
Empat hari empat malam telah berlalu, kapal kekaisaran telah berlabuh di daratan es dengan disambut oleh prajurit-prajurit yang berjaga. Karena prajurit tersebut memang sengaja di tugaskan untuk menyambut Zeno apabila datang suatu saat. Dan tentunya, yang memerintahkan itu adalah Aure yang memimpin sementara dengan persetujuan Nefd.
Zeno dan Turse, melangkahkan kakinya di atas sebuah daratan salju. Saat ini Zeno tanpa menggunakan baju tebal sekalipun, karena dia memiliki kekuatan penguasa, dan es sekalipun yang merupakan gabungan dari air dan angin tunduk kepadanya. Sebelumnya, Turse meminta Zeno untuk memakai pakaian tebal, namun Zeno menolaknya dan itu tidak terjadi apa-apa bagi dirinya.
Hal tersebut membuat Turse yang melihatnya cukup kaget, pasalnya dia tidak menyangka bahwa Zeno bisa beradaptasi dengan mudah di benua Artrik. Padahal dia dulu cukup menahan tertawa saat melihat Zeno mengenakan pakaian tebal.
Kemudian dengan dikawal prajurit, Zeno dan Turse menaiki sebuah kereta kuda menuju istana kekaisaran. Di ibukota Prosixia? Tentu saja tidak, ibukota tersebut tampak menjadi ibukota biasa dengan dipimpin oleh kerajaan. Tentunya, mereka semua menuju ibukota baru yaitu ibukota Frigus Unie yang merupakan pusat Galcies Empire.
Frigus Unie, ibukota tersebut merupakan sebuah nama yang diusulkan Zeno pada saat pembentukan nama kekaisaran baru. Namun, Zeno tidak tahu Ibu kota Frigus Unie berada di mana, dia hanya mengikuti kusir kuda untuk membawa mereka.
Namun, setelah beberapa waktu perjalanan, ibukota Frigus Unie yang menjadi pusat kekaisaran, tempat tersebut berada di timur pegunungan yang menjadikan tempat para pemanah untuk menghujani anak panah. Dan istana tersebut berdiri di atas bekas perbatasan antara Southern dan juga Noethern.
Zeno yang turun pun bahkan memperhatikan bahwa kekaisaran itu nampak sangat indah. Kurang lebih sama seperti sebuah istana es. Kemudian di depan halaman istana, lebih tepatnya gerbang kekaisaran, Zeno melihat ada Nefd sang petinggi istana, Nora, Selena yang tampak kedinginan walaupun memakai pakaian tebal, serta Aure yang bermata panda seolah kurang tidur.
“Selamat datang Zeno, aku merindukanmu.” Nora berlari ke arah Zeno dengan begitu senang, namun Turse menghentikannya sambil menggelengkan kepala.
“Tahan sebentar, Tuan masih bersedih. Jangan harap untuk mengganggunya.” Katanya dengan wajah yang begitu serius.
“Tidak apa Turse.” Zeno melewat Turse dan mengelus kepala Nora yang berhenti karena ditahan oleh Turse. “Aku juga merindukanmu Nora.”
Nora hanya menjulurkan lidahnya ke arah Turse, hal tersebut membuat Zeno tersenyum senang karena bisa melihat tingkah laku teman-temannya. Sedangkan Turse, dia hanya menggertakkan giginya di belakang Zeno.
Kemudian Zeno beranjak ke arah Selena yang tampak kedinginan. Zeno juga tidak bisa menahan tawa tingkah lucu Selena yang menggigil walaupun masih mengenakan pakaian tebal sekalipun. Apa yang dilakukan Zeno, dia melambaikan tangannya, seolah menundukkan hawa dingin khususnya yang mengganggu Selena.
Benar, seketika Selena kaget saat hawa dinginnya hilang, dia juga langsung mendekat ke arah Zeno dan tersenyum tanpa banyak bicara seperti Nora.
__ADS_1
“Tampaknya kau lebih nyaman di sini ya Selena.”
“Nyaman bagaimana? Aku tidak bisa tidur sepanjang hari karena kedinginan.” Selena memalingkan wajahnya dari hadapan Zeno.
“Sudah anak-anak. Apakah begitu sikap kalian kepada sang kaisar?” Nefd kemudian menghampiri Zeno sambil menepuk pundaknya. “Aku turut berduka atas kematian orang terdekatmu. Aku dengar bahwa istri jenderal Zhuo juga meninggal baru-baru ini, jadi aku merasa sangat terpukul mendengar berita tersebut, kaisar.”
“Jangan bahas itu lagi, aku benar-benar tidak bisa melupakannya apabila ada seseorang yang mengungkitnya. Selain itu, aku belum resmi menjadi seorang kaisar.” Katanya dengan begitu sinis.
“Tiga hari lagi kau menjadi kaisar. Selain itu, sebenarnya kami sudah menyiapkannya satu bulan itu. Dan .... kita kedatangan tamu dari benua yang sangat jauh dua minggu yang lalu.” Nefd menoleh ke belakang.
