Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Kaisar paling gila


__ADS_3

Tepat keesokan harinya dimana matahari baru saja muncul dari ufuk timur, dimana mereka berada di pesisir pantai sebelah barat dengan pasukan berjumlah 900.000 prajurit yang menunggangi kuda dan siap untuk berperang. Rasanya sedikit aneh bagi orang yang tidak mengetahuinya, pasalnya mereka linglung saat dihadapkan oleh sebuah lautan yang begitu luas. Apa yang akan dirinya lakukan? Itulah pertanyaan yang dipendam oleh sebagian dari prajurit.


Banyak dari prajurit yang menganggap bahwa sang kaisar telah gila, mereka tahu bahwa mereka akan menyerang Mare Enbarum yang letaknya di seberang samudra sana. Dan mereka hanya menunggangi seekor kuda yang membuat mereka hanya ingin berbelot.


Mungkin cukup masuk akal apabila Empire Mare Enbarum masih terhubung satu daratan dengan Glacies walaupun jaraknya sangat jauh sekalipun. Akan tetapi, banyak dari mereka yang merasa bahwa sang kaisar telah mengalami sebuah kebodohan karena ingin menyeberang samudra dengan menggunakan kuda.


Zeno sebenarnya tahu itu semua, bahwa dirinya pasti akan dianggap sangat bodoh oleh para prajuritnya sendiri. Sehingga, dia dan jenderal Lois yang menunggangi seekor kuda di sampingnya, langsung menjalankan kudanya di atas laut.


Sebelumnya Lois kurang yakin dengan ide gila sang kaisar. Namun, setelah dibuktikan sendiri bahwa kuda yang ditunggangi seolah berjalan di permukaan tanah, padahal kudanya sedang berjalan di atas air. Hal tersebut tentu saja membuat Lois mengusap matanya dan beranggapan bahwa ini hanyalah ilusi semata, namun beberapa kali dia menggosokkan matanya, hal ini adalah sebuah hal yang nyata.


“Jangan berpikir bahwa aku adalah kaisar gila dan bodoh. Silahkan jalankan kuda kalian di atas air ini, maka kalian seperti menunggangi kuda di atas daratan.” Zeno berteriak dengan begitu keras di hadapan para prajuritnya.

__ADS_1


Seluruh prajurit masih membuka mulutnya semenjak jenderal mereka bisa berkuda di atas laut. Bahkan mereka juga melihat bahwa jenderal Lois tampak begitu gila karena berkuda ke sana kemari di atas permukaaan air. Zeno yang melihatnya juga menggelengkan kepala dan menepuk jidatnya melihat tingkah aneh jenderal Lois.


Tidak percaya, beberapa prajurit menjalankan kudanya ke depan lebih tepatnya menuju tengah-tengah air laut untuk membuktikan apakah ucapan kaisar benar atau tidak. Namun, mereka juga seolah menjadi gila sama seperti jenderal Lois setelah tahu bahwa kuda yang mereka tunggagi dapat berjalan di atas air seolah air adalah benda yang begitu padat.


“Baiklah, seperti yang kita tahu, kita akan berperang melawan kekaisaran Mare Enbarum. Perang ini bertujuan untuk membalaskan kematian kaisar Aurrora, jenderal Zhuo dan istrinya. Tentu saja, Mare Enbarum adalah kekaisaran teratas yang kekuatannya tidak bisa diremehkan. Maka dari itu, siapa saja yang bergidik ketakutan, tidak siap, bisa keluar dari barisan sekarang juga!” Zeno berteriak dengan begitu tegas, bahkan 900.000 prajurit yang terbaris mendengarnya dengan begitu jelas walaupun barisannya berada paling jauh dari Zeno sekalipun.


Zeno menunggu beberapa detik setelah dia menggertak. Namun, tidak ada satupun prajurit yang meninggalkan barisannya seperti apa yang dikatakan oleh Zeno. Bahkan dengan serentak, mereka menjawab dengan nada yang begitu tinggi, “Kami tidak takut kaisar. Hidup dan mati kami hanya untuk kekaisaran! Untuk kaisar!”


