Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Pertarungan Laksamana


__ADS_3

Kedua armada kapal saling bertempur menembakkan masing-masing elemen mereka. Namun, yang paling diuntungkan dan menang banyak kali ini adalah armada perang milik Glacies. Pasalnya, jumlah kapal yang sangat banyak dibandingkan dengan Mare yang jumlahnya sedikit karena hancur di awal penyerangan tadi. Selain itu, para pemanah yang masing-masing kapal ada ratusan orang, mereka juga menembakkan panah secara berulang kali ke atas yang pada akhirnya menghujani pasukan musuh yang berada di atas.


“Laksamana! Seperempat dari armada kapal kekaisaran hancur dari awal pertempuran, sedangkan sekarang kita benar-benar kalah jumlah. Terlebih lagi ada para pemanah yang merepotkan di antara mereka!” Kata salah seorang prajurit Mare Enbarum yang berteriak panik.


“Diam! Sebaiknya kau mengeluarkan elementalmu untuk melindungi dirimu sendiri dari panah.” Laksamana Izar, yang merupakan komandan angkatan laut Mare Enbarum berteriak memarahi para pasukannya.


Dia juga menggertakkan giginya saat tahu bahwa pertahanan perairan Mare Enbarum sangatlah lemah. Selain itu, kali ini dia juga sangat kerepotan dengan ribuan anak panah yang menghujani dirinya dan akan menghancurkan kapal. Karena, anak panah tersebut terbuat dari es, sehingga anak panah yang menancap di bagian kapal akan membekukan bagian tersebut, kemudian akan hancur setelah terkena anak panah selanjutnya.


Dia juga tidak sempat untuk mengeluarkan sebuah elemen kegelapan. Karena dia tahu, bahwa elemen seperti itu sangat unggul dalam jarak menengah. Sedangkan es, elemen tersebut benar-benar sangat unggul dari jarak dekat maupun jauh, tergantung penggunanya. Masalahnya, elementalist es yang mereka hadapi adalah para pemanah yang sangat unggul dari jarak jauh. Sehingga dia juga kesulitan untuk melakukan sebuah serangan balasan.


“Keparat!” Izar sang laksamana langsung meloncat dari kapal, mendarat di atas sebuah permukaan es yang sebelumnya merupakan lautan yang dibekukan oleh Zeno. Selain itu, dengan penuh gaya, dia juga menarik pedangnya dan berniat untuk menyerang kapal utama armada kapal Glacies dari jarak yang begitu dekat.


“Langkah bayangan!” Dengan sangat cepat, dia sudah berada di bawah kapal utama atau kapal es. Kemudian, dengan melapisi pedangnya menggunakan sebuah elemen kegelapan yang pekat, dia menebas bagian kapal bawah itu dengan sangat penuh tenaga.


“Jangan berpikir untuk menghancurkan kapalku!” Laksamana Mahaa tiba-tiba meloncat tepat dari atas laksamana Izar sambil memunculkan sebuah pedang yang terbuat dari es. Tidak hanya itu saja, bahkan laksamana Mahaa juga memposisikan pedangnya agar bisa menusuk Izar.

__ADS_1


Namun sayangnya, Izar langsung menghadap ke atas dan mengurungkan niatnya untuk menghancurkan kapal es. Karena apa yang lebih penting sekarang adalah nyawanya dari serangan yang begitu tiba-tiba.


“Tang!!” Pedang laksamana Mahaa dan juga Izar, keduanya berbenturan dengan sangat begitu keras. Namun sangat disayangkan sekali bahwa pedang Mahaa yang terbuat dari es harus patah dan membuat dirinya terlempar setelah berhadapan dengan Izar yang dilapisi oleh sebuah kegelapan.


Kemudian, tanpa berpikir panjang, Izar langsung bergerak cepat ke arah laksamana sambil memposisikan pedang yang terlapisi oleh sebuah kegelapan untuk membunuh Mahaa secara langsung. Dengan begitu sombong, Izar berteriak, “Akan ku hancurkan matamu yang sebelah!”


“Ini adalah permukaan es, jadi ini sangat diuntungkan bagiku!” Mahaa mengangkat tangannya secara perlahan-lahan, sehingga sebuah kristal es muncul dari permukaan es dan tertembak ke atas dengan sangat cepat.


