Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Soil Crystal


__ADS_3

Zeno menengok ke arah Selena yang menatap Jendela kosong. Tatapannya seolah-olah memiliki sebuah masalah yang membuatnya harus melamun. Zeno yang melihat itu tampak kebingungan, pasalnya sangat aneh bagi Selena yang seperti tidak bersemangat, karena sebelumnya ia sangat ceria.


“Selena, kau memiliki masalah?” Tanya Zeno sambil mengerutkan dahinya.


“Tidak ada.” Jawab lesu Selena.


“Andai kau tahu, siapa orang yang kau maksud seseorang yang mempunyai nafsu besar kepada wanita hamil.” Gumamnya di dalam hati. Ia merasa sangat tahu siapa yang dimaksud Zeno mengenai pria bejat. Hal itulah yang membuat Selena agak stress dari tadi.


“Baiklah, terserah kau saja.”


“Ngomong-ngomong, apakah kamu mengetahui apa itu soil crystal?” Tanya Zeno kepada Selena.


Selena begitu terkejut dan mengalihkan lamunannya ke arah Zeno. Bahkan pikirannya mendadak berubah saat membicarakan Soil crystal.


“Soil Crystal?” Selena bertanya dengan sedikit keras, membuat orang-orang di sekitar terfokuskan ke arah Selena. Tetapi orang-orang hanya diam saja dan menghiraukan karena berita mengenai Soil Crystal sudah menyebar kemana-mana di negara ini.


Zeno mengangguk sambil tersenyum, ia melihat Selena begitu terkejut saat mendengar Soil crystal yang menandakan bahwa soil crystal bukanlah barang biasa.


“Cepat beritahu aku, darimana kau mendengar Soil Crystal.”


Zeno menghela napas panjang. “Maka dari itu, dengarkan obrolan orang-orang di sekitar. Padahal kau wanita, dan wanita memiliki kodrat menguping dengan baik.” Kata Zeno meledek.


“Negara akan mengadakan sebuah turnamen atau pertandingan dengannya Soil Crystal. Katakan kepadaku Selena, apa itu Soil Crystal.”


Soil Cristal merupakan barang langka yang ada di negara ini. Bahkan kelangkaannya melebihi satu berlian yang ada di benua ini. Orang-orang juga mengatakan bahwa cristal tersebut hanya ada ada di negara ini. Itulah yang dijelaskan oleh Selena.


Selena juga mengatakan, bahwa saking langkanya, soil crystal rata-rata didapatkan hanya satu keping per tahun di setiap tambang. Itulah yang menyebabkan Soil crystal memiliki harga yang tinggi hingga mencapai ratusan batang emas untuk satu kepingnya.


“Apa kelebihan Soil Crystal?” Tanya Zeno begitu penasaran.


“Untuk elementalist tanah, maka elemen tanah yang dikeluarkan bisa berkali-kali lipat lebih kat, sedangkan untuk minoritas di negara ini atau elementalist lain, dan bahkan orang yang tidak memiliki elemen akan mendapatkan elemental tanah secara instan.” Perjelas Selena.

__ADS_1


Zeno hampir tersedak ludahnya sendiri karena terkejut mengenai apa yang ia dengar. “ Apa yang kau bilang?” Ia begitu tidak percaya bahwa ada sebuah benda yang bisa membuat orang lain memiliki elemen.


“Tetapi sayangnya, efek dari Soil crystal tidak permanen. Orang yang menelan soil crystal akan mendapatkan elemen tanah selama enam hari.” Sambungnya.


“Sudah kuduga, tidak ada benda yang bisa membuat orang memiliki elemen secara permanen.” Zeno menghela napas.


“Tunggu sebentar, apa maksudmu menelan? Memangnya, sekecil apa soil crystal itu?” Tanya Zeno yang kembali terkejut setelah mengingat penjelasan Zeno.


“Aku pernah melihatnya, dan itu sekali dalam seumur hidupku. Besarnya kira-kira sebesar biji sawo.” Kata Selena.


“Tunggu apa?”


“Ini makanan kalian tuan dan nona.” Kata pelayan dengan menaruh makanan di atas meja Zeno dan Selana.


