Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Sang Penguasa 5 Elemental


__ADS_3

"Penguasa 5 Elemental?" Zeno bertanya-tanya mengenai perkataan yang dilontarkan serentak oleh para penguasa elemen di sekelilingnya.


"Tentu saja, kau kini bisa mengendalikan lima elemen sesuka hatimu, bahkan kau mengendalikan kekuatan alam seperti badai alami, gempa bumi, banjir, dan yang lainnya. Lima elemen yang ada di semua dunia akan tunduk kepadamu. Kau juga bisa mengendalikan elemen yang musuhmu keluarkan dengan sangat mudah. Dan tentu saja, kau bisa menggunakan semua teknik dengan tahap lengkap di seluruh dunia." Leght menjelaskan.


Tidak percaya apa yang dikatakan oleh Leght, Zeno menyapu tangannya ke atas, alhasil gundukan tanah dan hembusan angin mengikuti alunan tangan Zeno. Mungkin itu terlihat biasa saja dan membuatnya kurang yakin, sehingga dia mencoba untuk meredupkan cahaya matahari yang mungkin terlihat mustahil dia lakukan, karena cahaya matahari merupakan bagian dari kekuatan alam.


Yang benar saja, matahari menjadi redup saat Zeno menggenggam tangannya secara perlahan. Kondisi juga tiba-tiba menjadi gelap dengan Zeno yang menoleh sekeliling. Kemudian, dia juga mengatur cahaya matahari untuk muncul lagi sehingga kondisi menjadi siang seperti semula.


"Benar-benar hebat." Zeno masih tidak percaya melihatnya, dia dengan ragu menatap para penguasa elemen yang tersenyum senang saat melihat Zeno telah menjadi seorang penguasa lima elemental.


Ingin membuat Zeno lebih percaya, Eghtning mengeluarkan sebuah Sambaran petir di tangannya. "Coba kau kendalikan." Kata Eghtning.


Zeno menuruti apa yang dikatakan oleh Eghtning, dia mencoba mengulurkan tangannya dan mengangkat Sambaran petir yang berada di tangan Eghtning dengan begitu mudah. Bahkan, setelah Zeno mengangkatnya, Zeno menyapukan tangannya ke depan dan membuat Sambaran petir itu menghilang.


"Bagaimana, apa kau percaya? Zeno?" Leght mengangkat alisnya dan memperlihatkan gigi gingsulnya. Wanita anggun itu saat tersenyum seperti itu mungkin lebih cocok disebut sebagai tuan putri daripada petarung.


"Kita belum memperkenalkan diri. Aku adalah Leght, sang penguasa elemen cahaya, senang bisa bertemu denganmu sang penguasa 5 elemental." Leght menundukkan kepalanya.


Kemudian pria berjubah putih yang ada di kanan Zeno juga menundukkan kepalanya sambil menyentuh dadanya seakan memberikan sebuah penghormatan kepada keluarga bangsawan, "Winder, sang penguasa angin."


"Ert, sang penguasa tanah. Elemen tanahmu cukup hebat wahai sang penguasa 5 Elemental." Wanita berkulit dan bergaun coklat dengan rambut keriting juga melakukan apa yang dilakukan oleh Winder.

__ADS_1


"Namaku adalah Eghtning, maafkan aku telah bercanda mengenai kematian ibumu sang penguasa." Eghtning tersenyum ramah sambil menahan darah yang keluar dan membasahi jubah orennya.


"Mungkin aku sedikit malas untuk mengatakannya. Namun aku adalah Watur penguasa air, senang bisa berhadapan denganmu sang penguasa 5 elemental." Watur berkata dengan wajah yang sangat membosankan.


"Semua ini, yaitu ujian yang diperuntukkan denganmu, sudah disiapkan tepat saat kau memiliki elemen pertama yaitu angin, atau lebih tepatnya ketika lima tahun sebelum Dewi Luna menghilang karena kutukan Yashimaru, saat itu dia memberikan tugas terakhir dari dia untuk kami. Jadi kami benar-benar turut sedih untuk mendengarnya." Ert berbicara, dia tampak menundukkan kepalanya dan bersedih mengingat kehancuran Dewi Luna.


"Aku berpikir, kita akan menunggumu selama puluhan tahun. Tapi siapa sangka, kau bisa membangkitkan semua elemen hanya dalam kurun waktu enam tahun." Winder menambahkan.


