Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Meminta izin


__ADS_3

“Baiklah-baiklah, kau sangat berisik Gongnyu. Tetapi sebelum itu, aku akan keluar dan melihat mayat keluargaku yang telah dibantai.” Kata Akram yang perlahan-lahan kembali ke wujud manusia seutuhnya.


 


“Maafkan aku tuan Akram, tetapi yang saya dengar sebelumnya, sebenarnya keluarga Agalia telah dibantai sekitar beberapa minggu yang lalu.” Kata Geldhe dengan menundukkan wajahnya, dia takut apabila Akram kembali marah setelah apa yang diucapkan oleh Geldhe.


 


“Apa kau bilang?” Wajah Akram yang sebelumnya tenang, kini justru sangat marah, wajahnya begitu merah dan sangat khas dengan elemen api nya.


 


Akram kemudian menggertakkan giginya, melemparkan sebuah bola api ke arah meja jamuan dengan sekali lempar. Orang-orang yang sedang menikmati jamuan terpaksa harus beranjak dari kursinya dan meninggalkan jamuan yang akan ia makan, meja yang penuh makanan seketika hangus menjadi abu.


 


Gongnyu dan yang lainnya hanya menggelengkan kepala, hal ini bukanlah yang pertama kali ketika Akram marah dan menghancurkan barang disekitar, jadi Gongnyu dan yang lainnya tidak terlalu terkejut dengan tingkah laku Akram yang sangat bengis.


 


“Akram tenanglah, tahan beberapa waktu lagi rasa balas dendam mu. Aku hanya ingin mengatakan bahwa, kita terlalu sibuk untuk mencari Ice sword di benua es, tetapi kita belum mencari benda itu di benua ini.” Kata Gongnyu menenangkan Akram.


 


*****


Beberapa hari setelah diadakannya turnamen.


“Jadi kau benar-benar ingin membahagiakan ibu?” Tanya Fang Yuna kepada Zeno.


 


“Apa boleh buat? Ibu nampak sedih dan kesepian saat tidak ada seorang lelaki yang menemaninya.” Jawab Zeno.


 


“Lagipula....” Sambungnya dengan tidak melanjutkan perkataannya.


 


“Lagipula?” Yuna mengerutkan dahinya, dia penasaran dengan ucapan Zeno yang tidak diteruskan.


 


Zeno menghela nafas, dia kemudian berjalan keluar dari kamar dengan membawa dua pedangnya. Dengan sekantong koin emas yang dulunya berasal dari kakeknya. Memang, koin emas yang dulu diberikan oleh Fang Yoshi untuk biaya hidup belum dihabiskan oleh Zeno, karena Zeno sendiri kini tinggal di kekaisaran dan yang pastinya, Zeno sudah tidak memikirkan kembali biaya hidup.

__ADS_1


 


Padahal dulu Zeno sempat mengembalikan koin emas yang diberikan Fang Yoshi setelah Zeno secara penuh tinggal di kekaisaran, tetapi Fang Yoshi malah menolaknya dan menganggap pemberiannya untuk Zeno merupakan sebuah uang saku yang merupakan kewajiban Fang Yoshi kepada cucunya.


 


Fang Yuna memasang wajah keheranan ketika pertanyaannya tidak dijawab, tetapi dia ikut melangkahkan kakinya ikut keluar bersama Zeno. Yuna sebenarnya tahu, adik kecilnya akan pergi kemana, jadi dia sedikit bersedih ketika akan ditinggalkan oleh adiknya.


 


“Semuanya!” Zeno memasuki sebuah ruangan yang berisi keluarganya. Keadaan yang sebelumnya berisi canda ria dan tawaan memenuhi seisi ruangan itu, namun seketika keadaan menjadi hening dan mengalihkan perhatiannya kepada Zeno dan Fang Yuna yang baru datang.


 


“Zeno, ada apa?” Ucap Arina dengan raut wajah yang begitu kebingungan dengan kedatangan Zeno yang secara tiba-tiba membuat keadaan begitu hening.


 


“Ibu, aku meminta izin.”


 


“Izin? Izin untuk apa?” Kata Arina dengan semakin penasaran.


 


 


Raut wajah semua orang begitu terkejut ketika mendengar apa yang Zeno ucapkan. Masalahnya, Fang Zhuo sendiri dulu bilang kepada ayahnya, bahwa dia ingin berada di luar benua ini. Jadi apa yang dilakukan Zeno merupakan tindakan yang sangat berbahaya dilakukan, apalagi untuk remaja seumuran dengan Zeno.


 


Tetapi apa yang dipikirkan Zeno sangat berbalik dengan kenyataan, seluruh orang yang berada di ruangan itu sangat mengizinkan apa yang Zeno lakukan, walaupun dalam hati Arina sendiri masih sangat mengkhawatirkan Zeno nantinya.


