
Zeno kemudian bergerak secepat cahaya untuk mendekat ke arah Egtning, namun sangat disayangkan, gerakannya sangat lambat seperti biasanya di saat Leght mengulurkan tangannya ke arah dirinya. Tentu saja, Zeno hanya bisa menggertakkan giginya, pasalnya, kemampuan gerakan cahaya juga masih bisa diatur oleh Leght sesuka hati.
Bersamaan dengan itu, Ert mengangkat hammernya kembali dari atas kawah yang terbentuk akibat pukulan yang begitu keras. Kemudian, dia berlari ke arah Zeno sambil menghentikan gempa bumi yang dia keluarkan, karena dia tahu bahwa gempa bumi yang dia keluarkan justru akan menghambat pergerakan para pilar lainnya untuk menyerang Zeno.
Wanita berkulit dan berjubah coklat, dengan rambut keriting itu berteriak dengan begitu keras saat hendak memukulkan palunya ke arah Zeno. Kemudian, ditambahkan Watur yang memukulkan tangannya ke tanah hingga mengakibatkan sebuah aliran bawah tanah yang membuat Zeno tidak bisa kemana-mana. Karena aliran itu keluar secara acak, sehingga jika Zeno salah berpijak, maka dia akan terlempar ke atas.
Selain itu, Leght dan Egtning, mereka berdua sudah bergerak dengan begitu cepat ke arah kanan dan kiri Zeno. Masing-masing dari tangan mereka mengeluarkan sebuah bola elemen yang bersiap untuk menghancurkan Zeno dalam sekejap. Kemudian Winder, dia bergerak ke belakang dan menebaskan kedua tangannya, sehingga dua buah angin spiral berputar untuk menyerang Zeno.
Zeno bersikap tenang, dia tidak perlu mengeluarkan elemen sedikitpun karena itu akan menjadi sebuah hal yang sia-sia. Sehingga, memanfaatkan kekuatan fisik untuk melawan para penguasa elemen seperti mereka adalah pilihan yang benar. Walaupun terlihat begitu bodoh, namun tidak ada cara lain.
Dengan begitu cepat, Zeno berhasil menangkap pergelangan tangan Leght dan juga Eghting secara bersamaan, walaupun kulitnya harus melepuh saat hampir terkena bola cahaya milik Leght. Beruntung, Leght adalah seorang wanita yang dipegang tangannya menggunakan tangan kanan Zeno. Sehingga dengan begitu mudah, Zeno mengangkatnya ke atas tepat ke arah Hammer milik Ert. Sedangkan Eghtning, dia adalah pria berotot yang pergelangannya di pegang oleh tangan kiri Zeno, sehingga tidak mungkin dia melemparkan ke atas.
Namun, Zeno tidak habis pikir, Zeno menarik pergelangan Eghting ke belakang sehingga dia tertarik ke arah spiral angin yang dikeluarkan oleh Winder.
“Tunggu, apa?” Kata mereka berempat dengan serentak, terkecuali Watur, mereka hanya menatap malas para pilarnya tanpa mengeluarkan ekspresi apa-apa.
__ADS_1
Leght, dia yang terlempar ke atas, dia justru tersenyum. Memanfaatkan hammer milik Ert, dia langsung merubah posisinya ke bawah dengan begitu cepat, dan menjadikan palu tersebut sebagai sebuah pijakan untuk melesat ke arah Zeno. Sedangkan Ert, dia langsung menghentikan untuk memukul Zeno, karena ada Leght yang ada di bawahnya.
Mungkin berbeda lagi dengan Eghting, dia langsung meloncat ke atas sebelum terkena bilah angin milik Winder. Namun sangat disayangkan, dia terlambat menyesuaikan diri untuk meloncat ke atas, sehingga lengan dan dada bagian kirinya mengeluarkan darah akibat terkena angin spiral milik Winder.
“Sialan!” Eghtning terbawa emosi, sehingga dia langsung bergerak ke depan karena begitu kesal dengan Zeno. Selain itu, di salah satu tangannya terdapat sebuah petir yang menyala-nyala seolah bersiap untuk menyambar Zeno.
Melihat posisi tersebut, Zeno justru tersenyum lebar walaupun matanya masih terlihat begitu sedih, karena hal itulah yang sangat ditunggu-tunggu oleh Zeno. Tampaknya, dia harus berterimakasih kepada mereka karena sudah menghiburnya, walaupun mereka sangat menjengkelkan.
