Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Yang kau katakan tidak penting bagi kami


__ADS_3

Seperti apa yang diperintahkan oleh laksamana Mahaa, Kirin menyisakan satu orang yang merupakan bagian dari penyusup untuk diintrogasi. Mungkin, orang itu merupakan orang paling sial di kelompoknya. Masalahnya, teman-temannya mungkin bisa dibunuh dengan cukup mudah sehingga tidak mendapat sebuah penderitaan dibandingkan dengan orang ini nantinya.


Orang itu diletakkan di tiang kapal. Namun sebelum itu, Turse memunculkan sebuah anak panah yang cukup panjang dan dia tusukkan ke arah kaki orang tersebut. Mungkin tidak hanya pincang, tapi Turse sangat suka untuk meracuni seseorang yang merupakan musuhnya menggunakan sebuah anak panah.


“Jadi, sebenarnya kalian sudah berada di glacies satu bulan yang lalu? Dan mengikuti kami satu minggu yang lalu?” Laksamana Mahaa berjongkok sambil memunculkan sebuah kristal es di tangannya. Yang mana, kristal es tersebut bersiap menusuk perut seorang penyusup yang berhasil dibawa hidup-hidup oleh Kirin.


Cukup mengerikan, sepuluh kapal milik musuh atau lebih tepatnya penyusup hancur tak tersisa di perairan ini. Tidak hanya itu saja, perairan yang berada tidak jauh dari mereka juga menjadi sebuah lautan darah. Pasalnya, ratusan penyusup yang membuntuti armada kapal milik Glacies berhasil dibunuh tanpa tak tersisa, kecuali yang diselamatkan Kirin untuk diinterogasi.


Untungnya, Kirin dan Uron cepat menyadari bahwa ada sebuah kapal milik musuh yang merupakan kapal bayangan tak terlihat. Sehingga, ratusan pasukan khusus dan prajurit angkatan laut serta para pemanah yang tergabung dalam armada ini juga bisa membereskannya dengan cepat. Entah apabila mereka semua tidak tahu bahwa ada sepuluh kapal bayangan tak terlihat, yang pasti armada kapal ini akan hancur satu persatu baik itu dari perjalanan ataupun waktu penyerangan.


Mungkin bisa jadi, saat armada kapal ini melakukan sebuah penyerangan, kapal bayangan tak terlihat itu akan menyerang armada Glacies Empire dari belakang. Sehingga akan menimbulkan sebuah masalah yang cukup berat, yang mana, akan membuat laksamana dan yang lainnya naik pitam.


“Be-benar.” Kata penyusup itu dengan sangat gugup, memang dia merupakan seorang elementalist kegelapan yang katanya memiliki sebuah keberanian yang penuh. Tetapi, jika dihadapkan dengan puluhan pasukan khusus dan juga seorang laksamana yang memakai sebuah penutup mata untuk tangan kanan nya, tentu saja dia juga ketakutan. Selain itu, dia merasa sekarang tidak memiliki sebuah elemen setelah sebuah anak panah tertusuk di kakinya.


“Jangan bilang bahwa di kekaisaran juga masih ada penyusup yang masih ada di sana?” Laksamana semakin mendorong kristal es nya ke arah perut penyusup tersebut.

__ADS_1


“Aku serius, penyusup hanya menyerang armada kapal. Karena sebelumnya ada sepuluh kapal bayangan yang dikirim oleh Danze untuk memata-matai kalian. Dan kalian tau sendiri bahwa sepuluh kapal itu mengikuti kalian.”


“Kau serius? Lantas kenapa kapal kalian tidak langsung kembali menuju Mare Enbarum, justru kalian menyusup di kapal kami. Mungkin aku percaya apabila kapal kalian sangat banyak sehingga memiliki keberanian untuk menyusup.” Laksamana semakin menggertak, memaksa penyusup tersebut memberikan sebuah informasi yang berhubungan dengan pertempuran ini. Sehingga, apabila tidak mendapatkan informasi yang banyak, maka kehancuranlah akibatnya.


“Itu terjadi karena kaisar kalian langsung berangkat esok hari setelah mata-mata kalian pulang dari Mare Enbarum. Tentu saja, kami tidak punya waktu untuk kembali dan melaporkan selain mengikuti menyusup di armada ini.” Kata orang itu dengan penuh ketakutan.


