
Lima hari telah berlalu, saat ini kapal yang ditumpangi oleh Zeno dan ayahnya telah sampai ke pelabuhan negara tanah, lebih tepatnya mereka sudah menginjak di Negara. Negara yang dipenuhi oleh gunung yang menjulang tinggi, negara yang mana tempat teman Zeno yaitu Selena tinggal, serta negara yang terdapat sebuah elemental beast yang tidak dapat dikontrak yaitu dunia Metpo dengan pemimpinnya yaitu ratu Kura.
Zeno teringat, di negara ini pula lah di mana ada seseorang yang mencuri ibunya dari kekaisaran. Zhuo juga teringat pengalaman pedih saat kehilangan ibu Zeno, yang mana dicuri oleh elementalist tanah. Baik Zeno ataupun Zhuo, keduanya berharap, jika bertemu dengan orang yang membawa kabur Arina, maka mereka tidak segan untuk membunuhnya secara langsung.
“Negara tanah?” Nora mengerutkan dahinya, pasalnya benua ini sangat berbeda dengan benua Arttrik, yang mana benua Artrik dipenuhi oleh salju, serta semuanya serba putih. Sedangkan negara tanah nampak sangat asing baginya. Mungkin itu hal yang wajar bagi orang yang tidak pernah keluar benua.
“Di sini sangat panas. Bahkan aku ingin membuka bajuku.” Gumam Nora.
“Bukalah, maka kau akan disangka orang gila. Atau mungkin orang-orang bernafsu akan segera menculikmu.” Ucap Turse.
“Hey jaga mulutmu!” Nora menjawab dengan nada tinggi.
“Sepertinya kalian belum terbiasa dan beradaptasi di benua ini. Karena benua ini berbeda dengan benua Artrik. Sama halnya dengan Zeno, saat di benua Artrik, dia mengenakan pakaian yang berlapis untuk menghindari suhu extrem. Sedangkan kalian, tentunya di benua Artrik kalian menggunakan pakaian yang biasa saja bukan?” Fang Zhuo menjelaskan.
“Aku penasaran, bagaimana sistem pemerintahan di benua ini?” Tanya Turse penasaran, karena dia merasa di benua ini sistem pemerintahannya berbeda. Pasalnya, di benua Artrik tidak ada yang namanya negara.
Mendengar hal tersebut, Zeno menjelaskan, “Benua ini terdiri dari lima negara. Yaitu negara Air, Angin, Petir, Tanah, serta Api. Di antara lima negara tersebut, terdapat sebuah hutan yang mengerikan, yaitu hutan elemental beast. Dalam satu negara, sistem pemerintahannya disebut kekaisaran, yang dipimpin oleh kaisar. Kemudian, dalam negara, terdapat beberapa raja yang memimpin sebuah kota.”
__ADS_1
“Sebenarnya sama saja seperti di benua Artrik, jika di benua Artrik tidak ada istilah negara, namun juga dipimpin oleh salah seorang yang bernama kaisar. Serta di sana, raja memimpin sebuah wilayah yaitu provinsi dengan sistem kerajaan, dan Duke yang mengatur sebagian dari wilayah kerajaan. Intinya, raja di sana memimpin sebuah wilayah yaitu provinsi kerajaan, dan di sini, raja memimpin sebuah kota.” Ayah Zhuo menambahkan apa yang Zeno katakan.
Turse sekarang mengangguk dan mengerti. Ternyata pemerintahan di sini tidak jauh berbeda dengan pemerintahan di benua Artruk sana. Selain itu, sepertinya benua ini ukurannya jauh lebih kecil dari benua Artrik. Maka dari itu, wilayahnya jauh lebih mudah untuk dipimpin.
“Apakah kalian lapar? Aku akan mentraktir kalian.” Ucap Zhuo.
Zenp, Nora dan Turse mengangguk, lagi pula mereka juga belum mengisi perut mereka semenjak beberapa waktu sebelum turun dari kapal.
Seorang wanita dengan pakaian assassin berdiri membawa katana. Di belakang wanita tersebut terdapat salah seorang mayat pria dengan perut terbelah mengeluarkan isi perutnya.
