Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Yang ditunggu-tunggu


__ADS_3

Hal itu membuat keduanya terlempar jauh dari tempat, bahkan Zeno sempat berpikiran bahwa dirinya akan jatuh ke jurang yang berada di pinggiran puncak. Tidak mau apa yang dia pikirkan itu terjadi, dia mengeluarkan sebuah elemen petir dari tangan kirinya dan menyentuh punggung Dareen yang saat itu mendorongnya dengan cepat.


Lagi-lagi Zeno kurang cepat dibandingkan dengan Dareen, yang mana saat ingin membuat Dareen terkejut dengan elemen petirnya, Dareen lebih dahulu melepaskan dorongan dan membuat Zeno akan terlempar ke tebing jurang sendirian.


Zeno tidak begitu bodoh, dia memang akan jatuh ke tebing jurang, tetapi, dia menyeimbangkan diri untuk melayang dan melesat ke arah Dareen dengan meninggalkan jejak sambaran petir lagi.


“Cahaya: teknik pedang tenaga!” Dareen langsung menebaskan sebuah energi cahaya berwarna emas ke arah Zeno yang melesat ke arah dirinya, walaupun pedangnya sudah patah sekalipun. Tidak hanya sekali, bahkan berkali-kali Dareen melepaskan beberapa energi cahaya berbentuk bulan sabit yang sama sekali tidak ada celah untuk menghindar ataupun membuat pertahanan.


Zeno tidak habis pikir, dia langsung berhenti dan mengeluarkan sebuah bongkahan es yang cukup besar, bahkan bongkahan tersebut terlihat menjadi sebuah puncak gunung Apiluc apabila terlihat dari jarak jauh. Tentu saja, dia memang ingin menggunakan bongkahan es tersebut sebagai pertahanan, selain itu dengan adanya es yang tidak jauh berbeda dengan sebuah cermin, membuat belasan energi cahaya milik Dareen memantul ke arah Dareen lagi, walaupun bongkahan es milik Zeno harus hancur setelah energi tebasan cahaya terakhir yang dipantulkan.


Zeno melelehkan bongkahan es dalam sekejap, membuat sebuah air bervolume banyak muncul dan mengalir ke danau kawah. Zeno memanfaatkan hal tersebut, dia mengeluarkan petir di tangan kirinya dan memukul genangan air yang belum berkurang, walaupun sudah mengalir ke jurang ataupun ke danau kawah.


Melihat hal tersebut, Dareen langsung melompat dan mencari gundukan tanah yang lebih tinggi. Selain itu, dia juga menghilangkan tebasan cahaya yang memantul tersebut menggunakan ledakan cahaya yang baru saja dia keluarkan.


Tentu saja, genangan air yang terdapat energi petir membuat para prajurit yang dari tadi hanya menonton membuat mereka tersengat hebat. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang pingsan karena sengatan petir yang begitu hebat.

__ADS_1


“Cukup mengesankan,  kau juga tidak kalah hebat dariku.” Dareen atau tuan Sepuluh mengulurkan tangannya yang masih menggenggam. Kemudian dia membuka genggaman itu secara perlahan dan memunculkan beberapa butiran cahaya yang terbang ke arah Zeno.


Zeno mungkin juga merasa kagum dengan keindahan butiran-butiran cahaya yang terbang ke arah dirinya. Namun, dia masih memasang kewaspadaan terhadap butiran itu. Karena butiran tersebut nampak mencurigakan yang membuat Zeno tidak berani ingin menyentuhnya.


“Apa?” Zeno langsung bergerak ke belakang di saat butiran tersebut semakin mengeluarkan cahaya. Kemudian di susul dengan sebuah ledakan yang membuat Zeno hampir terluka olehnya. Untung saja dia bisa menghindar tepat waktu.


Bersamaan dengan hal itu, pancaran cahaya bunga teratai emas semakin bersinar terang di bawah purnama. Sebuah aura yang muncul di bunga teratai tersebut tiba-tiba meledak yang membuat Dareen dan para pasukan lainnya terlempar. Tidak hanya mereka, bahkan Zeno juga terlempar kembali dan hampir jatuh dari atas tebing.