 


“Pergilah Zeno, bawa ayahmu kembali. Tetapi jaga dirimu baik-baik.” Ucap Arina sambil tersenyum kepada anaknya.


 


“Tetapi sebenarnya aku mau jujur kepada ibu dan yang lainnya. Sebenarnya aku tidak hanya mencari ayah ke luar benua, tetapi sebelum itu, aku ingin pergi berpetualang kedua negara yang belum aku kunjungi di benua ini. Yaitu negara tanah, serta negara petir.” Zeno memalingkan wajahnya, karena ia tidak yakin apakah keluarganya mengizinkan.


 


Penyebab Zeno ingin pergi ke negara tanah serta negara petir sangat sederhana, karena ia ingin membangkitkan elemen tanah dan petir yang diberikan oleh dewi Luna. Bagaimanapun juga, dia harus menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang dibebankan oleh Zeno.

__ADS_1


 


Walaupun sebenarnya Zeno sangat malas melakukan tugas tersebut, tetapi terpaksa dia harus melakukan hal tersebut agar merebut kekuasaan dunia dari sang iblis seperti apa yang dikatakan oleh Kiba sebelumnya.


 


“Baiklah, terserah kau saja. Yang terpenting, kau harus kembali membawa ayahmu.” Kata Arina menyetujui apa yang Zeno inginkan. Lagipula Arina sendiri juga tahu, bahwa anak seumuran Zeno memiliki rasa penasaran yang begitu tinggi, jadi dia tidak bisa menyangkal apa yang Zeno inginkan. Selama itu adalah perbuatan yang tidak keluar dari perbuatan baik.


 


Zeno menghela nafas, dia tidak menyangka bahwa melakukan petualangan di dua negara tersebut juga diizinkan oleh ibunya. Besar kemungkinan, untuk melakukan dua tugas yang ingin dilakukan Zeno membutuhkan waktu yang sangat lama yaitu berbulan-bulan.


 


“Bolehkah aku berangkat sekarang?”


 


“Tentu saja, tetapi kami sebagai keluarga tidak akan diam disini tanpa melihat kepergianmu.” Kata Fang Yoshi yang beranjak dari tempat duduknya.


Kemudian diikuti oleh seluruh orang yang berada disitu. Mereka semua keluar mengantarkan Zeno sampai ke gerbang kekaisaran, mengucapkan kata-kata untuk Zeno sebelum berangkat.


 


“Segeralah kembali.” Ucap Arina sambil memeluk Zeno, dia sebenarnya sangat tidak rela ditinggal oleh Zeno, apalagi dia dan Zeno baru saja tinggal bertemu kembali beberapa minggu yang lalu.


 


Arina melepaskan pelukannya setelah dirasa cukup puas, tangisan nya menetes di atas pipi membuat Zeno juga ikut bersedih, dia ingin sekali membatalkan niatnya untuk menemani ibunya lebih lama. Tetapi dia tidak bisa mengikuti hatinya, karena dia harus benar-benar menyelesaikan tugasnya.


 


“Bawa menantu untuk ibumu, maksudku pasangan untuk dirimu sendiri, jadi jangan pedulikan tentang kakakmu yang belum punya pasangan, terutama untuk yang mulia kaisar.” Kata Fang Yoshi dengan tersenyum, sambil meledek kearah kakak Zeno yang malah menatap sinis Fang Yoshi.


 


“Mungkin untuk Zeno ataupun Yuna itu sangat wajar, karena mereka masih belum berkepala dua, tetapi untuk paduka yang mulia kaisar sepertinya merupakan sesuatu yang kurang wajar.” Ucap Arina yang ikut meledek terutama kepada Fang Tan.


 


Semua orang yang berada disitu tertawa terbahak-bahak kecuali Fang Tan, sedangkan Fang Tan hanya bisa memasang wajah yang begitu jelek seketika karena ditertawakan oleh seluruh keluarganya.


 


Sesuatu yang berbeda mungkin hanya berada dalam sistem kekaisaran negeri air. Fang Tan sebagai titah tertinggi justru bersikap seperti orang pada umumnya, contoh saja saat dirinya di ledek oleh adiknya, justru dia bersikap biasa saja. Berbeda dengan kekaisaran lainnya, seperti kaisar negeri api misalnya, dia akan sangat marah besar dan membawa nama kaisar walaupun yang meledeknya adalah saudaranya sendiri.

__ADS_1


 


Zeno kemudian berjalan pergi meninggalkan kekaisaran serta keluarga mereka, menaiki kuda yang telah dipersiapkan khusus memang untuk Zeno apabila terjadi sesuatu, ia kemudian pergi dengan suara tapak kaki kuda yang khas.


__ADS_2