Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Restu dari sang kakek


__ADS_3

"Apa yang kau lakukan? Mencoba pedang baru dengan membunuh seseorang yang tidak bersalah?" Tanya Lyana dengan begitu dingin. 


"Aku akan melaporkan kepada kakek dan menyita pedang dua jiwa mu itu." Sambungnya.


"Membunuh seseorang yang tidak bersalah? Anak raja kota itu bahkan membuatku kesal, kau tahu apa yang membuatku kesal Lyana? Dia telah mengatakan yang tidak-tidak pada bibimu. Lagipula, aku tidak membunuhnya dengan pedang dua jiwa ku." Jawab Zeno.


"Bukan begitu paman? Yang menusuk perut tuanmu itu adalah pedangmu." Zeno menoleh ke arah bawahan anak raja kota bulu merak yang saat ini ikut dalam pengepungan Zeno. Dia lantas mengambil pedang yang ada di selongsong orang itu. Bercak darah pada pedang tersebut masih ada, menandakan bahwa pedang tersebut memang habis digunakan untuk membunuh orang.


Bawahan anak raja kota begitu terkejut setelah bercak darah yang ada di pedang masih nampak. Orang itu juga bergumam bahwa Zen ini sangat cerdas, dia memang sengaja tidak menggunakan pedang miliknya, dan menggunakan pedang orang lain, agar Zen tidak memiliki bukti bahwa dirinyalah pelaku pembunuhan tersebut.


"Anak raja kota mu itu telah membuat Fang Zeno begitu kesal, jadi dia memang pantas mendapatkan itu." Kata Lyana dia kemudian berbalik arah, dan kemudian pergi meninggalkan permasalahan yang Zeno hadapi.


"Zeno, jika masalahmu selesai, pergilah menuju kekaisaran." Sambungnya dengan menaiki kereta kuda dengan begitu anggun.


Seluruh prajurit terdiam seketika, menurunkan senjata yang diarahkan kepada Zeno dengan wajah yang begitu suram, terutama bawahan anak raja kota yang memasang wajah jelek saat mengetahui identitas Zeno yang sebenarnya.


"Maafkan kami tuan, kami benar-benar tidak tahu siapa anda sebenarnya." Semua orang yang mengepung Zeno, mereka semua bersujud dihadapan Zeno. 


"Bangunlah, aku tidak mau kalian seperti itu." Kata Zeno kembali menuntun kudanya, dia tidak peduli dengan keberadaan para prajurit kota.


Wajah bawahan anak raja kota begitu pucat, dia tidak berani untuk kembali ke kotanya dan mengabarkan berita yang sebenarnya kepada raja kota. Tetapi, jika dia tidak kembali, dia bingung dengan keberadaan keluarganya yang menjadi tanggungan dalam kehidupannya.


Akhirnya bawahan tersebut memutuskan kembali dengan perasaan menyesal karena tidak tahu bahwa itu adalah Fang Zeno. Pasalnya yang ia tahu, pemuda tersebut bernama Zen, dan bukan Zeno.

__ADS_1


Tetapi sebenarnya Zeno juga tidak salah sepenuhnya yang membuat orang-orang itu malu, Zeno mengatakan bahwa dirinya bernama Zen, yang diambil dari kata Zeno. Jadi orang-orang hanya kurang mengerti bahwa Zen adalah Zeno juga.


Hingga akhirnya, Zeno telah sampai menuju gerbang kekaisaran. Dia begitu disambut dengan begitu baik oleh para prajurit yang mengetahui wajah Zeno, namun ada beberapa juga yang tidak mengenali wajah Zeno yang hanya bingung karena Zeno diperlakukan dengan begitu baik.


“Yang mulia kaisar, cucu anda, Fang Zeno menuju kemari.” Kata salah satu prajurit yang menghadap kepada kaisar Hanzi.


“Benarkah?” Kata kaisar Hanzi dengan begitu kegirangan, pasalnya dia sangat rindu dengan Zeno walaupun dia baru saja bertemu dengannya waktu kemarin.


Seluruh keluarga yang berada di ruangan tersebut juga memasang wajah begitu senang, walaupun tak sesenang kaisar Hanzi. Mereka lantas berdiri menyambut Zeno yang baru datang memasuki ruangan tersebut.


“Akh ternyata Zeno benar-benar datang kemari.”


“Salam hormat kakek, salam hormat bibi, paman dan yang lainnya.” Ucap Zeno sambil membungkukkan badannya.


