
Baik itu Kiba dan Selena terkejut, pasalnya Zeno seperti menyerap sesuatu seperti beberapa energi yang berbeda warna. Selain itu, udara dingin dari barat menuju arah Zeno, tidak hanya itu saja, petir tiba-tiba menggelegar dan ingin menyambar Zeno begitu dahsyat.
Selena langsung melompat karena tidak ingin sesuatu yang terjadi pada dirinya, tapi dia berteriak histeris saat petir tersebut menyambar Zeno. Namun anehnya, Zeno masih berdiri tegak setelah tersambar petir. Hal itu cukup membuat orang di sekitar terkejut, bahkan Turse, Atsuba dan Elderic harus menghentikan pertarungannya karena melihat sesuatu yang janggal dari Zeno.
“Apa yang terjadi?” Selena sedikit kebingungan karena melihat kondisi Zeno yang signifikan.
Pasalnya, mata Zeno berubah menjadi merah bercahaya dengan memegang sebuah pedang yang dilapisi oleh elemen petir berwarna merah dengan suara menyengatnya yang begitu khas.
“Kiba, bagaimana dengan penggabungan? Apakah jadi?” Zeno berkata dengan begitu dingin, wajahnya tampak begitu mengerikan saat menatap Kiba.
“Elemen legendaris itu muncul lagi.” Kiba juga begitu terkejut saat Zeno mengeluarkan sebuah petir merah yang melekat di Ice Sword.
“Jika tuan menghendaki, maka kita bisa bergabung..” Kata Kiba.
Zeno mengangguk, dia menyetujui bahwa dia akan bergabung dengan Kiba. Lagi pula, dia tidak ingin mengulur-ulur waktu untuk meratakan semua musuh, apalagi setelah dirinya mengeluarkan sebuah elemen legendaris tanpa sengaja, maka kekuatannya akan meningkat ratusan kali lipat.
“Izin disetujui.”
Seketika Kiba berubah menjadi sebuah cahaya yang melesat dan masuk ke dalam tubuh Zeno.
Ini sudah yang kedua kalinya, Zeno merasakan bahwa di dalam tubuhnya terdapat sebuah angin yang berputar-putar. Selain itu, dia juga merasakan bahwa tubuhnya berubah menjadi sangat berbeda dari wujud aslinya. Yang mana saat ini, gigi taringnya memanjang dengan badan yang sama persis seperti sebuah harimau putih.
Selain itu, Zeno juga memunculkan sebuah ekor sama seperti harimau lainnya. Mungkin perbedaanya tentang wujud kepalanya yang masih sama seperti biasanya, serta Zeno berdiri tidak seperti harimau pada umumnya, melainkan manusia pada umumnya.
“Aku merasakan sesuatu yang luar biasa pada tubuhku.” Zeno memandangi tangannya yang berubah seperti kaki harimau dengan kuku yang tajam.
__ADS_1
“Gerakan kilat. Kemampuan hewan buas, taktik berburu.” Zeno melesat ke arah Elderic yang menatap kosong perubahan Zeno. dia juga sama terkejutnya dan tidak menyadari bahwa Zeno bergerak ke arah dirinya yang meninggalkan jejak petir berwarna merah.
Segera menyadari, Elderic langsung mengangkat pedangnya dan akan menebas musuh barunya yang melesat secepat kilat.
Namun sayangnya, Elderic terlempar begitu jauh dengan pedang yang dia lapisi kegelapan patah. Dia begitu tidak percaya bahwa pedang yang dilapisi sebuah kegelapan patah dengan sangat mudah.
“Teknik berpedang, elemen petir, gerakan kilat.” Zeno yang baru saja menginjakkan kakinya di atas tanah, dia langsung bergerak kembali ke arah Elderic dengan begitu cepat. Sepertinya Zeno memakai cara Danze, yang mana dirinya tidak memberikan napas untuk musuhnya.
“Perisai kegelapan.”
Sebuah perisai muncul di hadapan Elderic yang mana untuk melindungi diri dari Zeno yang melesat. Namun siapa yang menyangka, bahwa perisai tersebut sangat mudah di hancurkan dengan tebasan elemen petir berwarna ungu.
“Tidak mungkin.” Lagi-lagi Elderic tidak percaya.