Zeno tidak menghiraukannya, tetapi dia juga menyelipkan kata terima kasih di sela-sela ketidak hirauannya. Tetapi setelah itu ia kembali dikejutkan dengan perkataan Selena mengenai Soil Crystal, ia baru mengetahui bahwa terdapat Crystal yang berbentuk seperti itu,


Padahal, Zeno sering memburu beast untuk didapatkan kristalnya dan diberikan oleh Kiba. Tetapi kristal tersebut paling kecil mungkin seukuran kepalan tangan, tidak pernah ia menemukan kristal dengan ukuran di bawah itu.


Untuk kristal yang didapatkan dari beast sangat berbahaya apabila digunakan, diserap, atau dimakan manusia. Apalagi jika kristal beast tidak sesuai dengan elemen manusia itu sendiri.


“Jadi, kapan pertandingan itu berlangsung, aku ingin sekali mengikuti. Karena aku berharap bisa merasakan bagaimana rasanya menggunakan elemen walaupun itu satu minggu.” Ucap Selena begitu bersemangat.


“Satu minggu lagi.”


“Baguslah, ayo kita mendaftar. Tetapi dimana kita mendaftar?” Tanya Selena yang masih bersemangat.


Zeno menggelengkan kepala menandakan ia tidak begitu tau dimana mendaftarkan diri untuk mengikuti ajang pertandingan. Jalan satu-satunya yang harus ditempuh adalah bertanya.


Lagipula Zeno sangat tertarik untuk mendapatkan Soil Crystal, hitung-hitung ia akan simulasi menguasai elemen tanah apabila ia benar-benar mendapatkan Soil Crystal. Tetapi ia juga tidak membuang waktu, dalam satu minggu sebelum pertandingan, ia sepertinya juga akan berusaha membangkitkan elemen tanah.


“Tuan, apa kau tau dimana pendaftaran pertandingan yang diadakan seminggu lagi.” Teriak Selena kepada orang yang ada di meja dekatnya.

__ADS_1


“Tunggu Selena, apa yang kau lakukan.” Zeno menggertakkan giginya, karena di kedai seperti ini bukan tempatnya bertanya seperti itu, karena kebanyakan orang yang bertanya di sebuah kedai akan direndahkan.


Tatapan semua orang kembali mengarah ke arah Selena yang berteriak begitu keras.


“Tunggu, bukankah dia anak tuan Daizoru yang tidak memiliki elemen itu?”


“Hah benarkah? Bagaimana kau tahu, bukankah anak Daizoru telah pergi keluar dari negara ini satu tahun yang lalu?”


“Hahaha, apa kau tidak sadar, dialah anak Tuan Daizoru yang tidak memiliki elemen itu. Dia sepertinya pulang dan ingin mempermalukan ayahnya.”


“Tunggu, apa yang ia bilang tadi? Mendaftar pertandingan minggu depan? Aku lebih percaya negara api dan air bersahabat daripada percaya bahwa anak tuan Daizoru memenangkan pertandingan itu.”


Semua orang yang ada di kedai itu hanya bisa tertawa setelah sadar siapa wanita yang bertanya mengenai pertandingan. Sedangkan Zeno, ia hanya memejamkan mata dan menepuk jidatnya sendiri karena perasaanya benar, bahwa kedai merupakan tempat merendahkan orang saat bertanya.


Selena tidak menyangka, bahwa dirinya sudah dikenal buruk dimana-mana. Apalagi banyak yang membawa-bawa nama ayahnya yang sangat ia benci. Selena lantas keluar dari meja nya dan berlari keluar dan menahan rasa malu dan tangis.


Zeno yang melihat itu, kemudian berdiri dan menatap sekitar dengan begitu dingin. Ia begitu benci dengan orang yang merendahkan orang lain, terutama kepada orang yang tidak memiliki elemen. Karena ia sendiri juga pernah merasakan rasanya berada di lingkungan dengan penuh diskriminasi elemen kepadanya.


“Kalian, semoga anak kalian merasakan rasanya tidak memiliki elemen.” Kecam Zeno.


“Memangnya kau siapa? Apakah kau pahlawan dan mencari muka dihadapan seorang wanita.” Kata salah satu dari mereka yang membuat tertawa satu kedai.


Zeno tidak memperdulikannya, ia kini berjalan keluar dan menghampiri temannya itu dengan wajah yang dingin. Rasanya ia ikut sakit saat melihat Selena di olok-olok hanya karena tidak memiliki elemen.


“Hei, kenapa kau menghiraukan kami, apakah kau tuli?”


“Ah dia tidak mau berhenti, Tanah: cengkraman tanah”


 


 

__ADS_1


__ADS_2