Zeno mengeluarkan bola cahaya seperti apa yang dilakukan oleh Leght di atasnya yang mana, dia siap menghancurkan Zeno menggunakan bola cahaya miliknya.
“Kau bodoh, mengeluarkan elemen cahaya kepada penguasa cahaya?” Leght berkata dengan nada tinggi, namun, dia justru tidak menghilangkan elemen cahaya milik Zeno, justru dia membenturkan bola cahaya milik Zeno dengan miliknya seolah dia percaya bahwa elemen cahayanya merupakan paling unggul.
“Sialan, ternyata kau mengeluarkan bola cahaya itu hanya untuk mengalihkan perhatian, sedangkan tangan kirinya meraih pakaianku tanpa sepengetahuanku.” Kata Leght sebelum menabrak Eghting.
Memanfaatkan hal tersebut, yang mana Leght dalam kondisi tidak memungkinkan untuk berdiri dengan begitu cepat. Zeno sudah bergerak dengan begitu cepat sehingga dia sudah di belakang Ert.
__ADS_1
Ert yang menyadari itu, dia langsung berbalik badan dan menebaskan Hammernya secara Horizontal ke arah Zeno. Untungnya, Zeno sudah mengeluarkan sebuah elemen petir di tangan kirinya untuk menyerang Ert sebelum dia memukulkan Hammer secara vertikal ke arah dirinya.
Akan tetapi, seribu sayang menghampiri dirinya. Watur tidak tinggal diam sambil mengeluarkan roda air di tubuhnya, sehingga dia mendekat ke arah Zeno dan tidak memungkinkan Zeno untuk menyerang Ert secara cepat. Namun, Zeno tidak habis pikir, beruntung Egtning masih mencoba untuk berdiri, Zeno mengeluarkan sebuah sambaran petir ke arah roda air yang mengelilingi Watur.
Otomatis, Watur menghilangkan air tersebut, karena dia tahu bahwa jika terkena elemen petir, maka dirinya juga akan tersengat hebat. Apa yang dia lakukan adalah kembali mengeluarkan sebuah aliran bawah tanah seara acak agar Zeno tidak bisa bergerak dengan begitu bebas.
Tidak hanya itu saja, Ert memunculkan sebuah metoer. Tidak, lebih tepatnya bongkahan batu besar dari langit yang siap menimpa Zeno. Kemudian, Winder, dia juga bergerak dan kembali mengeluarkan sebuah angin shuriken yang begitu besar dan mengarah ke arah Zeno.
“Aku baru ingat. Jika masing-masing dari mereka hanya bisa mengendalikan satu elemen saja, bagaimana jika aku menggunakan elemen cabang dari dua elemen.” Zeno kembali menyeringai.
Tanpa berpikir lebih panjang lagi, dia mengeluarkan sebuah bongkahan es yang begitu besar untuk menghentikan batu besar yang akan jatuh ke bawah. Mungkin bongkahan es itu akan hancur, namun setidaknya apabila itu berukuran besar, maka bisa memperlambatnya.
Melihat hal tersebut, Watur mengulurkan tangannya dengan malas ke arah bongkahan es tersebut yang keluar dengan menjulang tinggi untuk menahan batu besar yang akan jatuh. Sehingga sangat disayangka, elemen utama dari es itu yaitu air menghilang dengan cepat. Namun sebuah embusan angin itu menyebar dengan begitu cepat sehingga Winder, Watur dan Ert yang ada didekatnya terlempar akibat hembusan angin yang muncul karena elelem es yang kehilangan unsur elemen airnya.
Begitu Juga dengan Zeno yang secara notabe sebelumnya dia berada paling dekat dengan bongkahan es yang dia ciptakan.
__ADS_1
Aliran air yang dikeluarkan Watur juga terhenti saat dia tidak mengendalikannya. Sehingga, Zeno memilih mencari tempat yang aman daripada harus tertimpa batu besar. Namun, sebelum itu, dia menciptakan sebuah lumpur yang membuat kelima orang yang merupakan pilar tersebut tenggelam ke lumpur tersebut, disusul dengan Zeno yang bergerak menjauh.
“Jangan pernah berpikir bahwa senjata makan tuan itu tidak pernah ada bibi cokelat.”