Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Negara tanah


__ADS_3

"Penasehat, aku terburu-buru, mungkin aku mempunyai pesan untuk kaisar Shima, kalian bisa menjalin persaudaraan antara tiga negara. Tapi berjanjilah kepadaku, agar kau tidak memberitahukan siapa aku sebenarnya kepada kaisar Shima!" Bisik kembali Zeno.


"Sepertinya anda memang memiliki kesibukan, baiklah kalau begitu, aku akan menyampaikan pesanmu kepada kaisar. Selamat tinggal pang, maksudku tuan muda, semoga perjalanan mu menyenangkan." Teriak penasehat dengan pergi meninggalkan Zeno.


Zeno tersenyum setelah mendengar pernyataan dari penasehat, kini ia kembali mengajak Selena untuk segera keluar dari kekaisaran ini. Tetapi dia melihat Selena begitu menyipitkan matanya saat penasehat itu sedang berbisik-bisik dengan Zeno.


''Apa? Apa yang kalian bicarakan? Siapa sebenarnya kau?" Tanya Selena yang masih menyipitkan matanya.


"Kau tidak perlu tau, tetapi suatu saat kau akan tau siapa aku sebenarnya." Kata Zeno dengan tertawa lembut.


"Ayolah, bisakah kau memberitahukan siapa kau sebenarnya?" Tanya Selena memohon.


"Lupakan itu, yang terpenting ini adalah perpisahan kita kali ini. Aku kini akan menuju negara tanah, dan kau, sepertinya kau akan berpetualang di negara lain." Kata Zeno mengalihkan pembicaraannya.


"Tidak, aku berasal dari negara tanah. Dan aku akan menjadi pemandu mu kali ini." Ucap Selena yang teralihkan perhatiannya.


"Serius? Baiklah."


Mereka akhirnya sepakat untuk bersama-sama menuju negara tanah, lagipula negara tanah adalah negara asal Selena, jadi Selena dengan senang hati ikut dengan Zeno agar ia bisa menunjukkan bagaimana negeri nya berasal.


Perjalanan tersebut mungkin memakan waktu sampai besok pagi nanti, karena kini mereka sudah mendapati waktu malam. Tetapi mereka juga tidak beristirahat sama sekali, karena tekad Zeno yang ingin sekali mendapatkan elemen tanah, walaupun di negara ini dia tidak mendapatkan elemen petir.


Zeno sepertinya harus kembali dalam dua bulan lagi untuk mendapatkan satu peristiwa penting yaitu petir merah yang menyambar langit Kekaisaran negara petir.


Lagipula jika ia bisa mendapatkan elemen petir sebelum dua bulan, dia sangat bersyukur.


Terlebih lagi setelah dia mengunjungi tempat bersejarah atau misterius untuk membangkitkan elemen tanahnya, ia harus pergi menuju luar benua untuk mencari ayahnya, karena ia sangat ingin bertemu ayah kandung yang selama lima belas tahun ia tidak bertemu sama sekali.


Zeno teringat bahwa saat ia melawan para penghianat Kekaisaran, dia sempat mengeluarkan elemen es menggunakan pedang dua jiwanya.

__ADS_1


"Benar, karena aku memiliki dua elemen tersebut, maka aku bisa mengeluarkan es. Tetapi bagaimana caranya menggabungkan dua elemen?" Gumamnya di dalam hati.


Ia ingin sekali bisa menggabungkan elemennya dengan sengaja, karena ia sudah tiga kali mengeluarkan es dalam keadaan tidak sengaja dan bantuan pedang dua jiwa. Hal itu membuat Zeno semakin yakin bahwa dirinya benar-benar bisa mengeluarkan es.


*****


Hari sudah pagi, perjalanan Zeno dan Selena menempuh waktu yang sangat panjang menuju selatan yang merupakan wilayah negara tanah. Dan akhirnya, perjalanan mereka telah sampai dan tidak ada hambatan apapun.


Zeno dan Selena selama satu malam tidak beristirahat sama sekali, mereka memilih untuk mengendarai kuda agar tujuan mereka cepat sampai.


Mereka berdua telah sampai di pos penjagaan, sama seperti negara petir, negara tanah juga tidak memiliki konflik kepada negara manapun, tetapi pertahanan mereka sangat ketat, bahkan mereka juga membangun tembok pembatas yang mungkin murni dari kekuatan mereka. Tembok pembatas yang menjadi pembatas antara wilayah aman dan juga negara tanah.


