
Zeno tersenyum cerah saat mengetahui bahwa teknik turun-temurun dari keluarga Ama berada di kekaisaran ini, ditambah ia juga tidak menyangka bahwa Ama merupakan adik dari Fang, yang berarti sebenarnya negara petir dan juga air adalah bersaudara.
Tetapi tatapan Yuna tidak terlalu memperhatikan Zeno yang kegirangan karena mendapatkan sebuah teknik turun-temurun dari Ama. Ia justru menatap serius Zeno yang dirinya sendiri merasa bahwa Zeno bukanlah orang biasa. Dia juga masih bingung dan menganggap bahwa adik kecilnya itu merupakan reinkarnasi dari seseorang yang telah mati puluhan atau bahkan ratusan tahun yang lalu.
Yuna masih kurang percaya perkataan Zeno bahwa dirinya bukan reinkarnasi dari siapapun, elemen petir yang seharusnya tidak dimiliki oleh Zeno mengapa bisa dimilikinya? Itulah yang membuat Fang Yuna merasa pusing dengan elemen yang Zeno miliki.
Entah itu Zeno merupakan reinkarnasi atau bukan, tetapi Yuna hanya menggelengkan kepala dan segera melupakan hal itu, karena kemungkinan Yuna sangat yakin bahwa Zeno dilahirkan akan menjadi sosok istimewa suatu saat nanti. Atau kemungkinan besar yang terjadi bahwa Zeno mungkin akan bisa mendapatkan tahta kekaisaran dan akan menjadi kaisar yang ditakuti seluruh negara.
Ia kemudian memfokuskan pandangannya ke arah Zeno yang sedang berusaha untuk mempelajari sebuah teknik, tetapi ia tertuju dengan apa yang Zeno lihat, yaitu teknik drake soul yang merupakan milik keluarga Ama.
“Bukankah teknik itu hanya bisa dipelajari oleh orang yang memiliki darah Ama, khususnya keluarga inti mereka?” Tanya Yuna sambil mengerutkan dahinya.
“Benarkah?” Zeno tersenyum pahit setelah mendengarkan informasi dari kakaknya.
“Aku teringat, jika keluarga Ama memiliki teknik yang khas yaitu Drake soul, serta Agalia yang memiliki teknik teratai, apakah keluarga Fang juga memiliki?” Tanya Zeno balik.
“Tunggu sebentar, jangan bilang kau belum mendengar teknik khas milik keluarga Fang?” Yuna kembali mengerutkan dahinya.
Zeno membuka matanya saat baru sadar bahwa keluarga Fang juga memiliki teknik khusus, ia sedikit menyesal karena mengapa dari dulu tidak menanyakannya. Tetapi setidaknya ia masih tidak terlambat untuk memakannya, daripada ia sudah tua namun baru mengetahui ternyata keluarganya memiliki teknik khusus.
“Teknik tarian naga, itu merupakan teknik khusus yang diciptakan oleh Fang, kau tahu? Aku baru saja meningkatkannya menuju tahap ketiga.” Kata Yuna merasa bahagia tentang pencapaiannya.
__ADS_1
Zeno menghela napas saat tahu bahwa ia sudah memiliki teknik itu sudah lama, bahkan yang memberikannya teknik itu juga Fang sendiri. Sehingga ia tidak terlalu terkejut saat mendengar bahwa teknik khas milik keluarga Fang merupakan tarian naga.
Yuna menatap aneh Zeno, ia merasa mengapa Zeno tidak terkejut setelah Yuna memberitahukan teknik khusus milik keluarga Fang? Justru ia melihat Zeno hanya lebih fokus untuk buku tua yang ada dipegangnya. Bahkan Zeno masih saja terlihat berusaha mempelajari drake soul, padahal Yuna sendiri sudah mengatakan bahwa teknik itu hanya bisa dikuasai oleh keuarga Ama.
“Mengapa kau tidak terkejut? Apakah kau tidak ingin menguasai teknik khusus keluarga Fang?”
Zeno kembali mengalihkan pandangannya ke arah Yuna, sejenak ia mengambil sebuah pedang yang dipegang oleh patung yang berada di dalam ruang perpustakaan.
“Air: tarian naga, tahap kedua.” Perlahan ujung pedang yang dikeluarkan Zeno mengeluarkan sebuah naga yang berputar mengitari pedang yang dipegang Zeno. Saat cukup puas memperlihatkan kepada kakaknya, Zeno menghentikan teknik itu.
