Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Melawan Gongnyu


__ADS_3

Tetapi, suara gemuruh tanah masih kalah dengan suara gemuruh langit yang muncul secara tiba-tiba. Kedua gemuruh tersebut tentu saja membuat seluruh hutan elemental beast bergetar, kedua gemuruh itu juga cukup membuat beberapa elemental beast menjauh


Gongnyu segera menghentikan langkah bantengnya, suara gemuruh dari langit itu berhasil membuatnya terintimidasi dan sedikit gemetar. Bagaimana tidak, bersamaan dengan suara gemuruh itu, muncul seekor naga yang keluar dari balik awan melesat ke arahnya.


“Kirin Bodoh! Jangan ikut campur!” Teriak Kiba yang memperhatikan Kirin.


Namun, Kirin tetap mengabaikannya, ia tetap melesat dengan cepat ke arah Gongnyu yang sedang diam mematung dengan tubuh bantengnya. Rasanya, memperhatikan naga petir saja sudah membuatnya sangat merinding.


Kirin mengaum saat mendekati Gongnyu, apa yang ia lakukan adalah menakut-nakuti makhluk rendahan seperti Gongnyu yang berdiri kaku dan tidak bisa bergerak saat memperhatikan dirinya. Tidak ada yang menyangka bahkan Zeno sendiri yang melihat dengan langsung bahwa Gongnyu sangat terlihat ketakutan hanya karena itu saja.


Tetapi walaupun begitu, Gongnyu masih sempat-sempatnya mengeluarkan naga tanah untuk menangkal naga petir atau Kirin. Karena bagaimanapun, ia tidak mau dikalahkan.


Sayangnya, Drake Soul tiba-tiba juga muncul dari arah samping dan menyerang naga tanah itu. Seketika naga tanah milik Gongnyu langsung hancur tak bersisa dan hanya membuat hujan partikel tanah.


“Grrrrrr” Kirin mengaum dan menabrakkan dirinya ke arah Gongnyu, mengakibatkan Gongnyu tergeletak lemas dan tidak berdaya.


“Benar-benar mengerikan, pantas saja Akram bisa tumbang karenanya. Siapa sangka bahwa ia memiliki banyak bawahan yang sangat kuat.” Kata Gongnyu yang tergelatak di atas tanah. Tulang punggungnya seakan-akan sudah mulai retak karena di benturkan oleh Kirin tadi.


“Menyerahlah!, kau tidak akan bisa berkembang lebih jauh lagi.” Teriak Zeno sambil menciptakan tiga bola elemen yang berbeda-beda di atas tangannya.


Gongnyu langsung mencoba untuk berdiri dan kabur dari bahaya yang mendekat, tetapi sayangnya, ia langsung di hadang kembali oleh dua naga kembar yaitu Drake Soul dan juga Kirin. Sehingga Gongnyu sudah tidak bisa kemana-mana karena terkepung oleh Zeno dan juga bawahannya.


“Bukankah itu tindakan pengecut? Jika berani satu lawan satu!” Teriak Gongnyu ketika tidak memiliki jalan keluar.

__ADS_1


“Bukankah kau memiliki pasukan beast elemental di sini, mengapa engkau tidak menggunakannya?” Tanya Zeno.


Gongnyu hanya menggertakkan giginya, karena ia tahu persis bahwa menaklukkan seluruh hewan elemental beast ini sangat sulit. Apalagi setelah Akram sudah mati, para elemental beast sudah kembali ke kodratnya masing-masing yaitu tanpa bertuan. Jadi Gongnyu tidak bisa melakukan itu.


“Baiklah, daripada aku kabur sebagai pengecut, sebaiknya aku akan melawanmu sampai mati, pangeran Zeno!” Gongnyu langsung menyeruduk tanah yang ada di bawahnya hingga mengakibatkan bergetar kembali.


Zeno yang melihat itu langsung mengerutkan dahinya, menurutnya Gongnyu menjadi semakin gila karena menghadapi dirinya sendiri, sehingga untuk mengakhiri kegilaan Gongnyu, Zeno langsung melemparkan tiga bola elemen sekaligus ke arah Gongnyu.


Namun, saat tiga bola elemen itu mengenai Gongnyu, seketika Gongnyu sudah masuk ke dalam tanah yang ia buat dengan serudukan bantengnya. Hal tersebut membuat Zeno geram, sehingga ia langsung menghampiri lubang terowongan yang dibuat oleh Gongnyu.


