Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Hari yang buruk


__ADS_3

"Haha, tidak perlu berjanji seperti itu, ayah pasti akan kembali pulang." Sahut Arina kepada Zeno, tetapi dia tidak bisa memaksa Zeno, dan dia  sebenarnya ingin Zeno untuk melakukan hal tersebut, yaitu mencari ayahnya yang entah kemana. Lagipula Zeno juga belum pernah bertemu dengan ayah kandungnya sama sekali.


"Ibu, bagaimana ibu saat itu bisa menghilang?" Tanya Fang Tan penasaran, dia dari dahulu selalu dihantui oleh pemikiran yang seperti itu, sehingga Fang Tan sebenarnya juga tidak terlalu percaya bahwa ibunya meninggal.


Arina mengingat kejadian itu, sebuah hari buruk dimana saat ia mengandung Zeno, namun terjadi sebuah penyerangan. Sehingga ia mungkin akan menangis apabila menceritakan hal tersebut. 


Tetapi Arina menahan kesedihannya, membuat Fang Tan merasa iba melihatnya, jadi dia berkata kepada ibunya. "Maafkan aku ibu, kau bisa melupakan pertanyaanku."


"Tidak, aku akan menceritakannya."


[Flashback on]


Arina benar-benar dikejutkan dengan ledakan yang begitu dahsyat di kamarnya, membuat sebuah lubang begitu besar di pintu kamar tersebut.


"Apa yang terjadi?" Batin Arina, untung saja dirinya tidak terkena dari ledakan tersebut.


"Nyonya Arina." Kata salah satu tabib mengkhawatirkan Arina, dia menjadi panik setelah mendengarkan sebuah ledakan tersebut.


Beberapa orang berpenampilan assassin memasuki kamar Arina melalui bekas ledakan tersebut, membuat beberapa tabib bertambah panik, sedangkan Arina sendiri juga merasa ketakutan karena datangnya orang-orang tersebut.


Beberapa orang tersebut menyerang tabib-tabib yang berada disitu, tetapi para tabib juga memberontak, dia bahkan rela melawan walaupun memiliki sebuah elemen tetapi tidak begitu berbakat, karena yang terpenting bagi para tabib adalah wanita hamil yang ada di belakangnya.


Arina hanya terdiam di ranjangnya, tubuhnya bergetar ketakutan akan para assassin tersebut, dalam hatinya dia semakin bingung, karena dia tidak ingin tinggal diam melihat para tabib diserang secara membabi-buta. Tetapi disisi lain, Arina juga dalam kondisi dimana ia hamil, jadi akan sangat kesulitan untuk melawan para assassin tersebut.

__ADS_1


Hingga pada akhirnya, para tabib tumbang, tidak ada perlawanan kembali kepada para assassin tersebut. Kini di ruangan tersebut, hanya ada beberapa assassin tersebut dan Arina sendiri.


Arina tidak ada pilihan lain, dia kemudian berdiri, dan mencoba melawan para assassin tersebut. Tetapi para assassin tidak terlalu melawan balik Arina, karena mereka tahu bahwa hanya membuang-buang waktu untuk melawan wanita hamil.


Selain itu juga, para assassin sebenarnya ditugaskan untuk membawa Arina hidup-hidup. Jadi mereka tidak mungkin untuk menyerang wanita hamil tua yang mungkin bisa kehilangan nyawa. Sehingga mereka langsung menyekap mulut Arija dan menggotongnya keluar tanpa sepengetahuan siapapun.


Belasan assasin sudah melakukan tugasnya, mereka membawa Arina dengan beberapa kereta kuda yang baru datang yang sebenarnya telah mereka rencanakan. beberapa prajurit kekaisaran yang saat itu sempat melihat juga menyerang beberapa assassin yang akan masuk ke dalam kereta tersebut, tetapi sayangnya para prajurit tersebut gagal untuk melawannya.


Arina duduk di sebuah kereta dengan keadaan disekap serta tangan dan kakinya terikat, perutnya entah kenapa merasa sakit karena telah melakukan pergerakan yang begitu banyak. Air matanya keluar mencucuri pipinya, membatin karena nasib seorang ibu berbadan dua tersebut sangat buruk saat ini.


Sebenarnya yang sangat dikhawatirkan Arina adalah bayi yang dikandungnya, bahkan rasa khawatirnya melebihi kekhawatiran mengenai ia sendiri.


“Satu orang hamil tua telah didapatkan, kita akan mendapatkan bayaran begitu besar dari tuan.”


