Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Strategi perang


__ADS_3

Saat ini Zeno memandangi sebuah peta dengan sangat serius, peta yang berisi benua Artik baik itu wilayah Northern maupun Southern. Bahkan terlampir dengan jelas di kedua emperor tersebut terdapat sebuah provinsi kerajaan.


Saat ini dia berada di emperor, sedangkan di timur lautnya terdapat kerajaan Alvalos yang merupakan tempat pelabuhan itu berasal serta tempat yang sangat merepotkan bagi Zeno. Di Utara kekaisaran, mungkin hanya berbatas setengah provinsi kerajaan lain, nampak begitu jelas sebuah gunung yang berada di antara Southern dan Northern.


Tepat di wilayah paling barat laut yang merupakan wilayah barat paling pojok Southern empire, terdapat sebuah provinsi Yamlam yang merupakan tempat para pemberontak, serta provinsi tersebut juga berbatasan dengan Northern, sehingga tidak salah, provinsi tersebut dapat dicuci otak oleh Northern dengan mudah.


Kemudian di utara gunung yang berada di antara Northern serta Southern, merupakan sebuah ibukota Northern empire. Namun, Zeno dapat melihat terdapat wilayah di dalam ibukota yang merupakan milik penyihir Rungdaf.


“Berapa pasukan yang tersedia dan bersiap di wilayah Southern?” Tanya Zeno namun masih fokus terhadap sebuah peta lebar di hadapannya.


“Sekitar 580.000 pasukan yang siap berperang.” Sahut kaisar Aurrora.


“Termasuk para pemanah?” Tanya Zeno kembali.


“Tidak, kami memiliki 100.000 pemanah yang siap meluncurkan anak panah mereka.” Sambung Iyla, sang tangan kanan kaisar.


“Bagus, itu lebih dari cukup. Maka jumlah pasukan yang bersiap adalah 680.000 orang.”


Zeno kemudian membeberkan sebuah peta tersebut di atas meja pertemuan, agar seluruh orang mengetahuinya. Hal itu membuat jenderal Zhuo semakin tertarik dengan Zeno yang akan memaparkan sebuah strategi perang, yang mana dia sangat penasaran, apakah strateginya bisa di terima? Tetapi Zhuo benar-benar berharap bahwa strateginya benar-benar menarik.

__ADS_1


“Aku membagi 680.000 pasukan menjadi empat kelompok. Yang mana pasukan pertama yang dipimpin oleh jenderal Zhuo serta dengan pasukan berjumlah 280.000 orang menuju barat laut atau provinsi kerajaan Yamlam. Tidak berhenti begitu saja, pasukan pertama setelah memerangi para pemberontak yang berada di provinsi tersebut, langsung menuju utara sampai ke sebuah provinsi yang bernama Astry yang merupakan bagian wilayah Northern untuk menguasai tambang. Sehingga, ketika pasukan ini mendapatkan tambang, maka juga akan menaklukkan lima provinsi sekaligus milik Northern.” Zeno menjelaskan dengan sangat serius.


Zhuo yang ditunjuk sebagai pemimpin pasukan pertama mengangguk. Bahkan dia bisa percaya diri untuk memerangi para pemberontak, serta tambang yang berada di wilayah utara kekaisaran Northern. Tentunya, dari Yamlam menuju Astry, akan melewati lima provinsi atau kerajaan milik Northern empire. Maka, jika berhasil menguasai tambang, yang pasti juga akan menguasai lima provinsi tersebut.


Zeno kemudian melanjutkan ucapannya yang sebelumnya dia menyentuh beberapa medan di peta. “Pasukan kedua, pasukan ini memiliki jumlah 200.000 kavaleri untuk menuju wilayah ibukota. Namun, sesampainya di ibukota, kita bisa membagi dua pasukan antara lain, 150.000 kavaleri untuk menyerang istana, serta 50.000 kavaleri bersamaku untuk menyerang wilayah Rungdaf. Kalian bisa memilih siapa saja untuk menjadi komandan pasukan kedua utama ini, karena hanya kalianlah yang bisa menilai seseorang.”


“200.000 pasukan menuju kekaisaran? Itu terlalu sedikit.” Kata Nefd ragu.


Zeno tersenyum setelah mendengar ucapan Nefd, tetapi dia tidak marah dan langsung melanjutkan ucapannya, “Itulah Fungsi pasukan ketiga, yang mana aku mengambil 30.000 pemanah untuk naik ke gunung. Dan itu mengapa?” Zeno bertanya, tetapi dia sendiri yang menjawabnya, “Untuk menyerang musuh yang melakukan perlawanan dengan pasukan kedua. Bagaimanapun pemanah sangat cocok untuk pertarungan jarak jauh, maka dari itu, dia akan menyerang dari atas gunung.”


