Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Legenda Genbu


__ADS_3

“Teman?” Tanya Kiba diikuti oleh tertawa kecilnya, kemudian ia melanjutkan ucapannya. “Tidak hanya sebuah pertemanan, aku dan Genbu bagaikan saudara, namun sayangnya kita harus berpisah setelah insiden bertarungnya dengan Yashimaru.”


“Masalah Yashimaru yang pernah kau ceritakan, jika Yashimaru telah mengambil seluruh kekuasaan Dewi Luna, kenapa saat ini dunia masih tentram dan belum mengalami sebuah kehancuran?” Tanya Zeno selepas mengingat cerita Kiba dulu kala.


Kiba dalam diri Zeno menghela napas, sambil menjawab, “Sepertinya aku belum menceritakan ya, saat ini Yashimaru masih disegel oleh segel yang di buat 4 penjaga arah mata angin, akibatnya, kami yang menjadi 4 penjaga arah mata angin harus merenggut nyawa. Sayang sekali, Yashimru sebelum tersegel sepenuhnya memberikan sebuah kutukan kepada Dewi Luna.”


“Tapi untungnya, kita sebagai 4 penjaga arah mata angin dapat bereinkarnasi kembali dalam seratus tahun setelahnya. Dan kami juga tidak tahu, kapan segel Yashimaru akan hancur, itulah sebabnya Dewi Luna memberimu tugas untuk mengalahkan lagi Yashimaru.”


“Aku mengerti, itulah mengapa dunia ini masih aman. Tapi sayang sekali.” Zeno memejamkan matanya sebelum melanjutkan pembicaraannya, membayangkan apa yang terjadi apabila segel tersebut terbuka, yang terpasti itu tidak akan lama lagi. “Semua ketentraman, rasa aman, semuanya akan hilang apabila iblis itu bangkit. Semuanya hanya akan menjadi tulisan sejarah yang tidak ada sesiapapun yang membaca.”


“Semuanya itu masih memiliki harapan, dan anda harapan satu-satunya. Apa anda terlalu takut? Anda tidak perlu takut untuk mengalahkan Yashimaru, dia hanya memiliki dua elemen legenda dari Dewi Luna, sedangkan anda, anda memiliki lima elemen dari Dewi Luna. Lagipula, anda memiliki aku, atau mungkin Genbu, serta penjaga arah mata angin lainnya.” Kata Byakko membangkitkan semangat Zeno.


“Aku mengerti, tetapi kita juga tidak boleh meremehkan orang itu walaupun hanya memiliki dua elemen. Apa kau tidak tahu, bagaimana cara orang itu mengalahkan Dewi Luna dan memberi kutukan kepadanya? Bahkan dia sebelumnya sama sekali tidak memiliki elemen legendaris sama sekali.”


Kiba mengerti apa yang tuannya katakan, tidak seharusnya dirinya meremehkan Yashimaru sekarang juga. Mengingat bahwa Yashimaru bisa mengalahkan Dewi Luna tanpa menggunakan elemen legenda yang dimiliki dewa sekalipun.


Bukankah itu sebuah kekuatan yang sangat mengerikan? Kiba tidak bisa membayangkan lagi kengerian Yashimaru saat ini, apalagi dirinya saat ini telah memiliki dua elemen yang dimiliki Dewi Luna.

__ADS_1


“Lupakan hal itu, aku hanya ingin tahu mengenai Genbu lebih jauh lagi. Aku pernah membaca di perpustakaan kekaisaran, jika Genbu merupakan pemilik elemen tanah, apakah sekiranya aku bisa membuat kontrak dengannya?” Sambung Zeno.


“Sebenarnya membuat kontrak dengan beast atau roh yang berbeda elemen, itu akan sangat mustahil. Tetapi secara harfiah, anda memiliki elemen tanah, tapi anda belum bisa menggunakannya bukan?”


Zeno tersenyum dalam pejaman matanya, dia merasa bahwa apa yang kiba ucapkan ada benarnya, dirinya sebenarnya memiliki dua elemen dasar lainnya, namun belum bisa menggunakannya.


Tanah, ataupun cahaya, keduanya menurutnya harus dia bangkitkan secepatnya demi menepati apa yang Dewi Luna perintahkan. Hanya elemen itu yang membuat Zeno pening bagaimana cara membangkitkannya, apalagi elemen cahaya yang tidak ada dalam benua ini.


