
Sebuah hari dimana kebahagiaan terjadi di antara dua negara. Tidak, lebih tepatnya terjadi pada tiga negara.
Saat ini kaisar empat negara berkumpul di salah satu istana kekaisaran negara petir untuk menyaksikan pernikahan putri Fang Yuna dan Pangeran Rouya Ama.
Mungkin tidak pas apabila dikatakan empat kaisar, bagaimana tidak, kaisar Aurrora yang berasal dari Glacies Empire baru saja tiba di pelabuhan negara Petir dan bergegas menuju istana kekaisaran.
Selain diadakan pernikahan dua insan tersebut, pesta ini juga merupakan upacara pengangkatan pangeran Rouya menjadi kaisar, lebih tepatnya menggantikan kaisar Shima sebagai pemimpin tertinggi negara petir.
Zeno dan teman-temannya tidak bisa berkata-kata lagi, melihat Fang Yuna sangat cantik menggunakan gaun putih. Sedangkan Rouya, dia juga terlihat sangat tampan, mungkin wanita yang melihatnya, mereka menjadi tergila-gila dengan Rouya. Mereka berdua terlihat sangat anggun sambil menyapa para tamu undangan.
Benar-benar terlihat sangat cocok, mungkin itu yang dikatakan Zeno dalam hatinya. Tapi sayangnya Zeno tidak bisa memperhatikan Yuna lebih lama lagi karena dia pergi dengan Rouya untuk menyapa para tamu dari tempat lain.
Jarang-jarang ada seorang keluarga kekaisaran menikah dengan keluarga kekaisaran lainnya. Mungkin yang paling jelas adalah ayah dan ibunya. Biasanya, para keluarga bangsawan akan menikahi keluarga jauh namun masih dalam satu nama keluarga atau marga.
“Zeno.”
Zeno menoleh ke belakang saat ada yang memanggilnya, begitu juga dengan Nora, Turse yang mengenal suara tersebut. Berbeda dengan Selena, dia tidak tahu siapa yang memanggil Zeno, tapi dia juga menoleh ke belakang.
“Nenek?”
“Salam bertemu dengan yang mulia kaisar.” Nora dan Turse seketika berlutut. Hal tersebut membuat Selena membuka matanya dan terkejut mengenai apa yang dilakukan oleh Nora dan Turse.
Zeno memberi hormat kepada neneknya yang baru datang. Wajahnya terlihat senang saat mengetahui bahwa neneknya hadir ke pernikahan kakaknya, setidaknya baik itu neneknya, ataupun Fang Yuna, keduanya mengetahui satu sama lain.
Secara refleks, Selena langsung berlutut usai melihat Zeno yang juga memberi hormat. Kemungkinan apa yang dirinya pikirkan, wanita cantik di hadapan Zeno merupakan bibi Zeno.
__ADS_1
Sepertinya Selena benar-benar tidak mendengarkan apa yang Zeno katakan, “nenek.” Mungkin dia sedikit tidak mendengar kata itu karena rasa keterkejutannya melihat Nora dan Turse.
Lagi pula, siapa yang percaya bahwa nenek Zeno terlihat cantik dan menawan yang mengenakan gaun berwarna seperti es? Bahkan Fang Yuna yang tengah menikah, membuktikan bahwa orang tua Zeno sudah hampir tua, mungkin berkepala empat. Apalagi nenek Zeno.
Zeno menegakkan tubuhnya usai neneknya memberikan sebuah isyarat. Begitupun dengan ketiga teman Zeno yang langsung berdiri setelah Aurrora memberikan sebuah isyarat.
Terlihat dengan jelas, bahwa Aurrora tidak menuju ke sini sendirian. Aure berdiri di belakang dengan pakaian anggun bak seorang putri juga berdiri di belakang Aurrora. Tidak heran mengapa mantan anak kaisar itu terlihat sangat cantik usai dikurung selama bertahun-tahun oleh Artruk. Pasalnya Aure telah menjadi cucu Aurrora.
“Perjalananmu menyenangkan bukan? Aurrora?”
Zeno menoleh ke belakang, dia melihat kakeknya, yaitu Fang Yoshi sedang berdiri dengan Fang Tan yang ada di sampingnya. Tentu saja, dia cukup heran, bagaimana tidak, selama belasan tahun bersama, di pandangan Yoshi, Aurrora masih tetap cantik dan awet muda. Mungkin jika saat ini suda kakek nenek itu bersama, Yoshi akan di olok-olok karena berjalan dengan wanita muda.
