Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Mengakhiri para penyusup dengan cepat


__ADS_3

“Tampaknya ini sangat berbahaya.” Turse langsung keluar dari ruangan panahan tersebut dan segera mencari laksamana Mahaa. Pasalnya, dia tidak tahu, dari 400 kapal yang mereka bawa ada penyusup atau tidak? Tampaknya, pasukan armada kapal kali ini cukup lengah dan benar-benar mengecewakan kaisar, karena sebelumnya mereka tidak melakukan sebuah pengecekan terlebih dahulu.


“Nona ada apa? Aku mendengar suara keributan di ruangan khususmu?” Beberapa prajurit yang mengenakan jubah assassin kekaisaran datang dengan tergesa-gesa menghampiri Turse yang tergesa-gesa pula.


Turse langsung berhenti sambil berkata, “Aku sedang berhadapan dengan penyusup di ruangan khususku. Buang jasadnya ke tengah laut, selain itu, apabila ada sesuatu yang mencurigakan jangan ragu untuk melawan. Kalian adalah Assassin, tentunya bisa menebak mana musuh mana bukan melalui pergerakannya. Kalian mengerti!”


Para prajurit tersebut sambil memandangi satu sama lain di saat nona Turse memberi sebuah berita buruk bahwa dia baru saja berhadapan dengan seorang penyusup. Kemudian, salah satu dari prajurit tersebut angkat bicara, “Tentunya tidak hanya satu penyusup, karena orang tersebut tidak akan berani menyusup di kapal ini sendirian. Nona, terima kasih telah memperingatkan kami.”


Para prajurit itu langsung beranjak pergi untuk menuju ruangan khusus Turse untuk membuang mayat seorang penyusup. Kemudian dilanjutkan untuk mengabari para prajurit lain untuk meningkatkan kewaspadaan dan juga keamanan agar laksamana dan orang-orang paling penting kaisar bisa aman di kapal ini.


Turse, dia langsung mendobrak pintu ruangan yang merupakan tempat laksamana Mahaa. Kenapa dia mendobraknya? Pasalnya, sesuai apa yang dia pikirkan bahwa tidak hanya satu penyusup yang ada di kapalnya. Tentu saja, saat dia mendekat ke ruangan laksamana, dia mendengar suara sebuah pertarungan yang membuatnya tidak tahan untuk membantu laksamana Mahaa.


“Laksamana!” Turse berteriak saat pintu yang terbuat dari es pecah menjadi serpihan es berkeping-keping. Napasnya menjadi tidak beraturan karena dia benar-benar tergesa-gesa untuk menuju ke sini.


“Syukurlah.” Napas Turse yang sebelumnya tidak beraturan, kini dia bernapas dengan sangat lega saat melihat laksamana Mahaa membunuh seseorang yang tampak sangat asing di matanya. Terlihat juga tidak memiliki darah benua Artrik sama sekali yang membuat Turse yakin bahwa seseorang yang terbaring adalah penyusup.


Namun, apa yang membuatnya sedikit menyesal karena terlambat, ada luka yang cukup parah pada luka bagian mata kanan laksamana, sehingga Laksamana terlihat menutup matanya sebelah untuk menahan rasa sakit serta darah yang menetes.


Spontan, Turse langsung mencari sebuah kain untuk membalut mata laksamana yang terluka agar darah tidak terus menetes di atas lantai es. Selain itu, Turse juga mencoba untuk tetap tenang dan tidak membuat kegaduhan. Intinya, sudah memberitahu beberapa pasukan bahwa ada penyusup itu adalah hal yang cukup dan membuat dirinya sedikit lebih tenang.

__ADS_1


“Laksamana, ini cukup berbahaya. Apa yang harus kita lakukan?” Ucap Turse sambil membalut sebuah kain di sebagian kepala laksamana agar darah dari matanya tidak menetes.


“Para prajurit khusus yang sedang menjaga ruanganku sudah aku beritahu untuk bersiaga, karena ada penyusup. Sebelumnya ini benar-benar licik, mereka berpakaian seperti para assassin kekaisaran.” Laksamana mencoba merapatkan kain yang menutup mata kanannya. Tampaknya, mulai hari ini, dia hanya akan bisa melihat menggunakan salah satu matanya saja.


“Tetapi pergerakan mereka dan nada suaranya sangat mudah dikenali. Aku juga baru saja berhadapan dengannya.”


“Benarkah? Tampaknya ini sangat berbahaya!” Sahut laksamana Mahaa.


“Laksamana! Salah satu kapal bermasalah, ada sebuah pertarungan di atas kapal tersebut!” Salah satu kru kapal tiba-tiba masuk ke dalam ruangan laksamana dengan nada suara yang tampak panik.