Namun siapa sangka, tanah tepat Zeno pijak mengeluarkan Gongnyu yang memasang tanduk panjang. Untungnya Zeno segera menyadari dan langsung melompat ke belakang. Bersamaan dengan itu, ia kembali menciptakan tiga bola elemen untuk ia kenakan ke arah Gongnyu selagi dekat.


Sayangnya, tiga elemen itu terlalu mudah untuk di tangkis dengan kepala banteng Gongnyu yang sangat keras, walaupun Gongnyu sendiri terlempar begitu jauh. Tetapi, terlihat sangat jelas bahwa Gongnyu tidak memiliki kerusakan yang banyak pada kepala kerasnya.


Ekspresi Zeno masih tetap dingin, dirinya tidak terlalu peduli melihat Gongnyu yang memakai cara apapun. Yang ia ingin lakukan hannyalah membunuh Gongnyu agar tali balas dendam benar-benar terputus, sehingga tidak ada yang bisa menghantui kehidupannya.


“Aku memberimu pilihan, pertama, bunuh dirimu sendiri, atau aku akan membunuhmu.” Kata Zeno.


“Pilihan yang sangat bagus, tapi aku tidak memilih keduanya.”


Zeno mengerutkan dahinya sejenak, seakan-akan ada yang aneh dari ucapan Gongnyu. “Bukankah kau sendiri yang bilang bahwa kau akan bertarung sampai mati.”


“Bukan aku yang mati, tapi kau!” Teriak Gongnyu sambil menarik sebuah palu dari permukaan tanah yang mana palu tersebut juga tercipta dari tanah itu sendiri. Gongnyu yang merasa yakin, akhirnya kembali berlari menyerang Zeno, palu tanah yang ukurannya dua kali lipat dari tubuhnya ia pegang sambil dipikul di pundak.

__ADS_1


Zeno melihat sekeliling, memperhatikan Dragones Gemoles yang sedang bersiap untuk melesat ke arah Gongnyu, namun, ia mengalihkan perhatiannya kepada Kiba untuk memberikan isyarat agar menahan Dragones gemoles untuk tidak ikut campur. Bagaimanapun, kali ini ia tidak suka apabila ada yang ikut campur.


Kiba mengerti dan langsung melesat ke arah Dragones Gemoles, sambil berkata, “Tidak perlu ikut campur. Bagaimanapun tuan memerintahkan kita untuk tidak ikut campur.”


“Baiklah aku mengerti.” Jawab serentak mereka berdua.


Saat yang bersamaan, Zeno langsung menjulurkan kedua tangannya. Akibatnya, angin lembut perlahan-lahan keluar dari belakang Zeno dan berembus ke arah Gongnyu. “Sayatan seribu angin.”


Teknik itu sanggup membuat tubuh keras Gongnyu tersayat dengan mengucurkan banyak darah, tidak hanya satu sayatan, bahkan tubuh Gongnyu dipenuhi ratusan sayatan akibat teknik terlarang yang Zeno miliki. Akibatnya, Gongnyu terjungkal dengan tubuh yang sangat lemas karena luka yang sangat banyak.


“Matilah!”


Zeno mengeluarkan sebuah aliran petir yang keluar dari telapak tangannya dan melesat ke arah Gongnyu, sehingga, terjadi sebuah ledakan yang sedikit dahsyat saat petir yang keluar dari tangan Zeno mengenai Gongnyu.


Tubuh Gongnyu hangus seakan-akan habis terbakar, namun apa yang dia timpa bukanlah terkena api, akan tetapi terkena sambaran petir yang sangat dahsyat yang berasal dari Zeno. Serangan Zeno sanggup membuat Gongnyu setengah mati, bahkan Gongnyu yang hangus pun masih memiliki denyut nadi yang masih berfungsi. Sayangnya Gonngyu sudah mengalami sakit yang luar biasa, sehingga ia lebih cocok disebut setengah mati.


Disela-sela kematiannya, Gongnyu justru tertawa dengan sangat keras, hal itu membuat Zeno meningkatkan kewaspadaanya karena memperhatikan Gongnyu yang justru bertingkah sangat aneh.


“Mungkin aku akan mati, tetapi jangan harap kau bisa tenang saat hidupmu berada di kekaisaran, karena masih ada satu lagi hama yang bisa dibilang mengganggumu.” Katanya sambila menghembus napas secara perlahan.


Zeno yang mendengarkan itu lagsung memegang tanduk banteng Gongnyu, karena ia perlu informasi lagi mengenai Hama yang berada di lingkungan kekaisaran.


“Kirin! Aku butuh bantuanmu! Ciptakan dunia di dalam pikiran Gongnyu sebelum ia meninggal!”

__ADS_1


maaf lambat


__ADS_2