Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Memecahkan masalah pada teknik Drake Soul


__ADS_3

Berulang kali Zeno memperhatikan buku tua yang ada di hadapannya, namun, teknik yang ada di buku tersebut juga tidak ada kesalahan sama sekali. Namun, Zeno merasa ada yang aneh, setiap mengeluarkan drake soul, drake soul selalu menyerang Zeno, walaupun drake soul juga berukuran sangat kecil.


Ia merasa ingin mempertanyakan hal tersebut kepada Rouya ataupun kaisar shima, tetapi rasanya itu sangat tidak baik, karena teknik itu merupakan teknik khusus keluarga Ama, sedangkan Zeno bukan siapa-siapa dari keluarga Ama. Walaupun begitu, ia masih heran, kenapa ia bisa mempelajari drake soul dalam hitungan menit? Rouya yang asli keluarga ama saja perlu bertahun-tahun untuk bisa mengeluarkan drake soul.


“Salah satu caranya adalah, menuju danau Vanzula, bisa saja aku bertemu drake, atau sangat beruntung jika bertemu leluhur Ama di sana.” Batin Zeno sambil memikirkan cara untuk mengatasi drake soulnya.


Tetapi masalahnya, ia tidak bisa keluar dari kamar dalam satu minggu ini. Menunggu satu minggu untuk keluar sepertinya juga akan memakan waktu yang sangat lama. Ia tidak menyangka bahwa dirinya benar-benar mengalami sebuah kesulitan.


“Bukankah ini tidak jauh berbeda dari penjara?” Zeno menghela napas, dan berdiri di sebelah jendela sambil mengeluhkan diri. Rasanya sangat sulit untuk tidak bebas, sedangkan musuh berkeliaran di luar sana.


Tetapi sekilas ia melihat sebuah segenggam tanah yang tersisa akibat kloningan yang diciptakan oleh Geldhe. Bukannya marah karena para pelayan tidak membersihkan kamarnya dengan sempurna, Zeno justru tersenyum lebar saat menemukan sebuah petunjuk yang membuatnya merasa ingin berterima kasih kepada pelayan itu.


“Kloningan, benar, ada sebuah teknik yaitu ilmu kloningan yang dapat dikuasai oleh seluruh elementalist.” Gumam Zeno sambil menepuk jidatnya.


Zeno membuka pintunya untuk kembali menuju perpustakaan demi mencari sebuah teknik yang berisi ilmu mengkloning diri. Walaupun ilmu kloningan benar-benar menguras orka, karena kloningan sendiri keluar dalam jangka waktu yang lama.


Namun saat Zeno mencoba keluar, dirinya dihadang oleh beberapa prajurit yang ditugaskan untuk menjaga dirinya. Tatapan matanya tiba-tiba sinis disertai mengerutkan alisnya karena melihat beberapa prajurit yang berani menghadangnya dengan tombak.


“Pangeran, maafkan aku, tetapi kaisar tidak mengizinkan anda untuk keluar.”


Zeno tersenyum, lantas ia berkata, “Tidak, aku tidak kemana-mana, aku hanya ingin kembali ke perpustakaan.”


“Bisa saya bantu, buku apa yang anda cari?”

__ADS_1


Zeno menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia tidak bisa menjelaskan buku apa yang ia inginkan kepada para prajurit. Mungkin, mungkin ia bisa saja menjelaskan bahwa ia ingin mencari sebuah buku yang berisi sebuah teknik, tetapi sayangnya, itu adalah hal memalukan, karena ilmu kloningan diri adalah ilmu dasar yang wajib dipelajari saat pertama kali mempunyai elemen.


Jadi ketika Zeno membicarakan hal itu, Zeno akan menjadi bahan tertawaan. Tapi siapa yang akan menertawakan pangeran kekaisaran seperti Zeno? Itulah yang tidak dipikirkan oleh Zeno, Zeno hanya tidak ingin menanggung malu dan menjadi pembicaraan dari belakang, walaupun para prajurit tidak menertawakannya.


“Terima kasih, tapi aku ingin mencarinya sendiri.” Kata Zeno sambil meringis.


“Tidak, anda tidak diberi izin untuk keluar dari kamar selama seminggu. Ini titah yang mulia kaisar tuan.”


Zeno hanya bisa menggelengkan kepala, ia merasa dirinya diperlakukan layaknya dipenjara, padahal dirinya hanya perlu istirahat yang penjagaannya tidak harus ketat. Tapi menurutnya penjagaan itu boleh saja, asalkan tidak terlalu dikekang, lagipula Zeno sendiri juga bisa menjaga diri apabila musuh kembali menyerang.


“Prajurit, ayolah, hanya beberapa menit saja.” Ucap Zeno memohon.


Para prajurit memandang satu sama lain karena melihat Zeno yang memohon, padahal sebelumnya, prajurit tersebut merasa takut apabila Zeno mengancam karena tidak mau menuruti apa yang para prajurit itu perintahkan. Tetapi pikiran mereka ternyata salah besar.


