
Cukup aneh, bahkan ratusan ribu prajurit tampak tercengang terlalu lama saat kuda yang mereka tunggangi masih berlari di atas laut. Bahkan mereka sudah menunggang kuda selama satu hari dan kini sudah malam. Rasanya tampak biasa saat kuda tersebut berpijak di atas laut, bahkan kaki kuda tampak tidak basah yang membuat para prajurit kehabisan pikir.
Malam, tentu saja ditengah laut terjadi rawan badai. Dan itu benar-benar terjadi dan akan mereka alami sebuah masalah yang begitu besar bagi sebagian prajurit.
Tentu saja, Zeno mengangkat tangannya untuk mengisyaratkan agar para pasukannya berhenti. Karena dia tahu, ada sebuah tornado besar yang begitu kencang.
"Kaisar bagaimana ini?" Lois kebingungan dengan tornado besar yang jauh di hadapannya. Dia merasa, tidak mungkin untuk melawan tornado, bahkan Rungfad sang penyihir badai sekalipun tidak bisa menandingi kekuatan alam. Dan dia juga mengerti, bahwa tidak ada yang bisa menandingi kekuatan alam.
"Kau tenang saja jenderal, apakah aku melakukan hal gila seperti ini tidak memikirkan konsekuensinya? Apa yang perlu kau lakukan adalah menenangkan para prajurit." Ucap Zeno sambil menghadap ke belakang, memperhatikan para prajurit yang panik setengah mati saat berhadapan dengan tornado seperti itu.
"Para prajurit, jangan panik! Ini perintah kaisar!" Lois berteriak dengan begitu tegas.
Angin tornado semakin mengarah ke arah mereka, beberapa prajurit hampir terseret ke arah tornado tersebut. Namun, mereka berusaha untuk masih bertahan agar nyawa mereka masih utuh.
"Tapi jenderal, bagaimana kita tidak panik? Itu adalah tornado, kekuatan alam, tidak ada yang bisa menandinginya." Kata salah satu prajurit.
"Apakah kita harus berbalik arah untuk pulang? Tidak mungkin kita terus berjalan, selain itu kita sudah berkuda selama satu hari." Sahut prajurit lainnya.
"Kaisar, jendral, sebaiknya kita berputar arah."
Mereka semua memberikan sebuah suara masing-masing agar sang kaisar tidak terlalu sembrono untuk tetap menerobos tornado tersebut. Namun, di sisi lain, sebagian prajurit yang tersadar dan tidak terlalu banyak protes sedikit kebingungan pasalnya cukup aneh apabila tidak ada laut yang bergelombang padahal ada tornado besar. Bahkan tampak sangat jelas, bahwa air laut sangat tenang seperti tidak terjadi apa-apa.
__ADS_1
"Kaisar bodoh! Apakah kau ingin membunuh kami?" Salah satu prajurit berteriak dengan cukup berani, hal tersebut membuatnya menjadi pusat perhatian dan membuat para prajurit lainnya terdiam.
Begitupun Zeno yang mendengarnya, dia tersenyum tipis sambil mengerutkan dahinya. Dia juga tidak menyangka bahwa prajurit yang berteriak itu berada di barisan paling depan yang membuat Zeno merasa bahwa prajurit tersebut terlalu berani
"Apa? Kau adalah kaisar paling bodoh yang pernah ku lihat, kau terlalu muda yang membuat kau tidak mumpuni untuk menjadi seorang ka …." Sebelum menyelesaikan ucapannya, orang tersebut seketika tenggelam dengan kuda yang dia tunggangi sekalipun. Benar, beberapa detik orang-orang menunggunya, prajurit tersebut tidak muncul lagi di permukaan air laut. Bisa dipastikan, orang itu sudah mati tenggelam dan jatuh di dasar laut.
Suasana seketika menjadi sunyi, orang yang melihat itu semua begitu ketakutan. Orang itu tiba-tiba tenggelam saat mencela Zeno? Hal itu membuat mereka memilih mengunci mulutnya daripada dia harus tenggelam.
Zeno kembali menghadap ke tornado tersebut, dia mengulurkan tangannya ke arah tornado yang mendekat tanpa ragu sedikitpun. Apa yang dia lakukan pada uluran tangannya, dia menggenggam perlahan, sehingga tornado tersebut lambat laun menghilang mengikuti iringan kepalan tangan Zeno.
