Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Babak kedua (2)


__ADS_3

Danze juga melakukan hal demikian, dia menciptakan sebuah kloningan yang sebelumnya berniat untuk menyerang Zeno dari sisi samping, namun terpaksa harus menghadapi kloningan Zeno.


Sehingga, alhasil kedua kloningan tersebut sama-sama hancur saat kloningan Zeno melemparkan sebuah bogem ke arah kloningan Danze, sedangkan kloningan Danze menendang ke arah kloningan Zeno.


Tidak berhenti begitu saja, Zeno menarik pedangnya saat masih bersentuhan dengan Fire Sword. Lalu, dia memberikan sebuah sayatan di udara kosong, sehingga memunculkan sebuah es sesuai alur dari pedang Zeno. Lebih tepatnya, saat Zeno menebasnya ke samping, maka akan ada es yang muncul dan membentuk sebuah bulan sabit secara horizontal, begitupun saat dia mengayunkannya, maka akan membentuk bulan sabit secara vertikal.


Sangat disayangkan sekali, Danze juga melancarkan serangannya, memunculkan sebuah energi kegelapan berbentuk bulan sabit yang digunakan untuk menghancurkan es milik Zeno, sekaligus untuk menyerang Zeno secara membabi buta.


Sesekali, Zeno juga menebaskan sebuah elemen cahaya membentuk bulan sabit yang menghancurkan elemen kegelapan yang mengarah ke arah dirinya. Kemudian, selepas itu, dia bergerak dengan kecepatan cahaya untuk berada di samping Danze.


“Apa kau pernah ditendang menggunakan elemen cahaya?”


“Langkah bayangan!”


Saat Zeno ingin menendang Danze dengan kecepatan cahaya, tak disangka Danze bisa menghilang dengan begitu cepat dan berubah menjadi sebuah bayangan. Lantas, bayangan tersebut berada di belakang Zeno dan membentuk seseorang yang tidak lain adalah Danze itu sendiri.


“Aku benar-benar tidak menyangka kau juga memiliki elemen cahaya. Padahal, saat kita bertarung dulu, kau hanya memiliki beberapa elemen lemah.”


“Gerakan cahaya.”

__ADS_1


Zeno kembali bergerak secepat cahaya saat Danze berada di belakangnya sambil melancarkan sejumlah elemen kegelapan yang keluar dari Fire Sword, dan tentu saja, saat Zeno muncul jauh di samping Danze untuk menjaga jarak, dia juga memunculkan sebuah elemen cahaya di tangan kirinya untuk menyerang Danze.


Siapa yang menyangka, Danze berubah menjadi bayangan kembali dan bergerak di lantai untuk menyerang Zeno, dan saat dia muncul dari bawah Zeno, dia langsung memposisikan pedangnya untuk menusuk dagu Zeno menggunakan Fire Sword.


Tampaknya, Zeno bisa menyadari dengan begitu cepat, sehingga saat Danze muncul tepat di bawahnya, dia mengayunkan lututnya ke depan sehingga mengenai kepala Danze dengan cukup keras. Padahal bisa di bilang, Danze juga bergerak dengan benar-benar cepat, akan tetapi Zeno jauh lebih cepat karena memiliki elemen cahaya.


Danze terpental dan membentur dinding ruangannya hingga hancur. Apa yang yang dilakukan oleh Zeno bukan menghampiri Danze dan memberikan sebuah serangan berikutnya, melainkan melesat ke arah patung Yashimaru untuk menghancurkannya.


Sayangnya, dia seolah terpental saat mendekati patung tersebut, seakan-akan memiliki sebuah perlindungan yang tak nampak yang membuat patung tersebut memiliki keinginan untuk tidak bisa dihancurkan. Maka dari itu, Zeno mengulurkan tangannya, mengeluarkan sebuah elemen cahaya untuk menghancurkan patung tersebut.


Lagi-lagi, patung tersebut seolah memiliki perlindungan yang tak tampak, elemen cahaya milik Zeno juga memantul dan kembali ke arah dirinya, seolah memiliki sebuah cermin yang dapat memantulkan cahaya. Untungnya, Zeno bisa menghindar tepat waktu, mungkin jika tidak, dia akan terkena tekniknya sendiri.


