Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Drake Soul


__ADS_3

Zeno melompat ke bagian ekor Drake saat Drake tersebut merendah. Hal tersebut tindakan yang sangat berbahaya, apalagi naga tersebut tepat di atas danau yang entah seberapa dalam, serta di bawah awan berpetir yang sangat mengerikan.


Zeno kesulitan menjaga keseimbangan saat ia berusaha berjalan menuju tubuh utamanya, hal tersebut dikarenakan Drake yang terus menerus bergerak dan mencoba menyerang Kiba yang ada di atas tubuhnya.


Kiba kembali menggigit tubuh Drake yang keras itu, mengakibatkan Drake menggeliat di udara begitu hebat. Hal tersebut mengakibatkan Zeno terjatuh dari tubuh Drake.


Tetapi untung saja ia sempat menghunuskan pedangnya tepat di luka gigitan Kiba kepada Drake pertama kali, sehingga Zeno masih sanggup berpegangan pedang yang menancap itu.


"Zeen!" Teriak Selena setelah melihat Zeno yang hampir terjatuh menuju danau. Tapi ia begitu menghela napas saat Zeno masih sanggup untuk bertahan.


Walaupun begitu, Selena masih agak cemas dalam kondisi Zeno yang bergelantungan sambil berusaha berdiri. Apalagi dirinya tidak bisa berbuat apa-apa karena petir yang terus menghujani dirinya.


"Pangeran, apakah kau sebagai pangeran akan diam saja setelah melihat orang lain kesulitan?" Teriak Selena kepada Rouya.


"Bukankah anak itu bilang bahwa kita tidak boleh bergantung kepada orang lain?" 


"Bodoh! Bodoh! Dasar kau idiot. Ternyata kau masih belum menyerap apa yang dikatakan Zen? Zen tidak bergantung kepadamu, tetapi setidaknya jika kau memiliki hati, maka tolonglah dia! Lagipula apa kau tidak ingat, siapa yang terbunuh akibat ulah beast itu." Sahut Selena mematahkan ucapan Rouya.


Rouya membuka matanya lebar-lebar, dia sebenarnya tidak bisa memaafkan atas kematian ayahnya. Tetapi mau bagaimana lagi, dia hanyalah anak tak berdaya yang hidup dilingkungan kekaisaran.


Perlahan-lahan hujan petir yang mengarah ke Selena dan Rouya hilang perlahan-lahan dan tergantikan dengan petir abadi yang menyambar danau.


Selena menghela napas panjang, untungnya tidak ada luka kritis akibat sambaran petir itu.


"Apakah kau tidak ada niatan ingin balas dendam? Lalu, apa tujuanmu kesini dasar idiot?" Teriak kembali Selana.


"Tapi aku tidak mempunyai keberdayaan untuk melawan beast itu." 


"Ah sialan." Gumam Selena sambil memalingkan wajahnya, kini ia menghadap ke arah pertarungan Zeno dengan Drake. Pertarungan mungkin terlihat tidak adil, karena ukuran Drake yang berkali-kali lipat dengan Zeno.


Rouya dalam keadaan bingung, pasalnya jika ia diam saja, dirinya akan di cap beban oleh Selena ataupun Zen, tetapi dirinya juga tidak memiliki kemampuan untuk melawan Drake.


"Rouya! Rouya!" 

__ADS_1


Rouya melihat sekeliling karena ia mendengar seseorang yang memanggil dirinya. Bukan Selena yang memanggilnya, suara tersebut lebih tepatnya suara seorang pria yang ia kenal.


"Itu, itu suara ayah?" Ucapnya setelah mengetahui dan sadar siapa seseorang yang memanggilnya.


"Ayah! Ayah! Dimana kau?" Rouya berteriak memanggil ayahnya, tetapi tidak ada jawaban kembali dari suara sang ayah.


Selena melihat Rouya seperti orang mengigau, memanggil ayahnya tanpa jelas, itu membuat Rouya seperti berhalusinasi.


"Iya benar, aku harus melawan seseorang yang membunuh ayahku!" Sambungnya dengan mata yang penuh tekad, setelah mendengar suara ayahnya, namun tidak ada jawaban setelah ia memanggil balik.


Rouya menjulurkan tangannya, ia ingin mengeluarkan sebuah teknik petir yang akan ia arahkan kepada Drake. Tapi sayangnya, sebelum ia mengeluarkan, ekor Drake malah mengarah diantara Rouya dan juga Selena akibat serangan Zeno dan juga Kiba.


