
“Sebagai seorang prajurit khusus, tentunya kalian tahu banyak tentang pedang ini.”
“Ti-tidak mungkin, bukankah pedang tersebut merupakan milik kaisar Aurrora yang telah diberikan kepada suaminya dua puluh lima tahun yang lalu.” Kata mereka dengan ke tidak penuh percayaan, bagaimanapun Ice Sword merupakan pedang yang sangat hebat, bahkan hal itu menjadi rebutan di benua Artik ini. Tetapi kaisar Aurrora dengan entengnya memberikannya kepada suaminya yang membuat sebuah kontroversi di kalangan masyarakat.
Zeno mengerutkan dahinya, sambil berpikir sejenak, dia juga menatap prajurit penuh ketidak percayaan setelah mendengar apa yang diucapkan prajurit tersebut. “Diberikan kepada suami kaisar Aurrora? Apa mungkin kaisar Aurrora itu-.” Dia tidak melanjutkan ucapannya, pasalnya belasan prajurit yang ada di hadapannya itu bergerak dengan mengangkat pedang menuju ke arah Zeno.
“Walaupun kau mencuri Ice Sword entah darimana. Tapi kami prajurit terbaik bukanlah sebuah pasukan yang takut hal itu. Serang!”
“Sudah kubilang, aku bukan penyihir seperti yang kalian pikirkan! Lagi pula aku mendapatkan Ice Sword ini dari kakekku.” Tegas Zeno.
“Baiklah, akan kutunjukkan kehebatan Ice Sword. Kirin, Uron, kalian lebih baik diam saja.” Sambung Zeno sambil melangkah maju menuju belasan prajurit terbaik.
Taang!!
Suara dentuman pedang beradu di tengah luasnya hamparan es, Zeno tampak lihai menghindari belasan pedang. Bahkan dengan kecepatan yang ia miliki, Zeno berhasil menebas mereka sehingga mengakibatkan sebuah luka yang cukup parah. Sayangnya mereka benar-benar keras kepala, luka parah yang mereka miliki tidak membuat mereka gentar dan mundur untuk menyerah, melainkan masih bersikeras untuk menyerang Zeno.
“The Legendary Ice Sword.” Zeno tersenyum lebar dengan menurunkan pedangnya, kemudian membiarkan seluruh prajurit yang ada di dekatnya untuk menebaskan pedang yang mereka miliki. Tetapi Zeno tidak bodoh untuk melakukan itu, dia memejamkan matanya sambil menancapkan Ice Sword ke tanah. “Nama yang cukup bagus.”
__ADS_1
Seluruh prajurit tiba-tiba terlempar cukup jauh setelah merasakan aura yang sangat mengerikan dari Ice Sword, selain itu, setelah mereka mendarat di tanah, tubuh mereka perlahan-lahan membeku menyisakan kepala yang mengeram kesakitan. Jika Zeno mau, sebenarnya tinggal mengayunkan sebuah pedang, maka kepala mereka akan terputus.
“Apa ini yang dinamakan prajurit terbaik?” Zeno menatap tajam ke arah mereka, kepalanya sedikit terangkat yang membuat sesiapapun yang melihatnya pasti akan menyebutnya sombong. Tetapi Zeno tidak berniat seperti itu, bagaimanapun kesombongan merupakan sesuatu yang dia benci. Jadi tidak mungkin baginya untuk melakukan apa yang dia benci.
Zeno mengangkat Ice Sword yang menancap ke tanah, hal itu membuat seluruh prajurit terbebas dan tidak lagi membeku karena Ice Sword yang sangat mengerikan. Terlihat sangat jelas, bahwa setelah es itu mencair, luka di tubuh mereka terlihat sangat jelas, bahkan baju besi yang mereka kenakan harus remuk karena tebasan Ice Sword.
Tetapi Zeno melihat mereka sama sekali tidak memiliki rasa untuk menyerah, Zeno benar-benar mengakui bahwa pasukan terbaik ini sesuai namanya, tapi hal itu dari segi keberanian dan rasa tidak putus asa. Sedangkan dari segi kekuatan, hal itu sama saja.
“Serang!”
“Air: Tarian naga tahap ketiga.” Ice Sword perlahan dikeliling oleh naga air yang menari dengan sangat lihai.
