Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Anda benar-benar kejam


__ADS_3

“Turse, kau terbangun?” Zeno terkejut setelah melihat Turse yang juga terbangun. Pasalnya, Turse sangat sulit untuk dibangunkan saat terkena jeratan kabut yang membuat kantuk tadi. Dan saat ini dia tiba-tiba terbangun dan membantu Zeno menyelesaikan para perompak laut tadi.


“Aku mendengar suara keributan di geladak kapal. Lagi pula saat aku terbangun, aku baru menyadari bahwa ada kabut yang tidak biasa. Dan aku mencoba menyebarkan sebuah racun di antara kabut agar apa yang kupikirkan benar.” Turse menjelaskan.


Zeno tidak bisa berkata-kata lagi dengan kemampuan racun milik Turse. Yang mana dia bisa mengeluarkan sebuah racun yang dapat bergerak di udara. Mungkin jika dirinya yang menghirupnya, tidak menutup kemungkinan bahwa dia juga seperti perompak yang dibuat pingsan oleh Turse. Maka dari itu, Zeno berniat agar lebih berhati-hati kepada Turse, setidaknya dia tidak ingin membuatnya marah.


Tidak lama kemudian, perompak laut yang pingsan akibat racun Turse, memuntahkan seteguk darah di luar kesadarannya. Hal itu membuat Turse terkejut dan hampir ikut muntah setelah melihat apa yan terjadi dengan perompak tersebut. Berbeda dengan Zeno, dia kembali memandangi lautan luas karena sepertinya Skarlos telah mengalahkan beast milik perompak tersebut.


Zeno segera menarik Skarlos sebelum dia naik ke atas kapal. Bagaimanapun, Zeno tidak ingin Turse tahu bahwa dirinya memiliki beast yang sangat mirip dengan beast legenda. Dia juga menarik Kirin dan Uron yang ada di sampingnya.


“Ada empat orang yang tengah pingsan. Dan satu orang yang....” Turse tidak melanjutkan ucapannya, pasalnya dia menatap salah seorang yang sepertinya di balik topeng terdapat pandangannya yang kosong dengan menatap tangannya yang terpotong. Mungkin dia benar-benar syok dan tidak percaya apa yang terjadi. Kondisi orang tersebut tidak lebih disebut setengah mati, karena dikata mati tapi dia masih bernapas, dikata hidup namun dia tidak bergerak.


“Anda benar-benar kejam.” Gumam Turse sambil menggelengkan kepala melihat kondisi salah seorang perompak yang mungkin karena ulah Zeno.


“Turse, ikat mereka!” Zeno memerintah.


Turse mengangguk, kemudian dia mengikat para perompak yang tengah pingsan dalam satu ikatan. Sedangkan yang masih tersadar, lebih tepatnya setengah sadar, dia masih membiarkannya, pasalnya saat ini orang tersebut berada di hadapan Zeno.


“Sudah, apa yang hilang tidak akan bisa dikembalikan. Apa perlu aku menghilangkan yang satunya?” Tanya Zeno.


Tidak ada jawaban dari pria bertopeng itu. Yang ada hanya tatapan kosong dari balik topeng berwarna hitam.

__ADS_1


Merasa geram, Zeno langsung membuka topeng tersebut dan membuangnya ke laut. Benar, tatapan orang tersebut sangat kosong, bahkan sepertinya dia tidak sadar bahwa topeng yang melekat di wajahnya telah menghilang.


“Buggg...!” Suara pukulan terdengar begitu keras, bahkan Turse yang sibuk mengikat empat orang lainnya merasa sangat terkejut.


Benar, Zeno memukul orang tersebut hingga terjatuh. Seketika, orang tersebut langsung berteriak ketakutan melihat Zeno. Bahkan dia menganggap bahwa di hadapannya adalah sosok iblis yang sangat menakutkan.


“Tidak, tolong hentikan!” Pria tersebut memohon.


“Jadi, apa kau mau harta kami? Jika iya, maka aku akan menghilangkan yang satunya. Jika perlu, dua di bawah juga akan kuhilangkan.” Zeno berkata dengan pandangan yang sangat kaku.


“Tidak, jika perlu aku akan memberikan semua hartaku kepadamu. Tapi tolong, lepaskan aku.” Orang tersebut memelas.


