Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Tugas ratu Kura


__ADS_3

Rangru akhirnya mengiyakan Anmu untuk pergi menghadap ratu, bagaimanapun juga ia sebagai pengikut setia harus tunduk dan patuh pada atasan.


Selena juga ikut menuju kerajaan, penyebabnya sangat sederhana, karena Selena merupakan anak asuh ratu dunia Metpo saat ia berada disini, sehingga tidak salah bahwa semua beast yang ada di sini memanggil Selena sangat hormat dan formal.


Selain itu, Selena juga mengajak Zeno untuk mengikuti dirinya menuju kerajaan dunia Metpo, dengan begitu Zeno pasti akan tercengang kesekian kali dengan kerajaan dunia Metpo.


Perjalanan mereka menuju kerajaan Metpo tidak terlalu memakan waktu yang sangat lama, karena wilayah dunia ini tidak terlalu jauh, mungkin dunia ini seukuran kota di sebuah negara.


Zeno yang baru datang pun kembali tercengang, bagaimana tidak, kerajaan beast sekalipun sangat mirip dengan kerajaan raja kota, dengan gerbang emas serta penjaga yang menjaga gerbang sangat identik dengan kerajaan pada umumnya. Namun perbedaanya, gerbang tersebut tidak dijaga oleh manusia tetapi dua ekor beruang  yang berdiri dengan membawa tombak.


Tanpa masalah, mereka semua memasuki kerajaan tersebut tanpa dihadang oleh dua beruang penjaga, karena para beruang itu tahu apa tujuan mereka. Terlebih lagi mereka mengetahui siapa anak manusia yang berada di antara mereka.


“Rangru menghadap ke yang mulia ratu.”


“Selena, selena telah kembali kepada ratu.”


Zeno hanya berjongkok mengikuti mereka berdua, tetapi Zeno sendiri juga tidak tahu ingin mengucapkan apa, karena Zeno sendiri juga bukan siapa-siapa. Tapi Sebenarnya Zeno sendiri sangat terkejut melihat wujud ratu, dimana wujud tersebut berbentuk seekor kura-kura dengan tongkat di tangannya.


Dia mengira bahwa ratu beast merupakan hewan dengan gigi taring yang tajam, tapi ia membuat kesalahan besar karena salah mengira. Tapi dalam hatinya, ia tidak bisa meremehkan ratu kura-kura sama sekali, karena bagaimanapun juga ia adalah ratu. Tapi entah dihadapan Kiba.


“Selena, sejak kapan kau kembali?” Tanya ratu kepada Selena.


“Beberapa menit yang lalu.” Jawab Selena.


“Dan dia-“ Sekilas Ratu kura-kura menoleh ke arah Zeno, tapi ia tidak bisa 


melanjutkan ucapannya saat melihat siapa di belakang Zeno, lebih tepatnya siapa beast yang menjadi bawahan Zeno.

__ADS_1


“Tuan Byakko, maafkan aku. Aku telah melakukan kesalahan karena membuat tuan anda berlutut di depanku.” Sahut ratu kura yang tiba-tiba bersujud di depan Zeno.


“Tidak, jangan dipermasalahkan, lagipula jika tuan tidak mempermasalahkan, maka aku juga tidak mempermasalahkan.” Suara yang sangat besar keluar dari tubuh Zeno, membuat ratu maupun Rangru menjadi kaget dengan keberadaan sosok di dalam Zeno.


Berbeda dengan Selena dan Zeno, mereka justru tidak kaget dengan suara yang keluar dari tubuh Zeno, apa yang kagetkan adalah, melihat sang ratu sujud di hadapan Zeno.


“Baik, terima kasih atas kebaikan anda.”


“Satu lagi, namaku kini bukan Byakko, tuanku Zen memanggilku dengan sebutan Kiba.” Ucap Kiba dalam diri Zeno.


“Aku mengerti Tuan Kiba.”


Ratu kura seketika langsung berdiri saat Kiba tidak mempermasalahkannya, tetapi sayangnya ia masih sangat tidak enak hati apabila Zen sebagai tuan Kiba masih berlutut di hadapannya, tidak seharusnya tuan dari beast penjaga mata angin berlutut pada Ratu Kura yang menganggap diri sendiri rendahan.


