Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Tempat bersejarah


__ADS_3

Zeno kembali ke sebuah penginapannya, bagaimanapun juga ia sangat kelelahan akibat melawan Geldhe kala tadi apalagi orka yang ia gunakan untuk melawan Geldhe terkuras sangat banyak, sehingga ia harus benar-benar beristirahat untuk memulihkan tenaganya.


“Tuan.”


Suara di balik pintu membuat Zeno membuka matanya, tubuhnya yang terbaring di atas kasur membuatnya malas untuk berdiri, tetapi mau bagaimana lagi, dia harus membukakan pintu untuk seseorang tamu yang repot-repot datang ke kamar penginapannya.


“Apa?” Tanya Zeno dengan suara lembut sambil membuka sebuah pintu.


“Tuan, maafkan aku, karena kejadian tadi, anda belum menerima pesanan dari kami. Maka dari itu kami kirimkan makanan itu sekarang juga.” Ucap wanita penjaga kasir itu dengan memberikan sepiring makanan kepada Zeno.


Zeno menerima makanan itu, lagi pula ia juga sangat lapar dan belum menerima makanan dari tadi. “Masuklah, ada sesuatu yang ingin kutanyakan.” Perintah Zeno sambil berbalik arah menuju kasurnya.


“Tapi tuan..” Kata wanita kasir dengan tidak melanjutkan pembicaraannya.


“Tidak apa-apa aku tidak akan berbuat macam-macam.” Ucap Zeno sambil menoleh sedikit ke arah wanita kasir.


Wanita itu mengangguk, “baiklah.” Dengan ucapan yang begitu lembut.


Baik Zeno ataupun wanita itu duduk. Sebelumnya, Zeno mengunyah beberapa sendok makanan sebelum memulai pembicaraan kepada wanita itu. Walaupun begitu, Zeno sebenarnya menawarkan sedikit makanan kepada wanita di hadapannya untuk menaruh rasa hormat, tetapi wanita yang ada di hadapannya menolak apa yang Zeno tawarkan dengan alasan bahwa tidak sepatutnya Zeno menawarkan makanan kepada pelayan.


“Sebelumnya, aku ingin meminta maaf karena telah membuat kerusuhan di kedaimu.” Kata Zeno sambil mengusap bibirnya sendiri.


“Tidak Perlu dipermasalahkan tuan, kami sebenarnya juga sangat berterima kasih karena telah membunuh Geldhe. Jujur, kami sebenarnya telah melunasi hutang kepadanya, tetapi karena bunga yang selalu berlipat ganda setiap bulannya, membuat kami begitu terbebani.” Ucap wanita itu sambil menundukkan kepalanya.


“Aku sudah tau itu. Tetapi bisakah kau memberitahukan namamu!” Tanya Zeno.


“Uza, itulah nama pemberian ayahku. Sedangkan tuan sendiri?” Tanya balik Uza kepada Zeno.

__ADS_1


“Zeno, Fang Zeno.”


Uza begitu terkejut setelah mendengar apa yang Zeno ucapkan, ia menelan ludah saat tahu persis siapa nama yang Zeno katakan. “Pangeran kekaisaran negeri air, serta dijuluki cucu dua kaisar.” Yaah, itulah yang diucapkan dari mulut Uza.


“Maafkan aku tuan, saya benar-benar tidak mengenali anda.” Sambung Uza dengan bersujud di hadapan Zeno.


Apa yang Uza lakukan membuat Zeno tepuk jidat, pasalnya ia tidak menyangka bahwa nama tersebut ternyata memang sudah sampai di negara petir, padahal saat Zeno diputuskan menjadi anggota keluarga Fang, dan menjadi keluarga kekaisaran, itu diperhitungkan semenjak beberapa bulan yang lalu.


“Bangunlah, aku tidak suka orang yang terlalu merendahkan diri di hadapanku.” Tegas Zeno dengan wajah masam.


“Baiklah tuan, aku mengerti.” Ujar Uza.


“Aku hanya ingin bertanya, apakah di negara ini akan ada peristiwa penting, atau mungkin tempat bersejarah yang menyimpan misteri?” Tanya Zeno.


“Baik peristiwa penting, atau tempat bersejarah yang menyimpan misteri, keduanya ada di negara ini." Jawab Uza.


Sebenarnya Zeno ingin mencari tahunya sendiri dengan menguping pembicaraan orang lain, tetapi karena orang-orang di kedai tadi sudah pulang, dan sisanya kembali ke kamar penginapannya, mau tidak mau Zeno harus bertanya langsung, lagipula kebetulan saja ada Uza yang datang ke kamarnya.


