Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Jenderal kekaisaran turun tangan


__ADS_3

Saat ini Zeno harus berjalan dengan luka yang cukup parah di kakinya. Siapa yang mengira ternyata satu anak panah Turse yang ditembakkan ke atas berubah menjadi ribuan panah yang siap menghujani sosok dirinya.


Zeno benar merasa bersyukur karena dirinya masih sempat meloncat berusaha menghindari ribuan anak panah walaupun kakinya terhujani dengan mengerikan. Untungnya dirinya masih bisa selamat dan kuat menahan luka yang bisa di bilang cukup parah.


Saat ini tidak ada elemen yang bisa keluar dari tubuhnya. Kiba, Skarlos bahkan Kirin Uron juga tidak bisa dia panggil, dirinya kini sudah menjadi manusia abnormal yang tidak memiliki elemen sama sekali sampai matahari terbenam, walaupun sebenarnya Zeno tidak tahu bahwa dirinya telah dibohongi Turse. Efek racun yang mengenai Zeno akan hilang sebentar lagi, dan dirinya akan pingsan sampai matahari terbenam.


“Tuduhan yang sangat merepotkan, mungkin aku akan berterima kasih kepada Dion, tetapi jika bertemu dia lagi, maka aku tidak segan-segan untuk membunuhnya.” Geram Zeno sambil berjalan pincang. Orang-orang di sekitar tidak ada yang peduli bahwa dirinya telah terluka berat, bahkan bercak darah yang mengotori jalan tidak ada satu pun orang yang memperhatikan.


Pandangan Zeno perlahan memburam, tubuhnya mendadak sangat lemas seakan-akan bahwa dirinya akan pingsan. Tetapi dia kebingungan, bukannya efek racun akan hilang sampai matahari terbenam? Tetapi mengapa dirinya merasa efek racun itu perlahan menghilang dan dirinya akan pingsan?


Tubuh Zeno perlahan ambruk dengan kesadaran yang sepenuhnya hilang, perlahan dirinya sadar bahwa Turse telah berbohong mengenai efek racun, dengan begini pastinya orang-orang dari kerajaan akan dengan mudah membawanya menuju kerajaan dan siap dihukum karena sebuah tuduhan bahwa dirinya merupakan bawahan Turse.


***


Di sebuah kekaisaran Southern empire, beberapa petinggi kekaisaran, sedang berkumpul di ruang pertemuan. Terlihat sosok di ujung meja yang merupakan wanita yang sangat cantik seperti berusia dua puluh tahun, namun jangan terkecoh, sebenarnya dia merupakan wanita tua yang berumur 65 yang seharusnya wajahnya dipenuhi keriput.


“Kaisar Aurrora, kita tidak tahu, kapan Zen mulai bergerak, yang akan ku takutkan Rundaf akan segera ke sini untuk menuju kekaisaran.” Kata salah satu orang petinggi mengeluarkan suaranya.


“Masalahnya, bagaimana bisa anak itu memiliki Ice Sword yang telah ku berikan kepada suamiku dua puluh lima tahun yang lalu? Sekaligus dia memiliki roh yang sangat sulit untuk dilawan, kita juga tidak tahu, apakah dia memiliki elemental beast yang juga sangat mengerikan.” Kata kaisar Aurrora.

__ADS_1


“Maafkan kelancangan saya yang mulia kaisar, tetapi suami Anda sepertinya tidak bisa menjaga Ice Sword dengan benar, jadi suatu saat Anda harus memberinya hukuman lebih.” Ucap perdana menteri  raja Buras yang mengikuti pertemuan ini, bagaimanapun dialah yang dikirim langsung oleh raja Buras untuk mengirim pesan tersebut.


“Apakah ayahku seburuk itu? Aku khawatir jika sebenarnya negara lima benua tempat ayah tinggal diserang oleh Rungdaf untuk mendapatkan Ice Sword.” Sahut seseorang yang berdiri di samping kaisar Aurora, orang tersebut merupakan seorang jenderal sekaligus anakkaisar Aurrora.


“Jenderal Zhuo, itu sama saja seper-“


“Kaisar, jenderal, dan para petinggi lainnya, mohon maaf apabila Turse datang terlambat.”