“Tidak perlu menatapku seperti seseorang yang masih muda Yoshi. Aku harap kau sadar diri bahwa kita sudah tua. Sangat malu apabila dilirik oleh orang yang jauh lebih muda dari kita.”
“Kau benar, sudah sangat tua apabila kita melakukan seperti seorang pasangan yang lama tidak bertemu. Berjabat tangan sudah lebih dari cukup bukan?” Fang Yoshi mengulurkan tangannya, dia berharap untuk bisa menyentuh tangan lembut Aurrora lagi.
Fang Tan sedikit terkejut, dia baru mengetahui bahwa wanita cantik yang ada di hadapannya merupakan neneknya, yaitu Aurrora. Tidak heran jika Fang Yoshi melihat Fang Tan terkejut, pasalnya mereka berdua belum pernah bertemu sama sekali.
Mungkin Fang Tan lebih kaget dengan kecantikan neneknya. Dia mengira bahwa wanita di hadapannya merupakan tamu undangan biasa yang berumur beberapa tahun di atasnya. Tapi siapa yang menyangka bahwa kaisar Aurrora yang awet muda memiliki umur yang sudah tua.
Begitu juga dengan Selena, dia baru mengetahui bahwa wanita cantik itu merupakan nenek Zeno. Bahkan dia berusaha mengucek matanya berharap apa yang ia lihat merupakan kesalahan, mungkin setelah ini dia akan menuju tabib untuk menyembuhkan matanya yang salah melihat.
Tidak ada yang salah dari penampilan Aurrora, bahkan Selena bertanya kepada Turse, bahwa kaisar Aurrora memang sangat awet muda.
Aurrora memandang Fang Tan yang mulutnya tidak tertutup. Mungkin dia sangat heran mengenai siapa dirinya, “Fang Tan, ternyata kau sudah sangat besar. Terakhir aku melihatmu sekitar ....” Aurrora berpikir sejenak, dia mengingat kapan terakhir kali dia bertemu Fang Tan. “Yah aku ingat, terakhir aku melihatmu saat kau baru melihat dunia ini.”
__ADS_1
Jika dihitung, Aurrora terakhir datang menuju benua Artik adalah dua puluh lima tahun yang lalu, yang mana saat itu pada waktu Fang Tan baru lahir. Bisa dibilang Aurrora belum melihat Fang Yuna sama sekali.
“Ibu, kau datang juga.”
“Ibu mertua? Sudah lama kita tidak berjumpa.”
Zhuo dan Arina tiba-tiba datang dengan bergandengan tangan. Mungkin siapa saja yang melihatnya, mereka pasti akan iri karena Zhuo dan Arina yang terus menerus melekat bak seorang remaja yang baru saja mengenal cinta.
Arina memeluk ibu mertuanya, sudah sangat lama mereka tidak pernah bertemu. Arina kini juga tampil cantik dengan gaun anggun sebagaimana seorang bangsawan menghadiri sebuah pesta pernikahan.
“Arina, kau masih terlihat sangat cantik. Mungkin itulah mengapa Zhuo tidak sabar untuk bertemu denganmu saat dia tahu bahwa kau ternyata masih hidup.”
Arina melepas pelukannya, dia menjadi sangat malu setelah dipuji secara berlebihan oleh kaisar Aurroa.
“Kaisar Southern Empire dari benua Artrik. Sebuah kehormatan bisa bertemu dengan Anda.”
Zeno melihat bahwa kaisar Hanzi datang bersama dengan kaisar Zabuto yang kini lebih menata rambutnya dari pada waktu pertemuan lima kaisar.
“Sebenarnya sudah tidak ada lagi Southern maupun Northern Empire. Keduanya sudah di satukan oleh cucumu menjadi satu kekaisaran bernama Glacies Empire.” Aurrora menjelaskan.
Seluruh orang yang baru mengetahui sedikit terkejut, menyatukan negara lainnya? Menurut mereka yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Aurroa merupakan hal yang sangat mustahil.
Tapi setelah diperjelas oleh Zhuo dan juga Turse, mereka menjadi percaya bahwa Zeno menggabungkan dua kekaisaran menjadi satu kekaisaran.
“Nenek, kau terlalu melebih-lebihkan. Pada akhirnya yang memimpin satu kekaisaran tersebut adalah kau. Jadi aku hanya melaksanakan perintah mu saja.” Zeno menatap sinis kaisar Aurrora.
__ADS_1
“Sama saja, semua taktik itu berasal darimu. Lagi pula pada akhirnya Glacies juga akan menjadi milikmu.”