
Zeno tidak pernah berpikir seperti apa yang Kiba pikirkan, bahkan masalah mengenai Ice Sword berasal dari istri kakeknya, atau bisa dibilang neneknya, Zeno sama sekali tidak pernah mengetahuinya. Hal itu disebabkan, Kiba mengetahui hal tersebut melalui penjelasan Fang Yoshi saat Zeno sendiri tengah pingsan.
Apa yang membuat Zeno terkejut adalah tentang teori yang Kiba buat, yang mana neneknya berasal dari benua Artik itu sendiri. Zeno bahkan juga terlihat mendukung teori tersebut, terlebih lagi dirinya yakin bahwa ayahnya yang menuju benua Artik selain untuk menenangkan diri, pasti juga untuk kembali ke ibunya. Tetapi masalahnya, mengapa neneknya tidak ikut kakeknya berada di negeri air? Itulah yang membuat Zeno sakit kepala saat berusaha memecahkan jawaban itu.
“Tunggu sebentar, jika Ice Sword berasal dari nenek, maka kemungkinan terbesar bahwa nenek bukanlah orang biasa. Bagaimanapun Ice Sword bukanlah pedang biasa yang bebas dibawa seseorang.” Batin Zeno yang tiba-tiba jawaban tersebut terlintas di kepalanya.
Tetapi dirinya tidak akan tahu fakta yang sebenarnya jika belum berada di benua Artik, apa yang dipikirkan bersama Kiba hanyalah sebatas teori yang tidak terlalu di anggap serius. Daripada dirinya hanya akan stress karena memikirkan hal tersebut, lebih baik Zeno langsung membuang apa yang dipikirkan.
****
Dua hari kemudian, kapal yang ditumpangi Zeno telah sampai menuju daratan es. Zeno segera turun dengan mengucapkan rasa terimakasih kepada kapten kapal yang bersedia mengantarnya, bahkan tidak lupa dirinya mengucapkan salam perpisahan kepada Lothar. Bagaimanapun juga, Lothar lah yang telah mengantarkan Zeno walaupun tidak sampai setengah perjalanan.
Bisa dibilang, Zeno menuju benua Artik memakan waktu kurang lebih selama empat hari empat malam. Hal itu terbilang cepat, bahkan jika Zeno memutari lima negara dengan berjalan kaki, maka itu juga membutuhkan waktu yang sama dengan menuju benua Artik menggunakan kapal.
“Aku tidak menyangka, bahwa daratan benua ini semuanya merupakan es.” Kata Zeno yang terbata-bata karena suhu dingin wilayah ini, bahkan Zeno sedikit tidak bisa beradaptasi dengan suhu yang tidak pernah dia rasakan.
Menurut beberapa awak kapal yang sering menuju kebenua ini, benua ini sama sekali tidak memiliki negara satupun. Walaupun begitu, benua ini terbagi menjadi dua wilayah, yang mana saat ini dirinya menginjak wilayah selatan. Kepemimpinan di wilayah selatan diambil oleh seorang pemimpin yaitu kaisar, kaisar perempuan yang umurnya kemungkinan di atas limapuluh tahun. Wilayah selatan yang dipimpin kaisar ini hanya bernama southern empire, begitupun wilayah utara yang hanya diberi nama northern empire.
__ADS_1
Kemudian di wilayah kekaisaran ini dibagi lagi menjadi beberapa kerajaan yang dipimpin oleh raja, kemudian ada beberapa bangsawan lainnya seperti duke yang mengatur sebagian wilayah kerajaan.
Menurut Zeno, benua ini bisa dibilang unik, benua yang ukurannya dua kali lipat dari yang Zeno tempat hanya memiliki dua wilayah, yang pasti satu wilayah memiliki ukuran yang sangat luas, bahkan mungkin satu wilayah ukurannya sama dengan benua lima negara.
Selain itu, apa yang membuat Zeno tidak bisa berhenti menatap aneh adalah, cara berpakaian orang-orang di sini tidak lebih sama seperti orang-orang di benua lima negara, bahkan anak-anak bermain dengan suka ria menggunakan baju yang sangat tipis. Padahal, Zeno sendiri harus berpakaian sangat tebal, itupun dia masih merasa sangat kedinginan.
