Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Rencana balas dendam


__ADS_3

Zeno akhirnya bernafas lega setelah permainan yang tidak sengaja ia buat akhirnya telah selesai. “Baiklah, aku juga mengakuinya bahwa aku yang membunuhnya. Tetapi kau dengar sendiri raja kota? Aku melakukannya karena ada sebab.”


Raja kota menelan ludah dengan begitu kasar, dan perasaan yang begitu takut. Ia menoleh ke arah bawahannya dengan begitu kesal, karena seharusnya bawahan tersebut menguatkan pendapat bahwa Zeno telah membunuh anak raja kota tanpa sebab, justru ia termakan oleh perdebatan Zeno yang mengakibatkan dirinya mengakui bahwa Zeno telah membunuh anak raja kota dengan sebab.


“Tetapi bukankah itu juga salah anda pangeran, seharusnya anda harus memberikan sebuah identitas bahwa diri anda adalah seorang pangeran, dengan itu, anak saya tidak akan semena-mena dengan anda.” Ucap raja kota yang tetap masih menyalahkan Zeno.


“Ketahuilah raja kota, jadi kau menghormati seseorang dari status orang tersebut? kau sepertinya tidak pantas untuk memimpin sebuah kota. Mungkin masih banyak lagi orang dengan status yang tidak baik kalian perlakukan dengan begitu buruk.” Jawab Zeno.


“Pangeran Fang Zeno benar, kau tidak pantas memimpin sebuah kota, karena kau sepertinya terlalu pilih-pilih untuk menghormati seseorang. Tidak peduli kau adalah raja, seseorang yang memiliki status di bawahmu wajib engkau hargai dan hormati juga.” Ucap kaisar Hanzi.


“Ditambah lagi setelah kau menuduh pangeran Fang Zeno membunuh anakmu tanpa sebab. Maka aku memberimu sanksi yang begitu berat. Kau dan keluargamu akan dihapus dari keluarga bangsawan, yang artinya, kau tidak akan menjadi lagi raja kota Bulu Merak, begitu juga dengan keturunanmu.” Sambungnya.


Raja kota begitu kaget dan terpukul atas kejadian ini, kini dia tidak akan lagi menjadi raja kota, begitupun dengan keturunanya. Dia benar-benar tidak mau apabila ia menjadi rakyat biasa dengan kesusahan yang selalu ada.


Tetapi, dia juga masih sangat dendam dengan pelaku pembunuhan anaknya yaitu Zeno. Walaupun Zeno dinyatakan tidak bersalah karena membunuh anaknya dengan sebab, ia tidak terima dan berniat membunuh Zeno secara diam-diam.


Akhirnya raja kota pergi dengan keadaan kecewa, dia sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi kepada seluruh keluarganya nanti karena status bangsawannya telah hilang.


“Maaf, maafkan aku istriku, aku membuat kesalahan yang begitu besar.” Sementara itu seorang bawahan raja kota juga ikut pergi karena begitu menyesal setelah apa yang ia katakan.


Sebuah ancaman dari sang raja kota masih saja terngiang-ngiang dalam telinganya. Tetapi sebelumnya ia juga bingung untuk memilih untuk menjadi tersangka pembunuhan raja kota, atau mengakui bahwa Zeno telah membunuh raja kota dengan sebab. Karena masing-masing dari pilihan tersebut memiliki resiko yang mewajibkan ia memilih salah satu.


Sebuah pertemuan dengan perdebatan yang begitu panjang, kini akhirnya telah bubar. Jadi Zeno kini menghadap kepada kakeknya untuk mengabarkan bahwa dirinya harus berangkat sekarang juga.


“Berhati-hatilah dijalan, dam segeralah untuk pulang.” Kata kaisar Hanzi tersenyum kepada Zeno.

__ADS_1


“Kau serius untuk tidak mengajakku?  Mungkin aku akan berguna untukmu nanti.” Kata Lyana memohon namun dengan begitu dingin.


“Maafkan aku Lyana, aku tidak bisa mengajakmu.”  Ucapnya sembari pergi.


Zeno akhirnya telah pergi dari kekaisaran, kini ia kembali menunggangi kudanya untuk pergi menuju wilayah barat yang berbatasan langsung dengan negara petir, wilayah yang pernah digunakan untuk berperang dengan negara Api. 


Dengan menggunakan kuda, sepertinya dia akan memasuki wilayah negara Petir pada siang menjelang sore hari. 