“Braakkk...!” Suara pintu terbuka begitu keras, memperlihatkan seorang wanita dan beberapa orang dengan bertubuh besar.
“Lihat, dia yang membunuh suamiku!” Ucap wanita tersebut dengan mata yang berkaca, dia lantas menyuruh beberapa orang bertubuh besar untuk membunuh wanita berpakaian assassin.
“Pembunuh Abnormal, berapa banyak korban yang telah kau bunuh?” Tanya salah seorang pria bertubuh besar kepada wanita yang berpakaian assassin tersebut.
__ADS_1
Pembunuh Abnormal, dipanggil seperti itu karena wanita tersebut tidak memiliki elemen sama sekali, namun sering membunuh seseorang yang menurut mereka tanpa sebab. Padahal pembunuh Abnormal tersebut memiliki tujuan yang tidak ada seorang pun yang tahu. Menegakkan keadilan kepada seseorang yang tidak memiliki elemen adalah tugasnya, karena menurutnya orang yang mereka sebut abnormal atau tidak memiliki elemen juga berhak untuk hidup dan tidak disingkirkan oleh orang-orang.
Pembunuh tersebut juga tidak segan untuk membunuh orang yang berlaku seenaknya kepada orang yang tidak memiliki elemen. Karena, dia mengikuti apa yang dikatakan oleh temannya, bahwa elemen bukanlah segalanya, orang yang tidak memiliki elemen juga berhak untuk hidup seperti manusia pada umumnya. Entah kenapa pembunuh abnormal menjadi teringat dan rindu salah satu temannya yang sampai saat ini dia tidak tau temannya ada di mana.
“Niatku baik, aku menegakkan keadilan kepada para manusia yang kalian sebut abnormal. Mereka juga berhak untuk hidup seperti manusia pada umumnya.” Ucap pembunuh Abnormal itu kepada para pria yang bertubuh besar.
“Pembunuh tetaplah pembunuh, apapun alasanmu tidak akan ada yang mendengarmu. Menyerahlah! Dan ikut kami menuju istana kekaisaran sekarang juga.” Sahut salah satu dari mereka yang kini tengah berlari ke arah pembunuh Abnormal.
Seluruh pria bertubuh besar mengikuti salah satu dari mereka, yaitu membunuh pembunuh abnormal. Jika mereka berhasil, maka mereka diberikan sebuah bonus yang sangat tinggi. Karena pembunuh abnormal ini seperti seorang kriminal kelas tinggi, berapapun orang yang dikirimkan dari kekaisaran, tidak ada satupun yang berhasil menangkap pembunuh abnormal.
Melihat beberapa orang bertubuh besar yang berlari ke arahnya, pembunuh abnormal justru berlari ke arah mereka. Namun, saat seluruh pria bertubuh besar itu mengeluarkan sebuah pukulan yang dilapisi oleh tanah ke arah pembunuh Abnormal, pembunuh Abnormal tersebut dengan gesitnya berjungkir balik di udara dan pergi menghindari mereka.
“Hey kejar dia!” Salah seorang pria bertubuh besar berbalik dan mengejar pembunuh abnormal tersebut.
Namun, Pembunuh Abnormal tersebut lepas, dia langsung keluar melewati pintu dan melompat ke atas rumah yang dia lakukan pembunuhan, kemudian dia melompat ke atap satu ke atap lainnya. Sehingga tidak mengganggu dan membuat takut orang-orang di sekitar.
Membunuh seseorang yang semena-mena dengan orang yang tidak memiliki elemen sudah diselesaikan. Kali ini dia akan menuju kedai atau tempat ramai lainnya untuk mencari dan membunuh orang yang melakukan diskriminasi kepada orang yang tidak memiliki elemen.
__ADS_1
Itulah setiap hari yang dilakukan oleh pembunuh abnormal, mencari orang yang melakukan diskriminasi, lalu membunuhnya diam-diam. Dia melakukan itu semenjak dua bulan terakhir setelah merasa kesal kepada orang yang selalu menyudutkannya karena dirinya tidak memiliki elemen.