Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Bertemu kembali


__ADS_3

Zeno langsung menghentikan dorongan pedangnya setelah mendengar wanita itu berbicara. Memang, sebenarnya dia tidak berniat untuk membunuh wanita itu dengan mendorong ice Sword ke lehernya. Hal itu dia lakukan untuk mengancam sang wanita pembunuh itu agar mau berbicara.


Saat ini ujung Ice Sword dengan leher hanya berjarak beberapa senti sebelum benar-benar menusuk leher. Zeno segera menarik Ice Sword nya dan menaruhnya kembali ke punggung. Bersamaan dengan itu, Zeno juga terkejut setelah mendengar apa yang diucapkan wanita tersebut. Tapi dia mengingat, bahwa kemampuan wanita itu juga tidak jauh dari Selena, bahkan terlihat berkembang. Serta dari suara yang ia kenal, membuatnya teringat bahwa wanita itu adalah Selena.


Tidak percaya, Zeno langsung menarik penutup wajah yang dikenakan wanita itu. Zeno tersenyum lebar, setelah membuka penutup kepala itu, wajah wanita itu terlihat tersenyum cerah. Pupil mata berwarna coklat, serta memiliki lesung di salah satu pipinya membuat Zeno mempercayai bahwa wanita yang ada di hadapannya adalah Selena.


Zeno mengulurkan tangan ke wanita itu dengan berkata, “Berdirilah! teman.”


Selena yang terbaring langsung meraih tangan Zeno dan mencoba untuk berdiri. Tubuhnya merasa kesakitan semua karena ditendang oleh Zeno.


“Jadi, kau masih mengingatku?” Tanya Selena yang menundukkan kepalanya.


“Tentu saja, Selena? Si bakat berpedang. Kita pernah berteman dua bulan yang lalu, hingga dipisahkan oleh tragedi yang dilakukan oleh Akram.” Zeno berkata dengan lirih.


Mendengar hal itu, mata indah Selena berkaca-kaca, dia lantas memeluk Zeno tanpa ragu dengan sedikit tangisan yang lirih . “Bodoh, ke mana saja kau? aku mencarimu di negara air, namun kau masih pingsan, mungkin kau tersadar saat aku menjengukmu, namun lagi-lagi keadaan melarangku untuk masuk. Beberapa waktu setelah itu, aku kembali ke negara air, tetapi aku mendengar informasi bahwa kau menuju benua yang sangat jauh dari sini, yaitu ke rumah nenekmu. Aku mengira bahwa kau tidak akan kembali.”


Selena tidak henti-hentinya menangis, dia juga menarik napas dengan sesak. “Kau tau, kau adalah teman pertamaku dari kalangan manusia, kaulah orang pertama yang menerimaku dari kalangan manusia pula. Bayangkan jika aku tidak ada dirimu, mungkin aku terlihat seperti orang gila karena tidak memiliki teman. Orang-orang di luar sana benar-benar jahat, sehingga aku memilih membunuh mereka karena aku benar-benar muak.”


“Kau juga jahat, mengapa kau meninggalkanku? Mengapa kau tidak mengajakku ke rumah nenekmu? Kau benar-benar pria terjahat yang berani meninggalkan wanita.” Sambungnya yang tak henti-hentinya untuk menangis.


Zeno yang dipeluk juga merasa bingung, di sisi lain, dia juga terlihat nampak sedih mendengar apa yang Selena katakan. Sebagai seorang yang tidak memiliki elemen, tentu saja tidak mudah, sering dikucilkan, bahkan bisa tidak memiliki teman. Mungkin itulah yang dirasakan oleh Selena ketika ditinggal pergi oleh Zeno.

__ADS_1


“Hey, bukankah kau suka berpetualang, berusaha membangkitkan el...”


“Itu percuma, aku sudah menyadari bahwa itu adalah hal yang sia-sia. Orang yang tidak memiliki elemen, sampai matipun juga tidak memiliki.” Ucapan Zeno tiba-tiba dipotong dan disahut oleh Selena.


Zeno termenung, Selena akhirnya sadar bahwa seorang yang tidak memiliki elemen, sampai kapanpun juga tidak memiliki elemen, kecuali bantuan dewa atau dewi seperti dirinya. Tapi di sisi lain, Selena semakin menutup kekurangannya dengan kemampuan berpedang yang sangat baik.


Selama ini dia selalu menyemangati Selena agar lebih berusaha untuk mencari elemen untuk dirinya. Tetapi dia melakukan itu semata-mata agar Selena tidak terlalu sedih, agar Selena juga terhibur. Walaupun dia juga tahu bahwa elemen tidak bisa dicari.