Elderic berteriak begitu kesakitan, musuhnya benar-benar tidak bisa diremehkan, pasalnya elemen kegelapan sekalipun berhasil ditaklukkan dengan begitu mudah. Selain itu, tangan kananya juga terputus dan membuat kemampuannya akan berkurang begitu drastis. Selain itu juga pedangnya juga patah membuat dia tidak bisa menyalurkan elemen racun ke musuh. Hal itu membuatnya merasa sangat dirugikan.
Tidak ingin kalah, Elderic mengeluarkan sebuah bola kegelapan dari tangan kirinya untuk dilemparkan Zeno yang berhada di hadapannya, bagaimanapun dia sedikit yakin bahwa elemen kegelapan.
Tangan kiri Zeno dilapisi sebuah tanah yang berwarna hitam, seakan habis dibakar hangus oleh sebuah api. Namun jangan salah, elemen tanah hitam merupakan bagian dari elemen legendaris yang baru saja Zeno munculkan secara tiba-tiba. Tangan tersebut kemudian dia gunakan untuk memukul bola legendaris yang akan dilemparkan Elderic dari jarak begitu dekat.
Elderic tertawa, menurutnya sesuatu yang sangat bodoh apabila memukul elemen kegelapan. Tapi tawaan tersebut berubah menjadi senyuman kecut saat melihat elemen kegelapan seketika hancur, selain itu, tangan Zeno yang digunakan untuk memukul elemen kegelapan juga melesat ke arah wajahnya.
“Tidak hentikan!” Elderic berteriak sebelum separuh wajahnya harus hancur apabila dipukul oleh Zeno.
Zeno tersenyum lebar, dia memang sengaja memukul kepala Elderic tidak bagian otaknya, melainkan pada bagian rahang kiri agar Elderic masih bisa hidup dengan menahan rasa sakit yang sangat luar biasa.
__ADS_1
“Ini pelajaran karena telah membunuh ayahku!” Zeno berkata dengan begitu sinis.
Elderic tidak bisa berkata-kata lagi, rahangnya yang hancur membuatnya tidak bisa mengatakan apapaun. Dia tidak menyangka, sebagai pilar terkuat, dia harus menerima kekalahan dengan sangat mudah.
Tidak berhenti begitu saja, Zeno juga memukul kedua kaki Elderic secara membabi buta, hal tersebut membuat Elderic kehilangan kedua kakinya karena hancur akbiat dipukul oleh tangan Zeno yang dilapisi sebuah elemen tanah.
“Masih sebuah pelajaran karena telah membunuh ayahku”
Elderic berteriak kesakitan, matanya melotot dengan darah yang terus mengucur dari kepala bagian bawahnya yang hancur. Dia sebenarnya ingin segera mati, tapi mau bagaimana lagi, Zeno terus menyiksanya secara berulang kali.
Mungkin siapa saja yang melihat, baik itu Selena dan Turse, mereka akan muntah darah karena kondisi Elderic yang benar-benar memprihatinkan. Selain itu, dia tidak pernah melihat Zeno semarah itu, bahkan kekuatannya benar-benar meningkat secara drastis.
“Apa kau tahu, berapa lama aku tidak melihat ayah dan ibuku berkumpul bersama?” Zeno berkata dengan napas yang tidak teratur.
“Lima belas tahun! Dan kau menghancurkannya dengan begitu mudah.” Sambungnya sambil memukul tangan kiri Elderic secara membabi buta, bahkan suara benturan begitu keras hingga tanah bergetar hebat.
Elderic berteriak, tapi teriakan tersebut tidak begitu jelas karena rahang dan mulutnya yang hancur. Mungkin jika mulutnya masih berfungsi, teriakan tersebut akan menggetarkan negara karena rasa sakit yang belum pernah dia alami selama ini.
Selain itu, cara menyiksa Zeno saat ini paling sadis daripada penyiksaan yang dia berikan kepada orang lain. Mungkin dulu penyiksaan paling parah adalah memotong kedua tangannya, namun kali ini, Zeno memukul tangan dan kaki Elderic secara membabi-buta hingga tulangnya rata dengan tanah.
Zeno menghilangkan lapisan tanah di tangan kirinya. Kali ini dia mengangkat Ice Sword yang berada di tangan kanannya.
Ice Sword yang dia pegang, secara membabi buta dan berulang kali di tusuk-tusukkan ke kepala Elderic hingga kepalanya tak terbentuk lagi. Mungkin Elderic sudah kehilangan nyawanya karena puluhan tusukan Ice Sword yang sudah merusak kepalanya.
“Ini hukuman karena kau hampir membunuh ibuku.”
__ADS_1