“Hey Nora, lihat, tampaknya wanita membosankan itu ke sini.” Kata seorang wanita dengan pria berjuba kekaisaran di sampingnya.
“Tunggu, kau pernah bertemu wanita tukang racun itu?” Nora mengerutkan dahinya, tapi tampak senang dengan wanita itu.
“Dia begitu membosankan saat di kekaisaran. Jadi aku jarang berbicara denganmu.” Jawab wanita tersebut.
“Kaisar Lexus, sepertinya engkau datang dengan tergesa-gesa.” Kata Zeno yang menjabat tangan kaisar Lexus yang baru muncul.
“Aku berpikir bahwa kau akan menjadi kaisar setelah pulang dari benua 99 cahaya. Tetapi, ternyata kau mengalami musibah besar yang membuatmu membutuhkan masa berkabung selama satu bulan. Jadi aku benar-benar turut berduka cita sedalam-dalamnya mengenai hal tersebut.”
.....
Tiga hari kemudian, lebih tepatnya hari dimana di segala penjuru benua Artrik, atau lebih tepatnya di Glacies Empire, melakukan sebuah pesta besar karena mereka akan mengangkat sebuah kaisar baru.
Di sebuah istana kekaisaran Glacies Empire, tidak ada seseorang yang tidak berlalu lalang, mereka semua tampaknya berdandan begitu elok baik itu dari kalangan bangsawan atau rakyat biasa.
__ADS_1
Beberapa kaisar, yaitu Fang Tan, Rouya, Zabuto Arad, dan juga anak Hanzi juga muncul mengenakan pakaian tebal untuk mengunjungi pesta pengangkatan kaisar baru yaitu kaisar Zeno. Tampaknya, Selena tidak bisa untuk menahan tawa saat melihat para kaisar di dekatnya tidak bisa untuk menahan dingin. Walaupun, Selena juga sedikit kasihan kepada Fang Yuna yang tampak menggigil.
Selain itu, para kaisar dari benua negara juga sedikit kaget saat kaisar Lexus yang berasal dari benua 99 cahaya berkunjung. Meskipun mereka sedikit berburuk sangka bahwa kaisar Lexus akan melakukan penyerangan sama seperti upacara pernikahan dan pengangkatan Rouya. Namun, setelah mendengar pernyataan Turse yang berdandan sangat cantik bahwa kaisar Lexus merupakan teman Zeno saat ini, mereka hanya menggaruk kepalanya dan sedikit cengengesan.
“Dimana Zeno sekarang.” Fang Yuna mencari adiknya.
“Panggil dia kaisar.” Protes Fang Tan kepada adiknya.
“Maafkan aku, tapi sekarang dimana kaisar Zeno sekarang.” Fang Yuna sedikit geli saat menyebut adiknya dengan sebutan kaisar.
“Dia masih bersiap, mungkin sebentar lagi dia akan segera muncul.” Sahut Rouya.
Tidak lama setelah mereka membicarakannya, dua baris prajurit yang saling berhadapan dan membentang sampai menuju singgasana kaisar. Masing-masing barisan mundur satu langkah untuk memberikan celah di antaranya. Kemudian, salah satu dari mereka berteriak yang membuat seluruh prajurit bertekuk lutut.
“Hormat kepada kaisar Fang Zeno!”
Sosok remaja, dengan mengenakan jubah berwarna biru namun belum mengenakan mahkota kaisar, karena mahkota tersebut masih berada di depan singgasana. Selain itu, dia juga berjalan dengan penuh wibawa di antara dua baris prajurit yang sedang berlutut untuk menuju singgasana kekaisaran.
Wajahnya yang begitu putih dengan sedikit tinggi, begitu tampan yang membuat para wanita yang melihatnya begitu nampak berlagak gila seolah jatuh cinta kepada kaisar muda itu. Bahkan Turse, Nora dan Selena yang melihatnya berdebar kencang saat melihat paras Zeno yang begitu tampan.
Mungkin kali ini adalah sebuah rekor baru sepanjang sejarah, bahkan mengalahkan Fang Tan dan Rouya sekalipun. Yang mana kaisar paling muda yang pernah dilantik berada di masa ini, yaitu Fang Zeno yang menjadi seorang kaisar pada umur 16 tahun menggantikan neneknya.
Kemudian ada Aure sebagai perwakilan kaisar Aurrora dan juga Nefd yang berdiri di samping singgasana, mereka berdua memegang mahkota tersebut secara bersamaan dan mengenakannya ke kepala Zeno.
Zeno mengangguk dan menerimanya dengan senang hati, kemudian dia berbalik badan dan duduk di sebuah singgasana es yang sebelumnya tampak kosong. Meskipun, dia tampak sangat sedih saat ibunya tidak bisa melihat ini semua. Andai ibunya masih hidup, dia masih tersenyum senang karena melihat ibunya yang bahagia.
__ADS_1
“Hidup sang kaisar!!”