Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Pengkhianat?


__ADS_3

Masing-masing dari mereka berhasil melancarkan serangan mereka. Kaisar Hang, tubuhnya terlempar ke atas di saat Zeno melutut dagu Hang dengan begitu keras. Di sisi lain, tinju kaisar Hang meledak membuat Zeno yang menahan tangan kaisar Hang harus terlempar ke belakang sambil membentur sebuah dinding.


Tangan yang dilapisi oleh sebuah elemen tanah seketika hancur, dengan memperlihatkan tangan Zeno yang bergetar dengan sedikit luka bakar akibat dari ledakan tersebut. Untungnya, tangannya terlapisi oleh elemen tanah yang sedikit keras, mungkin jika tidak, tangannya akan hancur setelah pukulan Hang meledak.


Zeno langsung berdiri dengan cepat sebelum kaisar Hang berdiri. Kemudian dengan begitu cepat, Zeno langsung bergerak ke arah Hang sambil berusaha menusukkan pedangnya kepada sang kaisar.


Namun, sangat di sayangkan, saat Zeno melompat ke arah Hang, Hang mengeluarkan seekor beast yang membuat Zeno terdorong oleh beast tersebut. Cukup terlambat untuk menyadarinya, namun beruntung dia langsung mencoba untuk menyeimbangkan badannya berdiri setelah terdorong ke belakang.


Sosok semut hitam yang sangat besar, bahkan ukurannya mencapai tinggi Turse. Kemudian, ekor semut tersebut bercahaya berwarna emas yang membuat Zeno dan Turse merasa silau dan menyipitkan matanya.


Kaisar Hang berdiri dengan dilapisi oleh sebuah jubah cahaya yang menyala-nyala. Bahkan matanya masih bercahaya seolah akan menembakkan sebuah laser yang dapat memotong benda padat seperti besi sekalipun. Kaisar Hang mengulurkan tangannya, wajahnya benar-benar marah, mengingat dan mendengarkan bahwa istrinya dan anaknya baru saja di bunuh.


“Ant, bunuh mereka semua!” Seru kaisar Hang dengan nada suara yang cukup tinggi.


Ant, atau semut milik Hang yang merupakan beastnya bergerak dengan cepat ke arah Zeno sambil menembakkan sebuah cahaya dari sungutnya.


Tidak ada yang menyangka, tiba-tiba sebuah kilatan petir berwarna oranye muncul dengan sekali kedipan. Kilatan tersebut berhenti di atas Ant dan memunculkan seorang prajurit yang menghadap ke bawah sambil menusukkan sebuah belati dengan terdapat energi petir yang memunculkan sebuah suara yang begitu khas.


Kemudian prajurit tersebut tanpa ragu langsung menusuk Ant dengan kecepatan kilat. Sehingga Ant berteriak dan langsung menghadap ke atas untuk mengalahkan seorang prajurit tersebut. Namun, sang prajurit yang menusuk Ant belum melepaskan belati dari tangannya walaupun Ant sudah berpindah hadapan. Bersamaan dengan hal tersebut, tangan seorang prajurit memunculkan sebuah energi petir yang begitu dahsyat, mengalir di sebuah belati yang seutuhnya besi.

__ADS_1


Tentu saja, hal tersebut membuat tegangan dahsyat dengan Ant yang mengeluarkan energi petir dari segala sisi tubuhnya. Di susul dengan tubuhnya yang hangus karena tidak sanggup untuk melawan tegangan besar tersebut.


Prajurit tersebut kemudian melompat ke depan, lebih tepatnya saat ini berdiri di antara Zeno dan Turse yang menutup matanya menggunakan lengan, karena mereka benar-benar ngeri dengan kekuatan petir milik prajurit tersebut yang berhasil mengalahkan Ant dalam sekejap.


Alih-alih menyerang prajurit tersebut, justru Zeno tersenyum puas di saat dia tahu siapa prajurit yang datang. Tentu saja, dia bukan asli prajurit milik kekaisaran Ampera, melainkan Uron yang menjalankan tugas sebagai seorang mata-mata di Ampera empire.


Kaisar Hang memuntahkan seteguk darah dan tubuhnya menjadi lemas setelah sebagian dari jiwanya, atau beastnya dibunuh setelah beberapa detik dia keluarkan. Tentu saja, jubah cahaya yang melapisi tubuhnya langsung hilang dengan matanya yang kembali normal. Namun, Hang tidak menyerah, dia memaksa dirinya untuk kuat agar bisa membunuh Zeno. Selain itu, dia juga tidak menyangka bahwa ada salah satu prajurit kekaisarannya bersekongkol dengan musuh.