“Membeku!” Zeno mengulurkan tangannya ke arah naga air yang menyerang prajurit. Hal tersebut mengakibatkan naga air menjadi menjadi sebuah naga es yang kemudian kembali menyerang mereka.
“Ice Meteor!” Salah satu prajurit yang dikejar naga es milik Zeno masih sempat-sempatnya menyerang Zeno menggunakan sebuah teknik yang dia miliki.
Zeno menoleh ke atas saat dirinya merasa ditutupi oleh sebuah bayangan. Wajahnya menjadi sangat suram saat melihat sebuah bola es yang sangat besar jatuh dalam waktu yang sangat dekat, bahkan untuk laripun rasanya juga percuma. Namun Zeno langsung menenangkan diri dan tidak menjadi panik, bagaimanapun menurutnya ini hanyalah sebuah masalah kecil.
__ADS_1
Perlahan-lahan, dirinya ditutupi oleh energi angin yang berputar-putar membentuk sebuah pusaran angin yang melindungi dirinya. Hal tersebut membuat bola es tidak turun karena tekanan angin yang sangat besar, justru pusaran angin yang kencang membentuk sebuah badai dan menghancurkan bola es dengan hitungan detik.
“Ligtning movements.” Zeno bergerak secepat kilat untuk mengakhiri sebuah pertarungan, bagaimanapun dirinya sudah merasa cukup bosan dengan pertarungan yang tidak membuatnya semangat. Dengan ini Zeno bergerak menuju prajurit satu persatu yang sedang melindungi dirinya dari serangan naga es milik Zeno. Namun, nasib buruk menimpa mereka, perut mereka satu persatu membeku karena ulah Zeno yang memukul mereka secepat kilat.
“Kembalilah jika kalian berani, tetapi sepertinya itu tidak mungkin karena kondisi kalian yang sangat memprihatinkan.”
“Ayo Kirin, Uron.”
Apa yang dikatakan Zeno memang benar, kondisi seluruh prajurit yang menyerang Zeno benar-benar memprihatinkan, bahkan perut mereka harus membeku karena pukulan Zeno yang sangat kuat dalam satu pukulan. Selain itu, wajah mereka harus memar karena serangan brutal dari naga es.
Jika bukan karena Zeno yang masih memiliki hati, maka membunuh merupakan sesuatu hal yang sangat mudah, masalahnya orang-orang seperti merek tidak bisa disebut lawan, ataupun disebut kawan juga sulit. Mereka hanyalah orang-orang bodoh yang termakan berita palsu.
Zeno kemudian pergi meninggalkan mereka, bagaimanapun mereka terlihat sudah lemah sehingga tidak mampu untuk bertarung lagi. Sedangkan Zeno, dia benar-benar menatap malas seluruh prajurit yang katanya terbaik, padahal menurut Zeno kemampuan mereka sama saja seperti pasukan biasa.
Di tengah dirinya berjalan, Zeno teringat tentang perkataan para pasukan khusus atau prajurit terbaik tadi, yang mana Ice Sword yang ia pegang merupakan milik kaisar Aurrora. Hal itu menjadi sebuah pertanyaan bagi Zeno, siapa sebenarnya kaisar Aurrora? Jika dipikir-pikir, Zeno bisa menyatakan langsung kaisar Aurrora adalah neneknya, bagaimana tidak, kaisar Aurroa memberikan Ice Sword kepada suaminya, sedangkan Fang Yoshi mendapatkan Ice Sword dari istrinya.
Hal tersebut bertambah niat Zeno untuk menemui kaisar Aurrora, kemungkinan terbesar dia tahu dimana ayahnya. Atau mungkin memang ayahnya saat ini sedang berada di lingkungan kekaisaran.
__ADS_1
“Jika dipikir-pikir, semua masalah ini ada untungnya juga. Dengan adanya masalah ini, aku bisa menemukan informasi dimana ayahku.” Zeno tersenyum bahagia, jika bukan karena Dion Nothan, mungkin saat ini dia sedang kebingungan bagaimana mencari ayahnya di benua yang sangat luas ini.
Mungkin jika Zeno bertemu Dion Nothan lagi, dirinya akan mengucapkan banyak terima kasih. Walaupun dia tahu sendiri bahwa Dion lah yang memberikan berita palsu yang membuatnya sedikit geram.