Negara tanah juga menerapkan sistem ilegal kepada orang asing yang membawa senjata tajam, tetapi mereka harus memberikan satu koin emas untuk satu senjata yang mereka bawa. 


Berbeda dengan Selena, dia tidak diperkenankan biaya saat membawa satu pedangnya. Karena ia menunjukkan lencana negara tanah yang berarti bahwa Selena memang benar-benar berasal dari negara tanah.


Saat ia memasuki negara tanah, ia tiba-tiba mengingat cerita ibunya yang telah diculik oleh Elementalist tanah yang berasal dari negara tanah. 


"Hey Selena, apakah di negara ini terdapat seseorang yang memiliki nafsu bejat kepada seorang wanita hamil?" Tanya Zeno begitu penasaran.


Selena seketika terdiam saat ia mendengar perkataan Zeno, kini ia hanya bisa menggertakkan giginya dan tidak menjawab apa-apa dari pertanyaan Zeno.


Melirik hal itu, Zeno menjadi mengerutkan dahinya, ia menjadi penasaran setelah ia tahu ada yang disembunyikan oleh Selena. "Memangnya ada apa?"


"Tidak ada apa-apa." Jawab Selena begitu dingin.


Perasaan Zeno benar, ada sesuatu yang disembunyikan oleh Selena yang membuatnya tidak bisa menjawab pertanyaan Zeno. Tetapi Zeno tidak bisa memaksakannya, dia tertarik untuk diam dan tidak mempertanyakan lagi kepada Selena.


"Kita baru satu hari mengenal satu sama lain, tapi kita sudah saling dekat seakan-akan seperti sahabat sejak lama." Ucap Zeno.

__ADS_1


"Yah benar, sahabat."


Hingga akhirnya, Zeno memutuskan untuk mencari kedai untuk mengisi perutnya. Tetapi dia nampak wajah Selena tidak penuh semangat seakan terdapat sesuatu yang menyedihkan di dalam hatinya.


Tetapi Zeno tidak memperdulikannya, ia tetap duduk di atas kudanya dan fokus untuk mencari sebuah kedai. Karena, semenjak kemarin ia belum makan sama sekali. 


Lagipula, ia ingin menuju kedai agar ia mendapatkan sebuah berita yang begitu penting. Karena dari dulu, kedai merupakan sarangnya sebuah berita yang gampang sekali tersampaikan.


Hingga akhirnya, mereka telah menemukan sebuah kedai yang cukup ramai, sehingga Zeno memutuskan untuk masuk ke dalam kedai tersebut.


"Nona, aku memesan makanan yang biasa dipesan orang-orang sini. Dan kau Selena? Kau pesan apa?" Tanya Zeno menoleh ke arah Selena.


"Aku sama sepertimu." Jawab Selena begitu lesu.


"Baik Nona, dua makanan yang biasa dipesan orang-orang sini." Sahut Zeno.


Mereka berdua akhirnya duduk setelah memesan makanan, kini waktunya Zeno dan Kiba memasang telinganya baik-baik untuk mendapatkan berita yang hangat.


*Apa kau dengar? Bahwa dalam seminggu lagi, akan ada turnamen yang hadiahnya adalah soil crystal." 


"Apa kau bilang? Soil Crystal?"


"Yah benar, tidak salah lagi sebenarnya turnamen itu terbuka untuk minoritas juga.'


"Ah sial, pasti sangat merepotkan. Bukankah itu tidak adil?" Kata salah satu dari mereka dengan wajah masam.


"Menurutku itu adil, karena para Elementalist lain atau minoritas juga bisa mendapatkan dan merasakan bagaimana rasanya memiliki elemen tanah."


Beruntung, tepat Zeno duduk di sebuah kursi, ia mendapatkan sebuah berita dari pembicaraan orang-orang di dekatnya. Tetapi masalahnya, topik pembicaraan mereka merupakan sebuah perlombaan atau turnamen dengan hadiah Soil Crystal.

__ADS_1


Zeno sendiri juga tidak tahu apa itu Soil Crystal, kemungkinan dari raut orang-orang yang membicarakan itu, Soil Crystal merupakan benda yang sangat berharga. Hal itu membuat Zeno sangat penasaran.


__ADS_2