Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Pengkhianat


__ADS_3

Kirin tanpa ragu sedikitpun langsung melesat dan masuk ke dalam tubuh Gongnyu dalam. Memanipulasi otak orang lain seperti membuat mimpi adalah sesuatu yang mudah bagi Kirin, bahkan hal itu merupakan kemampuan Kirin yang Zeno sangat butuhkan.


Sebenarnya hal tersebut sanggup membuat hati Drake Soul atau Uron sedikit iri mengenai teknik ilusi yang dapat mengendalikan mimpi seseorang. Namun ia sadar, bukan saatnya kembali bersaing dan adu mulut di saat seperti ini.


*****


Gongnyu terbangun dalam kondisi tubuh terikat di atas kursi. Di hadapan Gongnyu, terdapat seekor banteng yang merupakan seekor beast milik Gongnyu. Tetapi Gongnyu merasakan hal yang aneh, selama hidupnya, banteng miliknya tidak pernah keluar tanpa seizinnya. Selain itu, Gongnyu juga memperhatikan bahwa tidak ada mata banteng itu sama sekali. Hal itu menunjukkan bahwa banteng di hadapanya bukanlah beast milik Gongnyu.


Keanehan mulai terjadi, banteng tanpa bola mata langsung menyeruduk secara brutal. Tentu saja kejadian itu membuat Gongnyu merasakan sakit yang luar biasa, apalagi ia merasa kekuatan banteng di hadapannya berkali-kali lipat, daripada beast miliknya.


“Tuan, segera lepaskan kontrakku atau kau akan tersiksa selama hidupmu?” Kata banteng itu dengan suara yang sangat kasar.


Gongnyu mencoba mengeluarkan sebuah elemen tanah, namun itu tidak bisa. Ia merasa seakan-akan dirinya sudah tidak memiliki elemen lagi dan menjadi manusia tidak normal di dunia ini. Tubuhnya tiba-tiba membeku pasca menyadari ia tidak memliki elemen, ditambah dengan banteng yang terus menyeruduknya membuat tubuhnya merasa mati.


“Tidak ada pilihan lain, lagipula sepertinya elemen ku sudah hilang.” Gongnyu mulai pasrah, lagipula ia sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk mengelak dari serudukan banteng.


“Aku Gong Nyu, memutuskan untuk melepaskan kontrak dengan Beast. Andai aku mati, tidak ada yang mengikutiku untuk mati.” Katanya dengan berteriak begitu keras.


Namun ada yang aneh di sini, perlahan-lahan pandangannya menjadi buram seakan-akan kesadarannya mau menghilang. Namun, seketika ia baru teringat bahwa sebelumnya ia telah menghadapi sebuah kematian karena pertarungan. Gongnyu tersenyum lebar di detik-detik kematiannya, andaikan ia masih hidup, mungkin secepatnya dia akan segera untuk membangkitkan Akram kembal.


“Haha banteng sialan, mungkin kau tahu aku mati, sehingga kau ingin aku melepaskan kontrak. Dasar kau tidak tahu diri.” Gongnyu mencela banteng di hadapannya, walaupun ia tidak terlalu percaya bahwa banteng di hadapannya adalah beastnya.


****


“Gongnyu telah mati, tapi tidak masalah.” Gumam Zeno sambil perlahan menarik kedua tanduk banteng. Lambat laun, tanduk yang ia tarik memunculkan banteng sungguhan yang pada dasarnya itu merupakan milik Gongnyu sendiri.


Karena Gongnyu sudah mati, otomatis Kirin yang berada di pikiran Gongnyu langsung keluar, karena bagaimanapun, terjebak dalam pikiran orang mati bukanlah sesuatu yang bagus.

__ADS_1


“Kirin, Informasi apa yang kau dapat?” Tanya Drake soul.


“Informasi?” Kirin mengerutkan dahinya dalam wujud naganya.


“Dasar kau bodoh! Sepertinya kau tidak menjalankan tuga-“


“Bagus Kirin, setidaknya jika Gongnyu mati, tapi kau berhasil memaksa Gongnyu untuk memutus kontrak dengan beastnya. Dengan begitu kita bisa mencari informasi dengan mudah.” Ucap Kiba sambil memotong pembicaraan Drake Soul.


Drake Soul hanya menggertakkan giginya, lagi-lagi Kirin yang mendapatkan perhatian.


