Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Zeno Vs Akram (2)


__ADS_3

KIba meloncat ke arah Akram dengan kukunya yang tajam, tapi sayangnya Akram menyadari pergerakan Kiba. 


Akram menghela napas dan berbalik arah, sembari berkata, "Beast rendahan, lebih baik kau jangan ikut campur." Seketika Akram langsung menarik pedangnya yang terbalut api dan ia tebaskan ke arah Kiba.


Mungkin pedang Akram terlihat mengenai Kiba, tetapi Kiba sendiri bukanlah seekor beast yang selemah itu. Saat tebasan Akram mengenai Kiba, Kiba langsung berubah menjadi angin sesuai dengan elemennya.


Kiba seperti itu bukan mengalami kematian, tapi itu mengecoh lawannya dengan merubah diri menjadi elemen yang ia gunakan, hal itu cukup membuat Akram tersenyum kecut.


Tapi sayangnya Akram sendiri lupa, bahwa energi bulan sabit yang berbentuk api kini hilang dilahap naga yang sedang menari milik Zeno. Sehingga naga yang menari itu melesat ke arah Akram tanpa Akram sadari.


Hal itu membuat Akram tersungkur ke tanah karena terkena serangan naga yang menari. Akram mengerutkan dahinya karena ia merasa dipermalukan karena di jatuhkan oleh seseorang yang menurutnya anak kecil.


Zeno masih bersikap tenang, walaupun ia tahu bahwa Akram tidak bisa kalah dan gentar hanya begitu saja, ia pun kini sudah tahu bahwa yang ia hadapi adalah kakek Grisha, yang kemungkinan pengalaman bertarungnya lebih banyak daripada Zeno.


Zeno memejamkan matanya sejenak dan mengatur napasnya, melakukan serangan pedang berulang kali cukup membuatnya hampir kelelahan.


"Hah, dasar lengah!" 


Seketika Zeno membuka matanya dan mendapati bahwa Akram sudah ada di hadapannya. Ia tersenyum pahit setelah mengetahui pergerakan Akram sangat cepat.


"Tebasan api aliran ketujuh, api membakar bumi!" 


Zeno sempat meloncat ke belakang saat Akram menebaskan pedangnya. Tapi sayangnya, Zeno benar-benar lengah pada saat itu, akibatnya, perut Zeno tersayat tipis dengan luka bakar yang sangat parah tepat di luka tersebut. iia refleks berteriak kesakitan, dan memegang perutnya itu. Luka sayatan ditambah luka bakar, itu membuatnya berhasil meneteskan air mata, benar-benar rasa sakit yang tak tertahankan.


Mungkin Akram terlihat senang dan tertawa begitu keras, tapi ia juga ikut lengah dan tidak menyadari bahwa Kiba masih hidup. 


Kiba muncul di belakang Akram dengan hembusan angin yang membentuk dirinya. Kiba yang tiba-tiba muncul itu mencakar tubuh Akram yang terbalut bulu apinya.


Jika dilihat-lihat, itu terbilang sangat mustahil, tubuh Akram yang terbalut dengan bulu apinya membuat dirinya seakan-akan tidak bisa menyentuh, Kiba pun tahu itu sebenarnya. Tapi bagi Kiba itu adalah perkara yang mudah, teknik rendahan yang digunakan Akram membalut dirinya dengan api tidak akan membuat Kiba gentar.

__ADS_1


Tapi sebenarnya Kiba masih sangat prihatin, Akram yang bergabung dengan beastnya memiliki kekuatan tiga kali lipat dari tubuh aslinya, Akram kemungkinan juga akan bisa menguasai secara langsung teknik yang dimiliki beast milik Akram.


Kini Akram tidak berteriak sekalipun, mungkin darahnya menetes dan menguap karena tubuh Akram, tetapi Akram hanya menahannya dan berbalik menyerang Kiba. Raut wajahnya begitu kesal saat melihat Kiba terlalu ikut campur. 


"Sangat merepotkan, andaikan aku bisa bergabung dengan Kiba." Gumam Zeno dalam hati. Ia sebenarnya juga sangat ingin bergabung dengan Kiba, tetapi Kiba sendiri mengatakan bahwa hubungan di antara dirinya dengan Kiba masih terlalu baru, sehingga itu akan menyulitkan gabungan.


"Baiklah." Zeno pun berdiri, ia tidak akan melakukan kesalah untuk yang kedua kalinya, melakukan sesuatu yang lengah, itu benar-benar kesalahan fatal. 


"Angin: tebasan angin tak terlihat, tahap ketiga" Zeno menebaskan pedangnya ke arah Akram dengan menaikkan kekuatan teknik nya menjadi tahap ketiga, tahap yang lebih kuat dari tahap sebelumnya.


