Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Hanya seekor cacing kecil?


__ADS_3

“Aku katakan, aku bukan kelompok dari kriminal, aku berasal dari benua lima negara dan ingin memandang keindahan benua 99 cahaya dari atas langit.” Kata Zeno yang sepenuhnya tidak berbohong.


“Benua negara?” Tamichi berpikir sebentar, bukankah benua lima negara adalah benua yang berisi seseorang yang akan dihormati oleh kaisar Lexus yaitu Fang Zeno? itulah yang dipikirkan Lexus.


“Kau berasal dari benua lima negara?” Tamichi bertanya sambil mengerutkan dahinya, “Tepat sekali, bukankah seharusnya kau mati di sana karena kehancuran besar? Jelas sekali bahwa kau tampak berbohong.” Sambungnya.


“Benua lima negara masih selamat, jika kau mengatakan bahwa benua lima negara hancur, bersiaplah untuk menangkap kepalamu sendiri. Selain itu ....” Zeno tidak melanjutkan ucapannya, pasalnya titik-titik air tiba-tiba muncul dan berkumpul menjadi satu di atas tubuh Zeno. Selain itu, titik-titik air tersebut berubah menjadi seekor naga berwarna biru dan bergaris hitam. “Siapa bilang bahwa aku tidak memiliki beast? Aku akan meladenimu untuk bertarung menggunakan beast.”


“Azure siap menerima panggilan tuan.” Kata Azure dengan nada yang menggema, serta hidungnya mengeluarkan kepulan asap berwarna putih yang kemudian menghilang di bawa hembusan angin.


Zeno tersenyum lebar mendengar suara Azure, sepertinya kali ini dia benar-benar ingin melihat kemampuan Azure saat melawan musuh, yang pasti sosok naga seperti Azure tidak dapat diremehkan dengan mudah.


“Hanya seekor cacing kecil?” Azure tertawa sebentar, namun begitu keras.


Seketika tubuh Tamichi bergetar hebat saat melihat sosok naga yang ukurannya sangat besar. Bahkan, kakinya terasa sangat lemas karena ketakutan.


Dia segera sadar diri, dia ini seorang jenderal, tidak mungkin takut begitu saja. Tapi dia merasa, sepertinya dia juga salah memilih musuh. Padahal, saat bertarung di udara tadi, dia merasa cukup yakin untuk menang, tapi siapa yang menyangka, bahwa dia merasa tidak mungkin untuk menang.


Tapi dia tidak ingin kalah secepat itu, setidaknya dia ingin mencoba melawan Zeno, barangkali dia sendiri bisa menang. Lagi pula, dirinya juga mempunyai beast, walaupun itu tidak semengerikan milik lawannya, atau milik Zeno.


Begitu juga ular milik Tamichi, terlihat wajah ular tersebut sangat suram karena harus berhadapan dengan sosok naga yang sangat mengerikan. Tapi dia mencoba untuk memberanikan diri. Berdesis, kemudian dia melesat ke arah Zeno dengan cepat.


Azure juga melesat ke arah ular tersebut tanpa ragu. Lagi pula, Azure sudah pasti menang, karena jika di pikir-pikir, naga bisa terbang, sedangkan ular tidak, selain itu naga juga punya tangan sehingga bisa mencabik musuh dengan mudah. Berbeda dengan ular yang memilihi kelemahan yang banyak dibandingkan dengan ular.


Zeno tidak bergerak, dia bersedekap sambil menonton pertarungan Azure dengan beast milik Tamichi. Selain itu, dia juga akan bergerak apabila Tamichi juga bergerak.

__ADS_1


Dalam beberapa detik, ular milik Tamichi sudah terlempar ke atas dengan tembakan peluru air yang mengarah ke kepalanya.


“Sialan!” Tamichi melesat ke arah ularnya agar dia bisa melindunginya dari tembakan peluru air yang di tembakkan oleh Seiryu.


Sayangnya, Zeno yang melihat itu langsung bergerak secepat kilat sambil menebaskan pedangnya yang di lapisi oleh elemen petir, sehingga energi petir berbentuk bukan sabit pun melesat ke arah Tamichi.


Menyadari hal tersebut, Tamichi menciptakan sebuah pelindung cahaya di tubuhnya guna melindungi diri dari serangan Zeno.


Pelindung cahaya itu langsung meledak setelah terkena serangan energi petir milik Zeno. selain itu, Zeno juga terlempar beberapa meter ke bawah akibat gelombang kejut yang dihasilkan oleh ledakan tersebut. Selain itu, Tamichi yang sudah menghilang cukup membuat Zeno menggertakkan giginya.


“Pasti di belakang.” Bersamaan dengan hal tersebut, Zeno menginjak permukaan tanah dan berbalik badan sambil menebaskan pedangnya.


Memang, memang Tamichi berada di belakang Zeno sambil mengulurkan tangannya, dia juga akan menembakkan sebuah ledakan cahaya dari jarak yang begitu dekat. Untungnya, Zeno belajar dari kesalahan tadi bahwa tamichi pasti akan menghilang dan menyerang dari belakang. Namun yang sangat disayangkan adalah, Tamichi berhasil melompat ke belakang disaat Zeno hendak menebaskan pedangnya.


