Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Rencana Hole


__ADS_3

Hingga akhirnya, waktu menunjukkan hampir siang. Mereka bertiga juga sudah selesai untuk memakan seporsi makanan yang sebelumnya Hole membelinya. 


Kemudian, Hole melemparkan sebuah peta, yang mana saat terbuka, peta tersebut merupakan wilayah Nuvoleon, lebih tepatnya memfokuskan wilayah gunung Apiluc. 


"Baiklah, kita akan memulai sebuah rencana." Kata Hole dengan serius, dia memandang Turse dan juga Zeno secara bergantian.


"Hole, biarkan temanku Zen yang membahas rencana tersebut, kau hanya perlu memberikan beberapa informasi, seberapa mengerikan kelompok kriminal ataupun pihak Nuvoleon itu sendiri." Sahut Turse.


Dia berkata seperti itu karena dulunya benar-benar puas dengan rencana Zeno yang bisa dibilang sangat baik. Bagaimana tidak, rencana tersebut berhasil membuat penaklukkan Northern hanya berlangsung selama tiga hari lamanya. Sebab itu, saat ini Turse juga sangat tertarik apabila Zeno yang memberikan siasat tersebut.


Hole menarik petanya kembali, dia mengerutkan dahinya saat menatap Turse yang wajahnya tidak memiliki ekspresi sama sekali, "Tidak, aku akan membuat rencanaku sendiri." Kata Turse dengan tegas.


Mendengar hal tersebut, Turse langsung berdiri dan berusaha memaksa Hole untuk menyerahkan petanya kepada Zeno. Tapi, tindakan Turse dihentikan oleh Zeno, yang mana Zeno menarik baju Turse ke bawah dan menatap Turse dengan memberikan sebuah isyarat untuk membiarkannya.


"Hole, silahkan, kau bisa memberikan siasat tersebut." Zeno mempersilahkan.


Hole kembali tersenyum dan membeberkan peta di atas sebuah meja yang dikelilingi mereka bertiga. 


"Ini adalah peta gunung Apiluc." Hole mengawali pembicaraan sambil menyentuhkan jarinya di atas sebuah peta tersebut.


Zeno melihat dengan jelas, bahwa di Utara gunung Apiluc, terdapat ibukota kekaisaran, sedangkan di wilayah selatan gunung Apiluc, maka akan terdapat sebuah kekaisaran Lumenius. Dan juga di wilayah timur, terdapat kekaisaran Ampera yang mana Zeno baru mengetahuinya.


Bisa dibilang, gunung Apiluc di himpit oleh tiga kekaisaran lainnya, namun, masih berada dalam wilayah Nuvoleon empire.


"Sedangkan kita, kita berada di sini." Sambil menunjuk tepat di barat gunung Apiluc.


"Bagaimana dengan markas kelompok kriminal?" Zeno angkat bicara.


"Sejauh ini, selama bertahun-tahun aku tidak dapat mengetahui dimana letak markas kelompok kriminal. Yang pasti, mereka menuju gunung Apiluc tidak secara bersamaan seperti sebuah pasukan, namun secara satu persatu. Karena, kelompok kriminal menyebar di benua ini. Sehingga, pemimpin mereka pasti akan memberikan sebuah titik untuk mereka berkumpul." Hole menjelaskan.

__ADS_1


Zeno mengangguk menandakan bahwa dia mengerti, dia menjadi tahu, bahwa kelompok kriminal benar-benar menyebar, sehingga mereka tidak memiliki markas menetap.


"Berapa pasukan yang diberikan kedua pihak untuk mengamankan atau menguasai Apiluc?" Tanya Turse.


"Aku tidak tahu pasti, tapi lima tahun yang lalu. Pihak Nuvoleon mengirimkan sekitar 4000 pasukan, sedangkan kelompok kriminal, mereka mengirimkan 6000 pasukan." 


"Perbedaan jumlah pasukan yang sangat besar." Zeno menyentuh dagunya sambil berpikir sejenak, sepertinya dia tahu mengapa pihak Nuvoleon bisa kalah, karena pasukan yang mereka miliki tidak seimbang. Tapi, seharusnya Nuvoleon tidak kalah semudah itu, pasalnya kaisar mereka merupakan kaisar kedua terkuat setelah Danze. Selain itu, Zeno berpikiran, kenapa kaisar kekaisaran Nuvoleon hanya mengirimkan sedikit pasukan?


Penasaran, Zeno pun akhirnya bertanya kepada Hole. "Mengapa pihak Nuvoleon mengirimkan sedikit pasukan?" 


"Entahlah, tapi sepuluh tahun yang lalu, kata ayahku pihak Nuvoleon juga sedikit mengeluarkan sebuah pasukan. Tapi aku memiliki spekulasi." Hole diam sejenak sebelum melanjutkan perkataannya, "Kemungkinan, Nuvoleon benar-benar tidak tertarik dengan teratai emas. Selain itu, mereka mungkin tidak menurunkan banyak pasukan, karena yang lebih penting adalah ibukota, atau wilayah empire itu sendiri."