Nefd mengangguk, dia mengerti mengenai penjelasan Zeno mengenai pemanah yang dia tempatkan di atas gunung, yaitu untuk menyerang para musuh yang sedang melawan pasukan kedua.


“Turse kau dengar itu?” Kaisar Aurrora memandang Turse.


“Aku?” Turse mengangkat alisnya sambil menunjuk dirinya sendiri.


“Benar, lebih baik kau menjadi komandan pasukan ketiga atau pemanah.” Jenderal Zhuo melanjutkan ucapan kaisar.


Turse terkejut, bagaimanapun selama ini dia tidak pernah membawa 30.000 pasukan pemanah yang tentunya itu tidak sedikit. Serta juga memiliki tanggung jawab yang besar untuk menyerang para musuh dari kejauhan. Namun, dia memiliki sebuah pertanyaan, penasaran, dia pun akhirnya bertanya kepada Zeno, “Bagaimana jika pasukan musuh juga mengitari gunung lewat jalur kiri, serta menyerang para pemanah dari belakang?”

__ADS_1


Zeno menarik napas panjang sebelum melanjutkan ucapannya, “Itu tidak mungkin terjadi, karena musuh akan lebih fokus untuk mempertahankan kekaisaran daripada menyerang pasukan ketiga yang jaraknya sangat jauh. Tetapi, apabila itu terjadi, maka ada pasukan keempat, dengan jumlah 100.000 biasa, serta 70.000 pasukan pemanah. Pemimpin pasukan ini bisa mengambil sebagian dari 170.000 pasukan untuk menyerang kembali musuh yang mencoba naik gunung dari belakang. Selain itu, pasukan keempat juga bertugas untuk menjaga kekaisaran.”


“Aku sampai lupa, ayah, apabila kau berhasil menguasai tambang, maka gerakkan tiga per empat pasukan untuk menuju ke timur sampai ke istana kekaisaran untuk membantu pasukan kedua. Sedangkan, satu per empat pasukan, biarkan untuk tetap berada dan menguasai tambang. itulah mengapa aku menempatkan banyak pasukan di pasukan pertama.”


Zhuo termenung sejenak, dia tidak menyangka bahwa Zeno bisa membuat strategi dengan mudah, padahal Zeno sendiri baru berada di sini serta juga baru mengetahui mengenai provinsi dengan bantuan peta. Tetapi kemampuan Zeno untuk merancang sebuah strategi sudah berada di kemampuan batas. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa anaknya bisa melampaui semua apa yang dia miliki.


Zhuo tersenyum sambil berkata, “Sepertinya jabatan jenderalku akan tergeser.”


“Apa yang perlu dipertanyakan? Apa ada yang tidak setuju atau merasa keberatan? Bagaimanapun ini merupakan strategi buruk, karena aku tidak pernah membuat strategi perang apapun.” Sahut Zeno yang tidak ingin mendengarkan respon dari semua orang, bagaimanapun dia merasa bahwa ide buruknya ini tidak akan diterima.


“Siapa bilang?” Kaisar Aurrora membantah, “Sebagai calon kaisar memang seharusnya memiliki sebuah strategi yang matang seperti itu.”


“Jangan katakan seperti itu nenek.” Zeno memandang neneknya begitu sinis.


Semua orang merespon baik tidak seperti apa yang dipikirkan oleh Zeno, bahkan Nefd yang merupakan sosok yang mungkin menurut Zeno keras kepala menerima strategi Zeno begitu baik. Hal itu membuat Zeno semakin percaya diri.


“Baiklah, jika kalian setuju, maka sisa pemimpin pasukan kedua utama serta pasukan keempat yang menjaga kekaisaran. Keputusan itu aku serahkan kepada kalian.” Zeno meneruskan ucapannya.


Kaisar Aurrora lantas berdiri, “Aku yang akan memimpin pasukan kedua utama untuk menyerang istana. Dan untuk pasukan pertahanan kekaisaran, petinggi Nefd, aku menyerahkan semua itu kepadamu.” Katanya dengan sangat lantang.

__ADS_1


Petinggi Nefd mengangguk dengan senang hati, bagaimanapun menjaga kekaisaran adalah tugasnya, hidup ataupun mati dia tidak pedulikan yang terpenting kekaisaran tetap aman, karena dia memang tidak ingin memiliki jiwa pengkhianat. Dan Nefd sendiri sebenarnya juga sangat kecewa dengan Barou yang telah berkhianat.


__ADS_2