Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Membersihkan para pengganggu


__ADS_3

Tepat pada malam hari, di kala mereka berdua mau tidak mau harus tidur dalam satu ranjang. Walaupun pada akhirnya salah satu dari mereka juga dipenuhi rasa canggung.


Zeno dan Turse, keduanya sama-sama berusaha untuk tidur. Tapi sekuat tenaga, mereka benar-benar tidak bisa untuk memejamkan matanya dan tertidur pulas. Mungkin karena rasa canggung tersebut.


Rasa canggung hanya dimiliki oleh Turse, sedangkan Zeno tidak bisa tertidur karena terus menerus memikirkan kondisi ibunya. Karena dia merasa tidak pantas menjadi seorang anak yang baik dan gagal melindungi ibunya. Walaupun ibunya masih bisa diselamatkan, tetap saja Zeno merasa terpukul dengan kejadian tersebut. Jika bukan karena dirinya yang mengurus dirinya sendiri saat keluar dari istana yang roboh, dia pasti akan tetap bersama ibunya dan terus melindunginya.


“Tuan, beberapa orang sedang datang ke sini. Dan salah satu dari mereka merupakan seorang pria yang tadi sore menggoda nona Turse.” Kata Kiba, sebagai seorang harimau, tentu saja kemampuan mengendusnya tidak bisa diremehkan.


Mengetahui hal tersebut, Zeno langsung bangkit. Wajahnya nampak begitu tidak santai saat tahu bahwa orang tadi bertindak dan akan mencari masalah dengan dirinya.


Turse yang melihat Zeno, dia juga bangkit dan menanyakan apa yang dikhawatirkan Zeno. “Apa yang terjadi tuan?”


“Ada beberapa orang yang bergerak ke sini, salah satu dari mereka adalah orang yang tadi sore menggodamu.” Zeno menjelaskan.


Mendengar hal tersebut, Turse mengerutkan dahinya. Perbuatan orang tadi membuat dia menjadi sangat kesal dan segera ingin mengakhirinya. Maka dari itu, dia keluar dari ranjang dan mengeluarkan sebuah busur es untuk melawan orang-orang tersebut.


“Tuan kembalilah tertidur. Ini masalahku dengannya, jadi jangan terlalu khawatir dengannya.” Tegas Turse, kemudian dia keluar dari kamar dengan membanting pintu.


Sesuai apa yang dikatakan Zeno, lima orang sedang menuju ke sini dengan salah satu orang yang menggodanya. Mereka berlima juga terkejut saat Turse keluar dengan wajah yang dipenuhi emosi sambil membawa busur panah.


“Dia, bawa dia. Aku tidak sabar menikmati tubuhnya, sedangkan pasangannya, biar aku yang mengurusnya, dan akan kubuktikan bahwa elemen cahaya merupakan elemen terkuat.” Kata pemimpin kelompok tersebut yang menggoda Turse sore tadi.


Seluruh orang selain pemimpin langsung mengangguk dan mendekat ke arah Turse dan menyerangnya, sedangkan pemimpin mereka, dia langsung melangkahkan kakinya dan akan langsung masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Namun, Turse menarik tali busur panahnya dan memunculkan sebuah anak panah. Dengan cepat, dia melepaskan anak panah tersebut kepada pemimpin kelompok yang mengganggunya. Bersamaan dengan itu, empat orang lainnya juga hendak mendaratkan pukulan kepada Turse.


Dengan cepat, Turse meloncat ke belakang sambil melepaskan anak panah yang melesat ke arah kaki salah satu orang yang menyerangnya. Dan dengan cepat pula, anak panah tersebut berubah menjadi es yang membekukan kaki orang tersebut.


Sedangkan pemimpin kelompok yang dari awal akan masuk ke dalam kamar, lengannya hanya tergores anak panah. Mungkin jika dia tidak menghindar, anak panah tersebut akan menancap dadanya.


Pemimpin tersebut langsung marah, dia menggunakan anak panah menjadi senjata yang menyerang Turse. Namun, dari dalam kamar, Zeno keluar dengan cepat sambil menendang kepala orang tersebut.


Pemimpin kelompok yang tersungkur, dia mengulurkan tangannya hendak mengeluarkan elemen cahaya untuk menyerang Zeno. Namun siapa yang menyangka, tidak ada setitik cahaya sama sekali yang keluar.


“Heeeh.” Zeno mengangkat alisnya dan tersenyum lebar, dia sudah tahu sepertinya Turse baru saja memberinya sebuah racun anti elemen kepada pemimpin kelompok tersebut.


