
“Selamat datang Kirin dan Uron.” Zeno menyambut kedatangan Kirin dan Uron di halaman istana kekaisaran dengan diikuti oleh Turse dan juga Selena.
Sudah dua puluh hari Kirin dan Uron menjalankan sebuah tugas yang begitu berat, yaitu menjadi mata-mata Mare Enbarum. Dan hingga akhirnya, mereka berdua telah kembali dalam keadaan sehat dan selamat. Walaupun, Zeno sempat khawatir mengenai mereka berdua apabila tertangkap basah di kekaisaran mengerikan tersebut.
Sepanjang dua puluh hari, Zeno berhasil meningkatkan militer untuk sebuah perang lintas benua nantinya. Bahkan, Zeno meningkatkan armada kapal menjadi sedikit lebih besar, yaitu 500 kapal perang yang mana sebelumnya hanya berjumlah 145 kapal saja. Serta para pasukan pemanah yang sebelumnya berjumlah 150.000 kini bertambah pesat menjadi 250.000 pasukan. Walaupun begitu, beberapa pihak mengatakan bahwa 500 kapal masih belum cukup untuk membawa jutaan pasukan. Namun, Zeno selalu mengatakan untuk tenang saja karena dia memiliki sebuah ide gila dari Azure.
“Prajurit, panggil orang-orang sekarang di ruang pertemuan, akhirnya kita akan membahas sesuatu yang sangat penting sekarang.” Kata Zeno sambil membawa Kirin dan Uron menuju di sebuah ruang pertemuan untuk membahas lebih serius, atau lebih tepatnya merancang sebuah strategi setelah persiapan mengenai kekuatan prajurit kekaisaran sangat matang.
Hingga pada akhirnya, semua orang yang biasa mengikuti sebuah rapat pertemuan berkumpul di ruangan tertutup dan kedap suara. Tidak ada seorangpun yang dapat masuk secara sembarangan karena penjagaan yang begitu ketat. Karena ini menyangkut sebuah strategi perang, maka juga dilakukan secara rahasia, karena apa yang mereka takutkan adalah seorang mata-mata.
“Kita akan berangkat besok. Jadi, aku harap kalian sudah mempersiapkan apa yang ku katakan kemarin, 900.000 pasukan berkuda sudah harus siap di pesisir pantai sebelah barat, 450 Armada kapal juga harus siap untuk ditumpangi 250.000 para pasukan pemanah ditambah dengan para pasukan khusus.” Zeno memulai pembicaraan.
Di sisi lain, Nefd dan yang lainnya bingung mengenai rencana Zeno yaitu mengenai 900.000 pasukan berkuda. Masalahnya, prajurit yang hampir berjumlah satu juta itu naik apa? Maka dari itu, Lois selaku jenderal kekaisaran angkat bicara mengenai hal tersebut, “Maafkan aku kaisar. Tetapi ada sebuah pertanyaan yang selalu berputar di dalam otakku, bagaimana cara mengirim pasukan berkuda? Sedangkan 450 kapal itu tampaknya akan penuh oleh para pasukan pemanah.”
“Turse, aku pernah mengajakmu untuk melakukan sesuatu. Dan jelaskan apa yang ku lakukan saat itu kepadamu yang kau anggap sebagai hadiah istimewa.” Zeno melirik ke arah Turse.
__ADS_1
“Tunggu sebentar tuan, berkuda di atas laut? Jangan bilang 900.000 pasukan itu akan berkuda di atas luasnya samudra?” Turse kaget sebelum dia berpikir dan berbicara untuk melanjutkan ucapannya, “Tampaknya ide gila itu sangat efektif untuk mengirim pasukan tersebut. 900.000 pasukan, akan berkuda di atas laut tanpa takut tenggelam.”
“Bagaimana caranya?” Lois benar-benar penasaran mengenai apa yang dikatakan oleh Turse. Masalahnya, berkuda di atas laut merupakan sebuah ide yang sungguh tidak bisa dicerna oleh otak dan sangat tidak masuk akal.
“Kita punya kaisar.” Turse tersenyum tipis di belakang Zeno.
“Maka dari itu, 900.000 pasukan akan ku pimpin secara langsung, karena jika aku tidak bersama dengan pasukan itu, maka pasukan itu juga tidak akan bisa berkuda di atas laut. Dan, Armada kapal akan berangkat satu minggu setelah para pasukan berkuda berangkat. Karena kita tahu, bahwa pasukan berkuda pastinya juga akan membutuhkan istirahat pula. Jangan bertanya kita akan beristirahat di mana.” Zeno menggaruk kepalanya dan tersenyum tipis.
