Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Skarlos dari utara


__ADS_3

Zeno memperhatikan tatapan Genbu dengan seksama, bagaimanapun dirinya tidak bisa mempercayainya secara langsung, bisa jadi apa yang keluar dari mulut Genbu adalah kata-kata manis yang merupakan sebuah jebakan yang ia buat. Sekilas mungkin tidak ada wajah kebohongan dari Genbu, bahkan Zeno langsung merasakan bahwa apa yang Genbu lakukan merupakan sesuatu yang sangat serius, terlebih lagi dirinya tidak merasakan tanda-tanda yang mencurigakan dari Genbu.


Jari jempol digigit dengan sangat kuat, memperlihatkan sebuah darah segar keluar dari jempol Zeno. Dengan berhati-hati, Kiba meneteskan setetes darah ke kepala Genbu, hal itu merupakan bagian upacara kontrak dengan beast yang dilakukan secara umum. Bahkan Zeno sudah melakukannya tiga kali sebelumnya.


“Dengan begini, legenda penjaga arah mata angin utara bersedia menjadi bawahan tuan. Aku, Genbu akan menjadikan sebuah tanah menjadi pelindung tuan, dengan begitu tidak akan ada yang bisa melukai tuan.


“Aku menerima kesetiaanmu. Nama Genbu adalah sebuah legenda, namun di hadapanku kau tidak lagi menjadi Genbu. Sama seperti Kiba, dalam legenda, dia bernama Byakko, namun di hadapanku dirinya bernama Kiba. Maka dari itu legenda Genbu, namamu sekarang adalah Skarlos dari Utara.” Teriak Zeno berkata dengan lantang.


“Skarlos dari utara, nama yang sangat bagus.” Skarlos sedikit mengangkat ujung bibirnya sebelum melanjutkan pembicaraannya. “Baiklah, aku benar-benar menyukai nama yang Anda berikan. Setidaknya hal itu juga membuat Anda mudah untuk memanggil saya.”


Kiba menghela napas dan tersenyum lebar setelahnya, tentang Genbu yang sangat keras kepala ternyata berada di luar realita yang terjadi. Padahal sebelumnya dirinya sempat berpikiran bahwa tuannya mungkin akan memiliki luka yang serius apabila berhadapan dengan Genbu yang kini bernama Skarlos.


Zeno menarik semua bawahannya, bahkan Skarlos sekalipun, kini hanya menyisakan Zeno dan Lothar serta bawahannya. Zeno memperhatikan tatapan Lothar yang aneh, mulutnya terbuka lebar serta alis yang terangkat, hal itu menandakan bahwa Lothar benar-benar tidak bisa berhenti untuk terkejut setelah melihat apa yang terjadi. Tidak hanya lothar, bahkan para awak kapal lainnya juga memasang ekspresi yang sama dengan tuannya.     


“Tunggu tuan, bagaimana kita akan pergi dari sini? Kita berada di tengah samudra, bahkan jarak benua Artik sepertinya masih sangat jauh.” Kata salah satu awak yang berteriak seperti orang gila.


Lothar kemudian tersadar bahwa dirinya kali ini benar-benar terjebak, kapal yang ditumpangi juga hancur, sedangkan posisinya kali ini telah berada di tengah samudra yang tidak mungkin untuk berenang kembali ke benua lima negara atau kembali melanjutkan ke banua Artik. Hal itu membuat lothar memegang kepalanya dan berlari tidak jelas.

__ADS_1


Zeno melihat mereka dengan jijik, hanya masalah seperti ini membuat Lothar kebingungan, padahal seharusnya, sebagai pemilik kapal, Lothar sudah terbiasa dengan kejadian seperti ini.


Zeno memandang jauhnya hamparan laut di wilayah selatan pulau, sedikit dia menyipitkan matanya untuk melihat sebuah titik kecil yang bergerak ke arahnya.


“Lihat, ada kapal penumpang.” Sahut Zeno sambil menunjuk ke arah selatan.


------


Keberuntungan kali ini mungkin berpihak kepada Zeno dan Lothar, jika tidak, mungkin mereka akan terjebak di tengah samudra selama beberapa hari sambil menunggu bantuan tiba. Di tambah, kapal penumpang ini juga berasal dari benua tempat tinggal Zeno yang memiliki tujuan sama yaitu menuju benua Artik. Bagaimanapun jalur tersebut merupakan jalur pelayaran di antara dua benua tersebut.