Yuna yang melihat hal tersebut merasa tercengang, bahkan teknik yang Zeno miliki sudah berada di tahap kedua yang menandakan bahwa teknik tersebut sudah Zeno pelajari sejak lama. Bahkan dirinya saja harus meningkatkan ke tahap kedua selama dua tahun. Ia pun bertanya untuk mengurangi rasa penasarannya. “Sejak kapan kau mempelajari teknik itu?”
Yuna kembali terkejut, waktu empat bulan itu merupakan waktu yang sangat singkat menurutnya, apalagi sudah mencapai ke tahap kedua. Sehinngga tidak salah Yuna merasakan bahwa adiknya bukan sosok manusia biasa, bahkan api sebesar setengah negara berhasil adiknya padamkan.
“Drake soul.”
“Bukankah sudah kubilang, bahwa teknik itu hanya bis-“ Senyum di wajah Yuna perlahan mengerut setelah melihat sosok roh drake yang terlihat sekilas dengan ukuran yang sangat kecil. Wajahnya sangat suram saat mengetahui bahwa Zeno yang bukan merupakan anggota keluarga Ama bisa menguasai teknik itu.
Bahkan, Zeno yang mempelajarinya cukup singkat, ia hanya perlu mempelajari beberapa menit untuk menghasilkan drake soul yang kecil dan menghilang lebih cepat, tetapi itu bisa dibilang kemajuan yang sangat tidak masuk akal.
“Bagaimana bisa? Zeno, kau cukup membuatku terkejut puluhan kali selama kau menjadi adikku.” Yuna masih tidak percaya setelah apa yang ia lihat, rasanya apa yang Zeno lakukan selalu diluar nalar dan sangat mustahil untuk dilakukan oleh manusia biasa.
__ADS_1
“Baguslah, aku akan kembali ke kamar untuk menyempurnakan drake soul.” Ucap Zeno yang merasa bahagia dengan keluar ke ruang perpustakaan sambil meninggalkan Zeno sendirian.
Yuna hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal setelah melihat tingkah Zeno yang sangat bahagia setelah mendapatkan sebuah teknik yang bernama drake soul. Tetapi ia masih bingung dengan kejadian yang tidak dapat dicerna saat ia berada di dalam perpustakaan.
Sementara itu Zeno yang menenteng buku di tangannya tak henti-hentinya untuk berbahagia, ia tidak menyangka bahwa teknik yang hanya bisa dikuasai oleh keluarga Ama ternyata bisa dikuasainya dengan mudah. Walaupun drake soul yang ia keluarkan sangat lemah untuk digunakan untuk bertarung.
Sesampainya di kamar, ia mencoba untuk mengeluarkan drake soul sekali lagi untuk mengasahnya agar lebih lebih baik.
“Drake soul.”
Tetapi sayangnya, drake soul sekejap menyerang Zeno sebelum menghilangkan diri, sehingga Zeno membentur tembok dengan begitu keras. Zeno merasakan aneh pada drake soul yang menyerang secara tiba-tiba. Walaupun drake soul yang ia keluarkan sangat kecil dan hilang dalam sekejap, tetapi Zeno tidak bisa meremehkannya.
“Pangeran ada apa?” Beberapa prajurit memasang wajah panik saat mendengar ada sebuah benturan yang membentur tembok.
“Tidak, tidak apa-apa, aku hanya mencoba melatih sebuah teknik.” Kata Zeno menenangkan para prajurit. Ia juga merasakan rasa sakit pada bagian pundak karena terbentur tembok.
“Lakukan tugas kalian untuk menjagaku dari luar, namun jangan sekali-kali untuk masuk kecuali aku menyuruh kalian. Mengerti?” Ucap Zeno diiringi senyum ramah.
Para prajurit itu mengangguk apa yang Zeno ucapkan, lagi pula ia sudah diperintahkan kaisar untuk melayani dan menjaga Zeno sebaik mungkin. Jadi mereka tidak bisa menolak apa yang Zeno perintahkan, kecuali jika Zeno menolak untuk di jaga dari luar, maka mereka boleh membantah seperti apa yang kaisar perintahkan.
Zeno kembali berdiri setelah menyuruh keluar para prajurit, wajahnya masih terlihat bingung mengenai drake soul yang tiba-tiba menyerangnya. Tetapi ia bukanlah orang yang gampang menyerah, sehingga ia mencoba kembali mempelajari buku tua itu.
__ADS_1