
Musuh telah mati, keadaan juga menjadi sunyi dengan rembulan yang muncul dibalik awan sambil menyinari anak manusia yang terbaring tak berdaya di atas tanah.
Kaisar Shima dan yang lainnya hanya bisa meneteskan air mata, karena negaranya berada di ujung kehancuran apabila tidak ada Zeno.
Ratu Kura, dia tersenyum puas setelah menyaksikan sendiri pertarungan besar dimenangkan oleh siapa, ia sudah bisa lega untuk menghilang dan kembali ke dunia Metpo.
Akram sudah benar-benar hancur, keberadaan benua Lima negara sudah aman walaupun tidak sepenuhnya. Karena sahabat Akram berhasil kabur dengan jiwa pengecutnya.
Mungkin jika bukan Zeno yang bangkit dari kematian, benua akan menjadi tempat terbengkalai, sudah tidak akan ada lagi kehidupan yang tersisa. Dengan kekuatannya yang meningkat berkali-kali lipat, berhasil membuat rasa takut dari orang-orang menghilang.
Secuil harapan sudah teraih, satu negara menjadi benar-benar selamat berkat insan manusia yang terbaring di atas tanah dengan siapapun yang belum berani untuk menolong anak itu, karena mereka akan takut dengan Akram yang bisa jadi tiba-tiba kembali bangkit.
Tapi kaisar Shima membantah, ia memerintahkan seluruh orang yang tersisa untuk membawa Zeno menuju kekaisaran agar mendapat perawatan yang lebih lanjut.
****
Satu hari kemudian.
Keadaan negara petir masih sangat kacau, terutama wilayah selatan yang hampir dalam kata kehancuran. Tetapi orang-orang dengan semangat berusaha membangun kembali negara mereka yang rusak parah.
"Apa, apa yang kau lakukan! Mengapa kau mengikut campurkan Zeno dalam masalah negaramu ha?" Salah satu terus keluarga Fang mencekik kaisar Shima, kaisar Shima hanya bisa pasrah karena ia tidak bisa melawan sedikitpun.
"Tetua tenanglah, bukankah kau dulu juga membenci Zeno?" Kata Fang Tan dengan sinis.
Keadaan di dalam ruangan benar-benar sangat memprihatinkan. Keluarga inti dari Ares dan juga Fang berkumpul di sebuah kamar yang merupakan tempat Zeno terbaring.
__ADS_1
Arina, ia hanya bisa menangis tersedu-sedu di samping Zeno yang sedang pingsan, tidak berdaya, serta luka parah yang menutupi tubuhnya. Di samping Arina juga ada Yuna yang juga mengelus adik kecilnya.
Namun disisi lain, tetua keluarga Fang, Rosh tidak henti-hentinya menyalahkan kaisar Shima. Padahal Rosh sudah ditahan oleh Fang Tan serta Fang Yoshi.
"Kaisar, batalkan hubungan negara dengan negara petir." Tutur Fang Rosh kepada Fang Tan.
Tan sebagai kaisar tidak bisa membatalkan hubungan yang berlangsung kemarin dengan mudah, lagipula ini bukan kesalahan negara petir yang membuat Zeno pingsan. Dia sendiri juga percaya dengan ucapan kaisar Shima bahwa Zeno yang memadamkan bola api sebesar setengah negara.
"Yaa, aku juga melihat bola api itu. Jadi kita tidak bisa menyalahkan bahwa kaisar Shima yang membuat Zeno pingsan."
Rosh menggertakkan giginya, walaupun begitu ia sangat kesal dengan Zeno, padahal seharusnya Zeno tidak perlu ikut campur dalam masalah negara luar.
"Cih, tetua bodoh! Apa menurutmu tuanku pingsan karena ikut campur dalam negara ini? Tidak bodoh! Itu karena musuh mengincar pedang dua jiwa yang tuanku miliki." Sosok Kiba perlahan muncul dari tubuh Zeno yang sedang pingsan.
Semua orang yang melihat hal itu hampir terkejut karena melihat binatang buas berwujud harimau yang keluar dari tubuh Zeno, termasuk Arina sendiri. Tapi mereka jadi mengetahui bahwa beast Zeno merupakan seekor harimau putih.
"Apakah kalian mengetahui, bahwa pedang dua jiwa yang kalian berikan sebenarnya adalah Ice Sword? Benda pusaka yang diincar banyak orang." Tutur Kiba.