“Harta curian kau berikan kepadaku?” Zeno mengangkat alisnya sebelum dia menoleh ke arah Turse dan berkata, “Turse, ikat yang satu ini. Atau jika perlu, lumpuhkan dia terlebih dahulu agar dia tidak menjadi kabut dan kabur.”


Saat ini Zeno pergi meninggalkan Turse yang mengurus para perompak yang semuanya tengah pingsan. Apa yang ia tujukan adalah menuju ruang kemudi kapan yang mana nakhoda atau kapten kapal beserta awaknya tengah tertidur. Sehingga tidak ada yang mengendalikan kapal ini.


“Kapten, bangun!” Zeno menggerakkan tubuh kapten yang tertidur dan bersandar di kursi.


Kapten kapal seketika terbangun, dia baru sadar mengapa dirinya bisa tertidur, padahal seharusnya, sebagai kapten kapal ia tidak boleh tertidur. Apalagi saat ini dia membawa orang-orang penting.


“Tuan, maafkan aku. Entah kenapa aku bisa tertidur.” Kapten tersebut langsung memegang kepalanya dan menyesal karena telah tertidur.

__ADS_1


Namun, Zeno segera menjelaskan bahwa dirinya tertidur akibat elemen kabut yang dimiliki oleh para perompak laut.


Mendengar hal tersebut, kapten kapal segera menghela napas dan berterima kasih kepada Zeno karena telah membangunkannya.


-----


Keesokan harinya, jenderal Zhuo dan Nora telah terbangun dari tidurnya dan naik ke geladak kapal untuk menikmati cahaya pagi. Saat berada di geladak kapal, dua orang tersebut terkejut saat melihat Zeno dan Turse sedang duduk, yang mana di samping mereka terdapat lima orang yang pingsan tubuh mereka terikat.


“Zeno, dia siapa?” Tanya ayah Zeno yang menjadi penasaran. Pasalnya, mereka berlima seperti penumpang gelap yang mana tiba-tiba ada di tengah perjalanan.


“Perompak laut, mereka berlima yang membuat kalian tertidur pulas. Untung saja aku memaksa untuk terbangun dan melawan mereka. Jika tidak, kita akan kehilangan segalanya.” Zeno menjelaskan.


“Syukurlah.” Jenderal Zhuo menghela napas lega. Lagi pula tadi malam, dia merasakan kantuk yang sangat aneh. Ditambah di luar kapal juga terdapat sebuah kabut tebal.


Disisi lain, Zeno melepaskan pakaian berlapisnya, karena saat ini suhu sudah normal, atau kurang lebih sudah jauh dari benua Artrik. Berbeda dengan Turse dan Nora, mereka yang sudah terbiasa beradaptasi di benua Artrik, kini merasa kepanasan walaupun mereka berpakaian yang tidak terlalu tebal.


Tiba-tiba, dua orang yang terikat tiba-tiba terbangun dari pingsannya. Mereka sangat terkejut setelah melihat ada jenderal Zhuo, serta Zeno. Mereka juga mengenal siapa itu Zeno dan Zhuo. Sebenarnya mereka tau bahwa kapal ini mengangkut keluarga kekaisaran, lebih tepatnya terlihat dari kapal yang ditumpangi. Tetapi mereka juga tidak tahu, siapa yang ada di dalam kapal tersebut, mereka mengira kapal ini hanya mengangkut keluarga kekaisaran negara tanah ataupun petir. Namun mereka tidak menyangka bahwa kapal ini mengangkut Zeno dan mantan kaisar negara air, yaitu jenderal Zhuo.


“Apa yang kita akan lakukan kepada mereka?” Tanya Nora yang tidak sabar untuk menghabisi perompak yang sudah sadar.


“Kita akan menyerahkan mereka ke penjara negara tanah. Penjahat laut begini, harus dihukum seberat-beratnya.” Sahut kapten kapal yang tiba-tiba ada di belakang mereka.

__ADS_1


“Tuan Zeno, terima kasih telah mengalahkan mereka. Memang, akhir-akhir ini banyak sekali perompak laut yang berelemen kabut untuk menjarah kapal. Baik itu kapal penumpang, ataupun kapal pribadi milik bangsawan. Yaah, mereka berani sekali menyerang kapal penumpang dari kekaisaran Sout... tidak, maksudku Glacies empire.” Sambungnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


__ADS_2