Akibatnya, kedua orang tersebut terhempas jauh dan mengakibatkan Rouya pingsan karena menabrak sebuah pohon di dekatnya.


"Sialan." Gumam Zeno setelah menyerang wajah Drake menyebabkan ekornya tidak terkendali, akibatnya, ekor Drake mengarah ke arah Selena. Terutama Rouya yang malah pingsan.


Tetapi Zeno tidak peduli dengan itu, kemungkinan Rouya juga akan bangun tidak lama lagi, sehingga ia lebih fokus melawan Drake yang menjadi pijakannya.


****


"Apakah teknik itu hebat? Aku memiliki ayah, jadi aku tidak perlu memiliki teknik itu. Bukankah ayah telah berjanji untuk melindungi Rouya selamanya?" Kata Rouya yang bersikeras dan mengotot tidak mau turun.


"Setidaknya kau harus melihatnya!" Kata Raiden yang merupakan ayah Rouya.


"Baiklah." Ucap Rouya begitu terpaksa.


------


"Petir: drake soul." Sesosok naga namun berbentuk Sambaran petir keluar dari belakang Raiden, namun naga tersebut sengaja ia hilangkan karena terbilang berbahaya.


"Sekarang giliran mu, sebelumnya ayah telah memberikanmu gulungan teknik ini, apakah kau mempelajarinya?" Sambungnya dengan melihat Rouya yang dari tadi melihat teknik milik ayahnya.


Walaupun Rouya sebenarnya tidak mempelajari sepenuhnya, tetapi Rouya berbohong dan mengatakan bahwa ia telah mempelajari teknik itu.

__ADS_1


"Petir: Drake soul." 


Tidak ada naga petir yang keluar dari manapun, wajah Rouya juga tidak merasa bersalah pun setelah tidak berhasil mengeluarkan teknik itu.


"Berusahalah kembali." Kata ayah Rouya dengan pergi meninggalkan Rouya.


Semenjak saat itu, Rouya juga tidak memiliki niatan untuk mempelajari Drake soul, karena ayahnya kini jarang membimbing nya.


Namun, semuanya berubah saat Raiden atau ayah Rouya meninggalkan. Rouya merasa menyesal karena tidak mempelajari Drake soul. Sepeninggalan ayahnya, Rouya menjadi giat untuk mempelajari Drake soul, tetapi sayangnya Rouya selalu gagal untuk mengeluarkannya.


*****


"Itu cuma mimpi?" Rouya bangun dari pingsannya, tetapi mimpi tersebut masih terngiang-ngiang di kepala.


"Drake soul, teknik turun temurun dari keluarga Ama. Teknik perwujudan beast pendiri negara, entah siapa yang menciptakannya, yang pasti orang itu hebat." Gumamnya di dalam hati.


"Apakah? Apakah aku bisa mengeluarkan nya?" Sambungnya dengan bertanya kepada hati kecilnya.


"Yakinlah jika kau bisa!" 


Suara ayahnya kembali terdengar di kepala Rouya, mengakibatkan dirinya berdiri dan menoleh ke arah manapun. Tetapi percuma saja, saat ia memanggil ayahnya kembali, tidak ada jawaban yang terdengar Rouya.


Rouya kini melihat Zeno telah berusaha melawan Drake, kali ini Selena juga berhasil melompat ke tubuh Drake dan menyerangnya, tapi terlihat begitu jelas, bahwa kedua orang yang dilihat Rouya terlihat sangat lelah.


Rouya melangkahkan kakinya, dia kali ini benar-benar yakin untuk mengeluarkan Drake soul, entah berhasil atau tidak setidaknya dirinya masih berusaha mencoba.


"Petir: Drake Soul."


Wajah Rouya begitu pahit setelah tidak ada naga petir yang keluar, dirinya ternyata masih belum sanggup untuk mengeluarkan Drake soul itu.


Tetapi siapa sangka, sebuah naga petir keluar dari air danau dan menggigit ekor Drake. Naga petir yang ukurannya setengah dari Drake, tapi bentuknya sama seperti Drake sungguhan.


Wajah Zeno, Selena dan kedua beast menjadi tercengang setelah Rouya mengeluarkan sebuah teknik perwujudan Drake.

__ADS_1


Zeno yang merasa puas tercengang kini wajahnya berubah menjadi senyuman, karena ia melihat bahwa Rouya telah mengeluarkan sebuah teknik yang dapat membantunya mengalahkan Drake.


__ADS_2