Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Berangkatnya armada kapal


__ADS_3

Fajar telah tiba, Zeno berteriak dengan begitu tegas agar para pasukan sudah bersiap dan berdiri di kudanya masing-masing. Tidak hanya itu saja, Zeno juga berharap tidak ada tenda di atas es yang masih berdiri sehingga membuatnya ingin menghancurkannya. Untungnya, para prajurit yang berdiri sangat disiplin yang membuat Zeno tersenyum tipis.


Kemudian, Lois menaiki kuda seperti apa yang diperintahkan oleh Zeno, lalu diikuti oleh 900.000 pasukan kurang satu yang juga ikut menaiki kuda seperti apa yang dititahkan oleh jenderal Lois.


Zeno yang melihat para prajurit dan jenderalnya sudah menaiki kuda, dia memukul permukaan es yang dia pijak menggunakan telapak tangan dengan begitu keras. Sehingga, permukaan es tersebut tiba-tiba hancur dan berubah menjadi permukaan laut semula. Tentu saja, para pasukan berkuda masih tetap seperti keadaan semula yaitu berdiri di atas permukaan air laut tanpa tenggelam.


Tidak ingin menunggu lama, Zeno juga langsung menaiki kudanya. Dengan penuh semangat, dia menaikkan tangannya tinggi-tinggi untuk memberikan sebuah isyarat agar para pasukannya kembali bergerak.


Dan tentu saja, Zeno dan para pasukannya kembali memacu kudanya dan kini mereka kembali melanjutkan perjalanan yang sangat jauh. Kemungkinan, mereka akan datang selama tiga minggu kemudian.


.....


Benar-benar sangat tidak masuk akal, sudah satu minggu mereka sudah berkuda di atas permukaan air laut tanpa bermasalah. Pagi sampai siang mereka akan memacu kuda mereka, dan pada malam hari akan beristirahat. Itulah yang terjadi dengan para pasukan tersebut. Rasanya mereka tidak merasa untuk berperang, akan tetapi melakukan sebuah perjalanan wisata. Bagaimana tidak, mereka bisa melihat secara langsung ikan-ikan berenang dengan sangat hebat. Bahkan mereka juga sempat melihat ikan paus yang melompat ke permukaan air laut dengan sangat lincah.


Tentu saja, selama perjalanan menuju benua bayangan, dia selalu menghindari untuk mendekat di benua lainnya, bahkan dia juga berusaha untuk tidak berada di jalur perkapalan. Karena Zeno tahu bahwa apabila itu benar-benar terjadi, maka akan menjadikan sebuah berita yang sangat heboh di seluruh benua, dan itu akan sampai di telinga kaisar Danze.


Padahal, Zeno sendiri tidak ingin kaisar Danze mengetahui bahwa Glacies Empire menyerang kekaisarannya. Lebih tepatnya Zeno ingin membuat serangan kejutan tanpa adanya sebuah deklarasi perang agar Danze sendiri terlihat pani. Meskipun, Zeno sendiri tidak yakin bahwa Mare Enbarum akan sangat panik, karena dia sendiri tahu bahwa kekaisaran tersebut terlalu kuat dan siap perang untuk kapan saja.

__ADS_1


Beberapa kali mereka juga selalu menghadapi hal-hal mengerikan yang berhubungan dengan laut seperti badai, gelombang air laut yang tidak stabil, serta awan petir yang menggelegar yang membuat kemungkinan besar para pasukan untuk tersambar. Namun untungnya, Zeno selalu bisa mengendalikan dan menghilangkan itu semua dengan sangat mudah.


Tentu saja hal tersebut membuat Lois selalu termenung dan bertanya-tanya, siapa Zeno itu sebenarnya? Dia juga merasa bahwa Zeno bukanlah orang biasa karena dia selalu memancarkan aura agung yang membuat Lois bernapas dengan begitu sesak.


Tidak mungkin bahwa anak berusia 16 tahun mengalahkan Danze yang menjadi kaisar terkuat jika bukan seorang anak dewa. Itulah yang dipikirkan oleh Lois selama perjalanan menuju Mare Enbarum. Disisi lain, dia juga merasa sedikit bingung, karena dia juga tahu persis bahwa Zeno bukanlah anak dewa, melainkan anak jenderal Zhuo dan Arina.


.....


Sesuai kesepakatan, apabila pasukan berkuda yang dipimpin oleh Zeno berangkat satu minggu yang lalu, maka tepat hari ini, Armada kapal yang dipimpin oleh laksamana Mahaa juga bersiap untuk berangkat menuju Mare Enbarum.