“Hah?” Laksamana mengerutkan dahinya sambil menghela napas kebingungan. Masalahnya, alasan tersebut sangatlah tidak masuk akan yang membuat laksamana bertanya-tanya, “Yang berangkat esok hari setelah Kirin dan Uron pulang adalah pasukan berkuda. Bukankah kalian punya waktu yang cukup banyak untuk berangkat bersama para pasukan berkuda? Memang, pasukan berkuda memang cepat daripada kapal, tapi mereka juga butuh waktu istirahat yang banyak, sehingga kalian bisa sampai di istana kekaisaran jauh lebih cepat.”


“Kami pikir pasukan berkuda tidak akan berhenti, sehingga tidak mungkin bagi kami untuk mendahuluinya dengan cepat.” Orang itu berkata seadanya, dia merasa kesulitan untuk memberikan sebuah alasan karena ketika dia memberikan sebuah jawaban, ucapannya selalu dikejar oleh laksamana yang membuatnya kebingungan sehingga semakin membuat laksamana semakin curiga.


Namun, laksamana membuang kecurigaan tersebut. Lagipula, jika memang ada penyusup kapal bayangan lagi, laksamana sudah memiliki sebuah persiapan yang cukup. Selain itu, jika ada penyusup di kekaisaran, masih ada ratusan ribu prajurit serta beast legenda milik sang kaisar yang berjaga, yaitu Genbu.


Kemudian, apabila penyusup itu berada di barisan berkuda milik sang kaisar, maka sang kaisar akan bisa menghabisinya dengan cukup mudah. Mengingat, bahwa sang kaisar memiliki sebuah teknik elemen yang berada di luar nalar manusia. Tapi, laksamana tidak berharap bahwa penyusup itu muncul kembali baik di armada kapal, kekaisaran atau mungkin pasukan berkuda yang dipimpin oleh kaisar dan jenderal Lois.


“Ikat kaki tangannya, buang dia ke laut!” Laksamana langsung berdiri sambil melambaikan tangannya seolah memberikan sebuah isyarat kepada para prajuritnya untuk melakukan apa yang dia perintahkan.

__ADS_1


“Tunggu, aku sudah mengatakan apa yang kau tanyakan. Bagaimana bisa begitu, ini curang!” Teriak orang itu sambil memberontak di saat dirinya berusaha diikat oleh para pasukan Glacies Empire.


“Yang kau katakan tidak penting bagi kami, sehingga kau lebih cocok dibunuh saja.” Laksamana Mahaa berbicara sambil mendesak para prajuritnya untuk melakukan apa yang dia perintahkan.


“Tidak penting bagaimana?” Protes orang itu saat berusaha melepaskan ikatan di tubuhnya.


“Kau memberitahu bahwa kapal bayangan hanya sepuluh unit untuk menyusup. Sedangkan sepuluh unit tersebut sudah hancur. Jadi, informasi penting apa yang kami serap?” Laksamana mengangkat kedua pundaknya secara bersamaan.


“Berhenti! Kaisar Danzee tidak akan memaafkan kalian dengan begitu mudah.”


“Byurr.”


Sesaat setelah orang itu mengeluarkan kata-katanya, para prajurit sudah tidak berpikir panjang untuk melemparkannya menuju laut lepas. Sehingga suara ocehan dari orang itu sudah tidak terdengar lagi yang membuat lainnya merasa tenang.


“Laksamana, apa kau yakin kekaisaran dan pasukan berkuda aman-aman saja?” Salah seorang pasukan khusus kekaisaran bertanya.

__ADS_1


“Tidak, namun apabila ada, kita harus menyerahkan kepada pihak terkait yang ada di sana. Tidak mungkin kita keluar dari rencana hanya karena membantu pihak tersebut, selain karena jaraknya jauh, juga akan merusak rencana yang begitu matang. Selain itu, istana kekaisaran memiliki beast legenda milik kaisar yaitu Genbu yang kekuatannya tidak bisa diremehkan, dan pasukan berkuda memiliki kaisar yang memiliki kekuatan tidak masuk akal. Jadi, kita bisa lebih tenang sekarang.” Laksamana angkat bicara.


"Baiklah, kapal kita akan sampai sebentar lagi! Hidup dan mati untuk kekaisaran! Untuk kaisar!" Laksamana berteriak memberikan sebuah semangat agar para prajurit dan pemanah tidak gentar setelah menghadapi penyusupan seperti itu.


__ADS_2