“Lagipula tuan sangat aneh, entah kenapa ia memiliki ***** besar kepada seorang wanita yang hamil tua.” 


Mata Arina terbuka lebar saat tidak sengaja mendengar obrolan dua orang assassin yang berada di tempat bagian kusir duduk. Ia hanya bisa menangis dan mencoba membuka tali yang mengikat kepada kaki dan tangannya. Dengan rasa tak percaya, bahwa dia akan digunakan untuk melayani seseorang yang memiliki ***** aneh dan juga bejat kepada wanita yang hamil tua.


Karena beberapa kereta tersebut berasal dari negara tanah, mereka bisa keluar masuk dari negara air menuju negara tanah dengan mudah, hanya dengan menunjukkan lencana bahwa mereka merupakan seseorang yang berasal dari negara tanah.


“Akhh.” Arina mengalami sakit yang luar biasa pada bagian perut dan juga jalan lahir, tubuhnya bergetar begitu hebat, entah kenapa sebuah cairan yang begitu banyak membasahi bagian bawah tubuh Arina.


Dengan kondisi disekap, tangan dan kaki juga diikat, Arina tidak bisa berbuat apa-apa, membuatnya hanya bisa menahan rasa sakit sambil mencoba berteriak di balik mulutnya yang disekap.

__ADS_1


“Kau dengar? dia sangat berisik.” Kata salah satu orang yang membawa kuda dengan temannya.


“Biar aku lihat.” Kata teman orang tersebut, dia kemudian melihat dibalik jendela tepat di belakangnya untuk melihat kondisi Arina yang sangat berisik.


“Air ketubannya pecah, dia mau melahirkan.” Kata orang yang melirik Arina dengan begitu panik.


“Sialan, terpaksa kita harus membuang wanita tersebut.” 


“Hey apa kau bodoh? sejahatnya orang seperti kita, apa kau tega melihat seorang ibu yang mau melahirkan mengalami kesusahan? bagaimana yang melahirkan itu ibumu ha?”


“Tunggu sebentar? sekarang aku bertanya kembali, bagaimana jika yang melayani ***** bejat tuan adalah ibumu yang sedang hamil? kau yang melakukan itu, menculik perempuan hamil untuk melayani ***** tuan! jadi apa bedanya.”


“Itu merupakan hal yang berbeda bodoh, ibu hamil yang melayani ***** tuan masih bisa selamat baik itu ibu dan anaknya, sedangkan wanita hamil yang mau melahirkan dalam keadaan terlantar itu sangat membahayakan!” 


Percekcokan terjadi di antara dua orang tersebut, tetapi untungnya akhirnya mereka sepakat untuk menolong Arina, tetapi dengan syarat bahwa setelah Arina telah melahirkan, maka Arina dan anaknya akan ditelantarkan berdua di negara ini tanpa mengenal siapapun. Hingga akhirnya mereka membawa kereta kuda tersebut jauh dari warga, agar tidak terjadi masalah bagi para assassin tersebut


“Apa yang terjadi? kenapa kita ada di jalan ini ” Tanya assassin yang juga mengendarai kereta kuda yang merupakan satu kelompok dengan orang yang membawa Arina.


“Wanita ini mau melahirkan.” katanya dengan begitu panik.


Dia kemudian masuk kedalam dan mendapati bahwa Arina sudah melahirkan namun dalam keadaan tali yang mengikat kakinya putus. Hal tersebut membuat para assassin tersebut dan segera membantu tahap akhir dari persalinan tersebut.


Sesuai kesepakatan mereka, mereka hanya membantu Arina melahirkan, tetapi karena Arina sudah melahirkan, mereka akhirnya membuang meletakkan Arina bersama bayinya di tempat yang begitu sepi seakan mereka seperti barang yang tidak berguna lagi dalam keadaan tangan dan kaki sudah tidak dilepaskan kembali.

__ADS_1


Arina dan anaknya ditinggalkan tanpa belas kasihan sama sekali. Dia kemudian memeluk anaknya yang tak henti-hentinya menangis pasca melahirkan. Hal pertama yang dilakukan ibu setelah anaknya lahir adalah menyusui anaknya. Dengan keadaan yang begitu sepi, dia tidak perlu malu untuk menyusui anaknya yang baru lahir.


“Zeno, kan ku beri nama anakku Zeno.” Arina tak henti-hentinya menyusui anaknya sambil menangis, tangisan yang campur aduk antara sedih dan juga bahagia.


__ADS_2