Ditambah lagi ia masih sangat terkejut, kemungkinan Zen sebagai tuan Kiba menjadi orang pilihan, karena tidak mungkin Beast seperti Kiba mau menjadi bawahan dari sembarang orang, dan pastinya Zen adalah orang yang sangat istimewa.


“Berdirilah kalian semua, berdirilah tuan Zen.” Ucap ratu Kura yang menaruh hormat kepada Zeno.


“Tidak, sekarang aku akan memperlakukan anda sebagai tamu kehormatan kami tuan Zen.”


“Ratu, mengapa anda rela bersujud kepada dia?” Tanya Rangru begitu penasaran.


Ratu Kura yang mendengar itu langsung menjulurkan tongkatnya ke arah Rangru, seketika bola angin dari ujung tongkat melesat dengan cepat ke arah Rangru. “Jaga ucapanmu, apa kau tidak tahu siapa dia? Dia adalah pemilik beast salah satu penjaga arah mata angin, Byakko, yang kini berubah nama menjadi Kiba.”


“Aku, aku minta maaf atas kesalahanku.” Rangru menundukkan kepalanya sambil memegangi perutnya yang merasa kesakitan karena terkena serangan ratu Kura.


Rangru sedikit terkejut saat tahu bahwa anak manusia di dekatnya memiliki beast penguasa mata angin arah barat yang telah menjadi legenda turun temurun oleh seluruh beast, tapi siapa sangka, beast tersebut sedang berada di dekat Rangru.

__ADS_1


Sebelumnya ia sangat meremehkan Zeno sebagai orang baru, tetapi setelah mendengar siapa sebenarnya Zen, ia berjanji akan menjadi lebih hormat agar sang Byakko tidak murka, dengan memiliki beast seperti Byakko atau Kiba, kemungkinan Zeno menurut Rangru bukanlah orang sembarangan.


"Yang mulia ratu, ada gerangan apa anda memanggilku ke sini?" Sebelumnya Rangru teringat, mengapa ia ada disini.


"Oh iya aku lupa, aku menyuruhmu untuk mencari tahu, ada beberapa penyusup dari hutan elemental beranda disini. Bawa mereka hidup-hidup." Ratu Kura menjelaskan.


"Aku mengerti yang mulia." Jawab Rangru.


"Penyusup?" Kata lirih Zeno.


"Benar tuan, beberapa penyusup dari hutan elemental beast sangat meresahkan, yang aku takutkan mereka akan merusak dunia Metpo." Ratu Kura tidak sengaja ucapan lirih Zeno.


"Izinkan aku ikut mencarinya ratu." Sahut Selena.


Ratu Kura hanya menggelengkan kepalanya, ia tidak bisa mengizinkan anak asuhnya itu untuk ikut mencari penyusup. "Selena, dan tuan Zeno, kalian akan tetap disini sebagai tamu kehormatan ku." 


Ada satu penyebab lagi mengapa ratu Kura tidak bisa mengizinkan Selena untuk ikut bersama Rangru mencari penyusup, karena ia tahu persis bahwa Selena tidak memiliki elemen yang membuatnya mungkin akan kesulitan melawan para penyusup.


Untuk Zen sendiri, Ratu Kura tidak bisa mengizinkannya, karena Beast Kiba yang ada di diri Zen tidak perlu untuk ikut mencari para sampah, karena beast mulia seperti Kiba sudah seharusnya untuk duduk sambil menikmati hidangan.


Zeno hanya bisa mengangguk menuruti permintaan ratu Kura. Lagipula ia juga tidak keberatan untuk menjadi tamu kehormatan dadakan tanpa diundang sekalipun.


Padahal ia ingin sekali untuk ikut bersama Rangru untuk mencari penyusup itu, karena apabila ia ikut, maka Zeno bisa berkeliling di dunia ini lebih luas.


"Kura, Izinkan tuanku untuk mencari penyusup bersama bawahanmu itu." Tiba-tiba Kiba berbicara seperti itu setelah mengetahui suara hati tuannya yaitu Zeno.


Ratu Kura tidak bisa berkata lagi, ia lebih memilih untuk menuruti permintaan Kiba agar tuannya bisa mencari penyusup bersama Rangru. Padahal, ratu Kura berharap Zen lebih lama lagi disini untuk menjadi tamu kehormatan dunia Metpo.

__ADS_1


"Kiba, sepertinya kau tahu suara hatiku." Gumam Zeno sambil tersenyum kecil.


 


__ADS_2