Aura tersebut masih meledak dan keluar dan mengintimidasi orang disekitarnya. Bahkan Zeno harus menciptakan sebuah dinding tanah di belakangnya agar dirinya tidak terdorong jatuh oleh aura dari bunga tersebut. Serta, puncak gunung Apiluc yang sebelumnya tenang kini berubah menjadi sebuah gempa yang luar biasa.


Turse dan juga Hole yang hampir berada di puncak, mereka juga merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Tanah yang mereka pijak tiba-tiba muncul sebuah gempa yang membuat mereka semakin meningkatkan sebuah kewaspadaan. Selain itu, dia juga merasakan seperti sebuah hembusan angin yang cukup kuat, namun dia tidak yakin bahwa itu adalah angin. Melainkan itu adalah aura bunga teratai emas yang meledak dengan cukup kuat sehingga membuat Hole dan Turse pusing.


“Energi yang benar-benar pekat.” Zeno berusaha untuk menahan diri, sambil melihat apa yang terjadi dengan bunga teratai emas sehingga mengeluarkan energi dan aura mengerikan seperti ini.


Apa yang Zeno lihat benar-benar membuatnya terkejut. Pasalnya, kelopak dalam bunga teratai emas perlahan-lahan mekar dan mengeluarkan sebuah pancaran cahaya yang semakin kuat. Bahkan Zeno dan orang-orang disekitarnya harus menyipitkan mata dan menutupnya menggunakan lengan agar tidak teralu silau.

__ADS_1


Perlahan-lahan, aura bunga teratai emas menghilang. Membuat tuan Sepuluh langsung bergegas ke arah danau untuk mendapatkan terlebih dahulu bunga teratai emas, bersamaan dengan itu, dia berteriak kepada pasukannya yang masih hidup, “Janga biarkan anak itu berdiri.” Sambil menunjuk ke arah Zeno, “Tidak ada seorang pun yang boleh menganggu aku mendapatkan bunga teratai emas!”


Tuan sepuluh tahu, bahwa ledakan energi dari bunga teratai emas merupakan bagian dari proses terakhir bunga itu mekar. Sehingga dengan penuh percaya diri dia langsung bergegas ke arah danau untuk segera mendapatkan bunga itu.


“Tidak semudah itu!” Zeno kembali berteriak, “Azure, dapatkan bunga teratai emas yang berada di tengah danau!” Seru Zeno.


Tanpa ragu, Azure tiba-tiba membentuk di atas Zeno dan langsung melesat menyusul Dareen untuk terlebih dahulu mendapatkan bunga teratai emas. Sedangkan Zeno, sepertinya dia kali ini akan merasa kerepotan dengan pasukan yang menyerang dirinya secara bersamaan.


Memang, Dareen memang lebih cepat. Tapi tentu saja dia membutuhkan waktu untuk melewati danau yang sangat dalam untuk mendapatkan bunga yang jauh berada di tengah. Berbeda dengan Azure, dia langsung masuk ke dalam danau darah dan berenang ke arah bunga teratai itu dengan sangat mudah.


“Sialan! Jangan berharap bahwa kau yang akan mendapatkan bunga itu, naga!” Dareen menembakkan sebuah bola cahaya ke air, berharap cahaya tersebut mengenai naga milik Zeno. namun, naga tersebut terlalu lincah dari dalam air, sehingga membuat Dareen seperti dipermainkan.


Siapa yang menyangka, saat Azure hampir dekat dengan bunga teratai emas. Tiba-tiba gelembung udara keluar di sekitar bunga teratai emas yang membuat Zeno yang sekilas memandang jauh merasa curiga. Selain itu, Azure juga merasakan sosok makhluk lain yang sudah berada di danau ini.


Seperti apa yang mereka pikirkan, sosok naga berwarna emas muncul dari danau menuju atas tepat dengan teratai emas yang sudah berada di moncongnya. Tentu saja, Azure merasa geram dan langsung naik ke permukaan untuk mengejar naga yang tiba-tiba muncul.

__ADS_1


Baik Zeno ataupun Dareen, keduanya sama-sama terkejut. Akan tetapi, mereka dikejutkan oleh suara yang berada di dekat mereka.


“Jangan sentuh bunga teratai emas!”


__ADS_2