Bersamaan dengan itu, Zeno juga melesat ke arah Akram, jadi kali ini Zeno menyerang Akram secara dua serangan. Mungkin akan sangat kebetulan apabila dua serangan Zeno mengenai Akram secara bersamaan, apalagi saat ini Akram juga telah bertarung dengan Kiba.


Akram yang melihat serangan Zeno menuju ke arahnya, dia hanya menggertakkan giginya, bagaimanapun beast Zeno yang sedang bertarung dengan dirinya itu benar-benar sangat merepotkan.


"Keparat!" Tubuh Akram terbalut bola api yang berputar kencang, sehingga Kiba dan juga Zeno pun sama-sama terlempar, bahkan teknik Zeno juga tidak mengenai Akram sama sekali.


Ia juga melihat sekelilingnya mengenai pertarungan yang lain. Keunggulan sangat terlihat antara pertarungan beast, bahwa beast dari dunia Metpo hampir mengalami kemenangan. Tetapi ia juga melihat bahwa ratu Kura yang berhadapan dengan Gongnyu merasa terpojokkan.


"Nak, aku sebenarnya tidak ingin melanjutkan ini. Kita tidak ada hubungan sama sekali, aku kesini hanya mencari Ice Sword." Kata Akram. Ia benar-benar mengucap itu secara berulang kali.


"Kata siapa?" Zeno membatin, ia mungkin tidak bisa mengatakan langsung kepada Akram, karena Zeno tidak bisa meremehkan apabila Akram telah berada di puncak kemarahan. 


Akram mungkin tidak tahu, bahwa semua masalah ini ada hubungannya, seperti Ice sword yang telah disembunyikan oleh Zeno. Selain itu, Zeno juga berniat untuk mengalahkan Akram, karena Akram sendiri merupakan sisa keluarga Agalia.


Akram juga tidak tahu, bahwa dirinya dengan Zeno ada hubungannya, bahkan hubungan yang sangat dekat. Mungkin apabila Zeno masih berada di keluarga Agalia, maka Akram adalah buyut Zeno.


"Baiklah pengganggu, akan kubunuh kau." 


"Teknik teratai, aliran ketiga, ledakan lotus."

__ADS_1


"Hanya teknik seperti itu, jangan harap kau bisa mengalahkanku buyut." Sahut Zeno setelah mendapati bahwa pijakannya terdapat bunga lotus yang tumbuh dan mekar.


Teknik ini pernah Grisha gunakan kepada Zeno, tepat saat membawa pulang ibunya. Teknik ini merupakan teknik kebanggaan Agalia sebagai teknik turun-temurun di keluarga itu. Tidak heran mengapa Akram atau Grisha selalu menggunakan teknik teratai saat bertarung, mungkin tidak hanya dua orang itu, anggota keluarga Agalia yang lain juga sering menggunakan teknik itu.


Duaarrr


Lotus milik Akram yang berada di pijakan Zeno sudah mekar dengan sempurna dan meledak. Akram yang melihat itu menjadi tertawa terbahak-bahak, kali ini ia hanya perlu melawan Kiba yang terus-menerus menyerang dirinya, bahkan saat dirinya mengeluarkan lotus untuk Zeno.


"Baiklah kucing, sekarang giliran mu."


"Jangan harap!" 


Akram kembali menoleh saat mendapati bahwa Zeno berada di dalam gelembung. Gelembung tersebut sanggup menjadi pelindung Zeno saat Lotus milik Akram mekar dan meledak.


Tetapi Zeno tidak berhenti begitu saja, ia kemudian menciptakan ratusan gelembung yang ia arahkan kepada Akram yang sibuk bertarung melawan Kiba.


Kiba yang mengetahui tentang gelembung tuannya, langsung melompat ke belakang dan tidak bertarung dengan Akram lagi. Ia sangat tahu begitu jelas mengenai gelembung itu, dalam hitungan detik, gelembung tersebut akan meledak. Sehingga itulah mengapa Kiba memilih untuk menjauh, daripada ia sendiri terkena dampak dari serangan tuanna.


"Kenapa? Apakah kau takut kucing? Dan kau bocah, akan kubunuh kau terlebih dahulu."


"Tunggu, gelembung apa ini?" Akram tersenyum geli saat ada banyak gelembung di sekitarnya, mungkin Akram mengira bahwa gelembung ini hanyalah mainan. Sehingga ia dengan sengaja memecahkan gelembung yang ada di depannya.


Duaarrr


Akram tersenyum pahit saat gelembung yang ia pecahkan meledak, tidak hanya itu saja, gelembung-gelembung yang ada di sekitarnya juga ikut meledak yang mengakibatkan Akram berada di tengah-tengah ratusan ledakan.


"Sebelumnya, perkenalkan aku kakek buyut. Kau bisa memanggilku Zeno."


 

__ADS_1


__ADS_2