"Jadi, kaisar takut apabila dia mengirimkan banyak pasukan, maka kekaisaran lain akan mengambil kesempatan itu dan menyerang ibukota kekaisaran?" Turse memberikan suara.


"Iya benar, menurutku kaisar Lexus merupakan kaisar bodoh. Seharusnya, dia mengirimkan puluhan ribu untuk melindungi Apiluc." Hole memukul meja.


"Tentu saja sebagai kaisar terkuat kedua, banyak yang ingin mendapatkan posisi tersebut, sehingga tidak menutup kemungkinan saat kaisar Lexus mengerahkan puluhan ribu pasukan, maka pihak kekaisaran lain akan menyerangnya." 


"Selain itu, jika aku menjadi kaisar Lexus, dan aku ingin mendapatkan bunga teratai emas, maka aku hanya akan mengirim satu orang saja." Zeno menjelaskan.


"Mengirim satu orang saja?" Hole hanya mengangkat salah satu ujung bibirnya sambil menggelengkan kepala. "Mungkin jika itu menjadi pihak ketiga seperti kita, maka aku bisa percaya. Namun, pihak Nuvoleon merupakan pihak utama yang berhadapan langsung dengan pasukan kriminal. Bagaimana bisa satu orang itu menghadapi ribuan orang?" 


"Yaa, bagaimana aku menjelaskannya yaa." Zeno tersenyum dan tidak menjelaskannya secara rinci. Karena ibu ibarat sebuah strategi pribadi, jadi tidak mungkin Zeno membicarakannya walaupun dia bukan seorang kaisar sekalipun.


"Lupakan, kau bisa melanjutkan rencana mu." Zeno tidak berhenti tersenyum dan membiarkan Hole untuk melanjutkan rencananya.


"Baiklah, itu sangat mudah. Kita akan berangkat satu hari sebelum mereka bergerak, yaitu kita akan berangkat hari ini. Bagaimanapun, kita harus mengamati peperangan yang terjadi dari kaki gunung, jadi kita akan berada di lereng gunung.


"Pasukan yang menang, kita akan membunuh mereka apa waktu mereka berisitirahat. Tentu saja sangat mudah bukan?" Hole menjelaskan.

__ADS_1


Zeno dan Turse memandang satu sama lain, Zeno melihat begitu jelas raut wajah Turse bahwa dia sama sekali kurang yakin dari rencana Hole. Begitu juga dengan Zeno sendiri. 


Masalahnya, membantai pasukan yang menang pada saat pasukan tersebut istirahat bukanlah hal yang mudah. Selain itu, pemimpin pasukan pasti akan membagi pasukan untuk langsung ke puncak dan juga berperang. 


Tapi, Zeno memberikan sebuah isyarat untuk mengiyakan saja apa yang direncanakan oleh Hole. Lagipula, Zeno sudah merencanakan hal lain, bahwa dirinya akan berperan sebagai pengkhianat bagi Hole.


Walaupun begitu, tapi dia juga harus berjaga-jaga dan juga tidak menghilangkan kewaspadaannya kepada Hole, bisa jadi Hole menjebak Zeno ataupun Turse.


"B-baiklah." Zeno mengangguk dengan ragu.


Mereka bertiga mengangguk i satu sama lain dan akhirnya langsung pergi menuju gunung Apiluc secepatnya.


Di sisi lain, Kiba dan para beast lainnya langsung mengeluarkan suara di saat tuannya, atau Zeno tidak ada keperluan lainnya.


Masalahnya, mereka bertiga sama sekali tidak tahu, bahwa sesuatu yang istimewa terjadi pada Zeno. Yang mereka tahu, kesadaran tuannya hanya hilang dan membuat mereka sedikit panik. 


"Tuan, kalau boleh tau, apa yang terjadi pada diri anda semalam?" Tanya Kiba.


"Tuan, jika Anda sakit, maka Anda tidak perlu memaksakan diri. Biar kami yang akan mencari bunga teratai emas tersebut." Sambung Skarlos, dia juga benar-benar perihatin dengan Zeno.


Zeno menghela napas, baik itu di tubuh luar, ataupun di alam tubuhnya yang kini di hadapan para beastnya. "Percaya atau tidak, saat aku berada di kuil tersebut, aku bertemu dengan Dewi Luna."


"Apa?" Kata mereka bertiga dengan serentak, dengan nada yang begitu tinggi seolah tidak percaya tentang apa yang Zeno katakan.


"Mungkin kalian berpikiran, bahwa Dewi Luna sudah tiada, tapi Dewi Luna mengatakan bahwa di kuil tersebut terdapat serpihan dirinya." Zeno menjelaskan, namun ketiga beastnya masih dalam keadaan kurang percaya.


"Sialan, mengapa Dewi Luna juga tidak menarik kami di alam bawah sadar tuan. Ini semua tidak adil." Azure menundukkan kepalanya.


Mendengar hal tersebut, Zeno hanya tertawa lirih.

__ADS_1


__ADS_2