Dua negara ini sepertinya juga tidak menjalani konflik yang begitu berat, sehingga untuk masuk kedalam negara petir juga akan mudah. Tidak seperti dua negara yaitu Air dan Api yang memiliki konflik berkepanjangan, membuat seseorang keluar dan masuk juga begitu sulit.


 ****


Zahjyen, kini ia sudah tidak menjabat menjadi raja lagi, status keluarganya yang menjadi bangsawan kini telah dicabut sepenuhnya.


Tidak ada lagi kereta kuda yang digunakan untuk kembali ke rumah, kini ia harus berjalan kaki, atau membeli jasa kereta kuda yang membuatnya mungkin tidak bisa merasakan kemewahan lagi.


“Raja kota bulu merak? Apa yang anda lakukan?” Kata pemilik kereta kuda yang gemetar karena melihat raja di salah satu kota di kekaisaran ini, memasuki keretanya tanpa berbicara terlebih dahulu kepada pemilik kereta kuda.


“Aku bukan raja kota lagi, jalankan kereta kuda ini, atau aku akan membunuhmu.” Ucapnya dengan nada suara yang begitu tinggi.


“Ba..baiklah.” Ucapnya dengan terbata-bata.


“Kau turuti saja perintahku untuk berbelok ke arah mana.” Ucap Zahjyen.


Dia mengarahkan kereta kuda tersebut pada wilayah utara dengan begitu jauh. Hingga menjumpai sebuah gunung yang berbatasan langsung dengan laut. Di kaki gunung terdapat sebuah gua dengan mulut yang ditutup oleh semak belukar membuat gua tersebut seakan-akan tidak memiliki apa-apa didalamnya. 

__ADS_1


Namun siapa sangka, gua tersebut merupakan markas pembunuh bayaran yang sedikit orang tahu dengan keberadaanya, bahkan pihak kekaisaran tidak mengetahui adanya pembunuh bayaran yang tinggal dalam gua itu.


Zahjyen menyuruh pemilik kereta kuda menghentikan keretanya, tetapi dia langsung pergi begitu tanpa membayar sepeserpun yang membuat pemilik kereta kuda tersebut mengerutkan dahinya.


“Kenapa anda pergi begitu saja?”


“Memangnya kenapa? Pergilah! Aku tidak memiliki uang.” Ucapnya sambil pergi berjalan meninggalkan pemilik kereta kuda tersebut.


Pemilik kereta kuda akhirnya pergi dengan begitu kesal, dia juga tahu bahwa penumpangnya merupakan seorang raja kota dari kota lain, tetapi dia bergumam bahwa tidak seharusnya raja kota memiliki sifat itu.


"Dia bukan raja kota lagi setelah keluar dari kekaisaran, dia kini juga tidak menggunakan kereta kuda kerajaan. Jadi memang sudah sepantasnya dia melakukan itu." Ucap pemilik kereta itu di dalam hatinya.


Zahjyen membuka semak yang menutupi mulut gua, ia masuk kedalam gua yang sangat gelap. Tetapi ada beberapa lilin yang menyala saat Zahjyen memasuki gua tersebut lebih dalam.


“Zahjyen, raja kota bulu merak, apa yang membuatmu datang kesini.” Suara yang begitu menggema memenuhi seisi gua.


“Aku datang kesini untuk meminta bantuanmu, aku akan membayarmu apabila kau berhasil membunuh pangeran Fang Zeno." Sahut Zahjyen


“Tunggu! Jaga ucapanmu! Itu merupakan sesuatu hal yang bodoh! Bagaimana bisa aku membunuh seseorang yang berada di dalam kekaisaran, ditambah orang itu adalah pangeran ” Ucap seorang pemimpin pembunuh bayaran.


“Mudah saja, pangeran Fang Zeno akan pergi menuju negara petir, dan akan kembali beberapa bulan lagi. Jadi kau bisa membunuhnya nanti, sehingga ketika ia berbulan-bulan tidak kembali, ia mungkin akan dianggap mati di negara petir.” Ucap Zahjyen.


“Baiklah, aku akan segera menuruti perintahmu, tetapi itu memiliki harga yang tinggi juga.” Kata pemimpin pembunuh bayaran yang berbunyi dibalik topeng.


“Berapapun yang kau minta, aku akan membayarnya.” Zahjyen menggertakkan giginya, dia begitu tidak sabar dengan kematian Fang Zeno. Karena dendamnya yang begitu besar karena telah membunuh anaknya.

__ADS_1


__ADS_2