Di sisi lain, Nora, Fang Zeno dan Turse menyusul Zeno. Mereka bertiga melihat Zeno yang dipeluk oleh wanita yang sedang menangis dipelukannya. Melihat hal itu, Zhuo berdeham karena anaknya dipeluk oleh wanita lain.


Berbeda dengan Nora, justru dia berwajah buruk dan perlahan menghampiri Zeno sambil ingin mengeluarkan kata-katanya, “Hey nona, berhen...”


Ucapan dan langkah Nora dihentikan oleh Turse, “Nora, diamlah sebentar. Apa kau tidak melihat wanita itu menangis sambil memeluk tuan Zeno? biarkan dia meluapkan emosinya terlebih dahulu. Karena kemungkinan, wanita itu adalah teman tuan. Atau kemungkinan.... bagaimana aku bilangnya ya.” Turse berpikir sejenak. Kemudian dia melanjutkan ucapannya, “Yaah, kemungkinan dia adalah pasangan tuan Zeno di benua ini. Bagaimanapun mereka terpisahkan, karena tuan Zeno berada di benua Artrik.”


Saat ini Zeno hanya bisa tersenyum sambil menggigit bibir bawahnya, tidak lama kemudian, Selena melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya yang membasahi pipinya. Tangis kali ini berubah menjadi senyum senang karena Zeno telah kembali.


“Zeno, apakah kau mau menutup matamu?” Selena meminta.


Zeno tidak keberatan, kemudian dia menutup matanya. Dia menjadi penasaran, apakah Selena akan memberinya kejutan.


“Buka mulutmu.” Ucap kembali Selena.

__ADS_1


Zeno mengerutkan dahinya. Membuka mulut? Dia nampak ragu dengan apa yang diperintahkan Selena. Tetapi setelah beberapa paksaan dari Selena, Zeno menurut dan membuka mulutnya.


Selena menaruh sebuah bola kecil ke mulut Zeno, setelah itu Selena menyuruh Zeno untuk menelan bola kecil itu.


Zeno pun langsung menelannya, mungkin tidak ada rasanya seperti sebuah makanan. Tetapi setelah menelan bola itu, tubuh Zeno ada yang aneh. Dia seperti sedang menyatu ke tanah. Penasaran, dia pun membuka matanya dan bertanya ke Selena, “Apa itu tadi?”


“Soil crystal.” Selena menjawab.


“Tunggu apa?” Zeno terkejut, dia teringat bahwa Soil crystal merupakan barang yang langka, namun benda tersebut dapat memberikan elemen tanah secara instan, amun hanya dapat bertahan selama satu minggu. “Darimana kau mendapatkannya?”


“Apa kau ingat sebuah kompetisi yang kita daftarkan dua bulan yang lalu? Sayangnya kau pingsan karena pertarungan berat sehingga kau tidak dapat mengikutinya, dan kompetisi itu aku yang memenangkannya.” Lagi-lagi Selena tersenyum senang.


Mendengar hal itu, Zeno terlihat sedikit kesal dan berkata, “Mengapa kau tidak menggunakannya? Karena kau yang memenangkan pertarungan itu, maka seharusnya kau yang menelannya.”


“Aku tidak memerlukannya, lagipula aku cukup bangga dengan kemampuan berpedangku.” Jawab Selena.


“Zeno, dia siapa?”


Tiba-tiba Zeno mendengar suara berat dari seorang pria yang sepertinya ada di belakangnya. Penasaran, Zeno menoleh dan melihat bahwa suara itu berasal dari ayahnya. Serta di samping ayahnya, ada Nora dan Turse.


“Sepertinya anakmu sudah memiliki pasangan, apa aku benar jenderal?” Sahut Nora dengan wajah sinis.

__ADS_1


“Pasangan? Apa maksudmu? Dia adalah temanku, Selena.” Zeno menjelaskan sebelum menatap ke arah Selena. “Selena, wanita yang membawa busur panah, dia adalah Turse. Serta wanita yang ada di sebelahnya adalah Nora. Pria tua yang ada di samping mereka adalah ayahku.”


“Ayah....mu?” Selena langsung gugup, dia tidak menyangka bahwa pria di hadapannya adalah ayah Zeno. Tanpa menunggu lama, Selena langsung berlutu, “Selena memberi hormat kepada yang mulia. Aku harap anda tidak terlalu marah apabila aku yang rendahan ini berteman dengan anak Anda.”


__ADS_2