“Biar kutebak, pasti kaisar akan beristirahat di atas samudra pula atau mampir di benua lainnya?” Laksamana Mahaa angkat bicara. Selain itu, tampaknya dia begitu terkejut saat tahu bahwa sang kaisar akan membawa pasukan berkuda untuk menyebrangi samudra hanya menggunakan kuda pula.
“Kaisar Danze, dia belum cukup pulih dengan tubuhnya yang terbalut kain begitu banyak. Akan tetapi, kekuatan militernya begitu tidak bisa diremehkan. Kekaisaran Mare Enbarum, memiliki 400 armada kapal dengan pasukan angkatan laut hampir mencapai 600.000 prajurit. Tiga juta pasukan berkuda dan satu juta lebih pasukan khusus.” Uron mengatakan demikian.
“Tepat di pesisir sebelah selatan kapal-kapal itu berbaris, akan tetapi istana kekaisaran akan jauh lebih dekat apabila melewati dari arah timur. Namun, pesisir pantai timur juga dilindungi oleh para pasukan kekaisaran, dan juga merupakan pelabuhan umum.” Kirin menambahkan apa yang dikatakan oleh Uron.
“Tampaknya kali ini akan sangat sedikit berat. Dan .... seperti apa yang dikatakan oleh kaisar, pasukan berkuda akan berangkat esok pagi dan kapal akan berangkat satu minggu setelahnya. Hingga, tiga minggu setelah pasukan berkuda berangkat, bisa dipastikan bahwa kapal perang milik kita juga telah menyusul pasukan berkuda dan kedua pihak kita akan sampai secara bersamaan. Kaisar, aku harapkan Anda tidak bergerak dan menyerang wilayah timur, akan tetapi menyerang dari arah selatan.” Laksamana Mahaa memberikan sebuah strategi perang.
__ADS_1
“Benar, arah selatan adalah tempat armada kapal dan sangat sulit untuk menyerangnya. Tetapi tenang saja, pada waktu tersebut, armada kapal milik kita yang akan menghancurkan armada itu terlebih dahulu. Para pasukan yang Anda pimpin akan fokus untuk menyerang istana kekaisaran.” Sambungnya.
“Bagaimana jika satu pertiga pasukan yang akan menyerang dari arah selatan dan aku yang akan memimpinnya.” Jenderal Lois angkat bicara. “Biarkan dua pertiga pasukan akan berbelok untuk menyerang wilayah timur terlebih dahulu dan itu akan dipimpin oleh kaisar secara langsung. Itu artinya, aku juga akan ikut pasukan berkuda mengikuti kaisar.”
“Jika itu perihal daratan, aku menyerahkan kepadamu jenderal Lois. Dan aku juga tidak masalah dengan sesuai apa yang engkau katakan. Apabila armada kapal milik musuh telah hancur, maka para pasukan pemanah akan turun dan menguasai salah satu pegunungan paling tinggi. Hei kalian tahu, aku benar-benar terinspirasi rencana kaisar waktu itu.” Laksamana tampak bercanda setelah dia berkata dengan begitu serius.
“Jangan bilang laksamana Mahaa ingin para pasukan pemanah ingin memanah dari puncak gunung untuk membantu para pasukan yang menyerang dari arah timur atau selatan? Baiklah, aku juga tidak terlalu keberatan.” Zeno berkata.
“Kaisar benar sekali, akan tetapi para pasukan pemanah tidak akan melindungi para pasukan dari arah selatan. Karena satu pertiga pasukan dari selatan itulah yang justru melindungi para pemanah dari serangan pasukan musuh.” Jenderal Lois membenarkan apa yang Zeno ucapkan.
“Sungguh beruntung, bagian wilayah selatan Mare Enbarum terdapat sebuah gunung yang sedikit besar. Sayangnya, aura di sana seperti kuburan. Aku harap nona Turse tidak terlalu mempermasalahkannya.” Ucap Kirin memberitahu.
Zeno mengangguk, dia menghela napas karena dia akan mengalami sebuah peperangan kesekian kali. Dan ini adalah sebuah hal pertama dia berperang dalam menjadi seorang kaisar. Karena, apabila dia kalah, maka ini semua tidak hanya mengangkut nyawanya sendiri, namun juga satu kekaisaran besar yang dia pimpin.
“Aku harap dalam perang ini, tidak ada diantara dari kalian yang mati. Terutama kau, Turse!"
__ADS_1