Zeno hanya menyuruh Lothar untuk menceritakan apa yang terjadi mengenai kapal yang mereka tumpangi tanpa menceritakan kejadian setelahnya. Terlebih, Zeno tidak terlalu suka masalah tersebut diceritakan kepada orang asing.


“Pangeran Fang Zeno, jika boleh tau, apa tujuan Anda menuju benua Artik.” Tanya salah satu pelayan kapal yang sedang melayani Zeno.


“Mungkin tujuanku bisa dibilang mencari kaisar air yang menjabat sebelum kaisar Fang Tan. Lebih tepatnya sebelum kaisar Fang Yoshi menyerahkan Tahta kekaisaran kepada kaisar Fang Tan.” Jawab Zeno.


Pelayan tersebut terkejut saat mendengar tujuan Zeno menuju benua Artik, “Aku baru tahu ternyata ayah pangeran berada di benua Artik. Sebelumnya ibuku pernah bercerita bahwa sang kaisar negara air menyerahkan jabatannya kepada ayahnya dan ingin pergi sejauh mungkin karena merasa tidak berhasil melindungi nyonya Arina yang tengah mengandung anda. Selebihnya ibuku, bahkan rakyat tidak tahu ke mana kaisar Fang Zhuo saat itu pergi.”

__ADS_1


“Tuan Fang Zhuo pasti akan sangat berbahagia setelah mengetahui bahwa Anda merupakan anak yang kala itu tidak bisa diselamatkan.” Sambungnya sambil membayangkan hal itu benar-benar terjadi.


“Pastinya, aku benar-benar tidak bisa membayangkan hal itu terjadi. Selama lima belas tahun tidak pernah berjumpa, itu merupakan sesuatu yang sangat merindukan.”


“Pangeran, aku pergi terlebih dahulu. Pastikan Anda benar-benar menikmati pelayanan kapal kami.” Kata pelayan tersebut yang membungkuk dan kemudian pergi meninggalkan Zeno.


Zeno berpikir sejenak sambil menyeruput secangkir teh yang disiapkan pelayan kapal yang memang disiapkan untuknya. “Seharusnya ini memang kesengajaan apabila kakek menyuruhku menuju benua Artik. Artinya, sebelumnya kakek juga tahu ke mana ayah pergi saat itu, dan hal itu pasti ada tujuan lain mengapa ayah memilih benua Artik sebagai tempat untuk menenangkan diri.”


“Tuan, kalau boleh tau, apakah anda pernah bertemu sosok nenek atau istri tuan Fang Yoshi?” Tanya Kiba dalam diri Zeno.


Zeno kembali menyeruput teh panas, kemudian menjawab pertanyaan Kiba, “Tidak, memangnya kenapa? Kemungkinan nenek ku sudah meninggal, walaupun sebenarnya aku juga ingin melihat sosoknya.”


“Aku pernah mendengar dari kakek tuan, bahwa Ice Sword berasal dari istri kakek tuan, atau secara harfiah itu berasal dari nenek tuan. Dan tuan mengerti kan, Ice Sword itu berasal dari mana? Benar, Ice Sword yang tuan gunakan berasal dari benua yang kita tuju saat ini.”


“Jadi maksudnya?” Tanya Zeno mengerutkan dahinya.


“Jika Ice Sword berasal dari benua Artik, sedangkan kakek tuan mendapatkan itu berasal dari istrinya, hal itu membuat sebuah pertanyaan di benakku, ditambah pikiran tuan selalu mengatakan bahwa ayah anda menuju benua Artik pasti ada sebab. Jadi anda tahu kan apa yang terpikirkan di benakku?” Sambung Zeno sambil menjelaskan secara rinci kepada Zeno.

__ADS_1


Zeno membuka matanya lebar dan hampir menyemburkan teh saat mendengarkan apa yang Kiba ucapkan, sekarang dirinya lebih mengerti, dan teori yang dikeluarkan Kiba lebih masuk akal lagi. Hal itulah yang membuat Zeno bisa mengerti mengapa ayahnya memilih benua Artik sebagai tempat untuk menenangkan diri.


 


__ADS_2