Perkataan salah satu petinggi tiba-tiba terputus saat Turse datang ke pertemuan ini, kondisi Turse benar-benar sangat mengerikan, pasalnya punggungnya dipenuhi luka yang cukup parah dibalik busur panah yang terkalung di tubuhnya. Beberapa orang yang berada di pertemuan ini merasa terkejut dengan kedatangan Turse, bahkan kaisar Aurrora sekalipun yang menutup mulutnya dengan tangan karena sangat kaget.


“Pemanah racun Turse, apa yang terjadi denganmu? Katakan, selama kau mengatakannya, maka aku jenderal Zhuo akan membalaskan dendam untukmu.” Geram jenderal Zhuo.


Mendengarkan hal itu, jenderal Zhuo tidak bisa tinggal diam mengenai Zen ini, dia mengepalkan tangannya begitu kuat. Bahkan sangat begitu jelas wajah jenderal Zhuo memerah menandakan bahwa dirinya benar-benar marah atas perlakuan ini. Jenderal Zhuo kemudian mengarahkan pandangannya kepada ibunya sambil berkata, “Ibu, maksudku kaisar, biarkan aku yang mengurus anak ini. Bagaimanapun aku sebagai jenderal kekaisaran tidak bisa tinggal diam melihat ini.”


Seluruh orang yang berada di pertemuan ini membuka matanya lebar, terkecuali kaisar Aurrora. Bagaimanapun, jika jenderal Zhuo sudah turun tangan, maka hal ini merupakan sebuah kasus yang di cap sangat serius. Bahkan, jenderal Zhuo yang di anggap sebagai sosok terkuat di Southern empire ini sudah bertindak, hal itu menandakan bahwa sosok Zen ini benar-benar merupakan sosok yang sulit di lawan lagi.


Kaisar Aurrora berpikir sejenak, namun seketika dia memikirkan sesuatu dan tersenyum secara lebar, entah apakah pikiran tersebut memang benar-benar nyata atai tidak, tetapi setidaknya kaisar Aurrora sangat yakin, sehingga dia menoleh ke jenderal Zhuo dan berkata, “Baiklah aku mengizinkanmu untuk mengurus anak ini, tetapi aku berpesan, jangan bunuh anak tersebut atau kau akan menyesal.”


“Memangnya kenapa?” Zhuo mengerutkan dahinya.

__ADS_1


“Kau akan tahu sendiri.” Jawab kaisar Aurrora.


Jenderal Zhuo akhirnya setuju, walaupun dalam hatinya dia benar-benar ingin membunuh anak ini, selain itu mungkin Zhuo merasa bahwa ibunya memiliki maksud lain, mengapa dia tidak boleh membunuh Zen secara langsung. Atau mungkin kaisar Aurrora sendiri yang memang ingin membunuhnya karena memiliki dendam kepada Rungdaf yang telah membunuh orang tuanya.


Tetapi yang pasti, Zhuo tidak bisa untuk membantah, apa yang ia perlukan adalah perintah ibunya sekalipun tidak boleh untuk membunuh Zen.


“Tapi ini ada persayaratan, siapa saja yang pernah melakukan perlawanan dengan Zen, ditambah Raja Buras, serta duke Arlos yang melakukan penyuruhan untuk memburu Zen, maka aku minta untuk melakukan sebuah pengepungan. Hanya sekedar pengepungan agar Zen ini tidak kabur, dan yang akan melawannya adalah jenderal Zhuo. Bahkan aku sekalipun akan ikut melakukan pengepungan.” Tegas kaisarina Aurrora.


Semua orang yang berada di sini mengangguk, bahkan perdana menteri raja Buras juga bersedia untuk mengabarkan hal tersebut kepadanya. Tetapi dibalik anggukannya, perdana menteri merasa ada yang aneh dengan kaisar.


“Baiklah, pertemuan dibubarkan. Kalian bisa pergi dari sini, dan Zhuo, besok kau harus melakukan pertarungan.” Kata kaisarina Aurrora dengan nada tinggi.


Seluruh orang yang ada di ruangan tersebut mengangguk, bahkan jenderal Zhuo sekalipun dirinya juga undur diri sesuai apa yang diperintahkan ibunya. Sedangkan Kaisarina Aurrora, dia hanya duduk termenung sambil mengetuk meja secara berulang kali, serta senyum lebarnya entah kenapa bisa muncul di wajah cantiknya. “Sepertinya ini akan sangat menarik, kebahagian, kesedihan keduanya akan bertemu sebentar lagi. Walaupun aku tidak sepenuhnya yakin, apa yang kupikirkan ini apakah benar?”


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2