Dan itu benar-benar terjadi di pantai barat benua Artrik, ratusan kapal terbaris rapi dengan satu kapal paling besar yang terbuat dari es. Kemudian, setiap kapal diisi oleh beberapa kru yang menggerakkan kapal, dan ditumpangi oleh para pasukan yang mengalungkan panah di lehernya. Beberapa kapal, juga tidak hanya diisi oleh para pemanah, namun juga pasukan khusus yang mengenakan pakaian Assassin dengan dua pedang yang ada di selongsongnya.


Tidak hanya itu saja, di kapal yang paling besar ini juga diisi oleh orang-orang penting yang juga ikut untuk berperang. Seperti Kirin, Uron, Turse, Selena, Nora dan para prajurit khusus lainnya.


“Geladak kapal ini terlalu licin, tapi aku sangat suka dengan kapal ini.” Nora meloncat-loncat di atas kapal es milik Mahaa dengan sangat girang. Bahkan, Turse yang melihatnya sangat jijik dengan apa yang dilakukan oleh Nora.


Sedangkan Selena, dia tidak ingin berekspresi apa-apa tentang Nora. Dia hanya bersikap biasa saja di atas geladak kapal.

__ADS_1


“Nora hentikan! Jangan kau hancurkan kapal berharga ini!” Laksamana Mahaa langsung memarahi Nora saat tahu, bahwa Nora sedang melompat-lompat di atas kapal esnya.


“Memangnya kenapa? Apa karena ini kapal dari kaisar, sehingga kau marah saat aku melakukan seperti ini?” Nora menjulurkan lidahnya seolah sedang meledek laksamana Mahaa.


“Benar, memang ini adalah hadiah berharga dari kaisar untukku. Namun, bukan berarti ada sesuatu yang disembunyikan dari kami. Aku hanya ingin diriku sendiri bisa menghargai pemberian orang lain.” Laksamana Mahaa mencoba untuk menjelaskan kepada Nora.


“Tapi itu membuatku sangat iri.” Nora menundukkan kepalanya dengan sangat sedih, namun, dia langsung menatap Turse dan tersenyum jahat, “Tidak, tidak masalah apabila si tukang racun itu juga tidak mendapatkan sebuah hadiah.”


“Kau mana tahu? Bahkan hadiah yang diberikan kaisar kepadaku jauh lebih baik daripada kapal besar seperti ini.” Turse membatin dan memendam ucapannya, karena dia tidak ingin membuat keributan dengan Nora. Selain itu, dia masih menatap malas Nora seolah ekspresinya menunjukkan bahwa dirinya tidak mendapat hadiah dari sang kaisar.


“Jika dipikir-pikir, es yang muncul di pedangku beberapa minggu yang lalu juga belum hilang sampai sekarang, dan yang memunculkan es tersebut adalah Zeno demi melindungi pedangku. Cukup hebat, aku akan menganggap es tersebut adalah hadiah dari temanku, Zeno.” Selena memandang pedang yang ada di selongsongnya setelah mendengar keributan yang terjadi pada teman-temannya.


Daripada membuang waktu yang begitu berharga, Turse dan laksamana Mahaa langsung menuju ujung kapal paling belakang untuk memimpin para pasukan yang siap melakukan perjalanan selama dua minggu dan melakukan pertempuran besar.


“Seperti apa yang ku katakan tadi, aku harap kalian benar-benar bersungguh-sungguh dan siap untuk melakukan pertempuran. Jangan takut untuk mati! Karena semboyan kita, hidup dan mati untuk kekaisaran! Untuk kaisar! maka, siapa saja yang tidak ingin berperang, maka juga tidak menuruti titah kaisar, dan kalian bisa meninggalkan kapal.” Suara Laksamana Mahaa begitu menggema dengan begitu keras, bahkan pasukan yang berada di seluruh armada kapal mendengarnya dengan begitu jelas.


“Hidup dan mati untuk kekaisaran! Untuk kaisar!” Turse mengangkat busur panahnya dengan sangat tinggi.

__ADS_1


Hingga pada akhirnya, kapal es yang paling besar dan paling depan sudah bergerak ke depan, kemudian diikuti oleh 400 kapal yang juga bergerak mengangkut ratusan ribu pasukan di antaranya para angkatan laut, pemanah, dan juga pasukan khusus yang ditugaskan sesuai dengan rencana yang ada.


Armada kapal Glacies Empire, kini telah resmi berlayar menuju arah barat setelah masing-masing kapal mengangkat jangkarnya sendiri-sendiri. Mungkin, armada kapal inilah merupakan Armada kapal paling besar yang terjadi dalam sejarah. Karena Mare Enbarum sekalipun yang sebelumnya juga memiliki armada kapal paling besar, tidak pernah mengerahkan sebanyak ini.


__ADS_2