“Pengkhianat! Hukuman mati benar-benar cocok denganmu.”


“Pengkhianat?” Uron mengangkat alisnya sebelum melanjutkan ucapannya, “Tidak tidak, aku bukan asli seorang prajurit di sini. Aku hanya seorang pengawal tuan Zeno.”


“Tidak masalah. Lagipula, aku yang menahanmu agar kau tidak marah besar waktu itu.” Jawab Turse.


Zeno melangkahkan kakinya ke depan, menghampiri Hang yang terengah-engah dengan sisa darah yang menetes dari bibirnya. Kemudian tanpa ragu, dengan kecepatan kilat dia langsung berada di hadapan Hang untuk mengayunkan pedangnya secara Horizontal tepat di leher Hang.


Akan tetapi, tiba-tiba sebuah kilatan cahaya muncul di samping Zeno dan membuat Zeno terpaksa untuk menjaga jarak dan melompat ke belakang. Sangat terpaksa dia harus mengurungkan niatnya terlebih dahulu untuk membunuh Hang dalam sekejap, karena sepertinya ada sebuah pengganggu yang muncul yang membuat Zeno menggertakkan giginya.


“Tuan, sebaiknya Anda pergi terlebih dahulu untuk mengamankan diri Anda. Aku akan mempertaruhkan hidupku melawan mereka bertiga agar Anda bisa lari.” Kata seseorang yang dekat dengan kaisar Hang, atau istilahnya adalah seorang tangan kanan.

__ADS_1


Kaisar Hang mengangguk, kemudian dia beranjak pergi dan memilih untuk menyelamatkan nyawanya yang sudah berada di ujung tanduk.


Zeno yang melihatnya tidak membiarkan hal tersebut terjadi, kemudian dia mengejar kaisar Hang dengan cepat. Namun sayangnya, dengan cepat pula tangan kanan Hang sudah berada di depan Zeno dan menghalangi jalannya.


Di sisi lain, Turse sudah menambakkan dua anak panah yang di tembakkan secara bergiliran. Satu kepada kaisar Hang, sedangkan yang satunya kepada tangan kanan Hang yang berusaha untuk menghadang Zeno.


Sedangkan Uron, dia langsung bergerak secepat kilat untuk menyerang tangan kanan Hang dalam. Sehingga sebuah pukulan berpetir berhasil mengenai wajah tangan kanan Hang dengan kuat. Kemudian di susul oleh sebuah anak panah milik Turse yang berhasil mengenai jantung tangan kanan tersebut.


Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Zeno berlari ke arah Hang serta menyusul anak panah milik Turse yang juga melesat ke arah Hang. Akan tetapi, lagi-lagi menciptakan sebuah kubah cahaya yang mengharuskan Zeno menghentikan langkahnya dan meloncat ke belakang dengan jarak yang sedikit jauh.


Walaupun begitu, dia masih bisa terlempar karena terkena gelombang kejut tersebut. tidak mau menyerah, dia langsung berdiri dan mengejar Hang yang sedang berlari kembali setelah mengeluarkan teknik ledakan cahaya.


Kali ini langkah Hang tidak terlalu cepat seperti tadi. Hal tersebut membuat Zeno tersenyum lebar sambil mengulurkan tangannya ke depan. “Air: penjara air.”


Seketika sebuah aliran deras muncul begitu cepat dan membuat Hang terlempar ke atas karena aliran deras tersebut. Kemudian, Hang masuk ke dalam aliran tersebut setelah Zeno menurunkan aliran air ke bawah dengan begitu cepat.


“Membeku.” Zeno mengepalkan tangannya yang kemudian di susul dengan aliran air yang mana Hang di dalamnya langsung membeku. Tidak hanya itu saja, Zeno kemudian berlari secepat kilat ke arah es beku tersebut sambil mengayunkan pedangnya tepat pada Hang yang membeku di dalamnya.


Memang, aliran beku itu hancur menjadi serpihan es setelah Zeno menebaskan dengan pedangnya. Namun, Alih-alih banjir darah karena Hang terbelah, justru Hang kali ini terbelah dan menjadi sebuah serpihan cahaya yang terbang di bawa angin.

__ADS_1


Tentu saja, Zeno yang melihatnya hanya bisa menggertakkan giginya setelah berhasil dikelabui oleh Hang. “Sialan, hanya sebuah kloningan.”


__ADS_2