Uza menceritakan bahwa terdapat tempat bersejarah di negara ini yaitu  ada sebuah tempat bernama danau Vanzula, danau tersebut sepanjang tahun disambar petir terus menerus tanpa henti, banyak orang yang datang ke danau tersebut dan tidak bisa kembali untuk selamanya. 


Uza juga bercerita, Reruntuhan kediaman Zanfal, juga merupakan salah satu tempat bersejarah yang juga menyimpan misteri banyak di sana. Ratusan tahun yang lalu, keluarga Zanfal merupakan keluarga dengan elementalis terkuat di negara ini, bahkan keluarga Ama yang merupakan keluarga kekaisaran kalah dibuatnya. Tetapi karena kesombongannya, keluarga Zanfal runtuh karena seorang anak kecil. 


Saat ini, kediaman tersebut sudah menjadi sebuah reruntuhan di sana. Banyak orang yang menganggap bahwa reruntuhan Zanfal terkesan sangat mengerikan karena banyak roh-roh keluarga Zanfal yang berkeliaran di sana.


"Aku harap tuan muda tidak pergi kesana, karena tempat tersebut bisa dibilang berbahaya." Kata Uza setelah bercerita.


"Bagaimana dengan peristiwa penting?" Tanya Zeno kembali.

__ADS_1


"Maaf tuan, memang negara ini akan ada peristiwa penting, yaitu petir merah akan menyambar langit Kekaisaran tetapi peristiwa itu akan ada selama dua bulan lagi."


Zeno menghela nafas sambil berpikir, ia tidak menyangka bahwa peristiwa penting yaitu petir merah yang akan menyambar langit Kekaisaran dan itu akan terjadi beberapa bulan lagi. Tetapi untungnya, masihterdapat pada dua tempat bersejarah, yaitu danau Vanzula atau reruntuhan Zanfal.


Tetapi Zeno juga tidak terlalu yakin apabila ia bisa membangkitkan elemen petirnya dengan mengunjungi tiga tempat, karena sebelumnya, Zeno membangkitkan elemen air dari perasaan hatinya. Dimana saat itu suasana hatinya terkejut hebat seakan-akan tak percaya bahwa berita itu nyata.


Maka apabila Zeno tidak bisa membangkitkan elemen petirnya pada dua tempat bersejarah tersebut, maka Zeno akan memutuskan untuk langsung pergi menuju negara tanah untuk membangkitkan elemen tanah, itupun jika bisa bangkit.


Harapan Zeno apabila tidak membangkitkan elemen petirnya, setidaknya ia juga harus bertemu oleh roh pendiri negara petir dalam mimpinya, seperti apa yang ia lakukan oleh Fang, atau merupakan pendiri negara air.


Dengan kemenangan yang didapatkan setelah bertarung dengan pendiri negara, semestinya ia juga akan mendapatkan sebuah teknik yang pendiri negara miliki tanpa mempelajari terlebih dahulu.


"Baiklah, kau bisa pergi, terima kasih telah memberitahuku informasi yang aku inginkan." Ucap Zeno sambil melambaikan tangannya.


"Ba..baiklah tuan muda." Jawab Uza sambil berdiri dan pergi meninggalkan Zeno.


"Satu hal, jangan beritahu siapapun bahwa aku merupakan salah satu keluarga kekaisaran negri air." 


"Baiklah, saya berjanji tidak akan memberitahukan siapapun." Uza menghela napas, ia tidak menyangka bahwa pangeran Fang Zeno merupakan seseorang yang rendah hati, bahkan ia tidak mau untuk memberitahukan identitas nya di depan umum.


Zeno kembali terbaring di atas ranjangnya, matanya tidak bisa terpejam karena terus menerus memikirkan cara untuk membangkitkan elemen petirnya, belum lagi elemen tanah, serta belum lagi tentang mencari ayahnya keluar benua.


Andaikata Zeno belum berhasil membangkitkan salah satu, bahkan kedua elemental nya, Zeno terpaksa harus mencarinya kembali ketika ia berhasil menemukan ayahnya. Untung-untung Zeno akan sangat bersyukur apabila elemennya bangkit saat ia sedang dalam perjalanan mencari ayahnya.


Beban pikirannya tiba-tiba bertambah berat ketika pikirannya sekilas memikirkan tentang sebuah es yang keluar dari pedang dua jiwanya.


"Tetapi kemungkinan terbesar, bukankah pedang dua jiwa merupakan sebuah pedang yang memiliki jiwa air serta angin. Yah benar, es merupakan salah satu elemen yang merupakan cabang dari angin dan air, jadi tidak salah apabila pedang dua jiwa mengeluarkan es." Kata Zeno dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2