“Sudah kuduga. Kita harus segera untuk bertindak menyelesaikan masalah yang begitu serius ini.” Laksamana dan Turse langsung menuju geladak kapal untuk melihat kapal mana yang bermasalah karena sebuah pertarungan yang cukup serius. Masalahnya, mereka harus segera menyelesaikan permasalah tersebut agar armada kapal ini tidak hancur dengan begitu mudah.


Tepat di geladak, puluhan pasukan khusus yang ada di kapal ini langsung meloncat dari kapal satu ke kapal lain untuk menyelesaikan sebuah masalah serius yang terjadi pada sebuah kapal. Yang mana, ada salah satu kapal yang terjadi sebuah pertarungan yang cukup besar antara para pemanah es dengan para penyusup yang tiba-tiba muncul entah dari mana.


“Invisible kapal bayangan!” Kirin dan Uron langsung berubah menjadi seekor naga dan melompat dari geladak kapal untuk melakukan sesuatu yang mengejutkan.


Hal tersebut tentu saja membuat Turse dan laksamana kaget mengenai apa yang diucapkan oleh Kirin, begitupun dengan Nora dan Selena yang baru datang karena ada beberapa prajurit khusus yang mengumumkan ada pasukan penyusup yang menyerang kapal dengan diam-siam.


“Invisible kapal bayangan?” Turse bertanya-tanya mengenai hal tersebut. Penasaran, dia memandang kemana Kirin dan Uron pergi. Namun, apa yang aneh bagi Turse, Kirin dan Uron melesat dengan cepat ke arah sebuah air laut yang di atasnya tidak ada kapal milik Glacies. Dan, yang mana itu terletak sangat dekat dengan kapal yang bermasalah.

__ADS_1


Siapa yang menyangka, ketika Kirin dan Uron menyambar sebuah ruang kosong, tiba-tiba sepuluh buah kapal muncul yang mana sebelumnya terbentuk dari sebuah bayangan yang kemudian semakin berwujud kapal.


“Pantas saja, ada banyak penyusup. Masalahnya ada sepuluh kapal perang tak terlihat milik asing yang mengikuti kita semenjak awal perjalanan. Benar-benar cukup pintar, mereka pasti mengikuti dari pesisir benua Artrik karena sebelumnya mereka mencuri ratusan baju pasukan khusus. Dan mereka melakukan aksinya ketika armada ini jauh dari benua lain.” Laksamana berpikir sejenak sambil menciptakan sebuah kristal es berukuran raksasa yang mengarah ke salah satu kapal bayangan. Yang mana, kapal bayangan lainnya sedang di urus oleh Kirin dan Uron.


“Bagaimana Kirin dan Uron bisa tahu ketika ada invisible kapal bayangan?” Turse mengerutkan dahinya karena begitu penasaran. Selain itu, dia juga menarik sebuah anak panah yang muncul saat dia menarik tali busurnya.


“Mungkin karena dia melihat ada seseorang yang mengenakan pakaian pasukan khusus tiba-tiba muncul dari udara. Padahal orang tersebut keluar dari invisible kapal bayangan.” Ucap laksamana sambil melepaskan kristal es yang besar miliknya.


....


“Penyusup rendahan!” Kata Uron sambil menyambar kapal yang sebelumnya tak terlihat itu menggunakan petir secara brutal. Sehingga, bisa dibilang kapal tersebut perlahan hancur. Namun disisi lain, banyak penyusup yang melancarkan sebuah elemen kegelapan ke arah Kirin dan juga Uron.


“Buumm!!” Salah satu kapal milik musuh langsung meledak saat Uron menyambarnya secara berulang kali hingga hancur. Kemudian disusul salah satu kapal yang tiba-tiba akan tenggelam saat bagian bawah kapal hancur karena terbentur sebuah bongkahan es yang cukup besar.


Mungkin seluruh penyusup yang berada di kapal tenggelam tersebut memilih untuk melompat ke laut dan berenang. Namun, siapa yang menyangka, bahwa kesialan terjadi pada mereka yang membuat mereka menemui sebuah ajal, tentu saja itu terjadi karena ribuan anak panah yang dilepaskan oleh Turse.


Tidak hanya itu saja, seketika sebuah tornado yang cukup besar menghantam kapal musuh itu dengan sangat mudah. Namun anehnya, kapal-kapal milik kekaisaran yang berada di dekat tornado tersebut tidak hancur seperti milik kapal musuh.


“Seumur hidupku aku baru kali ini melihatmu berguna, penyihir.” Turse melirik ke arah Nora yang sedang memainkan tangannya sambil memperhatikan tornado yang cukup besar tersebut.

__ADS_1


“Fokuslah kepada para musuh yang memilih untuk melompat ke laut daripada mencibirku.” Kata Nora yang terlihat begitu serius. Mungkin karena dia mengeluarkan kemampuannya, dia memilih untuk berkonsentrasi daripada bersifat kekanakan di hadapan Turse.


“Kirin, Uron! Bawa satu penyusup secara hidup-hidup!” Teriak laksamana Mahaa dengan begitu keras.


__ADS_2