Tidak ada respon apapun dari prajurit, bahkan suara sekalipun. Zeno yakin, satu atau dua prajurit sekalipun memiliki rasa takut yang sangat luar biasa, akan tetapi hanya karena mereka memiliki rasa takut yang luar biasa kepada dirinya, mereka memilih untuk berada di tempat.


Zeno menggertak seperti itu bukan karena hanya ingin mengecilkan mental pasukan miliknya. Akan tetapi, dia ingin memiliki sebuah prajurit yang tidak takut untuk mati. Daripada prajurit tersebut memiliki ketakutan yang luar biasa dan terpaksa untuk ikut berperang, maka prajurit tersebut hanya akan menjadi sebuah beban bagi yang lainnya, dan lebih baik untuk tidak ikut berperang.

__ADS_1


Semua bekal juga siap dibawa oleh prajurit berkuda. Dan mereka sama sekali tidak membawa persediaan air minum. Karena sangat aneh apabila elementalist es yang memiliki elemen dasar air mengalami sebuah dehidrasi yang luar biasa, padahal mereka bisa saja menyedot jari mereka sendiri.


“Baiklah pasukan, tidak perlu takut untuk tenggelam. Atas Izin kaisar, air tunduk kepadanya, maka dari itu langkahkan kuda kalian ke depan.” Lois yang berhenti untuk bermain-main kali ini mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Memberikan sebuah isyarat kepada seluruh prajurit untuk segera berangkat menuju Mare Enbarum, sebuah peperangan lintas benua pertama yang menggunakan seekor kuda.


Seluruh prajurit berteriak dengan penuh semangat dan memacu kudanya ke depan. Dan, benar sekali bahwa kuda mereka tidak tenggelam dan berlari di atas permukaan air laut. Padahal jika dinalar, seharusnya mereka tenggelam. Bahkan prajurit yang membatin bahwa kaisar adalah orang bodoh, mereka hanya tercengang dengan ini semua.


Zeno tersenyum kecil sambil memacu kudanya di tengah-tengah laut. Air laut, kini telah menjadi tunduk kepada Zeno dan menghendaki para prajurit yang berjalan di atasnya bagaikan permukaan tanah. Zeno juga tidak akan membiarkan air laut untuk menenggelamkan prajuritnya karena air laut seolah berada di kendali Zeno. Dia merasa, cukup keren untuk menjadi seorang penguasa, karena dengan sesuka hati bisa mengatur kehendak elemen yang dimiliki sekalipun, bahkan kekuatan alam yang berhubungan dengan elemennya.


Bahkan, dia tidak memikirkan masalah-masalah di perjalannya nanti. Badai, tornado sambaran petir di tengah laut, dia tidak peduli akan hal itu semua, karena dia bisa mengatur semuanya dengan sesuka hati.


Untuk masalah kekaisaran, dia menyerahkan Kirin dan Uron untuk berjaga-jaga, ada ratusan prajurit berkuda yang menetap di kekaisaran. Sehingga, Zeno juga tidak terlalu mempermasalahkannya. Kemudian dari 450 armada kapal, Mahaa hanya akan memberangkatkan 400 kapal saja, karena itu untuk berjaga-jaga. Selain itu, dengan sedikit berat, Zeno juga memberi tugas kepada Skarlos untuk menjaga kekaisaran, walaupun dia sedikit sedih.

__ADS_1


“Akhirnya sudah berangkat. Sampai bertemu lagi di Mare Enbarum, kaisar.” Turse menghela napas. Dia juga tersenyum tipis dengan terpaksa saat melihat kepergian Zeno dan tahu bahwa dirinya akan menyusulnya atau berangkat menggunakan kapal dalam satu minggu. Dan akan bertemu di Mare dalam tiga minggu lagi. Namun, dia segera pergi untuk melatih para pemanah lagi dan tidak ingin membuat sang kaisar kecewa.


__ADS_2