“Tunggu, apa? Apa yang terjadi?” Kata orang tersebut begitu kaget, dia menjadi sangat kebingungan saat elemen cahayanya tiba-tiba tidak keluar.


“Katanya kau memiliki elemen terkuat, tapi sekarang kenapa tidak ada elemen yang keluar?” Zeno mengeluarkan empat bola elemen yang dia miliki.


Selain itu, orang tersebut juga sedikit terkejut bahwa Zeno memiliki empat elemen yang berbeda-beda. Yang tentunya, jarang sekali orang memiliki kemampuan tersebut. Orang yang pernah dia temui paling banyak hanya memiliki tiga elemen dasar.


Sedangkan empat orang yang melawan Turse, keempatnya masih menyerang dengan menggunakan fisik. Walaupun semua orang yang melawannya terdapat sebuah anak panah yang menancap di masing-masing tubuh mereka.


Hanya anak panah tersebut, mereka hanya tersenyum dan membuangnya. Mereka hanya menganggap, bahwa luka kecil itu tidak berdampak apapun. Tapi bagi Turse, terkena anak panahnya merupakan kesalahan yang fatal.


“Dari pada kalian bertarung secara fisik. Mengapa kalian tidak menggunakan elemen saja?” Kata Turse sambil bertarung dan menghindari semua pukulan dari empat orang di hadapannya.

__ADS_1


“Kau akan mati. Elemen cahaya bukan tandinganmu yang merupakan pengguna elemen lemah. Lagi pula, pemimpin kami ingin kau di bawa hidup-hidup agar dia bisa menikmati tubuhmu. Walaupun, kami juga akan menikmati tubuhmu setelah pemimpin memakaimu.” Jawab salah satu dari mereka.


“Pemimpin kalian? Sekali-kali lihatlah ke belakang, karena pemimpin kalian sudah di bunuh oleh tuanku.” Ucap Turse.


Empat orang yang melawan Turse seketika terkejut, mereka langsung menghentikan pertarungannya dan menoleh ke belakang. Seperti apa yang dikatakan Turse, pemimpin mereka telah mati dengan sangat mengenaskan. Bagaimana tidak, dada pemimpin mereka seperti hancur.


“Dasar keparat! Solar blast!”


Turse berdiri dan bersikap tenang tanpa bergerak sedikitpun. Kemudian dia mengangkat alisnya saat tidak ada elemen yang keluar dari mereka.


“Mengapa elemen ku tidak keluar?” Kata salah satu dari mereka menjadi panik.


Begitu juga dengan yang lainnya, saat mereka berusaha mengeluarkan elemen cahaya untuk menyerang Turse, tidak ada setitik cahaya sama sekali yang keluar dari tangan mereka. Hal itu membuat mereka menjadi panik dan memilih untuk kabur.


 


“K-kalian berani membunuh pemimpin kami? Pemimpin kami adalah anak dari jenderal di empire ini. Kami akan melaporkan tindak kejahatan kalian!” Mereka akhirnya berbondong-bondong pergi.


Zeno tidak melepaskan begitu saja, dia bergerak secepat kilat dan menebas kepala mereka dengan satu tebasan. Alhasil, empat kepala menggelinding di atas lantai seperti bola yang baru saja di tendang oleh anak kecil.


Turse menghampiri Zeno yang baru saja berdiri dari atas lantai. “Kita harus membuang seluruh mayat ini. Bagaimanapun, Anda tidak ingin terkena masalah berat bukan?” Katanya.


“Kau benar, untung saja para penginap di kamar lain tidak terlalu terganggu. Sebaiknya kita bergegas untuk membersihkan mayat dengan membuangnya di depan kamar tamu yang lain. Bagaimanapun, aku benar-benar masih sangat geram dengan tingkah orang di sini.” Zeno menghela napas dan menariknya kembali sebelum melanjutkan ucapannya, “Selain itu, bersihkan bekas pertarungan kita. Pastikan tidak ada mata-mata dari orang lain atas kejadian ini. Karena kita sudah tahu siapa identitas dari salah satu orang tadi, yaitu anak jenderal kekaisaran.”

__ADS_1


Turse mengangguk dan melaksanakan apa yang diperintahkan Zeno. Karena salah seorang yang mengganggunya merupakan anak jenderal kekaisaran, jika ada saksi mata yang melihatnya, akan sangat berbahaya. Maka dari itu, dia melepaskan Atsuba untuk mencari, apakah ada saksi mata?


Begitu juga dengan Zeno, dia segera mengurus seluruh mayat sambil menyuruh Kiba untuk mendeteksi, apakah ada saksi mata yang melihatnya?


__ADS_2