Semua orang yang melihatnya begitu tercengang, bahkan Lois sekalipun. Apa yang terjadi? Tornado tersebut hilang sepenuhnya seolah Zeno yang menghilangkannya. Bahkan, tidak ada hembusan angin sedikitpun yang membuat mereka gaduh lagi.
Zeno menghela napas sambil berbalik badan dan menghadap ke arah para prajurit. Bahkan wajahnya terlihat begitu datar dan tidak menunjukkan ekspresi apapun.
"Ada yang protes dengan keputusanku? Kalian pikir aku melakukan hal gila seperti ini tidak memikirkan masalah yang timbul?" Zeno kembali berteriak dengan tegas.
Zeno kembali menghela napas, dia mencoba untuk mengontrol emosinya di hadapan para prajurit. Apa yang dia lakukan, adalah turun dari kuda dan berdiri di atas permukaan air laut. Dia juga berkata, "Tapi kalian benar, kita akan istirahat."
"Mega Ice Area!" Zeno menyentuhkan tangannya di atas permukaan laut. Alhasil, permukaan laut yang Zeno pijak mendadak membeku, kemudian semakin meluas dengan begitu cepat yang membuat 899.999 prajurit yang sebelumnya berdiri di atas permukaan laut kini berpijak di atas permukaan es
"Silahkan buat camp sementara, waktu bagi kalian untuk istirahat sampai fajar tiba." Zeno berbicara.
__ADS_1
Seluruh orang yang tahu semenjak tadi hanya menghela napas lega. Untung saja, mereka tidak membuat hal bodoh seperti mencela kaisar yang membuat mereka tidak bisa berpijak di atas laut lagi. Selain itu, mereka juga tidak henti-hentinya berpikir mengenai kaisar mereka yang bisa mengendalikan kekuatan alam yaitu tornado. Padahal, mengendalikan kekuatan alam merupakan hal yang sulit, tidak, bahkan mustahil untuk dilakukan oleh para Elementalist.
Bahkan konon katanya, Lois percaya bahwa dewa sekalipun belum tentu bisa mengendalikan kekuatan alam. Namun, orang yang bisa mengendalikan kekuatan alam sudah pasti itu adalah seorang dewa. Hal tersebut cukup membuat yakin bagi Lois bahwa Zeno adalah seorang manusia setengah dewa, tidak, dia merasa Zeno adalah seorang dewa.
"Jenderal, kau kenapa?" Zeno menghampiri Lois yang duduk termenung di atas permukaan es.
"Tidak kaisar." Lois langsung berdiri setelah Zeno menghampirinya.
"Tidurlah, prajurit mu sudah membuatkan tenda untukmu." Kata Zeno.
"Tidak, sebaiknya kaisar yang tidur. Aku akan berjaga-jaga" Lois menjawab.
"Jika aku tidur, bagaimana jika ada tornado lagi? Itu justru akan sangat merepotkan.” Zeno menghela napas sebelum dia melanjutkan ucapannya karena tidak ingin berdebat dengan Lois, "Baiklah terserah kau saja. Yang terpenting esok fajar kau harus siap untuk berangkat.
"Kaisar, aku ingin bertanya sesuatu. Bagaimana bisa Anda mengendalikan kekuatan Alam? Bukankah itu kekuatan dewa?" Lois terus terang bertanya, karena dia benar-benar tidak bisa memendam apa yang dia pikirkan.
"Apa perlunya kau bertanya seperti itu? Itu tidak penting bagimu." Zeno mengerutkan dahinya dan menatap sinis Lois.
"Maafkan aku kaisar, Aku pikir kaisar menggunakan teknik terlarang yang dapat digunakan sekali dalam seumur hidup hanya untuk mengantar para prajurit."
"Tidak, untuk apa aku menggunakan teknik larangan." Zeno berbicara, kemudian dia membatin kepada dirinya sendiri, "Jika dipikir-pikir aku bisa mengeluarkan teknik terlarang secara berulang kali."
__ADS_1
"Tunggu sebentar, jadi itu bukan teknik terlarang? Anda ini sebenarnya siapa?" Lois mundur beberapa langkah, dan tubuhnya bergetar hebat.
"Aku siapa? Aku Zeno, siapa lagi? Itu tadi kemampuanku, kau berpikir siapa yang yang membuatmu bisa berkuda di atas permukaan laut?" Zeno menahan pundak Lois agar dia tidak ketakutan.