Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Sebuah kesepakatan yang menguntungkan


__ADS_3

Remaja tersebut menarik napas dengan perlahan sebelum mengatakan apa kesepakatan yang dia buat. 


"Cukup mudah, jika kalian membantuku mendapatkan bunga teratai emas di puncak gunung Apiluc, maka aku tidak akan mengatakan kepada kekaisaran."


Turse dan Zeno saling memandang setelah mendengar apa yang dikatakan remaja tersebut. Tentu saja mereka berdua tersenyum, lagipula siapa juga orang yang tidak mau mendapatkan sebuah bantuan gratis? Kesepakatan tersebut justru tidak merugikan Zeno sama sekali, melainkan benar-benar sangat menguntungkan.


Dengan begitu, Zeno tidak perlu repot-repot lagi mendapatkan informasi secara diam mengenai benua Nuvoleon, gunung Apiluc atau segala hal yang berhubungan dengan bunga teratai emas. Selain itu, dengan adanya sebuah bantuan secara gratis.


Tapi, Zeno seolah merasa keberatan dan berpikir berat agar remaja tersebut tidak menaruh curiga dengan Zeno. Masalahnya, Zeno kali ini akan berperan sebagai seorang pengkhianat yang sedang mengkhianati sebuah kesepakatan.


Walaupun sebagai misal pada akhirnya remaja tersebut membutuhkan bunga teratai emas untuk sebuah penawar atau obat untuk keluarga dekatnya. Maka Zeno tetap tidak akan menyerahkan bunga teratai emas. Sudah waktunya kali ini Zeno tidak memiliki rasa kasihan dengan orang lain, karena masih ada keluarga terdekatnya yang lebih utama untuk dikasihani.


"Apa tidak ada kesepakatan lain? Jika kau butuh uang, maka aku akan memberikanmu." Zeno berpura-pura merasa keberatan.


"Tidak, tidak ada kesepakatan lain. Jika kalian tidak ingin yasudah, maka aku akan berteriak sekarang juga." 


"Merepotkan." Zeno menurunkan tangannya sebelum melanjutkan apa yang dia katakan, "Baiklah, kami tidak keberatan."


Turse juga demikian, dia menghilangkan anak panahnya dan menyetujui keputusan tersebut. Lagi pula, dia juga tahu bahwa kesepakatan itu benar-benar sangat menguntungkan tuannya yaitu Zeno. 

__ADS_1


"Sepertinya dia tidak tahu bahwa tuan Zeno juga mencari bunga teratai emas di puncak gunung Apiluc." Turse membatin, sepertinya saat tiba di sini, Turse merasa bahwa tuan Zeno benar-benar diberkati sebuah keberuntungan.


"Aku katakan, Bunga teratai emas merupakan bunga paling langka di dunia ini. Bunga teratai emas memang banyak jenisnya, namun, yang paling sering diburu orang adalah jenis bunga teratai emas yang tumbuh sekali dalam lima tahun. Orang luar seperti kalian tidak akan tahu manfaatnya, karena dapat mengobat segala jenis penyakit dan racun." 


"Aku tahu bahwa kalian orang yang kuat. Buktinya …." Hole tidak melanjutkan ucapannya, karena takut orang lain akan mendengarnya. "Aku tahu kalian juga orang baik, aku membutuhkan kalian untuk mendapatkan bunga tersebut untuk mengobati ibuku yang sakit selama sepuluh tahun ini."


"Lima tahun?" Zeno terkejut setelah mendengar ucapan remaja di hadapannya. Tentu saja lima tahun merupakan waktu yang lama bagi bunga teratai emas untuk tumbuh. Hal itu membuat Zeno menggertakkan giginya karena dia tidak tahu, berapa tahun lagi bunga itu akan tumbuh seutuhnya.


"Iya kau benar, dan bunga tersebut akan tumbuh sepenuhnya dalam satu Minggu lagi." Kata Hole.


Zeno menghela napas lega, untungnya, ibunya terkena racun tersebut pada waktu bunga teratai emas yang dicari akan mekar. Mungkin jika teratai emas itu akan mekar dalam dua atau tiga hari ke depan, Zeno pasti tidak akan bisa memaafkan diri dan memilih untuk menangis di pojokan karena tidak rela kehilangan ibunya.