“Kalian tidak mau ya? Bagaimana jika menggunakan jalan kekerasan?” Kata Zeno tersenyum lebar dan menatap tajam para prajurit.


Para prajurit itu mendadak bergidik ketakutan dengan mundur kebelakang untuk menjauhi Zeno. Pemikiran mereka mengenai Zeno yang ternyata terlalu baik ternyata salah. Justru ketakutan yang sebelumnya para prajurit itu rasakan memang benar, bahwa Zeno ternyata mengancam.


“Pangeran jangan bercanda.” Kata prajurit meringis, karena mereka melihat tatapan Zeno yang sangat serius.


Tetapi Zeno mengabaikannya, ia berjalan begitu santai sambil meninggalkan kamar dengan prajurit di depannya. Ia tidak peduli lagi dengan prajurit yang menjaganya, lagipula apa yang ia lakukan hanyalah untuk pergi ke perpustakaan dan tidak lebih.


Ia pun akhirnya telah sampai ke perpustakaan tanpa memikirkan lagi para prajurit yang menjaganya, bagaimanapun prajurit di kekaisaran ini menurutnya sangat bodoh, dan hanya gentar saat diberi ancaman begitu saja. Padahal di sisi lain, Zeno juga sangat kecewa dengan kinerja prajurit yang sangat penakut. 

__ADS_1


Tetapi dia segera melupakannya, masalah prajurit adalah masalah akhir, yang terpenting ia bisa menguasai kloningan untuk mengirim kloningannya menuju negara petir, lebih tepatnya danau Vanzula.


Zeno sebenarnya bisa saja berangkat sendiri tanpa menggunakan kloningan, tapi ia tidak mau keluarganya mencari dan memarahinya karena melihat dirinya tidak ada di kamar.


Dan pada akhirnya, dirinya telah sampai dan menemukan buku yang berisi sebuah teknik dasar elemen, yaitu mengenai kloningan. Kloningan sendiri sangat mudah dipelajari bahkan menjadi pelajaran wajib bagi Elementalist, walaupun begitu, tidak sembarang elementalis menggunakannya, karena teknik ini memerlukan bayaran Orka yang sangat banyak.


Ia kemudian membuat segel tangan. Perlahan hembusan angin membentuk dirinya. Tetapi sayangnya apa yang ia lihat bukan seperti dirinya, kloningan yang ia buat tampak seperti mematung atau mati tanpa bergerak sedikitpun, bahkan tidak lama, kloningan itu juga menghilang menjadi hembusan angin.


Masalah kembali terbeban kan oleh Zeno, ia merasa sangat sulit untuk mempelajari sebuah teknik tanpa adanya guru. 


"Apakah aku meminta bantuan kakak Yuna lagi?" Zeno bergumam untuk bisa menguasai teknik kloningan. Bagaimanapun, untuk bisa menguasai Drake soul yang harus dipertanyakan lebih dahulu, maka Zeno harus menguasai ilmu kloningan untuk dikirim ke danau Vanzula.


Zeno pun keluar untuk mencari kakaknya di kamar untuk meminta bantuan, lagipula jika bertanya dengan kakaknya sendiri, ia tidak malu. Karena bagaimanapun kakaknya mengerti, kenapa Zeno tidak sempat mempelajari ilmu kloningan waktu pertama kali memiliki elemen.


******


"Apa yang Zeno itu lakukan? Bukankah dia seharusnya berada di kamar? Tetapi itu merupakan hal yang bagus, setidaknya aku bisa membunuhnya sesuai apa yang Gongnyu perintahkan." Batin Rosh yang sekilas memperhatikan Zeno keluar masuk dari perpustakaan.


Tetapi Rosh mengundurkan niatnya untuk membunuh Zeno, bagaimanapun, membunuh Zeno di saat waktu istirahatnya akan membuat satu kekaisaran menjadi curiga. Karena kekaisaran sendiri akan mengira bahwa pelaku pembunuhan tersebut adalah keluarga Fang sendiri.


Setidaknya, menunggu seminggu adalah hal yang bagus. Apalagi dalam waktu seminggu itu, para penjaga akan mengurangi penjagaan ketat karena Zeno sudah bebas.


Sebenarnya Rosh sendiri baru mendapatkan tugas setelah bersekutu dengan Gongnyu, yaitu mencari keberadaan Fire dan Ice Sword di kekaisaran, serta Rosh juga akan mendapatkan bonus khusus apabila membunuh musuh utama Akram yaitu Zeno.

__ADS_1


Awalnya Rosh sempat menolak dan ingin membunuh Gongnyu saat pertama kali bertemu, tetapi Rosh sendiri sangat tergiur dengan tawaran Gongnyu yang akan menjadikan kekaisaran ini berada di bawah tangannya, sehingga membunuh Zeno pun ia lakukan apapun konsekuensinya.


__ADS_2