“Aku akan menyuruh pelayan untuk menyiapkan tempat untuk mu beristirahat Zeno.” Kata bibi Zeno yang kemudian beranjak dari kursinya.


“Zeno duduklah, memangnya ada perlu apa sehingga cucu kakek berkunjung kesini?” Tanya kaisar Hanzi menyuruh Zeno untuk duduk.


“Yah sebenarnya aku hanya berkunjung melewati negara angin, karena tujuanku adalah berpetualang ke negara petir. Jadi rasanya tidak begitu enak kalau hanya sekedar melewati sebuah negara milik kakeknya.” Ucap Fang Zeno memberi sebuah penjelasan.


“Memangnya ada perlu apa kau menuju negara petir?” Tanya kaisar Hanzi begitu penasaran dengan penjelasan Zeno.


Zeno kemudian menjelaskan, “Aku hanya ingin berpetualang dan menambah wawasanku di kedua negara yang belum aku kunjungi, yaitu negara petir dan negara tanah. Di tambah setelah melakukan petualang, aku akan mencari ayah keluar benua.”

__ADS_1


“Jadi aku juga perlu meminta restu dari sang kakek untuk melakukan petualangan besar tersebut.” Sambungnya.


“Pergilah, aku juga sebenarnya sangat bangga apabila memiliki cucu yang mempunyai jiwa berpetualang.” Kata Hanzi dengan senyum di wajahnya.


***


“Hari sudah malam, tetapi kalian tidak menemukan anak yang bernama Zen itu?” Kata sang raja kota Bulu Merak melihat beberapa prajurit dan bawahan anaknya itu masuk ke dalam ruangannya itu.


“Maafkan aku yang mulia raja.”


“Tidak ada kata maaf!” Teriak raja kota dengan begitu keras, sehingga membuat salah satu prajurit tidak melanjutkan beritanya.


“Pergilah! kalian memang tidak berguna.” Sambungnya dengan begitu kesal. Tapi sebenarnya wajar saja dia sangat marah besar, karena anak semata wayangnya itu meninggal, walaupun hari-hari biasanya dia juga sering marah-marah tanpa sebab.


“Yang mulia, mohon, dengarkan saya berbicara sekali lagi, ini berita yang sangat penting, dan ini menyangkut maju atau mundurnya kerajaan di kota ini.” Ucap bawahan raja kota itu dengan wajah yang begitu memelas.


“Baiklah, kuharap berita ini sangat penting, kalau menurutku itu tidak penting, aku akan membunuhmu sekarang juga.” Kata Raja kota dengan memasang wajah yang begitu seram.


“Sebenarnya, pelaku pembunuhan anak yang mulia adalah tuan Fang Zeno, cucu dua kaisar. Dan sebenarnya juga, pangeran kota lah yang membuat tuan Fang Zeno begitu kesal.” Kata bawahan anak raja kota tersebut yang begitu pucat, ludahnya ditelan dengan begitu kasar setelah memberikan berita yang sesungguhnya, dia sungguh tidak tahu lagi, bagaimana ekspresi sang raja kota nantinya setelah mengetahui fakta yang sebenarnya.


Raja kota begitu kaget setelah mengetahui bahwa pelaku pembunuhan anaknya adalah pangeran kekaisaran negeri ini. Dia begitu gemetar setelah mengetahui bahwa anaknya telah melakukan kesalahan terbesar yaitu mengusik keluarga kekaisaran. Ditambah lagi, Fang Zeno merupakan bagian dari dua kaisar, itu berarti kali ini dia sedang berurusan dengan dua kekaisaran di benua ini.


Raja kota langsung memutar otaknya agar dirinya tidak berurusan dengan dua kekaisaran. Dia kemudian melambaikan tangannya menyuruh seluruh bawahannya itu untuk pergi meninggalkan dirinya sendirian di ruangan ini.

__ADS_1


Raja kota nampak sedang mondar-mandir, memikirkan cara agar dirinya terbebas dari masalah yang begitu besar. Namun dia begitu tersenyum saat terpikirkan sesuatu ide yang menurutnya begitu cemerlang dan baik.


“Mudah saja, aku akan menghadap ke yang mulia kaisar untuk meminta keadilan, aku akan membuat seolah-seolah pangeran kekaisaran yang melakukan kesalahan terlebih dahulu.” Batinnya dengan senyum melengking di wajahnya.


__ADS_2