak tahu. Namun, dirinya tiba-tiba terkejut setelah melihat bahwa tangan kananya, atau Zillie sedang dikalahkan oleh wanita lain. Tentu, sebagai tuan, dia langsung bergerak dan tidak bisa tinggal diam akan pemandangan tersebut.


“Wanita rendahan sepertimu berani-beraninya meracuni orang kepercayaanku?” Kaisar Lexus menggertak, dia langsung menarik pedangnya tanpa berpikir lebih panjang lagi.

__ADS_1


Pedang tersebut bercahaya sangat terang saat dia tarik dari selongsongnya, membuat Turse merasa silau dan tidak bisa melihat apa-apa. Dia ingin sekali bergerak, tapi kakinya seolah tidak bisa di langkahkan karena tekanan energi yang membuatnya seakan lumpuh.


“Sebaiknya kau lebih berhati-hati kaisar. Jika kau mengira aku sudah mati, sebaiknya kau lihat dulu, apakah beastku masih hidup atau tidak? Nyatanya Azure dan naga emasmu masih saling bertarung sesama ras naga.”


Tiba-tiba, sebuah pusaran angin di samping Lexus muncul dan membentuk seseorang dengan wajah yang begitu dingin. Benar, itu adalah Zeno yang menggunakan kemampuan Kiba. Sesaat dia hampir terkena tembakan cahaya milik Lexus, dia merubah dirinya menjadi serpihan angin yang bisa bergerak dengan begitu bebas. Kemudian dirinya muncul lagi saat Turse hendak di serang oleh kaisar Lexus.


Dalam sekejap, Zeno melutut tangan kiri Lexus yang membawa teratai emas, sedangkan tangan kanan Zeno langsung menebas ke depan tanpa berpikir panjang lagi. Tebasan tersebut terlihat sangat cepat, bahkan mengeluarkan jejak petir yang menyambar hebat.


Memang, kaisar Lexus sedikit lengah, sehingga tangan kirinya dapat dengan mudah di tendang oleh Zeno yang membuat bunga teratai emas terlempar kembali. Meski begitu, responnya terhadap serangan pedang milik Zeno jauh lebih cepat, sehingga saat Zeno menebaskan pedangnya, Lexus langsung memutar pedangnya yang seharusnya ditujukan oleh Turse, kini di arahkan ke arah Zeno.


Akan tetapi, hal yang paling mengejutkan adalah, pedang milik kaisar Lexus retak. Berbanding terbalik Ice Sword milik Zeno yang mana tidak ada goresan sedikitpun. Hal tersebut membuat Zillie yang mencoba untuk berdiri kaget akan serangan milik Zeno yang dapat meretakkan pedang kaisar Lexus.


Lexus berbalik badan dan tidak peduli, apa yang lebih penting sekarang adalah mendapatkan bunga teratai emas daripada meladeni seseorang seperti Zeno.


Begitu juga dengan Zeno, dia langsung bergerak cepat dan menyusul kaisar Lexus untuk mendapatkan bunga teratai emas. Sayangnya, Zeno benar-benar kalah jauh masalah kecepatan dengan kaisar Lexus, karena dalam sekejap, kaisar Lexus sudah berada di depan bunga teratai emas.


“Bumm!!”

__ADS_1


Tiba-tiba sebuah sambaran petir muncul menerjang kaisar Lexus, hal itu membuat kaisar Lexus dan Zeno sendiri terkejut akan hal tersebut. Apalagi Zeno, dia berpikir, apakah ada pihak lain yang ingin merebut bunga teratai emas? Akan tetapi dia tidak memperdulikan hal tersebut, karena dalam kesempatan yang mana kaisar Lexus seperti terdorong sebuah sambaran petir, Zeno langsung bergerak untuk mengambil bunga teratai emas.


Namun, saat hendak lebih dekat, Kirin tiba-tiba muncul dengan sebuah sambaran petir dari atas. Kemudian dia mengambil bunga teratai yang ada di bawah kakinya. Bersamaan dengan itu, Zeno sudah berada di depan Kirin untuk mengambil bunga teratai emas.


Zeno menoleh ke arah samping, apa yang ia lihat begitu mengejutkan baginya. Pasalnya, saat ini Uron berada di hadapan kaisar Lexus yang terbaring dan mencoba berdiri karena serangan kejutan dari Uron.


Tanpa berpikir panjang, Kirin langsung menyerahkan bunga teratai emas kepada Zeno sambil berkata, “Tuan, kami sudah menyelesaikan tugasmu seperti apa yang Anda tulis di atas surat tersebut untuk mencari tahu identitas seseorang yang bernama Hole.”


Kirin kemudian menceritakan apa yang menjadi tugasnya. Mengenai identitas seseorang yang bernama Hole tanpa Hole sendiri ketahui bahwa Kirin bercerita. Masalahnya, saat ini Hole sedang melawan pasukan tuan sepuluh yang masih tersisa.


“Tidak heran.” Zeno menyentuh dagunya dan berpikir setelah mendengar penjelasan Kirin. Dia sebenarnya sudah curiga semenjak awal siapa itu Hole sebenarnya.


“Tuan Zeno awas!” Tiba-tiba Uron berbalik badan dan berteriak demikian. Pasalnya kaisar Lexus terlepas dari pandangannya begitu cepat. Bahkan kecepatan miliknya tidak bisa menandingi kecepatan milik kaisar Lexus.


“Apa?” Di sela-sela seperti itu, kaisar Lexus terhenti tepat di hadapan Zeno. Kurang beberapa senti saja, mungkin pedang yang Lexus pegang sudah menusuk perut Zeno. Tapi entah kenapa, dia berhenti dengan sebab setelah mendengar apa yang Uron teriakkan.


Tanpa menunggu lebih lama lagi, Zeno langsung mengangkat pedangnya untuk menyerang kaisar Lexus. Akan tetapi, jenderal Gorb tiba-tiba muncul di samping Zeno secara tiba-tiba dengan begitu cepat, bahkan Kirin yang ada di samping Zeno hanya melihat kilatan cahaya saja.

__ADS_1


__ADS_2