Lothar memperhatikan Zeno yang memejamkan matanya selepas mendengarkan apa yang dirinya ucapkan, menurutnya, tindakan Zeno merupakan sesuatu yang aneh. Walaupun begitu, dirinya tidak berani menyebut atau memanggil Zeno, karena itu justru akan mengganggunya.


“Tuan.” Lothar akhirnya mengumpulkan sebuah keberanian di saat dirinya tidak tahan lagi untuk memanggil Zeno yang bersikap aneh. Karena dia juga merasa tidak mau terjadi apa-apa pada Zeno, seperti matanya yang tak terbuka alias pingsan atau kemungkinan terburuknya adalah mati.


“Lupakan tentang Genbu, aku harus bekerja seperti awak yang lainnya, agar tidak dipandang buruk oleh mereka.” Kata Zeno sambil beranjak pergi.


Legenda Genbu, semua orang benar-benar tidak berharap untuk bertemu dengan makhluk atau lebih tepatnya beast tersebut. Karena banyak yang dikatakan oleh leluhur sekitar bahwa Genbu merupakan makhluk yang sangat mengerikan dengan hanya dilihat dari tampangnya saja.


Tapi berbeda dengan Zeno, dia justru sangat berharap bertemu dengan Genbu agar Genbu bisa mengikuti atau lebih tepatnya membuat kontrak dengannya, walaupun sebanrnya dirinya juga tidak yakin untuk berbicara dengan Ganbu secara baik-baik. Setidaknya dirinya harus bersiap-siap apabila memang kebetulan bertemu Genbu. Serta dirinya juga sangat penasaran dengan sosok Genbu yang hanya terbayangkan di kepalanya usai membaca buku di perpustakaan kekaisaran.

__ADS_1


Yang pasti sosok Genbu bukan seperti beast lainnya, karena sesiapapun yang melihat Genbu, mereka akan bertekuk lutut dan tahu bahwa beast di hadapannya adalah Genbu. Berbeda dengan sosok Byakko atau Kiba yang wujudnya sangat familiar, sehingga banyak orang yang melihat Kiba, mereka tidak akan tahu bahwa itu adalah sesosok byakko, melainkan beast harimau putih biasa.


Sebenarnya, Itu semua sering terjadi, seperti keluarga Zeno yang tahu bahwa Zeno memiliki beast berwujud harimau putih, tapi mereka tidak tahu bahwa beast tersebut merupkan sosok Byakko.


Sedangkan Genbu, dia memiliki wujud kura-kura hitam yang mana ekornya adalah ular yang melilit leher Genbu, sehingga orang lain yang melihat beast dalam wujud tersebut dapat menyimpulkan bahwa beast tersebut adalah sesosok Genbu.


“Jangan khawatir tentang sikap Genbu tuan, bagi tuan, menaklukkan Genbu bukanlah hal yang sulit, apalagi ada aku. Walaupun pastinya nanti kita sedikit menggunakan jalan kekerasan apabila Genbu tidak tunduk dan patut, selain itu, kita juga perlu memberikannya sebuah penjelasan mengenai anda.” Tutur Kiba di dalam diri Zeno.


“Bagaimanapun caranya, kita harus menaklukkan makhluk Genbu itu.” Zeno membalas tuturan Kiba.


Zeno segera melupakan pemikirannya mengenai Genbu lebih jauh lagi, karena dia tidak mau awak kapal lainnya memandang buruk Zeno yang tidak bekerja, hal itu tentu saja Zeno menghindari masalah tersebut sebaik mungkin.


Berbeda dengan Lothar, dia justru menelan ludah kasar saat melihat Zeno sedang bekerja seperti awak kapal lainnya, karena rasanya memperkerjakan seorang pangeran adalah sesuatu yang kurang sopan. Mungkin jika pihak kekaisaran tahu, maka hidupnya benar-benar terancam.


“Aku benar-benar berharap awak kapal tahu bahwa pekerja baru itu sebenarnya adalah pangeran Zeno tanpa aku memberi tahu.” Batinnya sambil berkeringat dingin.


“Kenapa orang-orang belum tahu wajah pangeran Zeno? Padahal dia sudah empat bulan setelah dia ditemukan. Apakah wajah pangeran Zeno tidak terlalu terkenal?” Sambungnya dalam hati.

__ADS_1


 


 


__ADS_2