Tidak bisa dibantah lagi, rakyat di benua ini pasti memiliki dua elemen yaitu air dan angin, keduanya merupakan elemen dasar yang dapat membuat cabang baru yaitu elemen es. Mungkin sangat aneh apabila di benua ini banyak orang yang merupakan elementalist api. Walaupun kemungkinan hal itu pasti ada, tetapi pasti sangat aneh bagi Zeno.
Zeno berjalan-jalan dan hanya menikmati suasana benua ini saja, namun pandangannya tertuju ke sebuah kumpulaan anak-anak yang mengenakan baju yang sama. “Siswa akademi?” itulah yang terucap dalam hati, dirinya merasa terkejut bahwa di benua ini juga terdapat sebuah akademi yang diperuntukkan untuk para anak-anak di atas lima tahun, yang mana umur lima tahun merupakan masa dimana elemen mereka keluar saat pertama kali.
Zeno benar-benar ingin merasakan masuk kedalam sebuah akademi, bermain bersama teman, serta melakukan kegiatan yang sangat seru. Tetapi sayangnya dirinya tidak bisa melupakan kejadian saat dirinya berada di keluarga Agalia, yang mana dirinya merasa terasingkan karena tidak memilik elemen.
“Kondisi benua ini tidak jauh berbeda dengan darimana ku berasal, pedagang masih berkeliaran seperti biasa, anak-anak juga bermain dengan suka ria. Menurutku yang berbeda hanyalah kondisi wilayahnya saja.” Batin Zeno yang berjalan-jalan melewati perumahan.
“Hey kau menyingkir dari jalanan!”
Zeno menoleh kebelakang dan memperhatikan ada banyak rombongan kereta kuda yang dihalangi tubuhnya, hal itu menurut Zeno kemungkinan keluarga bangsawan sedang berjalan-jalan atau melakukan kegiatan penting. Dengan senang hati, Zeno pun menyingkir, tapi tatapan aneh dari orang sekitar membuat Zeno kebingungan.
__ADS_1
“Putra Duke Arlos Nothan, tuan muda Dion Nothan sepertinya telah emosi karena waktunya terbuang. Ini semua salahmu!” Teriak salah satu orang yang berdiri di atas kereta kuda, serta di samping duduk seorang bangsawan yang terlihat mengangkat kepalanya sombong.
Zeno membungkukkan badannya, sambil mengatakan, “Maafkan aku apabila berbuat lancang, tetapi aku hanyalah pendatang dari benua lain. Sehingga aku tidak mengeri bahwa ada peraturan ketika ada bangsawan lewat maka arus menyingkir. Terlebih, aku juga tidak mengetahui ada rombongan anda, tuan muda terimalah permohonan maafku.”
“Berasal dari benua mana kau? Sepertinya benua mu sangat buruk sehingga tidak mengajarkan peraturan untuk menyingkir apabila terdapat bangsawan lewat.” Teriak Dion Nothan.
Zeno mengerutkan dahinya, dia merasa dalam benuanya terutama negaranya tidak pernah dia mendapatkan peraturan seperti itu untuk rakyat. Tidak, lebih tepatnya Zeno tidak pernah mengetahui peraturan seperti itu, karena dirinya sama sekali belum pernah merasakan naik kereta kuda kekaisaran untuk mengunjungi pertemuan apapan.
Walaupun status Zeno adalah keluarga bangsawan tertinggi, Namun dirinya tidak mau untuk mencolokkan diri dengan menyombongkan bahwa dirinya merupakan seorang pangeran di benua sebelah.
“Ah benar, aku tidak ingin masalah ini berlanjut. Dengan sepenuh hati, maka aku benar-benar meminta maaf.” Ucapnya sambil merasa malas melakukan itu, lagipula dia melakukan hal tersebut karena tidak ingin mendapatkan masalah lagi.
Dion Nothan melompat dari tempatnya, mendarat di hadapan Zeno dengan penuh kesombongan seakan-akan dirinyalah yang paling kuat. Jika ada orang terdekat Zeno disini, mungkin orang tersebut hanya membatin dan menganggap bahwa Dion ini sedang menantang orang yang salah.
“Siapa yang menyuruhmu untuk berbicara? Suasana hatiku sebelumnya kurang bagus, tetapi semenjak kau menghalangi jalan, suasana hatiku menjadi semakin buruk.”
Zeno menghela napas dan membatin, “Kenapa hidupku dipenuhi masalah?”
__ADS_1