Namun, Izar tidak mau kalah hanya karena itu. Meskipun es yang dia pijak mengeluarkan kristal es yang tertembak ke atas, dia langsung meloncat dan mengayunkan pedangnya dengan cepat secara vertikal dan juga horizontal, sehingga elemen kegelapan tersebut keluar dan menghancurkan kristal yang ada di bawahnya, lebih tepatnya yang mengarah kepadanya.


Sayangnya, Izar sangat lincah, sehingga dia berhasil menghindari kristal es yang siap menghujani dirinya. Kemudian, dalam sekali melangkah, dia bergerak bagaikan sebuah bayangan yang begitu cepat, lebih tepatnya dia sudah berada di depan mata Mahaa, yang mana ujung pedang Izar siap dihunuskan ke arah mata kiri Mahaa.


“Ice Golem!” Tepat beberapa inci mata kiri Mahaa tertusuk sebilah pedang, tiba-tiba golem es muncul tepat dari tempat pijakan laksamana Izar. Hal tersebut membuat laksamana Izar terangkat ke atas, lebih tepatnya dia terlempar ke atas karena golem yang muncul secara tiba-tiba.


“Apa kau pikir, dengan adanya teknik rendahan seperti itu, aku akan kalah?” Laksamana Izar berbalik badan di udara dan menghadap ke bawah, kemudian dia menarik pedangnya yang mana pedang tersebut masih terlapisi oleh elemen kegelapan.

__ADS_1


“Tebasan kegelapan, roda bayangan!” Izar mengayunkan pedangnya ke bawah, sehingga memunculkan sebuah bayangan hitam yang membentuk sebuah roda yang berputar dengan begitu cepat. Kemudian dengan begitu mudah, menghancurkan golem es yang siap menghantamnya dengan menggunakan kepalan tangan.


Seperti yang Mahaa duga, walaupun golemnya sempat mendorong tangannya untuk menghantam Izar, tetapi masih tetap kalah teknik dengan Izar. Apalagi dia sadar diri bahwa elemen kegelapan merupakan elemen tingkat kedua terkuat yang jauh melebihi es. Sehingga, mungkin dia agak kerepotan menghadapinya kali ini.


Dan, kali ini Izar juga berada di atas Mahaa dan meluncur dengan begitu cepat, mau tidak mau, Mahaa harus melompat untuk menghindari serangan tersebut.


Untungnya dia masih sempat untuk melompat sesaat sebelum Izar membentur sebuah permukaan es yang mana es tersebut pecah dan menghasilkan sebuah retakan yang begitu besar. Mungkin akibat teknik Izar yang begitu mengerikan.


Bersamaan dengan itu, Mahaa meloncat dengan begitu sempurna, bahkan dia bisa menyeimbangkan diri untuk berdiri dan berbalik bada untuk mengeluarkan sebuah hawa dingin yang digunakan untuk membekukan Izar.


Sayangnya, tubuh Izar dilapisi oleh sebuah jubah yang sepertinya terbuat dari Zat kegelapan, sehingga dia sama sekali tidak membeku oleh hawa dingin yang baru saja diciptakan oleh Mahaa. Namun yang lebih baik, hawa dingin tersebut tentu saja menciptakan sebuah kabut yang mengaburkan mata, sehingga membuat Izar tidak bisa melihat keadaan sekitar.


“Semua kapal mundur!” Teriak Izar di saat dirinya terjebak di antara kabut dingin yang begitu tebal. Masalahnya, dia mengingat bahwa armada kapalnya tidak akan bisa bertahan lama. Usahanya untuk mendekat ke arah kapal utama kekaisaran Glacies juga hal yang sia-sia karena ada sosok pengganggu. Jika terus memaksa, maka armada kapal perang milik Mare juga akan hancur seutuhnya.


“Apakah kau berpikir bahwa elemen kegelapan paling unggul? Maka dari itu rasakan serangan dariku yang sama sekali tidak berelemen!”

__ADS_1


Refleks, Izar mengangkat pedangnya karena merasakan adanya sebuah serangan yang akan muncul. Dan, yang benar saja, sebuah serangan tiba-tiba muncul yang mana sebuah hunusan pedang muncul dari balik kabut. Sayangnya, hunusan pedang itu membentur pedang Izar yang membuat Izar terdorong ke belakang.


__ADS_2