"Lantas, mengapa kau tidak mengambil bunga teratai itu lima tahun atau sepuluh tahun yang lalu?" Zeno mengangkat alisnya karena penasaran.


"Sudahlah, aku akan pulang terlebih dahulu untuk membawa beberapa barangku untuk pergi ke Nuvoleon empire. Dan aku akan menghampiri kalian nanti malam. Ingat, kita akan ke Nuvoleon nanti malam, jika kalian menolak, maka aku akan mengatakan kepada orang-orang yang sebenarnya." Ucap Hole sambil beranjak dari kursinya dan pergi. 


Namun, saat berjalan beberapa langkah, Hole berbalik badan dan berkata, "Jika kalian ingin tahu namaku, namaku adalah Hole. Senang bekerja sama dengan kalian." 


Zeno dan Turse tidak menghiraukan kepergian Hole. Apa yang dia pedulikan hanyalah nama remaja tersebut yaitu Hole.

__ADS_1


"Tuan, Anda dengannya memiliki nasib yang hampir sama. Apa yang akan tuan lakukan? Apakah menyerahkan bunga teratai emas atau kau akan mengkhianatinya?" Turse angkat suara.


"Tentu saja aku akan mengkhianatinya. Aku juga membutuhkan penawar tersebut." Zeno berkata dengan tegas, namun sedikit lirih.


"Aku bukan melawan tuan, tapi apakah Anda tidak kasihan?" Turse menundukkan kepalanya.


"Turse ketahuilah. Dalam sebuah hutan, jika seekor rusa di kejar oleh seekor singa, maka kau akan mengasihani hewan yang mana?" Zeno berkata dengan serius.


"Tentu saja aku menghasilkan rusa tersebut. Bagaimanapun, kita tidak tahu apakah rusa itu memiliki seorang anak atau tidak." 


Mendengar jawaban Turse, Zeno tersenyum dan tidak marah. Bahkan dia berkata dengan lembut, "Perkataanmu tidak sepenuhnya salah. Tapi, jika kau mengasihani rusa karena bisa jadi rusa tersebut merupakan induk, bagaimana dengan singa yang mengejarnya? Bisa jadi hewan itu juga kelaparan dan sedang mencari makanan untuk anaknya." 


"Intinya hidup ini seperti hukum alam. Memakan atau dimakan. Kau mengerti? Jadi, kau boleh untuk mengasihani keduanya, kau boleh mengasihani aku ataupun dia. Ataupun kau juga boleh tidak memiliki rasa empati sama sekali di keduanya, namun itu akan menghasilkan sebuah citra yang buruk. Itu semua tergantung kepribadianmu."


"Jika kau bertanya, apakah aku kasihan kepadanya atau tidak? Tentu saja iya, tapi mau bagaimana lagi, aku juga punya ibu yang membutuhkan penawar tersebut." Zeno menundukkan kepalanya, dia berkata dengan sedih mengingat kondisi ibunya.


Selain itu, dia juga teringat dengan kepergian ayah, kakek dan neneknya yang membuatnya benar-benar terpukul. Benar-benar, kehilangan satu keluarga rasanya sangat sulit, apalagi keluarga tersebut baru saja berkumpul setelah beberapa tahun.


Rasanya sangat sulit untuk menerima kenyataan itu. Kehilangan ayahnya memang menyakitkan bagi Zeno. Tapi Zeno tidak sedikitpun mengizinkan ibunya mengalami seperti itu jika bukan karena umur.

__ADS_1


"Tuan juga tidak sepenuhnya benar. Tentu saja sebagai kawanan singa, maka akan lebih mengasihani singa yang mengejar rusa tersebut. Karena aku bagaikan kawanan singa yang mana tuan merupakan pemimpin dari kawanan tersebut. Maka dari itu, aku sama sekali tidak mengasihani dia, aku hanya mengasihani tuan yang jauh lebih membutuhkan penawar itu dari siapapun." Turse menyahut, dia tidak ingin lagi-lagi melihat Zeno menundukkan kepalanya dan bersedih, maka dari itu, menghiburnya merupakan tugasnya.


Zeno yang mendengar penjelasan Turse, dia sedikit tersenyum. "Kau ini, terserah kau saja."


__ADS_2