Memang benar apa yang dikatakan oleh Winder, bahwa dirinya membangkitkan semua elemen dalam kurun waktu enam tahun, dihitung semenjak dia ditemukan kakeknya di sebuah hutan, kemudian berlatih bersama kakeknya selama lima tahun. Dan kemudian satu tahunnya lagi dia menjadi seorang pangeran kekaisaran dengan peristiwa yang membuatnya tidak bisa melupakannya.


"Keempat elemenmu, semuanya bangkit bukan karena sebuah energi Orka. Cukup lucu rasanya apabila kami melihatmu mengunjungi sebuah tempat yang memiliki orka pekat. Padahal, elemen tersebut bangkit karena sebuah ekspresi yang tidak disangka-sangka." Eghtning berkata.


Mendengar hal tersebut, Zeno mengerutkan dahinya kebingungan mengenai apa yang dikatakan penguasa petir kepadanya, "Apa maksudnya?" Dia pun bertanya.


"Elemen petir, itu semua disebabkan oleh emosi ketakutan yang luar biasa. Bukankah setelah melawan Akram, kau mengalami syok dan rasa takut?" Eghtning menambahkan.


"Jika kau berpikir bahwa elemen tanah muncul akibat soil crystal. Itu semuanya salah. Elemen tersebut bangkit karena kau mengalami sebuah kebahagiaan yang belum pernah kau alami." Ert menjelaskan.


Dan terakhir Leght, rasanya sangat sulit untuk mengatakan bagaimana elemen Zeno yaitu cahaya bangkit. Tidak begitu tega, bahkan saat dia ingin mengatakannya, Leght merasa ingin menangis. 


Akan tetapi, Zeno yang menunggu Leght berbicara, dia akhirnya begitu tidak sabar karena Leght terdiam begitu lama. "Bagaimana dengan elemen cahaya bibi Leght."

__ADS_1


Semua pilar menundukkan kepalanya karena tahu bagaimana elemen cahayanya bangkit. Mereka juga melihat Leght yang kesulitan untuk berkata-kata dan hanya tersenyum sambil mengelap air matanya menggunakan lengannya.


"Rasanya sangat berat, bahkan aku akan berterus terang. Kau tidak perlu marah karena semua itu adalah sebuah takdir yang tidak dapat kau hindari." Leght menghela napas dan yakin bahwa dia ingin mengatakan yang sebenarnya, "Elemen cahayamu bangkit karena kau mengalami sebuah kesedihan yang luar biasa, sebuah kesedihan yang tidak pernah kau alami. Yaitu di saat i …."


"Cukup, aku tidak ingin mendengarnya. Aku sudah mengerti." Potong Zeno sambil berjalan pergi meninggalkan mereka. "Sangat tidak adil apabila nyawa ibuku diganti oleh sebuah elemen." 


"Tidak Zeno, berhenti! aku tidak berniat untuk membuatmu sedih. Lagi Pula seorang anak mana yang tidak sedih di saat ditinggal mati oleh ibunya?" Leght mencoba untuk menjelaskan.


"Aku paham, tunggu apalagi? Segera keluarkan aku dari sini untuk menghadiri pemakaman ibuku." Zeno menoleh ke belakang dengan kembali menangis.


"Sebelum itu, kami hanya ingin memberimu pesan. Kami akan menunggumu sebagai sang penguasa utama seperti Dewi Luna suatu saat nanti. Sampai jumpa, senang bisa bertemu denganmu sang penguasa 5 Elemental." Leght berkata demikian yang kemudian dia menghilang membentuk serpihan cahaya.


Disusul oleh para pilar penguasa elemen lainnya yang berubah menjadi elemen yang mereka miliki.


Hanya menyisakan Zeno seorang yang berada di tempat tersebut, mendadak menjadi lumpuh dengan air mata yang menetes permukaan tanah dunia tersebut. Mencoba untuk tetap tersenyum, sayangnya, itu terlihat sangat sulit sehingga membuatnya berteriak dengan begitu keras untuk melampiaskan sebuah emosi yang sebelumnya tertahan.


Selagi tidak ada orang, tidak ada dewa, tidak ada beast yang mengganggunya. Dia berteriak berulang kali yang membuat dunia tersebut bergetar. Mencoba untuk melayang dan membalik permukaan tanah dengan penuh emosi.


"Apa gunanya menjadi sang penguasa, jika seorang ibu tidak dapat melihatnya?" Zeno berkata dengan nada yang begitu tinggi sambil mengobrak-abrik dunia tersebut hingga langit dan tanah menjadi retak.


…….

__ADS_1


"Jangan pernah berpikir bahwa ibu tidak melihatmu." Kata dua orang wanita secara bersamaan namun berbeda tempat dengan mengusap air mata mereka sendiri.


__ADS_2