Zeno mengerutkan dahinya, dia berbalik badan dan melihat ular milik Tamichi dicabik-cabik oleh Azure dengan sangat mengerikan, bahkan Zeno merasa ingin muntah saat darah milik ular tersebut muncrat kemana-mana.


Dia menghela napas dan kembali memandang Tamichi dengan begitu sinis. Dia mengira, bahwa elementalis cahaya begitu kuat seperti kata orang-orang, tapi siapa yang menyangka bahwa orang dengan pangkat jenderal sekalipun bisa dikalahkan dengan begitu mudah. Zeno juga mengingat saat pertarungan di langit, dia berpikir akan dikalahkan dengan sangat mudah. Namun siapa yang menyangka, di pertarungan darat seperti ini justru tidak sanggup menguras keringat Zeno.


Begitu lemah, itulah yang dipikirkan oleh Zeno, mengapa mereka harus sombong dengan elemen yang mereka miliki jika jenderalnya saja bisa dikalahkan dengan mudah oleh elementalis cahaya?


Zeno menghampiri Tamichi yang kini berusaha untuk berdiri, tapi, Zeno menendang kepalanya seakan tidak membiarkan Tamichi untuk berdiri. Kini tidak hanya mulutnya yang berlumuran darah, tapi wajahnya juga lebam karena ditendang begitu keras oleh Zeno.


“Ingat! Kaisar Lexus tidak akan membiarkanmu! Dia adalah kaisar kedua terkuat kedua di dunia, jadi jangan berpikiran untuk membunuhku!” Ancam Tamichi.


“Siapa yang peduli dengan kaisarmu? Salah sendiri kau mencari masalah denganku, kau menuduhku tanpa bukti bahwa aku merupakan kelompok kriminal. Tapi ....” Lagi lagi Zeno menghampiri Tamichi dan menendang perutnya, sehingga berhasil memuntahkan seteguk darah lagi. “Aku juga mengincar bunga teratai emas untuk ibuku, jika kaisar Lexus sekalipun juga mengincarnya, maka aku juga tidak segan untuk membunuhnya.

__ADS_1


“Bodoh! Jaga bicaramu!” Teriak Tamichi, dia sudah tidak mempunyai tenaga lagi untuk berdiri, organ dalamnya sepertinya rusak karena tendangan Zeno. Dia mengira, sepertinya tendangan Zeno tidak hanya menendang biasa, sebelumnya saat merasakan tendangan Zeno, dia merasakan bahwa kaki Zeno sangat dingin. “Kaisar Lexus bukanlah orang lemah seperti yang kau bayangkan.”


“Aku tegaskan sekali lagi, kaisar Lexus merupakan kaisar terkuat kedua di dunia, jadi kau tidak akan bisa membunuhnya.” Tamichi mengulangi pertanyaannya.


“Maksudmu?” Tiba-tiba suara wanita tiba-tiba terdengar di telinga mereka berdua, hal itu membuat Zeno otomatis menoleh karena penasaran mengenai siapa yang datang.


“Kau berbicara seperti itu di hadapan seseorang yang mengalahkan kaisar terkuat di dunia adalah hal yang sangat sia-sia.” Sambung wanita tersebut yang tidak lain merupakan Turse yang sedang berjalan dengan Atsuba di belakangnya.


“Tunggu, apa?” Tamichi membuka mulutnya.


“Turse, kau akhirnya selamat. Maafkan aku karena menjatuhkanmu dengan sengaja tadi.” Zeno berkata dengan lembut.


“Tidak masalah tuan Zeno, lagipula itu juga demi keselamatan tuan.” Ujar Turse dengan lembut pula.


Mendengar hal tersebut, Tamichi masih membuka mulutnya lebar, tidak hanya mulutnya, bahkan juga matanya begitu terbuka lebar seakan-akan ingin keluar. “Tuan Zeno?” Dia merasa bahwa dirinya salah memilih lawan, bagaimana tidak? Seseorang yang ada di hadapannya adalah orang yang mengalahkan Danze yang bernama Fang Zeno seperti apa yang diceritakan kaisar Lexus.


“Tuan, tidak maafkan aku! Ini semua salah paham.” Sahut Tamichi ingin menjelaskan.


Tapi Zeno tidak menghiraukannya, lagi-lagi dia menendang perut Tamichi hingga mengeluarkan seteguk darah kembali.


Selain itu, Zeno juga mengulurkan tangannya seakan hendak mengeluarkan teknik sesuatu.


“Tuan hentikan, aku ingin menjelaskan sesuatu.”


Zeno masih tidak peduli, alhasil sambaran petir keluar dari tangannya dan menyambar Tamichi hingga tidak tersisa, alias hangus. Bisa dibilang saat itu juga, Tamichi sudah kehilangan nyawanya secara langsung.

__ADS_1


__ADS_2