Hanzi tidak percaya saat mendengar bahwa pedang dua jiwa merupakan pedang pusaka yang diincar banyak orang. Hanzi juga sedikit menyesal karena menyerahkan Ice Atau pedang dua jiwa.
Berbeda dengan Hanzi, Fang Yoshi justru memejamkan matanya sambil berkata, "Bagaimana dengan Fire Sword? Apakah Zeno bertarung dengan pengguna Fire Sword?"
Kiba sedikit terkejut setelah mendengar kakek tuannya mengetahui mengenai Fire Sword, jadi bisa dipastikan bahwa Fang Yoshi mengetahui tentang Ice Sword.
Jadi dia menyipitkan matanya dan menatap aneh Fang Yoshi, "bagaimana kau bisa tau mengenai Fire Sword pak tua?"
__ADS_1
Fang Yoshi menghela napas panjang, kemudian ia menceritakan bahwa Ice Sword merupakan benda pemberian istrinya, istri Fang Yoshi mengatakan bahwa ada lagi satu pusaka yang merupakan Fire Sword yang lebih membahayakan daripada Ice Sword.
Tapi Fang Yoshi sedikit menyesal karena menyerahkan Ice Sword, ia mengira tidak ada yang tahu mengenai Ice Sword, bahkan ia juga menyamarkan namanya dengan nama pedang dua jiwa.
"Aku tidak tahu bahwa ada orang yang mengincar Ice Sword, jadi ini kesalahanku, padahal aku juga menyamarkan nama Ice Sword menjadi pedang dua jiwa." Kata Fang Yoshi sambil menundukkan kepalanya.
"Jadi apakah pengguna Fire Sword telah terkalahkan? Dan dimana pedang itu!" Sambung Fang Yoshi.
"Penggunanya telah mati membeku, dan aku juga tidak tahu dimana Fire Sword." Kata Kiba.
"Fire Sword dan Ice Sword sudah kami amankan seat pangeran Fang Zeno pingsan, walaupun kami sempat merasa kesulitan saat mengangkat Fire Sword, karena panas pedang itu sangat membara. Untuk Ice Sword, akan kuantarkan kalian untuk mengambilnya." Sambung Kaisar Shima yang masih berdiri usai dicekik oleh tetua.
"Syukurlah." Semua orang yang ada di ruangan ini menghela napas, tak terkecuali dengan Arina, tetapi ia masih tidak henti-hentinya menangis di samping tubuh Zeno.
"Maafkan aku, tuan pingsan karena melakukan penggabungan denganku, padahal sebelumnya aku berusaha menolak, tetapi bukankah sudah ketentuan mutlak bahwa beast harus menuruti permintaan tuannya." Kata Kiba menunduk, tubuhnya berubah menjadi angin dan kembali ke tubuh Zeno.
"Aku mengerti, terima kasih sudah menjadi beast yang baik bagi Zeno." Kata Fang Yoshi yang diikuti anggukan oleh semua orang.
Fang Zeno akhirnya dibawa pulang untuk kembali ke Kekaisaran negara air, Ice Sword yang juga merupakan pedang milik Zeno juga dibawa pulang. Untuk Fire Sword sendiri, Fang Yoshi dan Fang Tan setuju untuk membawanya ke negara air. Ia melakukan itu agar tidak ada lagi lawan yang setimpal untuk Ice Sword.
Apalagi Kaisar Shima menceritakan bahwa ledakan besar terjadi akibat benturan Fire dan Ice Sword, sehingga Fang Yoshi menyimpan Fire Sword agar tidak ada orang jahat yang menggunakannya.
Mereka membawa Fire Sword mungkin penuh perjuangan, bagaimana tidak, panas yang sangat besar dari pedang itu hanya bisa dibawa dengan elemen angin, seperti dibuat melayang.
"Luka bakar yang sangat parah pada Zeno, aku harap ia segera siuman dari pingsannya." Kata Fang Yoshi yang tidak kuat melihat luka yang cukup parah pada perut Zeno.
__ADS_1
"Kau, mungkin jika tidak ada kau, satu benua ini benar-benar hancur." Fang Tan benar-benar tidak bisa membayangkan tentang ingatannya yang melihat bola api. Padahal ia berada di kekaisaran negara air, namun ia juga melihat bola api sebesar kepala orang dari kejauhan.
Sebesar kepala orang apabila terlihat dari negara air, Fang Tan tidak bisa membayangkan sebesar apa sebenarnya bola api jika dilihat langsung dari negara petir.