Zeno tidak memedulikan hal itu, apa yang Kirin lakukan memang sepenuhnya tepat, setidaknya jika Gongnyu mati, tapi Kirin berhasil memaksa Gongnyu memutus kontrak dengan beast nya, dengan begitu, beast Gongnyu tidak akan ikut mati.


Mungkin itu yang terjadi pada seluruh pendiri negara, yang mana mereka dengan sukarela memutus kontrak dengan beastnya sebelum mati. Tujuan mereka mungkin agar negara yang mereka dirikan masih tetap aman.


Zeno mengerutkan dahinya setelah memperhatikan bahwa banteng di hadapannya seakan bersujud memberi hormat kepada Zeno.


“Maafkan aku, aku sungguh menyesal telah menjadi bawahan manusia sialan itu. Bagaimana aku berani dengan seseorang yang mempunyai satu beast mulia dan dua roh legenda. Anda bukan tandingan ku.” Kata banteng itu dengan nada sedih.


“Rosh, tetua keluarga Fang.”


Wajah Zeno langsung membeku setelah mengetahui masalah yang terjadi bahwa Rosh telah menjadi penghianat. Tentu saja itu bukanlah berita yang baik, apalagi Rosh berada di lingkungan kekaisaran, bisa saja Rosh beberapa Minggu ini sedang mencari Ice Sword dan Fire Sword.


Zeno langsung memotong salah satu tanduk banteng menggunakan elemen angin. “Ini hukumanmu, dan sekarang kau sudah bebas dari siapapun. Terimakasih informasinya.”


Zeno bergegas dengan menaiki Kiba, bagaimanapun ini merupakan masalah serius yang harus diselesaikan sebelum ia melanjutkan perjalanannya untuk mencari ayahnya.


Selang beberapa lama, hingga akhirnya ia telah sampai di kekaisaran dengan begitu cepat karena menunggangi Kiba.

__ADS_1


Wajahnya begitu tidak bisa tenang dan mencari seseorang untuk mencari tahu dimana Rosh.


“Zeno, apa yang terjadi, kenapa kau begitu tergesa-gesa?” Kata kakeknya yang kebetulan lewat dab memperhatikan Zeno.


“Rosh, dimana manusia sialan itu!” Teriak Zeno.


“Zeno jaga ucapanmu, di mana sopan santunmu kepada yang lebih tua.” Sahut Fang Yoshi.


“Maafkan aku kakek, tapi masalahnya, saat aku mengalahkan Gongnyu, Rosh merupakan sekutunya.”


Fang Yoshi terkejut dengan apa yang Zeno katakan, ia benar-benar tidak menyangka bahwa salah satu keluarganya telah berkhianat. Tapi Fang Yoshi tidak langsung percaya semudah itu, sehingga ia mengerutkan dahinya kepada Zeno.


“Apakah anda tidak percaya? Begini saja, apakah dalam satu Minggu ini Rosh memiliki keanehan? Seperti telat dalam pertemuan serius?”


Fang Yosh memegang dagunya, apa yang cucunya katakan sepenuhnya benar bahwa Fang Rosh akhir-akhir ini memang memiliki keanehan, seperti saat membahas buronan Gongnyu, Fang Rosh tidak terlalu serius menanggapi.


Hal tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa Rosh memang benar-benar berkhianat, apalagi Rosh selalu menanyakan bagaimana kondisi Ice dan Fire Sword kepada Fang Yoshi.


“Ikuti aku!”


Fang Yoshi kemudian mengajak Zeno menuju ruangan dimana Ice dan Fire Sword disembunyikan, karena ia merasa ada yang janggal ditambah mereka ingin memastikan bahwa Ice dan Fire Sword masih berada di tempatnya.


Tetapi sesampainya di sana, Fang Yoshi melihat bahwa dua prajurit penjaga ruangan rahasia telah terbunuh secara mengenaskan. Hal itu tentu saja membuat Fang Yoshi menjadi murka.


“Siapa yang melakukan ini? Atau jangan-jangan apa yang Zeno kira itu ternyata bena.” Sambungnya sambil memasang wajah marah.


“Hanya ada satu jawaban jika kita ingin tahu.” Kata Zeno sambil membuka perlahan pintu ruangan itu, karena ia merasa bahwa perlakuannya masih berada di dalam ruangan.

__ADS_1


Baik Zeno maupun Fang Yoshi, keduanya tidak lagi terkejut setelah pintu ruangan itu terbuka. Karena mereka berdua telah merasa bahwa pelakunya dari tadi memanglah orang itu.


“Kebetulan sekali, kita bertemu di sini tetua


__ADS_2