“Tebasan kegelapan tahap kelima, tebasan pemecah bulan.” Danze menebaskan pedangnya ke depan dengan penuh tenaga, sehingga memunculkan sebuah energi tebasan yang cukup besar dan dapat menghancurkan sekitar dengan cukup mudah.


“Tebasan cahaya tahap kelima, tebasan pemecah matahari.” Sama seperti Danze, Zeno juga persis mengeluarkan teknik tersebut. Namun perbedaannya, teknik yang dia keluarkan memiliki energi tebasan berbentuk bulan sabit yang sangat terang hingga menerangi sudut ruangan ini.


Kedua tebasan ini saling berbenturan, membuat kedua manusia itu terpental dengan menghancurkan kedua sisi kekaisaran. Bahkan, kedua energi tersebut saat berbenturan, memberikan sebuah dampak getaran yang membuat beberapa orang lainnya tampak kaget.


Alhasil, Zeno sekarang berada di luar dan hampir jatuh menuju tanah akibat dari dampak kedua tebasan tersebut yang sangat mengerikan. Sedangkan Danze, dia juga sama seperti Zeno yang juga jatuh ke tanah. Namun, mereka berdua berada di sisi yang berbeda dari istana kekaisaran.

__ADS_1


Zeno mencoba untuk melayang, bergerak secepat cahaya untuk bergerak menuju sisi istana kekaisaran yang lain untuk menyerang Danze dengan serangan berikutnya.


Zeno juga melihat, tampaknya Danze tidak bisa terbang, hal itu cukup membuatnya mengangkat salah satu ujung bibirnya dan langsung menyerang Danze dari sisi atas, lebih tepatnya dengan elemen cahaya, dia menerjang Danze dengan memposisikan ujung pedang berada di bawah.


Apa yang dipikirkan Zeno, ternyata salah besar. Danze memunculkan sebuah sayap yang terbentuk dari partikel kegelapan yang kemudian melesat untuk menghindari serangan Zeno yang tampaknya begitu mengerikan.


Namun, Zeno yang sebelumnya mengangkat salah satu ujung bibir, dia kini mengangkat semuanya seolah sedang tersenyum, tersenyum yang membuat orang-orang yang melihatnya akan merasa sedikit aneh. Tampaknya, saat Danze melesat untuk menghindar jauh, Zeno langsung menembakkan sebuah gelombang cahaya dari tangan kirinya, yang mana gelombang tersebut agak besar ke arah Danze.


Danze yang melesat pergi, kemudian berhenti, berbalik badan dan menciptakan sebuah tameng yang terbuat dari elemen kegelapan. Alhasil, gelombang cahaya milik Zeno bisa di tahan. Memang, Danze bisa menahannya, namun tidak cukup lama, tameng itu hancur. Akan tetapi, Danze langsung menjatuhkan diri agar tidak terkena elemen cahaya tersebut.


Untungnya, Danze agak terlambat untuk jatuh, sehingga pundaknya terkena gelombang tersebut yang membuatnya terluka parah. Tapi yang menjadi aneh, dia masih kuat untuk memegang Fire Sword walaupun pundaknya terluka.


Zeno mengingat, bahwa Danze saat bertarung tidak memiliki waktu untuk beristirahat. Maka dari itu, Zeno juga melakukan demikian, apalagi dia memiliki dendam yang besar kepada Danze yang membuatnya ingin segera membunuh. Sehingga, apa yang dia lakukan adalah bergerak ke arah Danze yang kembali jatuh.


Tidak, lebih tepatnya saat Zeno sudah bergerak, Danze sudah berada di permukaan tanah dan membenturnya dengan cukup keras. Walaupun begitu, Zeno sudah berada di atas Danze dan mengayunkan pedangnya ke bawah.


“Air: Roda air.”


Tidak ingin mati, Danze menebaskan pedangnya walaupun dalam kondisi terbaring, mengeluarkan sebuah burung bayangan yang terbuat dari kegelapan yang menghancurkan roda air yang dikeluarkan oleh Zeno. Dan tentu saja, burung kegelapan itu juga hancur dengan begitu mudah serta tidak memiliki regenerasi karena hancur sepenuhnya.

__ADS_1


Saat Zeno ingin memberikan serangan lagi, tampaknya Danze sudah tidak berada di tempat, mungkin karena burung kegelapan yang menutupi pandangannya kepada Danze, membuat Danze memanfaatkan hal itu.


__ADS_2